Peristiwa Nasional

Kalaksa BPBD Jatim: Mobil Mesin PCR BNPB Tidak Hanya untuk Surabaya

Jumat, 29 Mei 2020 - 21:45 | 23.38k
Kalaksa BPBD Jatim: Mobil Mesin PCR BNPB Tidak Hanya untuk Surabaya
Kalaksa BPBD Suban Wahyudiono saat menyampaikan klarifikasi bantuan mobil PCR BNPB di Gedung Negara Grahadi, Jumat (29/5/2020). (FOTO: Dok.Pemprov Jatim)
Pewarta: | Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Geger rebutan klaim bantuan dua unit mobil mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya bermuara pada fakta permohonan bantuan yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim Suban Wahyudiono.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mendapatkan bantuan berupa dua unit mobil mesin PCR dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut sebagai salah satu langkah untuk percepatan layanan laboratorium dalam melakukan tes swab di Jatim.

Satu unit mobil mesin PCR bernopol B 7190 TDB dari BNPB diserahterimakan pihak BNPB kepada Gugus Kuratif Covid-19 Pemprov Jatim di halaman Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Pemprov Jatim, Jalan. Indrapura nomor. 17 Surabaya, pada Rabu (27/5/2020) siang. Sedangkan, satu unit mobil mesin PCR lainnya diterima Kamis (28/5/2020).

Usai diserah terimakan, dua unit mobil mesin PCR tersebut langsung dioperasionalkan di Asrama Haji Surabaya serta RSUD Sidoarjo. Dan mobil mesin PCR juga akan difungsikan sebagai mobile laboratorium untuk daerah-daerah yang membutuhkan di Jatim. Bahkan, hari ini kedua mobil tersebut melayani masyarakat  Kabupaten Lamongan dan Tulungagung.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasihnya kepada BNPB yang terus mendukung Jatim untuk melakukan percepatan-percepatan dalam penanganan Covid-19. 

Naasnya, bantuan itu justru berujung saling klaim. Pemkot Surabaya menyesalkan dua mobil tersebut dialihkan ke daerah lain. 

Menurut Pemkot, mobil yang sedianya diperbantukan khusus untuk Kota Surabaya, ternyata dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Jawa Timur. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung berkoordinasi dan menghubungi berbagai pihak yang telah dimintai bantuan untuk mendatangkan mobil laboratorium tersebut. Bahkan, ia melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Wali Kota Risma juga menunjukkan bukti chat WhatApp antara dirinya dengan Doni. Dalam chat tersebut menunjukkan bahwa Wali Kota Risma yang memohon bantuan alat fast lab untuk Kota Surabaya. Doni pun menyanggupinya dan berjanji akan mempercepat proses pengirimannya.

Masih melalui chat Whatsapp, Wali Kota Risma juga melaporkan bahwa mobil bantuan itu dialihkan ke daerah lain, sehingga Surabaya tidak bisa menggunakan mobil tersebut. Doni pun berjanji mengecek keberadaan mobil tersebut karena memang berdasarkan percakapan Whatsapp antara Risma dan Donny, dua mobil bantuan itu diprioritaskan untuk Kota Surabaya.

“Temen-temen lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni, jadi ini saya sendiri yang memohon kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu,” kata Wali Kota Risma sambil menunjukkan chat dengan Doni.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan sebetulnya pada Hari Kamis kemarin, Surabaya sudah akan dibantu mobil laboratorium itu. Awalnya, akan langsung dipergunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji dan Dupak Masigit yang di situ ada warga dari Krembangan Selatan.

“Jadi, bantuan dari BNPB itu dua unit mobil laboratorium dan sudah kami tentukan titik-titiknya selama mobil itu berada lima hari di Kota Surabaya. Masing-masing titik itu kami siapkan 200 orang untuk dilakukan tes swab. Mereka itu yang belum di tes swab dan waktunya swab ulang, supaya cepat selesai penanganannya,” kata Feny-sapaan Febria Rachmanita.

Namun, waktu itu diundur pukul 13.00 WIB karena mobil itu dialihkan dulu ke Rumah Sakit Unair dan tidak langsung ke Hotel Asrama Haji. Karena dijadwalkan pukul 13.00 WIB, kemudian para pasien di Hotel Asrama Haji dipersiapkan mulai sekitar pukul 12.30 WIB dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Ternyata, mobil itu tidak datang-datang hingga kami menunggu 5 jaman dan mobil itu baru datang sekitar pukul 18.30 WIB. Dan ternyata kemarin dua mobil itu dibawa ke Unair satu dan satu mobil lagi dibawa ke daerah lain,” tegasnya.

Feny memastikan bahwa Kamis kemarin, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi sudah menjanjikan setelah dari daerah lain itu, mobil itu akan ke Surabaya. Sehingga disiapkanlah warga di Kelurahan Tanah Kali Kedinding sebanyak 200 orang untuk dilakukan tes swab.

"Kami sudah siapkan sejak pukul 07.00 WIB dan warga sangat antusias untuk mengikuti tes tersebut. Tapi tak lama kemudian saya mendapatkan kabar bahwa dua mobil itu sama-sama dialihkan ke luar daerah. Akhirnya, kami dua kali membubarkan pasien untuk melakukan tes swab,” katanya.

Oleh karena itu, ia sangat menyesalkan sikap tersebut. Sebab, pihaknya sudah merayu pasien-pasien itu untuk melakukan pemeriksaan swab. Tapi mereka harus dibubarkan karena mobilnya tidak datang

“Kami sangat menyesalkan itu, bisa-bisa nanti kami tidak dipercaya lagi oleh para pasien ini. Apalagi ini harus bergerak cepat supaya segera tertangani dan pasien tidak menunggu,” imbuhnya.

Padahal, Feny memastikan bahwa apabila dua mobil itu sejak awal berada di Surabaya dan bisa melakukan tes swab di Surabaya, maka besar kemungkinan akan selesai dites semuanya. Sebab, pemkot sudah menyiapkan semua titik yang akan dikunjungi oleh mobil tersebut. 

“Jadi, kami sudah menyiapkan semua titik-titik itu selama lima hari berada di Surabaya. Rencananya, kami juga akan melakukan tes swab melalui mobil itu di Gelora Pancasila, Gelora Tambaksari, BDH, Manukan dan beberapa tempat lainnya,” pungkasnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Suban Wahyuhadiono meluruskan pemberitaan yang beredar. 

Pihaknya menegaskan jika telah mengirim permohonan dukungan percepatan penegakan diagnosis Covid-19 kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat sejak tanggal 9 Mei 2020.

"Jadi di dalam surat kami itu permohonan mesin PCR sebanyak 15 unit. Di samping surat permohonan itu, malam hari Ibu Gubernur langsung telepon kepada Kepala BNPB RI Jenderal Doni Monardo dan juga Bapak Pangdam Brawijaya juga komunikasi kepada Kepala BNPB untuk segera ada bantuan mobil unit PCR ini," terang Suban di Gedung Negara Grahadi, Jumat (29/5/2020) malam. 

Bahkan, ia sendiri berkomunikasi Whatsapp (WA) dengan Doni Monardo. Selanjutnya diarahkan untuk segera menghubungi Deputi I Kedaruratan, Doddy Rustandi. 

Doddy mengabarkan jika pada 27 Mei 2020 malam pihaknya telah mengirimkan satu unit mobil dengan 2 mesin PCR. 

"Pak Doddy juga menyampaikan nomor telepon ke kami untuk menelepon driver maupun kru untuk mengarahkan nanti di mana harus diterima dan juga sepakat dengan Pak Doddy bahwa kedatangan mobil unit PCR ini kita terima di rumah sakit darurat, Rumah Sakit Lapangan di Jalan Indrapura, Surabaya. Itu kronologis awal," tandasnya. 

Selama dalam perjalanan, Suban terus melakukan monitoring. Mobil tersebut sampai di Surabaya pada pukul 04.00 WIB. 

"Jadi mobil unit yang pertama ini sudah beroperasi yang pertama tanggal 27 Mei 2020 ini di RS Unair ini juga mengerjakan 200 sampel dan di Asrama Haji juga mengerjakan 100. Jadi totalnya 300 sampel di Surabaya. Itu tanggal 27 Mei," imbuhnya. 

Pada tanggal 28 Mei mobil unit ini diarahkan di Sidoarjo dan di Kabupaten Lamongan. Karena di Sidoarjo sudah banyak yang harus di lab. 

Sementara, menurut keterangan Suban, Walikota Surabaya Tri Rismaharini memohon bantuan mobil PCR pada tanggal 22 Mei 2020. Sehingga, saat mobil tiba pada 27 Mei langsung dioperasikan di RSUA dan RS Asrama Haji Sukolilo. 

"Saat ini kita belum kita jawab karena mobil ini langsung beroperasi. Jadi kenapa kita harus menjelaskan karena memang ada pemberitaan-pemberitaan yang kurang jelas," terang Suban. 

"Saya sampaikan ini kejelasan bagaimana kronologis bantuan BNPB yang mobil PCR ini untuk Provinsi Jatim dalam statemennya disampaikan bahwa mobil lab ini tidak hanya untuk Surabaya tetapi spesifik juga menyebut kota lain. Seperti Sidoarjo, Lumajang ini juga ada beberapa," terangnya menambahkan. 

Ia juga memberikan alasan kenapa mobil PCR juga harus dikirim menuju Tulungagung. Karena Kota Marmer tersebut juga memerlukan bantuan swab akibat angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tinggi. 

"Karena terdata dengan kapasitas swab yang di sana juga harus perlu dilayani. Di Tulungagung PDP nya tertinggi nomor dua di Jatim. Dan berdasarkan jumlah PDP dengan jumlah 588 pasien dimana terdapat 172 pasien yang meninggal dalam status PDP sebelum sempat diswab," tuntas Kalaksa BPBD Jatim berkaitan dengan Mobil Mesin PCR BNPB. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Have a Fancy Virtual Meeting with Pesonna Hotel Tugu Yogyakarta
    Have a Fancy Virtual Meeting with Pesonna Hotel Tugu Yogyakarta
    12/07/2020 - 06:36
  • Sejarah Hagia Sophia Turki, Pesona Simbol Dua Agama
    Sejarah Hagia Sophia Turki, Pesona Simbol Dua Agama
    12/07/2020 - 05:14
  • Paul May, Your Most Comfortable Shoes Anywhere You Go
    Paul May, Your Most Comfortable Shoes Anywhere You Go
    12/07/2020 - 04:02
  • The ONE Legian Bali Has Been Back on Business
    The ONE Legian Bali Has Been Back on Business
    12/07/2020 - 03:27
  • Boost Your Immune with Aston Hotel Sidoarjo
    Boost Your Immune with Aston Hotel Sidoarjo
    12/07/2020 - 02:32
  • Google Maps Added the New Traffic Light Indicator Feature
    Google Maps Added the New Traffic Light Indicator Feature
    12/07/2020 - 01:12
  • Warung Kopi Kebul Kenteng Sajikan Menu Sehat Tadisional
    Warung Kopi Kebul Kenteng Sajikan Menu Sehat Tadisional
    12/07/2020 - 00:27
  • Kementerian PUPR RI Lanjutkan Penataan Puncak Waringin di KSPN Labuan Bajo
    Kementerian PUPR RI Lanjutkan Penataan Puncak Waringin di KSPN Labuan Bajo
    11/07/2020 - 23:53
  • Sebelum Dinikahi Rey Mbayang, Begini Perjalanan Asmara Dinda Hauw
    Sebelum Dinikahi Rey Mbayang, Begini Perjalanan Asmara Dinda Hauw
    11/07/2020 - 23:46
  • Obyek Wisata di Piyungan Bantul Gelar Uji Coba Terbatas
    Obyek Wisata di Piyungan Bantul Gelar Uji Coba Terbatas
    11/07/2020 - 23:34

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • RUU HIP Asas Kepentingan?
    RUU HIP Asas Kepentingan?
    11/07/2020 - 16:33
  • Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    11/07/2020 - 15:37
  • Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    11/07/2020 - 14:22
  • Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    11/07/2020 - 13:34
  • Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    11/07/2020 - 12:25
  • Menguji, Kontra-Persepsi Konsep Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
    Menguji, Kontra-Persepsi Konsep Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
    11/07/2020 - 02:17
  • Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    10/07/2020 - 15:18
  • Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    10/07/2020 - 14:35
  • 6 Bocah Tenggelam di Sungai Pamarayan Kabupaten Serang, 1 Tewas
    6 Bocah Tenggelam di Sungai Pamarayan Kabupaten Serang, 1 Tewas
    12/07/2020 - 07:21
  • Curhat Guru Hingga Orangtua: Tak Siap Antar Anak ke Sekolah Saat Pandemi
    Curhat Guru Hingga Orangtua: Tak Siap Antar Anak ke Sekolah Saat Pandemi
    12/07/2020 - 07:15
  • Sterling Hattrick, Manchester City Cukur Brighton 5-0
    Sterling Hattrick, Manchester City Cukur Brighton 5-0
    12/07/2020 - 07:08
  • Syakir Daulay Akui Nyaman dengan Adiba Putri Ustaz Jefri Al Buchori
    Syakir Daulay Akui Nyaman dengan Adiba Putri Ustaz Jefri Al Buchori
    12/07/2020 - 07:05
  • Ketahui Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Minum Teh Hijau
    Ketahui Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Minum Teh Hijau
    12/07/2020 - 07:00
  • Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    12/07/2020 - 01:22
  • Chelsea Kena Bantai Tim Promosi, MU yang Untung
    Chelsea Kena Bantai Tim Promosi, MU yang Untung
    12/07/2020 - 01:24
  • Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid, Dunia: Memecah Barat dan Timur
    Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid, Dunia: Memecah Barat dan Timur
    12/07/2020 - 04:00
  • Remehkan Pukulan Tyson, Nasib Artis Konyol Ini Berakhir Tragis
    Remehkan Pukulan Tyson, Nasib Artis Konyol Ini Berakhir Tragis
    12/07/2020 - 00:02
  • Kronologi Pengendara Motor Ngamuk dan Hadang Ambulan di Depok
    Kronologi Pengendara Motor Ngamuk dan Hadang Ambulan di Depok
    12/07/2020 - 05:06