Kopi TIMES

Bekal untuk Meraih Keberhasilan Hidup

Minggu, 31 Mei 2020 - 08:47 | 12.22k
Bekal untuk Meraih Keberhasilan Hidup
Prof Imam Suprayogo (Guru Besar UIN Malang, Ketua Penasehat DPW SAHI Jawa Timur, Anggota Dewan Pembina Yayasan UNISMA Malang)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, MALANG – Sekali pun di masa Covid-19 ini dianjurkan agar orang membatasi bertemu dengan orang lain,  ternyata masih bisa dilakukan,dan bahkan semakin terpelihara. Pada Hari Raya Idul Fitri ini sampai teman-teman sesama lulusan SMA dulu masih saling kontak, sekalipun hanya lewat WA.

Setelah mereka masuk masa pensiun ternyata lebih tertarik berbicara tentang  pengalaman masa lalu. Tidak lagi menyukai bicara masa depan. Mereka suka  bercerita tentang pengalamannya  sewaktu SMA, tentang keluarga, dan yang lain-lain. 

Di antara banyak hal yang dibicarakan, kesan saya yang paling menarik bagi mereka adalah tentang  kunci sukses hidup. Bagi mereka ini kiranya dirasa penting untuk memberi bekal kepada keluarga dan cucu-cucunya. Oleh teman-teman saya di SMA dulu, saya dianggap satu di antaranya  yang sukses dalam hidup ini.

Tanda kesuksesan itu misalnya bisa meraih gelar akademik dan juga jabatan akademik tertinggi. Padahal dulu sewaktu di SMA lulus tahun 1970, oleh teman-teman  kemampuan saya dianggap biasa-biasa saja, namun ternyata  akhirnya  menonjol dan sukses. 

Atas kenyataan tersebut, beberapa teman menanyakan kunci sukses itu apa. Sebab jika bekal sukses itu  adalah prestasi di SMA, saya dianggap tidak berprestasi. Terhadap anggapan tersebut,  Saya sama sekali tidak tersinggung karena memang demikian itulah kenyataannya.

Saya malah mengatakan bahwa sebenarnya ketika di SMA dulu saya bukan saja tidak berprestasi, tetapi justru di bawah standar. Hampir tidak lulus ujian akhir. 

Untuk menjawab pertanyaan teman-teman  tersebut, saya menjelaskan bahwa, berdasarkan pengalaman saya, bekal yang terpenting agar sukses dalam hidup ini adalah adanya niat  dan tekat yang kokoh serta adanya  kebebasan serta keberanian untuk meraihnya.

Saya menjelaskan, ketika di SMA dulu, saya merasa tidak memiliki kebebasan. Saya merasa  harus mempelajari mata pelajaran yang sebenarnya tidak saya minati. Hati saya merasa terkekang. Akibatnya, sehari-hari saya sekedar ikut di kelas  agar pada saatnya lulus dan kemudian  memperoleh ijazah.

Secara jujur saya mengaku kepada teman-teman bahwa, ketika itu saya sebenarnya tidak tahu untuk apa saya mempelajari sekian banyak mata pelajaran. Para guru juga tidak memberi penjelasan, mengapa pelajaran itu diberikan dan juga harus dipelajari.

Setiap hari, saya harus datang ke sekolah, mendengarkan mata pelajaran yang disampaikan oleh  guru, mengerjakan pekerjaan rumah, agar tidak disanksi.  Kegiatan itu saya ikuti hingga saya dinyatakan lulus. 

Oleh karena itu kalau nilai raport saya ketika itu selalu rendah dan bahkan di bawah standar, sebenarnya  karena saya tidak memiliki minat terhadap pelajaran yang diberikan. Saya mengikuti pelajaran hanya semata-mata  agar  lulus ujian dan memperoleh ijazah. Suasana bebas tidak saya peroleh, bahkan  baju pun harus berseragam.

Keinginan memilih pelajaran yang disukai,  ketika itu tidak pernah tersalurkan. Sehari-hari secara rutin datang ke sekolah, mendengarkan para guru menjelaskan pelajaran, dan kemudian mengerjakan pekerjaan rumah. 

Orientasi yang terasa tidak jelas dan tidak memiliki ruang bebas tersebut menjadikan semangat belajar menjadi rendah dan akibatnya tidak berprestasi tersebut. Apa yang saya rasakan tersebut baru berubah setelah saya masuk di perguruan tinggi. Namun jika saya harus jujur, suasana kuliah di perguruan tinggi sebenarnya juga sama dengan di SMA.

Mata kuliahnya sudah ditentukan dan semua harus diikuti.  Akan tetapi ketika itu saya beruntung berhasil menemukan para senior dan bahkan dosen yang mengajak saya melakukan kegiatan yang bersifat membangun wawasan, tulis menulis, banyak membaca buku, dan lain-lain. 

Sejak mahasiswa, saya memiliki peluang mendapatkan tantangan yang saya sukai, yaitu  dari para dosen saya. Misalnya, saya diajak melakukan penelitian dan tentu harus diakhiri  dengan membuat laporan, berdiskusi, dan seminar. Untuk mengejar target waktu yang disediakan, kadang saya harus bekerja tanpa istirahat seharian,  dan bahkan kadang  hingga larut malam. Kegiatan seperti ini saya ikuti dari waktu ke waktu,  tidak pernah putus. 

Mengikuti kegiatan tersebut, saya merasakan sebagai belajar yang sebenarnya. Agar bisa membuat laporan penelitian yang baik, saya harus membaca buku literatur, belajar bahasa asing, berani tampil membawakan laporan penelitian dalam kegiatan diskusi maupun seminar, dan lain-lain.

Saya membayangkan, umpama kegiatan saya hanya duduk di kelas atau di ruang kuliah untuk mendengarkan ceramah dari dosen, mengerjakan tugas, dan sejenisnya, maka kemungkinan besar saya tidak berprestasi dan tidak akan memperoleh kepercayaan dari masyarakat. 

Lewat dialog hari raya dalam  bersilaturraheim lewat WA dan juga tilpun, saya menjelaskan bahwa sukses hidup itu memang ada pintunya. Sebagaimana saya ungkapkan di muka, pintu itu misalnya harus ada niat, tekad, kebebasan, dan  yang tidak kurang pentingnya adalah adanya  berbagai tantangan, dan kemudian secara leluasa dan bertanggung harus dijawabnya.

Proses berlatih, mencoba dan salah, mengalami sendiri, dan bahkan jatuh bangun, itulah merupakan sesuatu yang berharga sebagai modal untuk menghadapi kehidupan di tengah masyarakat. 

Melalui kegiatan tersebut saya mendapatkan pelajaran penting misalnya saya harus mampu beradaptasi dengan tuntutan lingkungan, kemampuan menangkap apa yang seharusnya saya kerjakan, belajar berkomunikasi dengan banyak orang, belajar berdisiplin dan jujur, termasuk kemampuan memahami diri sendiri.

Tatkala memperoleh kepercayaan, saya selalu bertekad, bahwa saya harus berhasil menjaga amanah dan dengan hasil yang terbaik. Sikap  tersebut ternyata  mendatangkan simpatik dan menjadi dipercaya oleh banyak  orang, Itulah kira-kira-kira pintu keberhasilan yang saya digunakan dalam menjalani hidup ini. Wallahu a’lam. (*)

*) Penulis adalah Prof Imam Suprayogo (Guru Besar UIN Malang, Ketua Penasehat DPW SAHI Jawa Timur, Anggota Dewan Pembina Yayasan UNISMA Malang).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Banyumas Siapkan Desa Cibangkong sebagai Sentra Kebun Pisang Cavendis
    Banyumas Siapkan Desa Cibangkong sebagai Sentra Kebun Pisang Cavendis
    10/07/2020 - 12:57
  • Catat! Tanggal 20 Juli 2020 ada Pameran Lukisan Online di Banyuwangi
    Catat! Tanggal 20 Juli 2020 ada Pameran Lukisan Online di Banyuwangi
    10/07/2020 - 12:45
  • Teh Botol Sosro Luncurkan Gerakan LocalsUnite untuk Para Kreator
    Teh Botol Sosro Luncurkan Gerakan LocalsUnite untuk Para Kreator
    10/07/2020 - 12:33
  • Kisah Solo Touring Sam Ambon Menyusuri Kota Malang Saat Pandemi
    Kisah Solo Touring Sam Ambon Menyusuri Kota Malang Saat Pandemi
    10/07/2020 - 12:15
  • Jalan Mulus Dibangun PT BSI, Giliran Bamag dan FKUB Pesanggaran Gelar Penghijauan
    Jalan Mulus Dibangun PT BSI, Giliran Bamag dan FKUB Pesanggaran Gelar Penghijauan
    10/07/2020 - 12:01
  • Pinjaman Disetujui, Gubernur KH Abdul Gani Kasuba Bertolak ke Jakarta
    Pinjaman Disetujui, Gubernur KH Abdul Gani Kasuba Bertolak ke Jakarta
    10/07/2020 - 11:57
  • Soal Tim Pemburu Koruptor, Ini Tanggapan Pengamat Jerry Massie
    Soal Tim Pemburu Koruptor, Ini Tanggapan Pengamat Jerry Massie
    10/07/2020 - 11:52
  • Wacana Whisnu - Gus Hans Menguat di Pilwali Surabaya, Ini Kata Partai Golkar
    Wacana Whisnu - Gus Hans Menguat di Pilwali Surabaya, Ini Kata Partai Golkar
    10/07/2020 - 11:49
  • Program Satu Rumah Satu Masker, Setiajit Siap Bagikan 350 Ribu Masker
    Program Satu Rumah Satu Masker, Setiajit Siap Bagikan 350 Ribu Masker
    10/07/2020 - 11:46
  • PSSI Siap Diskusi Mengenai Roadmap Timnas Indonesia dengan Shin Tae-yong
    PSSI Siap Diskusi Mengenai Roadmap Timnas Indonesia dengan Shin Tae-yong
    10/07/2020 - 11:37

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengulik Visi Pendidikan Kita
    Mengulik Visi Pendidikan Kita
    10/07/2020 - 11:27
  • Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    10/07/2020 - 10:32
  • Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    10/07/2020 - 07:06
  • Menakar Kekuatan Media Sosial
    Menakar Kekuatan Media Sosial
    10/07/2020 - 04:16
  • Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    10/07/2020 - 02:20
  • Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    09/07/2020 - 20:10
  • Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    09/07/2020 - 17:00
  • Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    09/07/2020 - 16:27
  • BKKBN Singgung Tingginya Angka Kehamilan Belum Dikehendaki di Indonesia
    BKKBN Singgung Tingginya Angka Kehamilan Belum Dikehendaki di Indonesia
    10/07/2020 - 12:58
  • Panti di Rio de Janeiro Mulai Ramai, Nggak Takut Covid-19?
    Panti di Rio de Janeiro Mulai Ramai, Nggak Takut Covid-19?
    10/07/2020 - 12:57
  • KPAI Akan Rehabilitasi 305 Anak yang Jadi Korban Pencabulan WN Perancis
    KPAI Akan Rehabilitasi 305 Anak yang Jadi Korban Pencabulan WN Perancis
    10/07/2020 - 12:57
  • TikTok for Business Resmi Diluncurkan, Bantu UKM di Tengah Pandemi
    TikTok for Business Resmi Diluncurkan, Bantu UKM di Tengah Pandemi
    10/07/2020 - 12:56
  • Jawaban Sombong HRD Tolak Lamaran Kerja Bikin Warganet Geram
    Jawaban Sombong HRD Tolak Lamaran Kerja Bikin Warganet Geram
    10/07/2020 - 12:55
  • Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    10/07/2020 - 08:30
  • Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    10/07/2020 - 11:35
  • Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    10/07/2020 - 00:10
  • Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    10/07/2020 - 08:30
  • 7 Tentara Tewas Dibantai Jet Misterius, Turki Kerahkan S-400 ke Libya
    7 Tentara Tewas Dibantai Jet Misterius, Turki Kerahkan S-400 ke Libya
    10/07/2020 - 09:20