Kopi TIMES

Bercanda, Menyatakan Perang, Lalu Menyerah

Rabu, 27 Mei 2020 - 23:45 | 49.29k
Bercanda, Menyatakan Perang, Lalu Menyerah
Junaidi Doni Luli, Ketua Umum HMI Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang 2017-2018
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTAKETIKA negeri Tirai Bambu dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara tengah berjuang melawan virus Corona beberapa bulan lalu, pejabat negara malah asyik adu dagelan. Bahwa Indonesia adalah negara dengan perizinan yang ribet, iklimnya yang tropis, dan bla bla bla akan menyulitkan virus ini masuk ke kawasan Nusantara. Mereka masih asyik berpesta pora, cengengesan sana cengengesan sini, hingga langkah preventif pun diabaikan begitu saja.

Awal bulan Maret, bunyi genta pertama pun bergema, pertanda virus ini sudah berada di Indonesia, tanpa kendala dengan petugas imigrasi, tak peduli seberapa panasnya suhu di negeri kepulauan ini. Spekulasi-spekulasi ngawur dari para pejabat negara terbantahkan seketika, wajah cengengesan berubah mingkem dan kebingungan. Kepanikan ada di mana-mana, bahkan dahsyatnya melampaui daya bunuh si virus itu sendiri.

Menerapkan kebijakan dengan coba-coba mulai dari social distancing dan/atau physical distancing, isu Lockdown, wacana Darurat Sipil, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), berdamai dengan Corona, relaksasi PSBB, hingga yang terbaru adalah wacana "New Normal Life". Masyarakat dibuat gamang dengan berbagai wacana kebijakan pemerintah yang terkadang saling anulir pernyataan antar pejabat. Inkonsistensi kebijakan terjadi di mana-mana, seakan menunjukkan kepada publik bahwa sejauh ini pemerintah belum mempunyai grand concept yang matang untuk memerangi virus Corona.

Masyarakat diminta agar tetap optimis di tengah situasi krisis, tetapi inkonsistensi berbagai kebijakan yang ada justru mengindikasikan sebaliknya. Ketika berbagai kebijakan yang ada terbilang tak efektif, masyarakat pun diminta untuk mulai beradaptasi dengan situasi krisis, menjalani hidup berdampingan dengan virus yang telah membunuh begitu banyak manusia di muka bumi. Setelah bercanda lalu menyatakan perang, apakah pemerintah secara implisit menyatakan untuk menyerah terhadap virus Corona?

Grafik penyebaran dan kematian akibat virus Corona di Indonesia belum menurun signifikan, ini yang menyebabkan pesimisme publik semakin tinggi ketika pemerintah mewacanakan "New Normal Life" dalam waktu dekat. Dalam saat yang sama, masyarakat pun terbayang dengan salah satu teori medis yang cukup ekstrem, yaitu "herd immunity" yang secara tidak langsung permisif dan serupa dengan teori evolusi yang dicetus Charles Darwin. Swedia bisa dijadikan sebagai prototipe negara yang gagal menerapkan kebijakan herd immunity dalam melawan virus Corona.

Kita dipaksa maklum dengan pernyataan World Health Organization (WHO) bahwa pandemi Corona ini kemungkinan besar akan berlangsung lama. Meski demikian, dengan alasan apapun, nyawa manusia tetap tidak boleh dijadikan sebagai obyek uji coba kebijakan, apalagi tumbal bagi politik yang selalu include dengan proses pengambilan kebijakan itu sendiri. Sekalipun sepanjang sejarah peradaban, nilai dari kemanusiaan seringkali dilanggar begitu saja oleh kekuasaan.

Setelah China (yang awalnya menjadi titik sentrum virus Corona) berhasil mengendalikan wabah di Wuhan, juga kegemilangan Vietnam menghadapi pandemi ini seakan dikubur begitu saja. Pemerintah berdalih bahwa kondisi sosiologis kita berbeda dengan mereka, sehingga mengadopsi kebijakan serupa adalah ketidakmungkinan. Padahal, musuh yang dihadapi oleh semua warga dunia hari ini sama, yaitu virus Corona.

Virus Corona seakan membuka banyak tabir, perihal buruknya koordinasi antar pejabat pemerintah, kondisi sebenarnya sektor medis kita, juga kerentanan sistem ekonomi. Di samping itu, gagapnya birokrasi pemerintahan dalam merespon situasi krisis, termasuk kondisi masyarakat yang sukar diatur untuk kepentingan pengendalian wabah semakin memperparah realitas ini. Khusus soal sukarnya mengatur masyarakat untuk mengendalikan virus, ketidaktegasan dan inkonsistensi pemerintah ialah sebabnya.

Tempat-tempat ibadah dikosongkan, gedung-gedung pendidikan menjadi lengang, sedangkan pusat kapital seperti Mall tetap dibiarkan beroperasi dengan melabrak habis protokoler kesehatan. Realitas ini menjadi salah satu contoh dari sekian banyak absurditas kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Lalu, dengan kondisi seperti ini, bagaimana mungkin musuh tak kasat mata itu bisa dikalahkan?

Sebelum negara benar-benar collaps karena virus Corona, pemerintah mengasumsikan bahwa “New Normal Life” adalah jalan keluar. Namanya juga asumsi, ia masih mengandung probabilitas antara benar dan salah. Harga yang harus dibayar untuk kebijakan “New Normal Life” sangatlah mahal, jutaan nyawa manusia menjadi taruhan. Biarkan sejarah mencatat, apakah Indonesia berhasil dengan “New Normal Life” atau justru sebaliknya.

***

*Penulis, Junaidi Doni Luli, Ketua Umum HMI Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang 2017-2018

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pemkab Cilacap Berikan Bantuan Rp 2,9 M untuk 9 Parpol
    Pemkab Cilacap Berikan Bantuan Rp 2,9 M untuk 9 Parpol
    14/07/2020 - 09:37
  • Pasien Covid-19 di Magetan Bertambah 3 Lagi, 1 di Antaranya ASN
    Pasien Covid-19 di Magetan Bertambah 3 Lagi, 1 di Antaranya ASN
    14/07/2020 - 09:23
  • Gotong Royong, Warga  Dusun Junggo Beli Ambulans
    Gotong Royong, Warga Dusun Junggo Beli Ambulans
    14/07/2020 - 09:14
  • Kasus Covid-19 Kembali Melonjak Banjarnegara, Ada 25 Orang Dalam Perawatan
    Kasus Covid-19 Kembali Melonjak Banjarnegara, Ada 25 Orang Dalam Perawatan
    14/07/2020 - 09:00
  • Kolaborasi dan Sharing, Kunci Menuju New Normal Bidang Pendidikan
    Kolaborasi dan Sharing, Kunci Menuju New Normal Bidang Pendidikan
    14/07/2020 - 08:46
  • Latihan Kembali Ditunda, Arema FC Tetap Gelar Rapid Test Pada Pemain
    Latihan Kembali Ditunda, Arema FC Tetap Gelar Rapid Test Pada Pemain
    14/07/2020 - 08:34
  • Kekurangan Pengawas Sekolah, Begini Tanggapan Bupati TTS
    Kekurangan Pengawas Sekolah, Begini Tanggapan Bupati TTS
    14/07/2020 - 08:25
  • Perahu Layar Motor Sumber Rejeki 2 Karam di Perairan Gili Iyang
    Perahu Layar Motor Sumber Rejeki 2 Karam di Perairan Gili Iyang
    14/07/2020 - 08:12
  • Universitas Prasetiya Mulya: Era Sekarang Bikin Makin Semangat Dobrak Inovasi Bisnis
    Universitas Prasetiya Mulya: Era Sekarang Bikin Makin Semangat Dobrak Inovasi Bisnis
    14/07/2020 - 08:00
  • Ujian Doktor UMM, Muhammad Syafi'i Angkat Pengembangan Model Discovery Learning
    Ujian Doktor UMM, Muhammad Syafi'i Angkat Pengembangan Model Discovery Learning
    14/07/2020 - 07:32

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    13/07/2020 - 23:29
  • Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    13/07/2020 - 22:00
  • Spirit Kuliah Daring
    Spirit Kuliah Daring
    13/07/2020 - 21:03
  • Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    13/07/2020 - 20:15
  • Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    13/07/2020 - 19:38
  • Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    13/07/2020 - 17:12
  • Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    13/07/2020 - 16:11
  • Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    13/07/2020 - 15:50
  • Canggihnya Truk Sampah di Negara Ini, Sudah Pakai Tenaga Listrik
    Canggihnya Truk Sampah di Negara Ini, Sudah Pakai Tenaga Listrik
    14/07/2020 - 09:45
  • Masuk Mekah Tanpa Izin Selama Musim Haji Didenda Rp 38 Juta
    Masuk Mekah Tanpa Izin Selama Musim Haji Didenda Rp 38 Juta
    14/07/2020 - 09:44
  • Hingga Pertengahan Juli 2020, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp 7,7 Triliun
    Hingga Pertengahan Juli 2020, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp 7,7 Triliun
    14/07/2020 - 09:44
  • Niat dan Tata Cara Salat Dhuha Paling Lengkap!
    Niat dan Tata Cara Salat Dhuha Paling Lengkap!
    14/07/2020 - 09:40
  • Harga Emas Antam Dibanderol Rp 938.000 per Gram
    Harga Emas Antam Dibanderol Rp 938.000 per Gram
    14/07/2020 - 09:37
  • Nasib Karier Militer SBY, Jenderal TNI Tercerdas Tanpa Bintang 4
    Nasib Karier Militer SBY, Jenderal TNI Tercerdas Tanpa Bintang 4
    14/07/2020 - 07:02
  • Petaka di Menit Akhir, Manchester United Gagal Tembus 3 Besar
    Petaka di Menit Akhir, Manchester United Gagal Tembus 3 Besar
    14/07/2020 - 04:00
  • Real Madrid Menang Lagi, Peluang Juara LaLiga Makin Terbuka
    Real Madrid Menang Lagi, Peluang Juara LaLiga Makin Terbuka
    14/07/2020 - 04:56
  • Palsukan SNI dan Rugikan Negara, Polri Diminta Tangkap Pengusaha Ini
    Palsukan SNI dan Rugikan Negara, Polri Diminta Tangkap Pengusaha Ini
    14/07/2020 - 06:34
  • Nasi Padang Jadi Sumber Penularan Corona, Cek Faktanya
    Nasi Padang Jadi Sumber Penularan Corona, Cek Faktanya
    14/07/2020 - 06:00