Kopi TIMES

New Normal dan Keberlanjutan Negara

Jumat, 29 Mei 2020 - 03:25 | 16.09k
New Normal dan Keberlanjutan Negara
Bambang Satriya, Guru besar Universitas Merdeka Malang dan penulis sejumlah Buku Filsafat.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, MALANG – Unsur terpenting negara itu adalah rakyat. Tidak ada negara tanpa rakyat, sehingga kuat tidaknya bangunan negara ditentukan oleh rakyat. Kalau rakyatnya kuat, maka konstruksi negara mestilah kuat. Jika rakyatnya lemah, maka bangunan negara mesti lemah. Saat rakyat taat hukum, maka ini mengindikasikan negara menjadi atau akan kuat. Konstruksi kekuatan negara terletak pada perilaku hukum rakyatnya.  Ketika aturan atau kebijakan mengenai ”new normal”  sehubungan dengan pandemi Covid-19 nanti diberlakukan, tuntutannya tentulah pada ketaatan masyarakat.

Tidak ada ceritanya negara bisa disebut kuat jika rakyatnya tidak kuat. Logis jika kemudian negara berupaya maksimal membentuk atau membangun setiap elemennya, diantaranya rakyat, agar menjadi kekuatan yang mampu menjaga keberlanjutan hidup negara. Disinilah harus diakui tentang posisi asasional rakyat dalam menentukan masa depan negara.  

Masalahnya, apakah negara sekarang masih merasa kalau peran sakral dirinya adalah membentuk atau membangun rakyat supaya kuat?   atau benarkah negara memang menginginkan supaya rakyat ini terus menerus mengawal dirinya?

"Teruslah bertanya, supaya negara tetap terjaga," demikian pernyataan Mouirie Travali, yang hakikatnya meminta setiap elemen bangsa untuk tak membisukan diri saat menyaksikan ada segolongan pilar negara sedang kehilangan komitmennya pada tugas dan kewajibannya. Ketika rakyat dituntut  untuk mematuhi tatanan 'new normal', maka kelompok elitis, khususnya para pilar-pilar kekuasaan dari zona manapun harus memberikan keteladanan, bahwa dirinya mampu mengharuskan perilakunya tidaklah berlawanan dengan norma yang  berlaku.

Itu artinya, kita (komunitas elitis) punya kewajiban untuk tak berhenti bertanya, seperti benarkah Indonesia ini memang sebagai negara yang didasarkan atas hukum? atau tepatkah negeri ini menyandang gelar agung sebagai negara yang masyarakat dan pemerintahannya bersupremasi konstitusi?  atau benarkah kalau panglima sejati negara ini adalah tersimpul dalam satu kata bernama 'hukum'?

Rasanya berat sekali untuk menyebut kalau negara ini sudah benar-benar mengejawentahkan negara hukum. Kalau menyebut identitas sebagai negara, barangkali memang tidak salah, pasalnya semuanya dalam payung proteksi negara, tap kalau sebagai subyek yang patuh hukum, masihlah patut dipertanyakan, khususnya di strata elitismenya. 

Dalam tataran norma (das sollen) dan bunyi konstitusi, memang negara ini tegas-tegas mengklasifikasikan dirinya jadi negara hukum, namun dalam sisi realitas (das sein), lebih tampak sebagai konstruksi negara dengan sekumpulan manusia yang gemar melakukan pembangkangan hukum. Kasus ini dapat dijumpai selama berlakunya aturan yang berlaku selama pandemi Covid-19. 

Mereka itu bukannya memainkan peran sebagai pilar fundamental negara, tetapi menggelincirkan dirinya dalam aksi destruksi dalam modus mengeroposi dan meruntuhkan marwah negara.  Kondisi demikian tentu sangat diharapkan tidak terjadi pada saat berlakunya 'new normal' yang memang oleh rakyat diidealisasikan sebagai momentum kesadaran elitis dalam mematuhi norma hukum, sehingga kepentingan yang melingkupi 'new normal' bisa mendukungnya.

Mereka itu memang kelompok cendekia yuridis atau praktisi yang terlatih mendalami secara teoritis dan teknik  penanganan perkara hukum (legal case), namun secara empiris, mereka terkadang tergoda, sehingga  tak benar-benar mempraktikkanya secara konsisten, independen berkejujuran, dan berkeadilan.

Mereka itu juga terbaca tak punya jiwa militansi untuk benar-benar menegakkannya. Semestinya mereka berkapabilitas menegakkannya, namun mereka kecil nyali atau rendah integritas untuk mewujudkannya. Mereka kehilangan kegairahan untuk memberikan yang terbaik pada pencari keadilan (justiabelen). Kondisi demikian ini sangat berbahaya jika terjadi pada era 'new normal' pasalnya bisa mengakibatkan terjadinya pesimisme publik, khususnya dari kalangan wong cilik.

Di ranah komunitas 'tidak normal' itu, hukum bisa saja dipahami dan dikenali sekedar mengisi ranah politik penegakan hukum 'seperlunya' atau 'seadanya' dan bukan memenuhi kepentingan masyarakat pencari keadilan. Mereka terjerumus dalam memilih dan menumbuhsuburkan penyakit yang mereduksi  kewajiban asasinya. Akibatnya  virus lainnya dalam kehidupan bangsa ini muncul dan bertebaran di mana-mana.

Akibat lebih lanjut dari opsi yang salah itu, banyak sektor strategis yang berhubungan dengan kepentingan makro masyarakat dan bangsa ini terabaikan.  Masyarakat yang semestinya terjamin hak keadilannya, akhirnya sekedar  jadi tong sampah atas penyemaian bermacam-macam pelanggaran hak yang  terus mengisinya. Masyarakat hanya mendapatkan janji penegakan hukum  yang dalam kenyataannya  bak 'tong kosong nyaring bunyinya'. Dalam 'new normal' atmosfer di luar penanganan Covid-19 harusnya ikut normal.  

***

*)Oleh: Bambang Satriya, Guru besar Universitas Merdeka Malang dan penulis sejumlah Buku Filsafat.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dhani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Wali Kota Batu Survei Batas Desa Pemekaran
    Wali Kota Batu Survei Batas Desa Pemekaran
    10/07/2020 - 14:14
  • Cream Ampuh Mengatasi Jerawat dan Kulit Bermasalah
    Cream Ampuh Mengatasi Jerawat dan Kulit Bermasalah
    10/07/2020 - 14:07
  • Pihak Keluarga Benarkan Papa T Bob Meninggal Dunia
    Pihak Keluarga Benarkan Papa T Bob Meninggal Dunia
    10/07/2020 - 13:58
  • Anggota DPRD Kuningan: Reses adalah Langkah Kongkrit Anggota DPRD
    Anggota DPRD Kuningan: Reses adalah Langkah Kongkrit Anggota DPRD
    10/07/2020 - 13:53
  • KPM Taliabu Ikuti Pelatihan Aplikasi Human Development Worker
    KPM Taliabu Ikuti Pelatihan Aplikasi Human Development Worker
    10/07/2020 - 13:49
  • Ketua DPRD Kota Samarinda Siswadi Meninggal Dunia
    Ketua DPRD Kota Samarinda Siswadi Meninggal Dunia
    10/07/2020 - 13:45
  • Perayaan HUT Hotel Tugu Malang, Kembali Mengingat 30 Tahun Perjalanan
    Perayaan HUT Hotel Tugu Malang, Kembali Mengingat 30 Tahun Perjalanan
    10/07/2020 - 13:42
  • Kabar Duka, Penulis Lagu Anak 90-an Papa T Bob Meninggal Dunia
    Kabar Duka, Penulis Lagu Anak 90-an Papa T Bob Meninggal Dunia
    10/07/2020 - 13:37
  • 39 Anggota DPRD Ponorogo Jalani Rapid Test
    39 Anggota DPRD Ponorogo Jalani Rapid Test
    10/07/2020 - 13:34
  • Ada Dupatari, Urus Dokumen Langsung Jadi di Pengadilan Agama Kabupaten Malang
    Ada Dupatari, Urus Dokumen Langsung Jadi di Pengadilan Agama Kabupaten Malang
    10/07/2020 - 13:26

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengulik Visi Pendidikan Kita
    Mengulik Visi Pendidikan Kita
    10/07/2020 - 11:27
  • Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    10/07/2020 - 10:32
  • Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    10/07/2020 - 07:06
  • Menakar Kekuatan Media Sosial
    Menakar Kekuatan Media Sosial
    10/07/2020 - 04:16
  • Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    10/07/2020 - 02:20
  • Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    09/07/2020 - 20:10
  • Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    09/07/2020 - 17:00
  • Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    09/07/2020 - 16:27
  • Ngaku Minta Iuran untuk Pembangunan Masjid, Penipu Dapat Rp 700 Ribu Sehari
    Ngaku Minta Iuran untuk Pembangunan Masjid, Penipu Dapat Rp 700 Ribu Sehari
    10/07/2020 - 14:12
  • Pedofilia Bukan Lelucon! Pria Main TikTok Bareng Anak Kecil, Video Dikecam
    Pedofilia Bukan Lelucon! Pria Main TikTok Bareng Anak Kecil, Video Dikecam
    10/07/2020 - 14:10
  • Amankan Gelaran Pilkada, Polres Bantul Siapkan 400 Personel Kepolisian
    Amankan Gelaran Pilkada, Polres Bantul Siapkan 400 Personel Kepolisian
    10/07/2020 - 14:10
  • LPEI Pulihkan Kegiatan Bisnis UMKM di Daerah
    LPEI Pulihkan Kegiatan Bisnis UMKM di Daerah
    10/07/2020 - 14:06
  • Palestina Memanas, Tentara Israel Tembak Mati Remaja di Tepi Barat
    Palestina Memanas, Tentara Israel Tembak Mati Remaja di Tepi Barat
    10/07/2020 - 14:06
  • Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    10/07/2020 - 08:30
  • Jokowi: Positif Tembus 2.657, Lampu Merah Buat Kita
    Jokowi: Positif Tembus 2.657, Lampu Merah Buat Kita
    10/07/2020 - 12:17
  • Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    10/07/2020 - 11:35
  • Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    10/07/2020 - 08:30
  • Bukti Amerika Bunuh Jenderal Soleimani Dibongkar di PBB, Trump Kritis
    Bukti Amerika Bunuh Jenderal Soleimani Dibongkar di PBB, Trump Kritis
    10/07/2020 - 11:37