Kopi TIMES

Merayakan Solidaritas Idul Fitri

Selasa, 26 Mei 2020 - 09:34 | 20.06k
Merayakan Solidaritas Idul Fitri
Lukman Hakim, Dosen Komunikasi IAIN Kediri, Koordinator Lingkar Dosen Menulis (LDM).
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Warna kemeriahan hari kemenangan Idul fitri 1441 Hijriah dirayakan dengan suka cita oleh umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Kumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil mengudara penuh bahagia. Suasana riang gembira kini hadir dengan rasa berbeda dari tahun sebelumnya karena dikepung virus korona.

Idulfitri menjadi puncak kemenangan umat Islam setelah satu bulan ikhlas dan tulus menjalani rangkaian ibadah puasa Ramadan. Sebuah kemenangan dari ritus keagamaan yang menandai kesuksesan dan kesucian diri dari hawa nafsu. Sesuai namanya, kata id berarti kembali dan fitri bermakna suci. Singkatnya, umat Islam di puncak kemenangannya kembali pada fitrah, kembali pada keadaan semula sebagaimana bayi suci yang baru lahir.

Refleksi dari Cendikiawan Muslim, Komaruddin Hidayat (2003) relevan untuk menjadi perenungan bersama. Menurutnya, Idulfitri bukanlah pesta anti klimaks untuk melepaskan godaan nasfu setelah sebulan lamanya dikekang. Lebih dari itu, Idulfitri merupakan hari wisuda bagi mereka yang telah berhasil mencapai prestasi dalam upaya mengembalikan keseimbangan jiwa dengan memosisikan kekuatan hati nurani yang bersih sebagai alat untuk memegang kendali.

Ritus perayaan Idulfitri menyelipkan pesan penting bahwa sejatinya keyakinan teologis keagamaan masyarakat tidak saja menstimulasi kelahiran semangat ibadah secara vertikal, tetapi juga mampu menggerakkan spirit solidaritas horizontal antar sesama manusia. Pada titik ini, umat Islam berada pada proses pencerahan batin dari segala kungkungan keakuan yang destruktif menuju kebersamaan yang konstruktif. 
Solidaritas

Kesucian yang telah diperoleh dengan latihan panjang sebulan penuh harusnya memberi pelajaran penting ihwal solidaritas dan kebersamaan. Kondisi ekonomi yang lesu, ribuan buruh di-PHK, anak-anak tak bisa melanjutkan sekolah, dan cerita nestapa lain akibat terkepung virus korona. Bagi yang memiliki cukup harta, saat inilah waktu yang tepat untuk menyegerakan derma sebagai bentuk kesalihan sosial.

Sebaliknya, predikat serakah sepertinya tidak berlebihan jika disematkan pada mereka yang memiliki harta berlimpah namun berdiam diri seolah buta dengan kondisi sosial yang menjepit. Di antara yang menyesakkan dada, sebagian dari mereka justru dengan bangga memamerkan harta benda di tengah banyak orang dilanda kesengsaraan. 

Petikan hikmah dari Nabi Muhammad SAW setidaknya menyadarkan kita pada pentingnya kebersamaan dalam masa sulit. Sebuah pesan kepedulian dan kepekaan yang idealnya menjadi warisan Ramadan. “Tidaklah mukmin, orang yang kenyang sementara tetangganya lapar sampai ke lambungnya.” Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Kitab Al-Adab Al-Mufrad. 

Melalui hadis tersebut, Rasulullah menegur umatnya yang bersikap acuh tak acuh dengan dua alasan mendasar. Pertama, tidak peduli terhadap orang yang kelaparan, sedangkan ia bisa merasakan kenyang dan mampu berbagi. Kedua, tidak peduli dengan tetangganya. Orang yang sehari-hari akrab dan tahu kemampuan ekonominya. 

Secara reflektif akan muncul pertanyaan yang harus dijawab. Jika kita sungguh menjadi pemenang, bukankah langkah kaki dengan sendirinya menolak ke mal berbelanja aksesoris mewah untuk persiapan lebaran. Jika kita memang menjadi pemenang, bukankah lidah beku menelan kuliner mahal hanya untuk diposting di media sosial. Di saat banyak orang menderita kekurangan dan lapar akibat kemiskinan, ada nurani yang kering kerontang dan mati tak lulus ujian Ramadan. 

Begitu juga dengan perayaan karnaval pakaian anyar dengan gaya dan model terbaru bukanlah hakikat Idulfitri. Kecuali hanya sekadar formalitas simbolis dengan bumbu kesombongan yang tidak menyentuh relevansi aspek fundamental kepekaan dan kemanusiaan. Idulfitri kehilangan esensi dan signifikansi, ia tercerabut dan ternodai oleh individualisme semu hasil konstruksi ilusi. 

Kesejatian Idulfitri sesungguhnya milik mereka yang mampu menyelami esensi dan dibuktikan dengan tindakan peduli. Meski memiliki kemampuan untuk memamerkan kekayaan, ia memilih untuk membagi pada yang membutuhkan. Meski mudah untuk membeli banyak baju lebaran, ia menahan dan menunjukkan rasa empati. Muslim yang merayakan Idulfitri secara hakiki adalah mereka yang mampu menjaga kesalihan ritual dan sosial secara seimbang. Tanpa merasa paling sempurna iman dan amalnya dari orang lain.

Silaturahmi 

Topik lain yang penting dan berhubungan erat dengan Idulfitri adalah silaturahmi. Berasal dari dua kata bahasa Arab, yaitu shilah dan ar-rahim. Pada umumnya diterjemahkan sebagai tali persaudaraan. Silaturahmi menjadi jembatan penghapus dosa yang lahir dari kesalahan, perbedaan pandangan dan kekhilafan antar sesama manusia. 

Dalam tradisi umat Islam di Indonesia, silaturahmi digambarkan sebagai salah satu agenda berkunjung ke sanak saudara, keluarga, tetangga, dan masyarakat. Untuk mewujudkan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan itu, setiap tahun masyarakat di perantauan berbondong-bondong mudik ke kampung halaman. 

Namun di tengah kepungan pagebluk kemeriahan silaturahmi seperti mudik, bersalaman, dan bertamu sementara harus ditunda. Hal itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar preventif mencegah penularan virus korona. Semua orang diminta pemerintah untuk melakukan physical distancing atau menjaga jarak fisik. Tidak ada pilihan lain, silaturahmi tetap dilakukan dari rumah masing-masing dengan memanfaatkan teknologi komunikasi.

Meski dilakukan dalam format baru dan terasa berbeda, silaturahmi digital merupakan opsi terbaik untuk menjaga keselamatan dan menjaga diri dari bahaya virus korona. Masyarakat akan mulai beradaptasi dan terbiasa berkunjung ke rumah sanak saudara melalui kontak WhatsApp, Skype, Facebook, Zoom Instagram, dan platform komunikasi lain. 

Bentuk silaturahmi bisa saja berubah, namun substansinya harus dipahami secara mendalam sehingga tetap mendapatkan keutamaan. Mufassir terkemuka, Muhammad Quraish Shihab (1999) dalam karyanya “Membumikan Al-Qur’an: Peran dan Fungsi Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat” mengutip sebuah hadis nabi, “Bukanlah bersilaturrahim orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturrahim adalah yang menyambung apa yang putus” (HR Bukhari).

Melalui petunjuk Rasulullah tersebut, kita memahami makna silaturahmi yang bernilai tinggi bukan dilakukan dengan seremonial belaka, namun mampu menyadarkan diri bahwa manusia tak bisa luput dari kesalahan dan dosa. Hubungan yang sempat renggang dan terputus akibat kesalahpahaman diharapkan dapat tersambung kembali. Dimulai dari langkah kecil sederhana dengan insaf saling memaafkan menuju kesucian jiwa yang hikiki. Selamat Idulfitri, selamat menjadi pemenang sejati.

***

*)Oleh : Lukman Hakim, Dosen Komunikasi IAIN Kediri, Koordinator Lingkar Dosen Menulis (LDM).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rochmat Shobirin
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Perayaan HUT Hotel Tugu Malang, Kembali Mengingat 30 Tahun Perjalanan
    Perayaan HUT Hotel Tugu Malang, Kembali Mengingat 30 Tahun Perjalanan
    10/07/2020 - 13:42
  • Ada Dupatari, Urus Dokumen Langsung Jadi di Pengadilan Agama Kabupaten Malang
    Ada Dupatari, Urus Dokumen Langsung Jadi di Pengadilan Agama Kabupaten Malang
    10/07/2020 - 13:26
  • Puluhan Kali Makamkan Jenazah Covid-19, Kapolda Jatim Beri Penghargaan Relawan Polresta Malang Kota
    Puluhan Kali Makamkan Jenazah Covid-19, Kapolda Jatim Beri Penghargaan Relawan Polresta Malang Kota
    10/07/2020 - 13:21
  • Sijo, Kades Pupus Ponorogo Kerahkan Pemuda Tanam Porang untuk Ketahanan Ekonomi
    Sijo, Kades Pupus Ponorogo Kerahkan Pemuda Tanam Porang untuk Ketahanan Ekonomi
    10/07/2020 - 13:14
  • Setelah Ponpes Tremas, Kini Al-Fattah Kikil Pacitan Jadi Pesantren Tangguh
    Setelah Ponpes Tremas, Kini Al-Fattah Kikil Pacitan Jadi Pesantren Tangguh
    10/07/2020 - 13:09
  • Sensus Penduduk Online di Pacitan Baru Capai 15,74 Persen
    Sensus Penduduk Online di Pacitan Baru Capai 15,74 Persen
    10/07/2020 - 13:04
  • Banyumas Siapkan Desa Cibangkong sebagai Sentra Kebun Pisang Cavendis
    Banyumas Siapkan Desa Cibangkong sebagai Sentra Kebun Pisang Cavendis
    10/07/2020 - 12:57
  • Catat! Tanggal 20 Juli 2020 ada Pameran Lukisan Online di Banyuwangi
    Catat! Tanggal 20 Juli 2020 ada Pameran Lukisan Online di Banyuwangi
    10/07/2020 - 12:45
  • Ribuan Petugas KPU Tuban Jalani Rapid Tes
    Ribuan Petugas KPU Tuban Jalani Rapid Tes
    10/07/2020 - 12:37
  • Teh Botol Sosro Luncurkan Gerakan LocalsUnite untuk Para Kreator
    Teh Botol Sosro Luncurkan Gerakan LocalsUnite untuk Para Kreator
    10/07/2020 - 12:33

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengulik Visi Pendidikan Kita
    Mengulik Visi Pendidikan Kita
    10/07/2020 - 11:27
  • Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    10/07/2020 - 10:32
  • Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    10/07/2020 - 07:06
  • Menakar Kekuatan Media Sosial
    Menakar Kekuatan Media Sosial
    10/07/2020 - 04:16
  • Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    Anak Muda, Garda Utama Lawan Corona
    10/07/2020 - 02:20
  • Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    Dilema Sejarah Sultan Hamid II
    09/07/2020 - 20:10
  • Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    Konsep Pesantren Ramah Perempuan
    09/07/2020 - 17:00
  • Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    Jadi Klaster Baru Covid-19, Apa Jadinya Bila Pasar Tradisional Ditutup?
    09/07/2020 - 16:27
  • Pengacara Sarpan Belum Ambil Langkah Hukum Soal Kasus Penyiksaan Kliennya
    Pengacara Sarpan Belum Ambil Langkah Hukum Soal Kasus Penyiksaan Kliennya
    10/07/2020 - 13:40
  • Total Kasus Covid-19 Filipina Kini Nomor Dua di Asia Tenggara
    Total Kasus Covid-19 Filipina Kini Nomor Dua di Asia Tenggara
    10/07/2020 - 13:39
  • Di Kazakstan Muncul Pneumonia Tak Dikenal, Lebih Mematikan dari Covid-19?
    Di Kazakstan Muncul Pneumonia Tak Dikenal, Lebih Mematikan dari Covid-19?
    10/07/2020 - 13:39
  • Tempat Karaoke Boleh Buka Lagi, Lampu Room Dilarang Remang-remang
    Tempat Karaoke Boleh Buka Lagi, Lampu Room Dilarang Remang-remang
    10/07/2020 - 13:39
  • Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp 157,6 Triliun di Semester I 2020
    Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp 157,6 Triliun di Semester I 2020
    10/07/2020 - 13:38
  • Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    10/07/2020 - 08:30
  • Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    10/07/2020 - 11:35
  • Jokowi: Positif Tembus 2.657, Lampu Merah Buat Kita
    Jokowi: Positif Tembus 2.657, Lampu Merah Buat Kita
    10/07/2020 - 12:17
  • Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    Bergetar, Permintaan Shin Tae-yong Demi Prestasi Timnas Indonesia
    10/07/2020 - 08:30
  • Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    Pacaran, Ibu Muda Tinggalkan Anak Seminggu di Apartemen hingga Tewas
    10/07/2020 - 00:10