Kopi TIMES

Simalakama New Normal

Minggu, 31 Mei 2020 - 12:03 | 13.62k
Simalakama New Normal
Sugeng Winarno, Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANG – Awalnya Roger McNamee (2003) memperkenalkan istilah new normal (normal baru) untuk menyebut perubahan perilaku masyarakat dari kehidupan normal menjadi normal baru dengan adanya internet. Perilaku yang semula banyak dilakukan di dunia nyata, pelan-pelan bergeser menjadi dilakukan di dunia maya. New normal seperti yang dikemukakan McNamee sesungguhnya sudah dilakukan masyarakat Indonesia sebelum pandemi.

Kini, konsep new normal itu coba diadopsi dengan dimodifikasi untuk perubahan perilaku masyarakat tak hanya karena adanya internet. Gara-gara Corona (Covid-19) beragam perilaku baru harus dilakukan masyarakat. Memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan sejumlah protokol kesehatan pelan-pelan telah menjadi kebiasaan baru yang harus dilakukan masyarakat. Awalnya terpaksa, namun pelan-pelan kini mulai terbiasa.

New normal juga diterjemahkan menjadi bagaimana orang bekerja, berbisnis, beribadah, menuntut ilmu, membuka tempat wisata, hotel, dan beragam sektor kehidupan manusia. Cara-cara baru ditempuh untuk menyiasati situasi sulit agar tak terus terpuruk saat pandemi. New normal bisa jadi cara kompromi untuk berdamai dengan ancaman virus yang setiap saat bisa menyerang siapa saja itu.  

Simalakama

Kini sejumlah daerah mencoba bersiap menerapkan new normal. Malang Raya misalnya. Walikota Malang, Walikota Batu, dan Bupati Malang sudah bersepakat akan menjalankan kenormalan baru. Tiga kepala daerah Malang Raya ini setuju mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 30 Mei 2020 dan menggantinya dengan kebijakan new normal yang diawali masa transisi menuju penerapan new normal.

Di sejumlah kota lain, di Bandung, juga bersiap menerapkan new normal. Sementara beberapa daerah lain, di Yogyakarta misalnya, masih tak terburu memberlakukan kebijakan new normal. Di beberapa daerah di luar negeri ada yang sukses penerapkan new normal, namun yang gagal juga ada. Di Korea Selatan misalnya, dikabarkan penerapan new normal gagal karena kasus positif Covid-19 jumlahnya justru bertambah.

Keputusan memberlakukan new normal memang bukan keputusan yang mudah. Memutuskan menerapkan new normal atau tetap PSBB itu seperti memakan buah simalakama. Serba sulit, serba salah. Di satu sisi, new normal perlu dilakukan agar kehidupan ekonomi bisa kembali bergeliat. Pasar, mall, hotel, tempat rekreasi, sekolah, kampus mulai dinormalkan pelan-pelan. 

Namun new normal masih harus berhadapan dengan bayang-bayang penyebaran Covid-19. Seperti diketahui, hingga saat ini kasus Covid-19 di Indonesia belum mencapai puncaknya. Tak ada ahli yang bisa memastikan kapan serangan virus Covid-19 akan berakhir. Sementara masyarakat juga tak bisa bertahan lebih lama lagi hanya tinggal di rumah. Banyak masyarakat yang tak punya penghasilan dengan hanya tinggal di rumah. Memang ada sejumlah sektor pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah (work from home), namun banyak pekerjaan lain yang tak bisa dilakukan hanya dari rumah. 

Tak sedikit masyarakat yang kesulitan ekonomi. Sejumlah perusahaan juga sudah banyak yang merumahkan karyawannya tanpa gaji, bahkan banyak juga yang telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kalau kebijakan untuk hanya tinggal di rumah diperpanjang bisa jadi akan ada orang yang meninggal bukan karena serangan virus Corona, namun mati karena kelaparan.

Kran keterbukaan lewat new normal sepertinya merupakan solusi sementara sambil melihat keadaan. New normal bukan berarti kehidupan kembali normal seperti sebelum ada pandemi. Saat new normal tetap harus menerapkan sejumlah protokol kesehatan. Artinya new normal tetap harus mengedepankan keselamatan. New normal sangat ditentukan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan hidup baru ini.

Keputusan sejumlah daerah menerapkan new normal juga menuai pro kontra di masyarakat. Yang pro menilai ini solusi keluar dari situasi sulit. Sementara yang kontra lebih didasari ketakutan jangan-jangan new normal justru akan memperburuk keadaan. Sementara pemerintah juga tak punya banyak pilihan. Antara menerapkan new normal atau tidak keduanya mengandung resiko yang harus dihadapi.

Perlu Disiplin

Pemberlakukan new normal tetap dengan syarat yang ketat pemberlakuan protokol di sejumlah bidang. Pembukaan tempat rekreasi misalnya. Harus ada pedoman yang jelas  untuk mengatur bagaimana tempat wisata melayani para pengunjung. Demikian halnya dengan pembukaan hotel, restoran, pasar, mall, dan tempat yang lain. Semua harus dibuat aturan main yang jelas dan aman.

Semua aturan yang dibuat sebagai panduan penerapan new normal tak ada artinya kalau tak ada kedisiplinan dalam penerapan sejumlah protokol itu. Kedisiplinan merupakan kunci keberhasilan agar new normal bisa berjalan dengan baik dan kasus positif Covid-19 bisa ditekan. Antara new normal dan penanganan pandemi bisa berjalan seirama. Ekonomi kembali bergeliat, kasus positif Covid-19 bisa dikendalikan.

Penegakan aturan pelaksanaan new normal harus juga ditegakkan. Sangsi terhadap mereka yang melanggar harus diberlakukan dengan tegas. Semua ini tentu bukan perkara mudah. Berkaca pada pelaksanaan PSBB, masih banyak masyarakat yang melanggar aturan yang telah diputuskan pada status daerah yang menerapkan PSBB. Sementara new normal situasinya dibuat lebih longgar dibanding dengan PSBB. Kesadaran masyarakat dalam mematuhi sejumlah aturan dan penegakkan disiplin menjadi satu paket yang harus diwujudkan.

Pilihan new normal memang sebuah pilihan sulit. Segala resiko memang harus diterima. New normal merupakan salah satu ihktiar keluar dari situasi sulit di tengah banyak orang yang hanya bisa rebahan dan berdiam diri di rumah saja. Keputusan memilih new normal tentu sudah melalui kajian yang mendalam. Semoga keputusan untuk menerapkan new normal bukan kebijakan coba-coba (trial error).

Semoga dengan new normal kehidupan benar-benar menjadi lebih baik. New normal life merupakan cara berdamai dengan pandemi Covid-19 ini. Semoga langkah ini bukan upaya yang keliru. Semoga virus Corana segera berlalu seiring dengan cara hidup baru yang dilakukan masyarakat. Selamat datang new normal life. (*)

 

*) Penulis: Sugeng Winarno, Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Sijo, Kades Pupus Ponorogo Kerahkan Pemuda Tanam Porang untuk Ketahanan Ekonomi
    Sijo, Kades Pupus Ponorogo Kerahkan Pemuda Tanam Porang untuk Ketahanan Ekonomi
    10/07/2020 - 13:14
  • Setelah Ponpes Tremas, Kini Al-Fattah Kikil Pacitan Jadi Pesantren Tangguh
    Setelah Ponpes Tremas, Kini Al-Fattah Kikil Pacitan Jadi Pesantren Tangguh
    10/07/2020 - 13:09
  • Sensus Penduduk Online di Pacitan Baru Capai 15,74 Persen
    Sensus Penduduk Online di Pacitan Baru Capai 15,74 Persen
    10/07/2020 - 13:04
  • Banyumas Siapkan Desa Cibangkong sebagai Sentra Kebun Pisang Cavendis
    Banyumas Siapkan Desa Cibangkong sebagai Sentra Kebun Pisang Cavendis
    10/07/2020 - 12:57
  • Catat! Tanggal 20 Juli 2020 ada Pameran Lukisan Online di Banyuwangi
    Catat! Tanggal 20 Juli 2020 ada Pameran Lukisan Online di Banyuwangi
    10/07/2020 - 12:45
  • Teh Botol Sosro Luncurkan Gerakan LocalsUnite untuk Para Kreator
    Teh Botol Sosro Luncurkan Gerakan LocalsUnite untuk Para Kreator
    10/07/2020 - 12:33
  • Di Jatim, Pertanian Menjadi Sektor Paling Aman dari Dampak Pandemi Covid-19
    Di Jatim, Pertanian Menjadi Sektor Paling Aman dari Dampak Pandemi Covid-19
    10/07/2020 - 12:22
  • Kisah Solo Touring Sam Ambon Menyusuri Kota Malang Saat Pandemi
    Kisah Solo Touring Sam Ambon Menyusuri Kota Malang Saat Pandemi
    10/07/2020 - 12:15
  • Pendaftaran Semakin Dekat, PDI Perjuangan Pacitan Masih Konsolidasi
    Pendaftaran Semakin Dekat, PDI Perjuangan Pacitan Masih Konsolidasi
    10/07/2020 - 12:06
  • Jalan Mulus Dibangun PT BSI, Giliran Bamag dan FKUB Pesanggaran Gelar Penghijauan
    Jalan Mulus Dibangun PT BSI, Giliran Bamag dan FKUB Pesanggaran Gelar Penghijauan
    10/07/2020 - 12:01

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengulik Visi Pendidikan Kita
    Mengulik Visi Pendidikan Kita
    10/07/2020 - 11:27
  • Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    10/07/2020 - 10:32
  • Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    10/07/2020 - 07:06
  • Menakar Kekuatan Media Sosial
    Menakar Kekuatan Media Sosial
    10/07/2020 - 04:16
  • Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    10/07/2020 - 02:20
  • Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    09/07/2020 - 20:10
  • Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    09/07/2020 - 17:00
  • Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    09/07/2020 - 16:27
  • Survei BKKBN: 92 Persen Pasutri Saling Menguatkan di Tengah Pandemi
    Survei BKKBN: 92 Persen Pasutri Saling Menguatkan di Tengah Pandemi
    10/07/2020 - 13:18
  • Penderita Diabetes Harus Pakai Alas Kaki, Ini Alasannya
    Penderita Diabetes Harus Pakai Alas Kaki, Ini Alasannya
    10/07/2020 - 13:14
  • Masuk Pertengahan Tahun, Pekanbaru Masih Dirundung Kasus Demam Berdarah
    Masuk Pertengahan Tahun, Pekanbaru Masih Dirundung Kasus Demam Berdarah
    10/07/2020 - 13:07
  • Kenaikkan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Ganggu Psikologis Masyarakat
    Kenaikkan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Ganggu Psikologis Masyarakat
    10/07/2020 - 13:04
  • Imbas Pandemi Covid-19, Italia Larang Masuk Wisatawan dari 13 Negara
    Imbas Pandemi Covid-19, Italia Larang Masuk Wisatawan dari 13 Negara
    10/07/2020 - 13:03
  • Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    10/07/2020 - 08:30
  • Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    10/07/2020 - 11:35
  • Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    10/07/2020 - 08:30
  • Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    10/07/2020 - 00:10
  • Dicopot PDIP dari Pimpinan Baleg DPR, Rieke: Tugas Saya Selesai
    Dicopot PDIP dari Pimpinan Baleg DPR, Rieke: Tugas Saya Selesai
    10/07/2020 - 10:23