Kopi TIMES

Jangan Gegabah Hadapi New Normal

Jumat, 29 Mei 2020 - 04:31 | 25.92k
Jangan Gegabah Hadapi New Normal
Naufal Aminur Rahman, Dokter Muda FK UNS / Inisiator Solo Lawan Corona.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, SOLO – Beberapa hari lalu muncul wacana diterapkannya perilaku hidup normal baru atau lebih dikenal dengan istilah New Normal sebagaimana disampaikan Presiden RI Jokowi pada Jumat, 15 Mei 2020 di Istana Merdeka.

Salah satu hal penting dalam persiapan New Normal adalah adanya relaksasi atau pelonggaran dari imbauan sebelumnya untuk menetap di rumah. Nantinya, masyarakat diperbolehkan beraktivitas kembali di luar rumah dengan protokol khusus seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menerapkan physical distancing.

Bahkan untuk Juni mendatang, pemerintah sudah berancang-ancang melakukan beberapa pembukaan public space seperti pusat perbelanjaan, tempat kebudayaan, dan sarana pendidikan yang dilakukan secara berjenjang.

Tentu hal ini secara otomatis menambah mobilisasi dan interaksi masyarakat, dimana hal tersebut bertolak belakang dengan rekomendasi WHO terkait pembatasan gerak bahkan karantina wilayah untuk menurunkan kurva angka positif Covid-19 secara signifikan.

SYARAT RELAKSASI PEMBATASAN

Berdasarkan keterangan Pakar Epidemiologi yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dr. Pandu Riono, MPH, Ph.D, setidaknya ada 4 syarat wajib yang harus dipenuhi pemerintah sebelum menerapkan kebijakan relaksasi.

Syarat pertama adalah adanya penurunan jumlah kasus positif Covid-19 secara konsisten selama dua minggu. Penurunan jumlah kasus positif ini juga harus dibersamai dengan penurunan angka lainnya seperti kasus kematian karena Covid-19, penurunan angka PDP, dan penurunan angka ODP. 

Kemudian syarat kedua adalah adanya peningkatan contact tracing atau penelusuran kontak. Penelusuran kontak bertujuan agar kita mampu mendeteksi dengan akurat jumlah orang yang terinfeksi setelah melakukan kontak dekat dengan kasus positif Covid-19, sehingga diharapkan kita mampu mengendalikan pergerakan orang yang berpotensi tertular tadi.

Syarat ketiga yang tidak kalah penting adalah adanya trend kenaikan budaya di masyarakat terkait pemakaian masker saat beraktivitas, rutinitas mencuci tangan sebelum dan setelah berkontak, kedisiplinan menerapkan physical distancing, maupun poin-poin perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) lainnya.  

Terakhir, pemerintah harus mampu menjamin kesiapan sistem dan juga infrastruktur fasilitas kesehatan di semua jenjang. Tentu sangat berbahaya jika kedepan terjadi lonjakan jumlah pasien yang harus dirawat di rumah sakit, namun kapasitas tempat tidur, ruang ICU, dan ventilator tidak mencukupi demand pasien Covid-19. Begitu juga dengan jumlah tenaga kesehatan dan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD).

PENTINGNYA KOLABORASI

Tentu, sebagai pandemi, Covid-19 tidak bisa dihadapi oleh pemerintah sendirian. Harus ada kolaborasi dari berbagai elemen, khususnya pemerintah dan masyarakat. Masyarakat diharapkan mampu mengikuti himbauan dan protokol yang telah disusun oleh pemerintah pusat maupun daerah. Kesadaran akan pentingnya melakukan hal-hal tersebut harus muncul pada individu masing-masing.

Secara bersamaan, pemerintah juga harus mampu menelurkan kebijakan yang berbasis saintifik dan berpihak pada masyarakat secara umum. Jangan sampai, hanya gara-gara faktor ekonomi yang menguntungkan sebagian orang, pemerintah akhirnya mengorbankan aspek utama yang diserang oleh Covid-19, yaitu kesehatan. 

Terakhir, izinkan saya menutup tulisan ini dengan mengutip amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H Ayat 1 yang berbunyi, 'Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan'

Salam, Indonesia sehat!

***

*)Oleh: Naufal Aminur Rahman, Dokter Muda FK UNS / Inisiator Solo Lawan Corona.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dhani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Setelah Ponpes Tremas, Kini Al-Fattah Kikil Pacitan Jadi Pesantren Tangguh
    Setelah Ponpes Tremas, Kini Al-Fattah Kikil Pacitan Jadi Pesantren Tangguh
    10/07/2020 - 13:09
  • Sensus Penduduk Online di Pacitan Baru Capai 15,74 Persen
    Sensus Penduduk Online di Pacitan Baru Capai 15,74 Persen
    10/07/2020 - 13:04
  • Banyumas Siapkan Desa Cibangkong sebagai Sentra Kebun Pisang Cavendis
    Banyumas Siapkan Desa Cibangkong sebagai Sentra Kebun Pisang Cavendis
    10/07/2020 - 12:57
  • Catat! Tanggal 20 Juli 2020 ada Pameran Lukisan Online di Banyuwangi
    Catat! Tanggal 20 Juli 2020 ada Pameran Lukisan Online di Banyuwangi
    10/07/2020 - 12:45
  • Teh Botol Sosro Luncurkan Gerakan LocalsUnite untuk Para Kreator
    Teh Botol Sosro Luncurkan Gerakan LocalsUnite untuk Para Kreator
    10/07/2020 - 12:33
  • Kisah Solo Touring Sam Ambon Menyusuri Kota Malang Saat Pandemi
    Kisah Solo Touring Sam Ambon Menyusuri Kota Malang Saat Pandemi
    10/07/2020 - 12:15
  • Jalan Mulus Dibangun PT BSI, Giliran Bamag dan FKUB Pesanggaran Gelar Penghijauan
    Jalan Mulus Dibangun PT BSI, Giliran Bamag dan FKUB Pesanggaran Gelar Penghijauan
    10/07/2020 - 12:01
  • Pinjaman Disetujui, Gubernur KH Abdul Gani Kasuba Bertolak ke Jakarta
    Pinjaman Disetujui, Gubernur KH Abdul Gani Kasuba Bertolak ke Jakarta
    10/07/2020 - 11:57
  • Soal Tim Pemburu Koruptor, Ini Tanggapan Pengamat Jerry Massie
    Soal Tim Pemburu Koruptor, Ini Tanggapan Pengamat Jerry Massie
    10/07/2020 - 11:52
  • Wacana Whisnu - Gus Hans Menguat di Pilwali Surabaya, Ini Kata Partai Golkar
    Wacana Whisnu - Gus Hans Menguat di Pilwali Surabaya, Ini Kata Partai Golkar
    10/07/2020 - 11:49

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengulik Visi Pendidikan Kita
    Mengulik Visi Pendidikan Kita
    10/07/2020 - 11:27
  • Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    10/07/2020 - 10:32
  • Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    10/07/2020 - 07:06
  • Menakar Kekuatan Media Sosial
    Menakar Kekuatan Media Sosial
    10/07/2020 - 04:16
  • Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    10/07/2020 - 02:20
  • Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    09/07/2020 - 20:10
  • Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    09/07/2020 - 17:00
  • Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    09/07/2020 - 16:27
  • Kenaikkan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Ganggu Psikologis Masyarakat
    Kenaikkan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Ganggu Psikologis Masyarakat
    10/07/2020 - 13:04
  • Imbas Pandemi Covid-19, Italia Larang Masuk Wisatawan dari 13 Negara
    Imbas Pandemi Covid-19, Italia Larang Masuk Wisatawan dari 13 Negara
    10/07/2020 - 13:03
  • 4 Pemuda Buat Konten Pedofilia di TikTok, Warganet Naik Pitam
    4 Pemuda Buat Konten Pedofilia di TikTok, Warganet Naik Pitam
    10/07/2020 - 13:01
  • Bike to Work Indonesia Bagikan Makan dan Minum Gratis untuk Pesepeda
    Bike to Work Indonesia Bagikan Makan dan Minum Gratis untuk Pesepeda
    10/07/2020 - 13:00
  • BKKBN Singgung Tingginya Angka Kehamilan Belum Dikehendaki di Indonesia
    BKKBN Singgung Tingginya Angka Kehamilan Belum Dikehendaki di Indonesia
    10/07/2020 - 12:58
  • Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    10/07/2020 - 08:30
  • Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    10/07/2020 - 11:35
  • Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    10/07/2020 - 08:30
  • Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    10/07/2020 - 00:10
  • 7 Tentara Tewas Dibantai Jet Misterius, Turki Kerahkan S-400 ke Libya
    7 Tentara Tewas Dibantai Jet Misterius, Turki Kerahkan S-400 ke Libya
    10/07/2020 - 09:20