Kopi TIMES

Beramar Makruf Terhadap Diri Sendiri

Jumat, 29 Mei 2020 - 17:45 | 14.49k
Beramar Makruf Terhadap Diri Sendiri
Prof Imam Suprayogo (Guru Besar UIN Malang, Ketua Penasehat DPW SAHI Jawa Timur, Anggota Dewan Pembina Yayasan UNISMA Malang)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kita sering mendengar orang mengatakan, bahwa apa yang dilakukannya  adalah demi beramar makruf nahi mungkar. Apa yang dilakukannya sedeikian bersemangat oleh karena dalam rangka memenuhi perintah agama. Disebutkan agama harus ditegakkan lewat amar makruf dengan penuh kesungguhan dan dilakukan secara terus menerus. 

Anggapan tersebut tentu tidak salah. Amar makruf memang harus dijalankan. Akan tetapi apakah yang dimaksud dengan makruf menurut pemahamannya itu sudah pasti benar. Sebab bisa jadi apa yang dianggap baik menurut seseorang belum tentu baik dalam arti  yang sebenarnya. Sebaliknya apa yang disebut salah oleh seseorang belum tentu  benar-benar salah. Sebab pengetahuan manusia selalu terbatas dan dalam konteks yang terbatas pula.

Apalagi sesuatu yang dianggap salah itu hanya mendasarkan pada  apa yang sedang dilihat dan atau didengarnya. Sesuatu  yang dilihat dan juga didengar  oleh seseorang  bisa saja pemahamannya  kurang  tepat. Apa yang disebut benar belum tentu  benar dan begitu pula sebaliknya. Sebab apa yang diketahuinya belum tentu bersifat utuh dan komprehensif. Bisa saja data dan atau informasinya terbatas. Hal demikian itu pasti  menghasilkan pengertian yang terbatas pula. 

Oleh karena itu, dakwah yang paling mendesak dan tepat adalah  terhadap diri sendiri. Dirinya sendiri itulah yang sebenarnya justru perlu diperbaiki sebelum memperbaiki orang lain. Disebutkan di dalam al Qur’an : “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. 

Juga  di dalam  al Qur’an pada ayat yang lain, bahkan   bernada menegur :” Mengapa kamu menyuruh manusia mengerjakan kebaikan sedang kamu melupakan dirimu sendiri (terhadap kewajiban), padahal kamu membaca kitab. Tiadakah kamu berpikir (Q.2:44).  Masih ada ayat serupa mengatakan :” Hai orang-orang  yang beriman kenapa kamu mengatakan apa  yang tidak kamu perbuat. Amat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat (Q.S.61 :2-3)

Memperhatikan ayat al Qur’an tersebut sebenarnya dakwah atau amar makruf lebih tepat ditujukan  kepada dirinya sendiri terlebih dahulu. Manakala dirinya sendiri sudah menjalankannya, maka baru mengajak kepada orang lain.  Dengan demikian, maka yang bersangkutan tidak akan terkena pinalti. Menyuruh orang lain berbuat baik, sementara dirinya sendiri belum menjalankannya adalah tidak tepat, bahkan dibenci oleh Allah. 

Boleh-boleh saja berdalih beramar makruf, tetapi apakah dirinya sendiri sudah berubah menjadi makruf. Rasulullah menyeru umatnya  kepada kebaikan, setelah dirinya sendiri menjalankannya. Oleh karena itu  juga diperintahkan agar gtatkala mengajak kepada kebaikan  : “ mulailah dari dirimu sendiri”.  Perintah berdakwah atau beramar makruf bukan ditujukan kepada orang yang sudah  lulus sekolah, sudah bergelar akademik tinggi, tetapi kepada seseorang yang telah menjalankannya. 

Agama  adalah menyangkut  rasa, yaitu berada pada wilayah hati. Bahwa pengetahuan agama diperoleh  setelah merasakannya. Sedangkan seseorang bisa merasakan manakala telah mengalami dan atau menjalankan. Orang yang telah mengalami dan merasakan itulah sebenarnya yang disebut telah mengetahui agama. Jika seseorang menganggap tahu hanya dari hasil membaca buku, sebenarnya pengetahuannya masih dangkal, masih sebatas tahu dari buku. Yang bersangkutan belum mengetahui yang sebenarnya.

Bagi orang yang sebatas mengetahui agama dari buku, maka  pengetahuannya belum sempurna dan bahkan bisa jadi  masih salah paham.  Agama tidak boleh disalah pahami atau pahamnya salah. Maka cara yang tepat untuk memahami adalah lewat cara mengamalkannya. Kembali kepada pokok pembicaraan pada tulisan ini, yang lebih diperlukan adalah berdakwah atau beramar makruf terhadap diri sendiri. Amar makruf kepada diri sendiri  adalah berusaha  mengajak dirinya sendiri menuju jalan Allah yang sebenarnya. 

Pemahaman tersebut penting, oleh karena di akherat kelak yang ditanyakan adalah bagaimana merawat dan menjaga dirinya sendiri, dan bukan tentang  orang lain. Masingh-masing orang akan mempertanggung-jawabkan tindakannya sendiri-sendiri. Tentu kecuali adalah para utusan-utusan Allah, mereka  akan dimintai tanggung jawabnnya. Sebagai orang biasa, dianjurkan mengajak kepada orang lain, beramar makruf nahi mungkar, setelah  dirinya sendiri sudah menjalankannya dan bahkan sudah berhasil menjadi baik. Wallahu a’lam. (*)

***

*) Penulis adalah Prof Imam Suprayogo (Guru Besar UIN Malang, Ketua Penasehat DPW SAHI Jawa Timur, Anggota Dewan Pembina Yayasan UNISMA Malang).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Hasil Tes Swab Massal Pemandu Lagu di Cirebon Keluar, Ini Hasilnya
    Hasil Tes Swab Massal Pemandu Lagu di Cirebon Keluar, Ini Hasilnya
    15/07/2020 - 18:41
  • Akibat Kasus Joget Tiktok, Kadisparpora Bondowoso Dicopot Jabatannya
    Akibat Kasus Joget Tiktok, Kadisparpora Bondowoso Dicopot Jabatannya
    15/07/2020 - 18:35
  • Ingin Nikmati Kopi dan Senja? Nongkrong saja di Rooftop Traffic OR
    Ingin Nikmati Kopi dan Senja? Nongkrong saja di Rooftop Traffic OR
    15/07/2020 - 18:30
  • Siap-Siap ! Masyarakat Kabupaten Cirebon Tidak Gunakan Masker Kena Denda 150 Ribu
    Siap-Siap ! Masyarakat Kabupaten Cirebon Tidak Gunakan Masker Kena Denda 150 Ribu
    15/07/2020 - 18:24
  • BK DPRD Kota Cirebon Segera Tindaklanjuti Polemik Penghapusan Kata 'Khilafah'
    BK DPRD Kota Cirebon Segera Tindaklanjuti Polemik Penghapusan Kata 'Khilafah'
    15/07/2020 - 18:23
  • Pinjam Ponsel Babinkamtibmas, Kapolda Jatim Video Call dengan Pasien Covid-19
    Pinjam Ponsel Babinkamtibmas, Kapolda Jatim Video Call dengan Pasien Covid-19
    15/07/2020 - 18:17
  • Korps Wanita dan PNS Lantamal VIII Manado Berbagi Sayuran kepada Warga
    Korps Wanita dan PNS Lantamal VIII Manado Berbagi Sayuran kepada Warga
    15/07/2020 - 18:11
  • Yuk Rasakan Sensasi Melayang Ekstrem di Ngebel Adventure Park Ponorogo
    Yuk Rasakan Sensasi Melayang Ekstrem di Ngebel Adventure Park Ponorogo
    15/07/2020 - 18:05
  • Pemkab Pamekasan Bertekad Pertahankan WTP
    Pemkab Pamekasan Bertekad Pertahankan WTP
    15/07/2020 - 18:00
  • HBA Ke-60, Kejari Banyumas Gelar Baksos
    HBA Ke-60, Kejari Banyumas Gelar Baksos
    15/07/2020 - 17:55

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pembelajaran Daring di Era New Normal
    Pembelajaran Daring di Era New Normal
    15/07/2020 - 16:21
  • Pergeseran Nilai dan Fungsi Masker
    Pergeseran Nilai dan Fungsi Masker
    15/07/2020 - 15:37
  • Maraknya Hoaks di media Sosial serta Antisipasinya
    Maraknya Hoaks di media Sosial serta Antisipasinya
    15/07/2020 - 12:28
  • Rumah Belajar, Mimpi Membangkitkan Teknologi untuk Nyala Api Pendidikan Indonesia
    Rumah Belajar, Mimpi Membangkitkan Teknologi untuk Nyala Api Pendidikan Indonesia
    15/07/2020 - 09:34
  • Imam Shamsi Ali: Sikapi Hagia Sofia dengan Bijak
    Imam Shamsi Ali: Sikapi Hagia Sofia dengan Bijak
    15/07/2020 - 08:21
  • Heutagogi: Pedagogi Baru di Era Normal Baru
    Heutagogi: Pedagogi Baru di Era Normal Baru
    14/07/2020 - 20:40
  • Covid-19, Tragedy of The Commons, dan Tindakan Kolektif
    Covid-19, Tragedy of The Commons, dan Tindakan Kolektif
    14/07/2020 - 16:07
  • Pemberdayaan Ibu dalam Praktik MP-ASI Sebagai Kunci Penanggulangan Stunting
    Pemberdayaan Ibu dalam Praktik MP-ASI Sebagai Kunci Penanggulangan Stunting
    14/07/2020 - 15:00
  • Bejat! Ditinggal Istri Belanja, Ayah Tega Cabuli Anak Kandung
    Bejat! Ditinggal Istri Belanja, Ayah Tega Cabuli Anak Kandung
    15/07/2020 - 18:53
  • Anak Nikita Mirzani dan Dipo Latief Diadopsi Fitri Salhuteru
    Anak Nikita Mirzani dan Dipo Latief Diadopsi Fitri Salhuteru
    15/07/2020 - 18:51
  • Iran Eksekusi Mati Mata-Mata CIA
    Iran Eksekusi Mati Mata-Mata CIA
    15/07/2020 - 18:50
  • Kecanduan Game saat Pandemi Covid-19, Bocah Ini Terserang Stroke
    Kecanduan Game saat Pandemi Covid-19, Bocah Ini Terserang Stroke
    15/07/2020 - 18:50
  • Berhenti Minum Miras 3 Tahun, Pria Ini Mabuk usai Pakai Hand Sanitizer
    Berhenti Minum Miras 3 Tahun, Pria Ini Mabuk usai Pakai Hand Sanitizer
    15/07/2020 - 18:50
  • Kisah Letjen Kentot, Perwira TNI Ajudan Setia Jenderal Soeharto
    Kisah Letjen Kentot, Perwira TNI Ajudan Setia Jenderal Soeharto
    15/07/2020 - 05:02
  • Ternyata, Tarif Hana Hanifah Setara Gaji Ronaldo 1 Jam di Juventus
    Ternyata, Tarif Hana Hanifah Setara Gaji Ronaldo 1 Jam di Juventus
    15/07/2020 - 05:18
  • Inggris Akhirnya Bersekutu Sama Amerika Keroyok China di Indo-Pasifik
    Inggris Akhirnya Bersekutu Sama Amerika Keroyok China di Indo-Pasifik
    15/07/2020 - 07:04
  • Terkuak, Hana Hanifah Gunakan Dokumen Palsu Saat Jalani Prostitusi
    Terkuak, Hana Hanifah Gunakan Dokumen Palsu Saat Jalani Prostitusi
    15/07/2020 - 07:25
  • Meriam Canggih Paskhas TNI AU Tembak Pesawat Pembom Musuh di Makassar
    Meriam Canggih Paskhas TNI AU Tembak Pesawat Pembom Musuh di Makassar
    15/07/2020 - 11:02