Kopi TIMES

Transisi Normal Baru dalam Pendidikan

Senin, 25 Mei 2020 - 08:52 | 23.42k
Transisi Normal Baru dalam Pendidikan
Rochmat Wahab adalah mamtan rektor Universitas Negeri Yogyakata.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – “We sense that ‘normal’ isn’t coming back, that we are being born into a new normal: a new kind of society, a new relationship to the earth, a new experience of being human.”

Charles Eisenstein

Bahwa setiap orang telah mendorong adanya perubahan yang dibuat untuk pendidikan di Indonesia untuk waktu yang lebih lama. Walaupun untuk mewujudkan perubahan itu tidaklah mudah. Merevitalisasi pendidikan di Abad ke-21 merupakan suatu kebutuhan, bahkan suatu keharusan. Setelah arus RI 4.0 dan Society 5.0 melanda Indonesia dan secepat itu Pandemi Covid-19 datang tiba-tiba menggegerkan dunia, tak terkecuali Indonesia. Manusia sebagai subjek dan objek perubahan tidak bisa tinggal diam. Setiap manusia harus melakukan perubahan, jika tidak, maka keadaan akan memaksa manusia untuk berubah. Dengan demikian kehadiran Normal Baru menemui relevansinya.

Normal Baru dalam pendidikan menghendaki kita untuk belajar meninggalkan apa yang telah kita ketahui, misalnya; barisan-barisan bangku, tas-tas yang berat bebannya, kuliah umum, ujian nasional, dan komunikasi orangtua-guru yang jelek serta banyak lainnya yang menjadi stereotype Normal Lama. Dengan kita telah belajar meniadakan semuanya itu, dan merancang perubahan yang sesuai dengan tuntutan jaman dan standar baru, berarti kita dapat menegakkan Normal Baru dalam Pendidikan.

Ketika akhir-akhir ini kita langsung memasuki cara belajar melalui Daring dengan segala keterbatasannya, maka secara tidak langsung kita sudah memasuki Normal Baru dalam Pendidikan. Sistem pembelajaran Daring merupakan sesuatu yang esensial untuk terjadinya aktivitas belajar, walaupun tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan, sehingga sejumlah aktivitas pendidikan lainnya tidak harus berhenti. Untuk itu sangat diperlukan pendefinisian Normal Baru dengan indikator utama dan parameter yang disepakati.

Menurut Kamalludeen, R. M, (2020), ada 4 aspek untuk menfasilitasi transisi ke Normal Baru dalam Pendidikan. Pertama, perubahan ruang belajar - dari ruang publik - ke ruang personal. Artinya bahwa daripada pergi ke sekolah atau universitas yang menjanjikan aktivitas belajar, sekarang yang terjadi bahwa belqjar sapat berlangsung di rumah  dan di ruang/kamar pribadi anak. Belajar dilakukan melalui alat-alat personal tanpa harus pergi ke suatu tempat. Yang terjadi adalah adanya perubahan interaksi sosial, dari yang sifatnya fisik ke yang virtual. Interaksi dan komunikasi terjadi antara anggota komunitas belajar, baik antara teman sekelas atau seangkatan maupun antara siswa dengan guru atau mahasiswa dengan dosen. Perubahan yang terjadi hanya pada saluran berkomunikasi.

Kedua, perubahan metode atau cara pembelajaran, dari satu metode pembelajaran untuk semua siswa, ke metode pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa (kolektif) atau individual. Selama ini dalam satu kelas memperoleh materi ceramah yang sama, mengerjakan tugas di sekolah/ruang yang sama, dan menyelesaikan pekerjaan rumah yang sama pula. Akhir semester mereka dievaluasi dengan alat penilaian yang sama. Normal Baru menghendaki model dan materi pembelajaran berdasarkan kemampuan individu yang dapat memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan keunikan dan kecepatannya. Tujuan pembelajaran untuk semua siswa sama, tetapi setiap siswa dapat menyelesaikan kurikulum dengan kecepatan yang berada dan sumber belajar yang berbeda juga. Mungkin seorang anak cocok belajar dengan menggunakan video, tetapi anak yang lainnya lebih cocok dengan buku teks, dan seterusnya.

Ketiga, perubahan tanggung jawab dalam proses pembelajaran. Bertumpu pada partisipasi aktif anggota keluarga. Belajar berlangsung di ruang pribadi, di rumah anak sendiri. Anggota keluarga menjadi agen aktif dalam proses pembelajaran. Seluruh anggota keluarga bisa bertindak sebagai fasilitator, memberikan bimbingan dan bantuan untuk terjadinya  proses pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Walaupun guru selalu dapat menyampaikan pelajaran dan materi belajar secara online, belajar tetap membutuhkan interaksi dengan dunia nyata. Pada saat itulah anggota keluarga bisa membantu anak mengenali lingkungan. Dukungan dari anggota keluarga memberikan keyakinan kepada siswa bahwa belajar itu penting sekali.

Keempat, perubahan evaluasi belajar - dari ujian akhir/sumatif ke ujian formatif. Ujian akhir/sumatif diyakini tidak sepenuhnya mewakili semua aspek yang harus dinilai. Untuk lebih detilnya justru ujian formatif, yang tidak hanya dibatasi pada penguasaan teori tapi juga praktek. Tidak hanya dibatasi aspek kognitif, tapi juga aspek afektif dan psikomotorik. Dengan memperhatikan kelebihan antar sistem evaluasi, maka sistem evaluasi pembelajaran Normal Baru cenderung melihat penilaian formatif lebih diutamakan.

Dengan memperhatikan empat aspek yang terkait dengan transisi Normal Baru dalam Pendidikan, maka diyakini betul bahwa keberlangsungan praksis pendidikan tidak bisa lepas dari peran teknologi, terutama teknologi informasi. Sementara itu kondisi geografis dan sosio-kultural bangsa Indonesia serta kemampuan dan dukungan  infrastruktur masih di bawah 50 persennya. Jika pembelajaran Daring akan menjadi andalannya, maka proses pendidikan yang bermutu belum bisa menjangkau semua institusi pemdidikan dan semua siswa/mahasiswa.

Demikianlah akhirnya untuk mewujudkan transisi Normal Baru dalam Pendidikan sangatlah dibutuhkan penguasaan dan pemahaman visi bersama, serta perspektif yang sama terhadap praksis dan perilaku  pendidikan. Dengan begitu sangat diperlukan konvensi baik pada tataran nasional maupun lokal yang menjadi rujukan dan mengikat pada semua stakeholder pendidikan. Kecepatan transisi Normal Baru dalam pendidikan sangat tergantung pada gaya kepemimpinan dan partisipasi aktif semua stakeholder dalam membangun pendidikan bermutu. (*)

*) Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat, Dewan Pakar Psyco Education Centre.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Akibat Kasus Joget Tiktok, Kadisparpora Bondowoso Dicopot Jabatannya
    Akibat Kasus Joget Tiktok, Kadisparpora Bondowoso Dicopot Jabatannya
    15/07/2020 - 18:35
  • Ingin Nikmati Kopi dan Senja? Nongkrong saja di Rooftop Traffic OR
    Ingin Nikmati Kopi dan Senja? Nongkrong saja di Rooftop Traffic OR
    15/07/2020 - 18:30
  • Siap-Siap ! Masyarakat Kabupaten Cirebon Tidak Gunakan Masker Kena Denda 150 Ribu
    Siap-Siap ! Masyarakat Kabupaten Cirebon Tidak Gunakan Masker Kena Denda 150 Ribu
    15/07/2020 - 18:24
  • BK DPRD Kota Cirebon Segera Tindaklanjuti Polemik Penghapusan Kata 'Khilafah'
    BK DPRD Kota Cirebon Segera Tindaklanjuti Polemik Penghapusan Kata 'Khilafah'
    15/07/2020 - 18:23
  • Pinjam Ponsel Babinkamtibmas, Kapolda Jatim Video Call dengan Pasien Covid-19
    Pinjam Ponsel Babinkamtibmas, Kapolda Jatim Video Call dengan Pasien Covid-19
    15/07/2020 - 18:17
  • Korps Wanita dan PNS Lantamal VIII Manado Berbagi Sayuran kepada Warga
    Korps Wanita dan PNS Lantamal VIII Manado Berbagi Sayuran kepada Warga
    15/07/2020 - 18:11
  • Yuk Rasakan Sensasi Melayang Ekstrem di Ngebel Adventure Park Ponorogo
    Yuk Rasakan Sensasi Melayang Ekstrem di Ngebel Adventure Park Ponorogo
    15/07/2020 - 18:05
  • Pemkab Pamekasan Bertekad Pertahankan WTP
    Pemkab Pamekasan Bertekad Pertahankan WTP
    15/07/2020 - 18:00
  • HBA Ke-60, Kejari Banyumas Gelar Baksos
    HBA Ke-60, Kejari Banyumas Gelar Baksos
    15/07/2020 - 17:55
  • Razia Bekas Lokalisasi, Petugas Gabungan di Kabupaten Malang Amankan 7 PSK
    Razia Bekas Lokalisasi, Petugas Gabungan di Kabupaten Malang Amankan 7 PSK
    15/07/2020 - 17:49

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pembelajaran Daring di Era New Normal
    Pembelajaran Daring di Era New Normal
    15/07/2020 - 16:21
  • Pergeseran Nilai dan Fungsi Masker
    Pergeseran Nilai dan Fungsi Masker
    15/07/2020 - 15:37
  • Maraknya Hoaks di media Sosial serta Antisipasinya
    Maraknya Hoaks di media Sosial serta Antisipasinya
    15/07/2020 - 12:28
  • Rumah Belajar, Mimpi Membangkitkan Teknologi untuk Nyala Api Pendidikan Indonesia
    Rumah Belajar, Mimpi Membangkitkan Teknologi untuk Nyala Api Pendidikan Indonesia
    15/07/2020 - 09:34
  • Imam Shamsi Ali: Sikapi Hagia Sofia dengan Bijak
    Imam Shamsi Ali: Sikapi Hagia Sofia dengan Bijak
    15/07/2020 - 08:21
  • Heutagogi: Pedagogi Baru di Era Normal Baru
    Heutagogi: Pedagogi Baru di Era Normal Baru
    14/07/2020 - 20:40
  • Covid-19, Tragedy of The Commons, dan Tindakan Kolektif
    Covid-19, Tragedy of The Commons, dan Tindakan Kolektif
    14/07/2020 - 16:07
  • Pemberdayaan Ibu dalam Praktik MP-ASI Sebagai Kunci Penanggulangan Stunting
    Pemberdayaan Ibu dalam Praktik MP-ASI Sebagai Kunci Penanggulangan Stunting
    14/07/2020 - 15:00
  • Bejat! Ditinggal Istri Belanja, Ayah Tega Cabuli Anak Kandung
    Bejat! Ditinggal Istri Belanja, Ayah Tega Cabuli Anak Kandung
    15/07/2020 - 18:53
  • Anak Nikita Mirzani dan Dipo Latief Diadopsi Fitri Salhuteru
    Anak Nikita Mirzani dan Dipo Latief Diadopsi Fitri Salhuteru
    15/07/2020 - 18:51
  • Iran Eksekusi Mati Mata-Mata CIA
    Iran Eksekusi Mati Mata-Mata CIA
    15/07/2020 - 18:50
  • Kecanduan Game saat Pandemi Covid-19, Bocah Ini Terserang Stroke
    Kecanduan Game saat Pandemi Covid-19, Bocah Ini Terserang Stroke
    15/07/2020 - 18:50
  • Berhenti Minum Miras 3 Tahun, Pria Ini Mabuk usai Pakai Hand Sanitizer
    Berhenti Minum Miras 3 Tahun, Pria Ini Mabuk usai Pakai Hand Sanitizer
    15/07/2020 - 18:50
  • Kisah Letjen Kentot, Perwira TNI Ajudan Setia Jenderal Soeharto
    Kisah Letjen Kentot, Perwira TNI Ajudan Setia Jenderal Soeharto
    15/07/2020 - 05:02
  • Ternyata, Tarif Hana Hanifah Setara Gaji Ronaldo 1 Jam di Juventus
    Ternyata, Tarif Hana Hanifah Setara Gaji Ronaldo 1 Jam di Juventus
    15/07/2020 - 05:18
  • Inggris Akhirnya Bersekutu Sama Amerika Keroyok China di Indo-Pasifik
    Inggris Akhirnya Bersekutu Sama Amerika Keroyok China di Indo-Pasifik
    15/07/2020 - 07:04
  • Terkuak, Hana Hanifah Gunakan Dokumen Palsu Saat Jalani Prostitusi
    Terkuak, Hana Hanifah Gunakan Dokumen Palsu Saat Jalani Prostitusi
    15/07/2020 - 07:25
  • Meriam Canggih Paskhas TNI AU Tembak Pesawat Pembom Musuh di Makassar
    Meriam Canggih Paskhas TNI AU Tembak Pesawat Pembom Musuh di Makassar
    15/07/2020 - 11:02