Peristiwa Nasional

Pengamat Menilai Pengelolaan Sektor Pertanian di Indonesia Sudah Tepat

Jumat, 29 Mei 2020 - 15:17 | 8.90k
Pengamat Menilai Pengelolaan Sektor Pertanian di Indonesia Sudah Tepat
Ilustrasi: Petani menanam padi. (Foto:koranmu)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengamat pertanian dari Universitas Islam Riau (UIR), Ujang Paman Ismail menilai Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian RI (Kementan RI) sudah sangat tepat dalam mengelola sektor pertanian di tengah masa pandemi.

Terutama soal penerapan empat skema besar dalam menjawab pandangan sejumlah pihak terkait adanya diskriminasi bantuan.

"Langkah dan terobosan Presiden dalam menerapkan empat skema besar ini sudah sangat tepat dalam menjawab anggapan sinis sejumlah pihak terkait diskriminasi petani," kata Ujang, Jumat (29/5/2020).

"Terus terang saya tidak melihat diskriminasi pada kebijakan pemerintah. Yang ada adalah petani sangat terbantu karena beban mereka selama ini bisa diatasi dengan BLT, KUR dan juga bantuan langsung tunai," imbuhnya.

Menurut Ujang, skema pemerintah dalam membantu petani dan usaha pertanian sudah terbukti memiliki dampak besar pada ketersediaan bibit, pupuk dan alat-alat produksi.

Apalagi, lanjut dia, instrumen kebijakan ini bersifat nonfiskal dan mendorong kelancaran supply chain. "Dengan begitu, baik petani maupun usaha tani akan berjalan sebagaimana mestinya, meski dalam situasi pandemi seperti sekarang ini." 

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Pertanian UIR tersebut mengatakan, dengan skema ini maka produksi pertanian tetap berjalan dan ditingkatkan. Bahkan Kementan RI mampu melesatkan capaian ekspor di tengah suasana pandemi dan hari raya lebaran.

"Jadi apanya yang terpuruk? wong tanaman pangan dan produksi subsektor lainya juga tetap berjalan dengan baik. Bahkan ekspor kita tumbuh positif," katanya.

Sementara pengamat pertanian Parlindungan Purba mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam mengandalkan produksi dalam negeri dan meningkatkan nilai ekspor. Menurut dia, kebijakan itu tak lepas dari tangan dingin Mentan RI SyahruI Yasin Limpo yang memiliki pengalaman dan track record kerja selama puluhan tahun.

"Peran Pak Syahrul dalam kebijakan ini sangat besar. Saya sangat yakin beliau yang mendorong pertanian kita menjadi lebih hebat, lebih maju, mandiri dan modern," katanya.

Terpisah, Dirjen Hortikultura Kementan RI Prihasto Setyanto memastikan bahwa persediaan sayur untuk kebutuhan masyarakat selama pandemi corona dalam posisi melimpah. Faktor ini, kata dia disebabkan karena petani terus melakukan produksi secara masif.

"Kalau ada pengamat yang cerita impor sayuran kita meningkat di tahun 2019, mungkin bisa dilihat lagi dari data BPS. Impor terbesar kita hanya terjadi pada bawang putih dan kentang industri" katanya.

Prihasto mengatakan, bawang terpaksa diimpor karena pasokan dalam negeri belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Terlebih baput hanya tumbuh optimal di daerah sub tropis seperti China. Meski demikian, dia memastikan bahwa produksi bawang nasional naik dari 49 ribu ton menjadi 88 ribu ton.

"Walaupun jumlahnya masih belum mencukupi kebutuhan nasional yang mencapai 580 ribu ton per tahun. Begitu juga dengan kentang industri, yang berbeda dengan jenis kentang sayur (granola). Jenis Granola kita malah sudah bisa ekspor. Jadi impor sayuran hanya pada komoditas sayur yang produksi kita masih rendah," katanya.

Sementata itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan RI, Kuntoro Boga Andri menegaskan bahwa kondisi neraca perdagangan pertanian menurut data BPS saat ini dalam kondisi positif.

Walau begitu, impor dan ekspor adalah hal yang biasa karena dalam perdagangan internasional tiap negara memiliki keunggulan komparatif dan kondisi agroekologi iklim yang spesifik. "Yang harus kita jaga adalah, neraca dagangnya menguntungkan bagi kita," katanya.

Untuk diketahui, perbandingan neraca perdagangan Indonesia dan Cina bisa dilihat dari nilai ekspor Indonesia tahun 2019 yang mencapai 3,89 Milyar USD dan impor senilai 2,02 Milliar USD.

Ini artinya neraca Indonesia di tahun 2019 surplus 1,87 Miliar USD dari China.  Sementara di periode Januari-Maret 2020, Indonesia sudah surplus 164 Juta USD dari China untuk komoditas pertanian.

Adapun untuk volume tahun 2019 mencapai 5,762,987 ton atau naik sebesar 49.86 persen dibanding 2018. Khusus sektor hortikultura neracanya tumbuh sebesar 8,25 persen. Produksi aneka sayuran 2019 juga naik yang mencapai 13,4 juta ton atau naik 2,67 persen dari sebelumnya.

Untuk itu, Kementan RI sepakat dengan inovasi dan upaya pemenuhan kebutuhan nasional, serta penting dilakukan simultan.

"Makanya saat ini pemerintah terus memacu sentra-sentra produksi baru berbasis keunggulan wilayah, agar produk pertanian mampu berkembang, menguntungkan petani dan memenuhi sendiri kebutuhan nasional, serta mengurangi ketergantungan impor," tutup Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan RI. (*)



Publisher : Rizal Dhani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Gubernur Jabar Sebut Tiga Rumus Pariwisata Aman di Masa AKB
    Gubernur Jabar Sebut Tiga Rumus Pariwisata Aman di Masa AKB
    14/07/2020 - 11:00
  • Pria Banyuwangi yang Nikahi Bocah SD Ternyata Sudah Beristri 3
    Pria Banyuwangi yang Nikahi Bocah SD Ternyata Sudah Beristri 3
    14/07/2020 - 10:14
  • Transparency Internasional Minta KPK Usut Tuntas Kasus Wahyu Setiawan
    Transparency Internasional Minta KPK Usut Tuntas Kasus Wahyu Setiawan
    14/07/2020 - 10:00
  • Pemkab Cilacap Berikan Bantuan Rp 2,9 M untuk 9 Parpol
    Pemkab Cilacap Berikan Bantuan Rp 2,9 M untuk 9 Parpol
    14/07/2020 - 09:37
  • Pasien Covid-19 di Magetan Bertambah 3 Lagi, 1 di Antaranya ASN
    Pasien Covid-19 di Magetan Bertambah 3 Lagi, 1 di Antaranya ASN
    14/07/2020 - 09:23
  • Gotong Royong, Warga  Dusun Junggo Beli Ambulans
    Gotong Royong, Warga Dusun Junggo Beli Ambulans
    14/07/2020 - 09:14
  • Pemprov Jabar Keluarkan Protokol Idul Adha, Daging Diantar ke Rumah Penerima
    Pemprov Jabar Keluarkan Protokol Idul Adha, Daging Diantar ke Rumah Penerima
    14/07/2020 - 09:07
  • Kasus Covid-19 Kembali Melonjak Banjarnegara, Ada 25 Orang Dalam Perawatan
    Kasus Covid-19 Kembali Melonjak Banjarnegara, Ada 25 Orang Dalam Perawatan
    14/07/2020 - 09:00
  • Kolaborasi dan Sharing, Kunci Menuju New Normal Bidang Pendidikan
    Kolaborasi dan Sharing, Kunci Menuju New Normal Bidang Pendidikan
    14/07/2020 - 08:46
  • Latihan Kembali Ditunda, Arema FC Tetap Gelar Rapid Test Pada Pemain
    Latihan Kembali Ditunda, Arema FC Tetap Gelar Rapid Test Pada Pemain
    14/07/2020 - 08:34

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    13/07/2020 - 23:29
  • Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    13/07/2020 - 22:00
  • Spirit Kuliah Daring
    Spirit Kuliah Daring
    13/07/2020 - 21:03
  • Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    13/07/2020 - 20:15
  • Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    13/07/2020 - 19:38
  • Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    13/07/2020 - 17:12
  • Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    13/07/2020 - 16:11
  • Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    13/07/2020 - 15:50
  • Detik-detik Tabrakan Moge vs Mobil SUV, Pemotor Terlempar Terjang Pembatas
    Detik-detik Tabrakan Moge vs Mobil SUV, Pemotor Terlempar Terjang Pembatas
    14/07/2020 - 11:35
  • Korban Banjir China Terus Bertambah, 141 Orang Hilang, 28 Ribu Rumah Hancur
    Korban Banjir China Terus Bertambah, 141 Orang Hilang, 28 Ribu Rumah Hancur
    14/07/2020 - 11:32
  • Tak Paham Konsep Preloved, Ulasan Pembeli Ini Bikin Geleng-geleng Kepala
    Tak Paham Konsep Preloved, Ulasan Pembeli Ini Bikin Geleng-geleng Kepala
    14/07/2020 - 11:30
  • Viral Siswa Komentar Cabul saat Guru Live IG, Warganet: Enggak Ada Akhlak
    Viral Siswa Komentar Cabul saat Guru Live IG, Warganet: Enggak Ada Akhlak
    14/07/2020 - 11:29
  • Wapres Maruf Amin: Target Vaksin Corona Tersedia Pertengahan Tahun 2021
    Wapres Maruf Amin: Target Vaksin Corona Tersedia Pertengahan Tahun 2021
    14/07/2020 - 11:28
  • Nasib Karier Militer SBY, Jenderal TNI Tercerdas Tanpa Bintang 4
    Nasib Karier Militer SBY, Jenderal TNI Tercerdas Tanpa Bintang 4
    14/07/2020 - 07:02
  • Penantang Innova Resmi Dijual Rp200 Jutaan, Lebih Mewah dan Nyaman
    Penantang Innova Resmi Dijual Rp200 Jutaan, Lebih Mewah dan Nyaman
    14/07/2020 - 09:37
  • Petaka di Menit Akhir, Manchester United Gagal Tembus 3 Besar
    Petaka di Menit Akhir, Manchester United Gagal Tembus 3 Besar
    14/07/2020 - 04:00
  • Kunci Pasukan Amerika Hancurkan Militer China Andai Pecah Perang
    Kunci Pasukan Amerika Hancurkan Militer China Andai Pecah Perang
    14/07/2020 - 06:02
  • Palsukan SNI dan Rugikan Negara, Polri Diminta Tangkap Pengusaha Ini
    Palsukan SNI dan Rugikan Negara, Polri Diminta Tangkap Pengusaha Ini
    14/07/2020 - 06:34