Kopi TIMES

Melampaui Pandemi, Membuka Gelombang Kreatifitas Belajar

Sabtu, 23 Mei 2020 - 10:23 | 17.11k
Melampaui Pandemi, Membuka Gelombang Kreatifitas Belajar
M. Hasan Chabibie, praktisi pendidikan, bergiat di Pusdatin Kemendikbud. (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pandemi Covid19 yang melanda di berbagai kawasan membuat kita, berfikir dan merenung bahwa peradaban-peradaban gemilang yang dicipta manusia hanyalah setitik debu di antara hamparan kekuasaan Sang Pencipta. Krisis Covid19 mendorong manusia untuk bergerak lebih jauh, mencari-cari kekuatan sejati, dan sekaligus menemukan Tuhan dalam pencarian menuju hakikat diri. 

Sebelum Covid19 menyebar, kehidupan kita seolah baik-baik saja. Rutinitas pekerjaan, tugas keseharian, relasi keluarga, dan sekaligus target-target personal manusia ditetapkan pada kadar kecepatan tinggi, yang menjadi tren dari peradaban modern. Manusia dituntut untuk bergerak serba cepat, tanpa ada jeda untuk menyelami diri sendiri, merenungi tujuan hidup sejati. 

Namun, secara tiba-tiba Covid19 menghantam kehidupan kita. Hampir seluruh dunia merasakan dampaknya, baik di sisi kesehatan, perekonomian, politik maupun sosial budaya. Dunia pendidikan juga mau harus berubah, mengikuti ritme pergeseran peradaban baru. Yakni, peradaban yang mendorong orang-orang untuk bekerja secara efektif, dengan protokol kesehatan dan tata ekonomi yang baru. 

Lalu, bagaimana perubahan-perubahan drastis itu membentuk dunia pendidikan kita? Di antara yang bisa dirasakan yakni pentingnya belajar secara efektif dan fokus pada tujuan. Sistem pendidikan berubah mengikuti pergeseran perilaku manusia, yang disebabkan pandemi Covid19. Pola pembelajaran mau tidak mau mengikuti kehendak hidup manusia, yang adaptif pada perubahan-perubahan fundamental dalam hidup kita.  

Pendidikan kita bergeser secara drastis dengan menggunakan teknologi untuk proses pembelajaran. Pendidik, siswa dan orang tua peserta didik melakukan percepatan dalam pergeseran penggunaan platform teknologi, dari sebelumnya konvensional menuju pembelajaran virtual. Adopsi atas teknologi digital dengan sistem daring, mengalami lompatan drastis di masa pandemi Covid19.  

Pola kerja manusia juga berubah drastis. Dari yang sebelumnya kerja di kantor dengan jam tertentu, sekarang dipaksa bekerja dari rumah dengan waktu fleksibel. Dari yang sebelumnya menikmati aturan dan perintah ketat, sekarang harus proaktif dan progresif untuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing, dengan target-target tertentu yang disepakati bersama. Perubahan drastis pola kerja ini, merata di semua negara dengan aturan main masing-masing sesuai dengan konteks yang ada. 

Apa sebenarnya yang menjadi refleksi mendasar pola pembelajaran di tengah pandemi Covid19? Petuah Ki Hadjar Dewantara (1889-1959) masih sangat relevan: "setiap orang adalah guru, setiap rumah merupakan sekolah". Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh pergerakan dan pendidikan nasional. Namun, refleksinya atas filosofi pendidikan, menerabas batas-batas negara. 

Sekarang ini, setiap orang di manapun ia berada, haruslah mencari cara agar ia bisa terus belajar. Akses terhadap pengetahuan terbuka lebar. Maka, visi, target dan tujuan hidup menjadi sangat penting, yang menuntun langkah-langkah setiap pribadi untuk terus bertumbuh. Setiap orang menjadikan dirinya sendiri sebagai guru atas hidupnya, sekaligus memetik hikmah dan teladan dari orang lain.

Di tengah pandemi, keluarga juga menjadi tumpuan penting. Setiap keluarga, dalam konsep Ki Hadjar Dewantara, merupakan sekolah. Sekarang ini, dengan kewajiban work from home dan learn from home, kita bisa merasakan betul bahwa keluarga memegang peran krusial untuk memastikan setiap orang bisa tumbuh dengan baik. Talenta, passion, dan sekaligus cita-cita disemai dengan baik melalui keluarga. Instrumen berupa lingkungan dan keluarga, merupakan tanah/ladang yang menjadikan cita-cita manusia bisa tumbuh subur atau tidak. 

Dengan demikian, keluarga menjadi tumpuan untuk mendidik. Setiap orang tua mendapat penyadaran kembali betapa tanggung jawab mendidik anak itu tidak mudah, dan seharusnya tidak hanya dibebankan kepada guru semata. Orang tua haruslah mengajarkan keteladanan, welas asih (compassion), moralitas dan sekaligus cara berpikir yang jernih. Di tengah pandemi, orang tua disadarkan untuk merancang ulang tujuan hidup dan merombak target-target yang selama ini menjadi pegangan.

Pandemi Covid19 di tengah suasana Ramadhan juga mengajarkan banyak hal kepada kita, manusia yang dhaif ini. Bahwa, setiap manusia haruslah saling membantu, karena tidak ada yang bisa hidup sendiri. Kesendirian dan egoisme akan membunuh manusia pelan-pelan. Tidak ada yang bisa hidup dalam egoisme, karena pada praktiknya, setiap manusia membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendasar. 

Puasa juga mengajarkan kita untuk terus bersabar, menikmati proses, sekaligus menghargai setiap pencapain yang kita lakukan. Bersabar untuk menahan diri, merekan penderitaan dan kesulitan selama belajar, untuk menjadi energi kreatifitas kita. Bahwa, setiap karya haruslah dimulai dari proses kreatif dengan segala tantangan masing-masing. Bahwa, dalam pencapaian kesuksesan, ada proses berdarah-darah yang seringkali dilupakan. 

Berpuasa di tengah pandemi Covid19, mengajarkan kita bahwa manusia butuh siklus yang teratur untuk memperbaiki hidupnya. Ada saatnya lapar, ada waktunya berbuka. Maka, ada proses berjuang bersungguh-sungguh belajar, lalu ada tahapan kita diperbolehkan menikmati pencapaian itu di gerbang kesuksesan. Ada waktunya kita memetik proses belajar, kesungguhan berjuang, serta perjalanan panjang dalam menempa hidup.

Di tengah pandemi Covid19, kita menemukan kreatifitas-kreatifitas baru yang sebelumnya belum muncul. Kreatifis di tengah jepitan krisis, membuat manusia melakukan lompatan untuk menyelesaikan problemnya. Di sisi lain, tumbuhnya solidaritas global (global solidarity) juga menjadi pelangi baru di tengah krisis. Kita menemukan orang-orang yang berjuang untuk kemanusiaan, rela bekerja keras agar pendidikan nasional tetap terselenggara, dan berita-berita baik yang menginspirasi.

Maka, benar bahwa Covid19 merupakan percabangan jalan bagi kita semua: ke mana arah yang kita tuju untuk kehidupan yang lebih baik? Pemikir Arundhaty Roy, mengungkapkan bahwa Covid19 merupakan portal.  "It is a portal, a gateway between one world and the next," tulis Arundhaty Roy, di Financial Times, April 2020. Pandemi ini merupakan jeda sementara yang menuntun kita merefleksikan masa depan.

Ya, kita dituntut untuk menyegarkan kembali tujuan hidup dan nilai-nilai kemanusiaan kita. Bukankah pandemi Covid19 mengajarkan bahwa tujuan kemanusiaan kita itu saling belajar, saling membantu? Jika benar demikian, puasa kita di tengah pandemi merupakan Ramadhan pencerahan. Bahwa, Idul Fitri dan perayaan Lebaran ini, merupakan tahapan untuk menjadi manusia yang lebih baik. Manusia yang saling belajar untuk berbagi kebaikan. (*)

*) Penulis Adalah M. Hasan Chabibie, praktisi pendidikan, bergiat di Pusdatin Kemendikbud.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Kaladama, Fried Tofu with Sweet and Spicy Sauce
    Kaladama, Fried Tofu with Sweet and Spicy Sauce
    03/06/2020 - 03:12
  • The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    03/06/2020 - 02:25
  • Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    03/06/2020 - 01:12
  • Bontang Kuala Beach, a Perfect Place to Enjoy the Beautiful Twilight
    Bontang Kuala Beach, a Perfect Place to Enjoy the Beautiful Twilight
    03/06/2020 - 00:32
  • Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    03/06/2020 - 00:04
  • New Normal, Ahmad Basarah: Jangan Ada Prejudice, Semua Harus Bersatu
    New Normal, Ahmad Basarah: Jangan Ada Prejudice, Semua Harus Bersatu
    02/06/2020 - 23:59
  • LaNyalla Nilai Banyuwangi Siap Masuki Era New Normal
    LaNyalla Nilai Banyuwangi Siap Masuki Era New Normal
    02/06/2020 - 23:55
  • Kabupaten Tuban Sumbang Lagi Tujuh Kasus Positif Covid-19
    Kabupaten Tuban Sumbang Lagi Tujuh Kasus Positif Covid-19
    02/06/2020 - 23:51
  • Komisi VI DPR RI Dorong Sanksi Tegas Pegawai Perhutani Banyuwangi Terlibat Ilegal Logging
    Komisi VI DPR RI Dorong Sanksi Tegas Pegawai Perhutani Banyuwangi Terlibat Ilegal Logging
    02/06/2020 - 23:48
  • Bupati Cirebon Sebut Penanganan Covid-19 Berjalan Efektif
    Bupati Cirebon Sebut Penanganan Covid-19 Berjalan Efektif
    02/06/2020 - 23:44

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    03/06/2020 - 02:25
  • Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    03/06/2020 - 01:12
  • Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    03/06/2020 - 00:04
  • Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    02/06/2020 - 22:38
  • Perekonomian Indonesia dalam Kebijakan New Normal
    Perekonomian Indonesia dalam Kebijakan New Normal
    02/06/2020 - 12:03
  • Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
    02/06/2020 - 05:35
  • Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    Memelihara Nilai Luhur Pancasila
    02/06/2020 - 03:16
  • Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    Diberlakukannya New Normal, Menggugah Para Pemangku Pesantren
    02/06/2020 - 01:22
  • Liga 1 2020 Dilanjutkan, Haruna: Silakan, Madura United Tidak Ikut!
    Liga 1 2020 Dilanjutkan, Haruna: Silakan, Madura United Tidak Ikut!
    03/06/2020 - 03:05
  • Tinjau RS Lapangan di Surabaya, Doni Monardo Juga Serahkan 20 Plasma Darah
    Tinjau RS Lapangan di Surabaya, Doni Monardo Juga Serahkan 20 Plasma Darah
    03/06/2020 - 02:40
  • SIM yang Habis Masa Berlakunya pada 17 Maret Hingga 29 Mei Bebas Tilang
    SIM yang Habis Masa Berlakunya pada 17 Maret Hingga 29 Mei Bebas Tilang
    03/06/2020 - 02:39
  • PSMS Medan Manut Arahan Ketua Umum PSSI, Kecuali Soal Uang Subsidi
    PSMS Medan Manut Arahan Ketua Umum PSSI, Kecuali Soal Uang Subsidi
    03/06/2020 - 02:30
  • Anies, Ganjar, dan Emil Raup Keuntungan Politik di tengah Krisis Covid-19
    Anies, Ganjar, dan Emil Raup Keuntungan Politik di tengah Krisis Covid-19
    03/06/2020 - 02:20
  • Mengharukan, Mike Tyson Sedang Menanti Kematian
    Mengharukan, Mike Tyson Sedang Menanti Kematian
    03/06/2020 - 00:36
  • Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    03/06/2020 - 00:30
  • Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    03/06/2020 - 00:32
  • FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    03/06/2020 - 00:02
  • Kim Kardashian dan Kanye West Ancam Gugat Eks Bodyguard Rp143,8 Miliar
    Kim Kardashian dan Kanye West Ancam Gugat Eks Bodyguard Rp143,8 Miliar
    03/06/2020 - 00:00