Kopi TIMES

Nikmatnya Beribadah di Masjid

Sabtu, 23 Mei 2020 - 08:28 | 17.46k
Nikmatnya Beribadah di Masjid
Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Seharusnya anjuran pemerintah di saat datang pandemi virus corona agar  beribadah di rumah saja dan tidak datang ke masjid, semua orang segera memenuhinya. Anjuran itu sangat penting untuk menghindarkan diri dari  terinfeksi virus dimaksud. Diketahui bahwa penularan virus tersebut sangat cepat lewat komunikasi antar orang. Shalat berjama’ah di masjid memungkinkan penularan amat tinggi,  apalagi ada  tradisi berjabat tangan di tempat ibadah. 

Anjuran tersebut sebagai upaya menyelamatkan masyarakat. Orang tidak perlu datang ke masjid,cukup beribadah di rumah. Akan tetapi, anjuran tersebut bagi  orang yang sudah merasakan nikmatnya beribadah shalat berjama’ah di masjid, tidak mudah menerimanya. Sekalipun ada penjelasan bahwa betapa berbayanya virus tersebut, sementara orang tidak peduli. 

Mengapa resiko tersebut tidak ditakuti oleh sementara orang. Setidaknya ada dua alasan. Pertama, oleh karena mereka merasakan betapa nikmatnya beribadah di masjid secara berjama’ah. Nikmat itu tidak bisa dijelaskan melalui kata-kata. Nikmat atau rasa hanya bisa dirasakan oleh orang yang telah mengetahui dari menjalankannya. Merasakan nikmat sama dengan mencintai. Seseorang manakala telah mencintai sesuatu, apapun resikonya tidak akan mampu menghalangi usaha memenuhi panggilan cintanya itu.

Banyak orang telah menjalankan ibadah, berupa shalat berjama’ah di masjid, tetapi yang bersangkutan belum tentu berhasil merasakan nikmatnya. Dianggapnya shalat berjama’ah hanya sebatas memenuhi kewajiban dan belum menjadi tuntutan hatinya untuk bertemu dengan Tuhan lewat shalat berjama’ah itu. Jika demikian itu yang dialami, mereka dengan mudah meninggalkan ibadah.

Seseorang yang telah merasakan nikmatnya shalat berjama’ah di masjid, resiko sebenar apapun,  asalkan masih ada peluang, mereka tetap melakukannya. Secara material tidak memperoleh apa-apa dari kegiatan ibadahnya itu. Akan tetapi, mereka merasakan kedamaian setelah datang ke masjid. Terhadap orang seperti ini mencegahnya tidak mudah. 

Himbauan agar tidak  ke masjid datang dari berbagai pihak. Tidak saja dari pemerintah, tetapi juga dari majelis ulama, pimpinan  organisasi keagamaan yang dianut, dan mungkin masih ditambah lagi dari yang lain. Tetapi himbauan tersebut tidak serta merta berhasil mengubah sikap dan keyakinannya. Bahkan, sekalipun larangan itu juga disertai ejekan, misalnya  dengan kata “nekat”, “ngotot”, ugal-ugalan dalam beragama, dan lain-lain, tetap tidak mendapat perhatian 

Kata-kata yang menyakitkan hati tersebut dilontarkan agar mampu mengubah pandangan, namun  ternyata  juga  tidak didegarkan. Mereka tetap memilih untuk  memenuhi panggilan suara hatinya. Mereka menganggap bahwa orang yang mengolok-olok dan melarang tersebut tidak mengerti kenikmatan yang diperoleh dan dirasakan dari menjalankan ibadah itu. 

Lewat berbagai kisah diterangkan  tentang apa yang seharusnya dilakukan ketika terjadi pandemi,  sejak zaman rasul, shahabat, dan seterusnya. Mereka paham terhadap kisah-kisah dimaksud.  Tetapi mereka juga mempunyai  alasan dari apa yang mereka lakukan. Hanya mereka tidak mau berdebat. Berdebat bagi orang  yang mengerti agama tidak dibolehkan. Berdebat selalu membuahkan dua kemungkinan, yaitu menang atau kalah.  Buah berupa kemenangan adalah sombong, sedangkan kalah akan menjadi kecewa. Itulah sebabnya, dilarang  memperdebatkan agama.

Alasan kedua, pengetahuan tentang resiko covid 19 adalah  baru pada tingkat berita, dan belum diketahui bukti kejadiannya.  Sebagian  masyarakat belum tahu secara nyata, siapa yang sebenarnya telah terinfeksi virus ini. Beritanya memang telah menggelegar. Usaha-usaha pencegahan sudah luar biasa. Pemerintah melarang keluar rumah, sekolah-sekolah hingga universitas tutup. Begitu pula kantor, hotel, tempat wisata dan lain-lain.  Kehidupan seolah-olah berhenti.

Namun demikian, sementara masyarakat masih merasakan bahwa keadaan masih aman.  Warga di lingkungannya  masih utuh, belum ada yang tersentuh oleh virus yang dianggap mematikan tersebut. Kalau ada,  baru berupa dugaan, berita dari mulut ke mulut. Itulah sebabnya,  masyarakat  merasa  belum ada ancaman serius dari wabah virus corona ini. Umpama mereka melihat sendiri bahaya itu, sudah pasti, anjuran pemerintah, organisasi keagamaan, dan  MUI akan ditaati sepenuhnya. 

Sekalipun demikian, sebenarnya  tidak berarti  masyarakat tidak mendengarkan himbauan pemerintah. Mereka mematuhi  dengan cara misalnya, menjaga jarak kumunikasi atau social destincing, menjaga kebersihan, menggunakan masker, dan seterusnya. Hanya mereka tidak mau kehilangan nikmat beribadah ketika merasakan masih dalam keadaan aman.

Itulah yang menjadikan orang datang ke masjid shalat berjama’ah. Mereka  sebenarnya bukan bersikap  melawan atau tidak taat  kepada pemerintah, dan apalagi  tidak peduli kepada nasehat  ulama’nya. Mereka masih merasakan suasana aman.  Wallahu a’lam. (*)

***

*) Penulis Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

____
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rifky Rezfany
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Membangkitkan Lagi Ikon Wingko Babat Kabupaten Lamongan yang Mulai Meredup
    Membangkitkan Lagi Ikon Wingko Babat Kabupaten Lamongan yang Mulai Meredup
    07/06/2020 - 08:14
  • Realisasi Anggaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon baru 20 Miliar dari Total 129 Miliar
    Realisasi Anggaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon baru 20 Miliar dari Total 129 Miliar
    07/06/2020 - 07:39
  • Koordinasi Gubernur Jatim Khofifah Buahkan Hasil, Panglima TNI Kirim Tenaga Medis
    Koordinasi Gubernur Jatim Khofifah Buahkan Hasil, Panglima TNI Kirim Tenaga Medis
    07/06/2020 - 07:04
  • Kabupaten Madiun Tambah Lagi Tiga Orang Positif Covid-19
    Kabupaten Madiun Tambah Lagi Tiga Orang Positif Covid-19
    07/06/2020 - 06:50
  • Menjadi Profesional di Bidang Desain Produk Industri UMKM, Mengapa Tidak?
    Menjadi Profesional di Bidang Desain Produk Industri UMKM, Mengapa Tidak?
    07/06/2020 - 06:32
  • How to Properly Choose a Homemade Mask
    How to Properly Choose a Homemade Mask
    07/06/2020 - 05:15
  • Manfaat Rutin Minum Air Lemon di Pagi Hari
    Manfaat Rutin Minum Air Lemon di Pagi Hari
    07/06/2020 - 04:20
  • Do These Tips to Make You Look Gorgeous When You Wake Up
    Do These Tips to Make You Look Gorgeous When You Wake Up
    07/06/2020 - 03:21
  • Sedang Kesepian? Ini Kiat Mudah Mengatasi Kesepian
    Sedang Kesepian? Ini Kiat Mudah Mengatasi Kesepian
    07/06/2020 - 02:28
  • Sidak Tim Operasi Gabungan di Kafe, Belasan Pemuda di Kota Malang Reaktif Rapid Test
    Sidak Tim Operasi Gabungan di Kafe, Belasan Pemuda di Kota Malang Reaktif Rapid Test
    07/06/2020 - 01:48

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Membangkitkan Lagi Ikon Wingko Babat Kabupaten Lamongan yang Mulai Meredup
    Membangkitkan Lagi Ikon Wingko Babat Kabupaten Lamongan yang Mulai Meredup
    07/06/2020 - 08:14
  • Menjadi Profesional di Bidang Desain Produk Industri UMKM, Mengapa Tidak?
    Menjadi Profesional di Bidang Desain Produk Industri UMKM, Mengapa Tidak?
    07/06/2020 - 06:32
  • Mengintip Cara UMKM Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Jadi Peluang
    Mengintip Cara UMKM Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Jadi Peluang
    06/06/2020 - 20:23
  • Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    06/06/2020 - 15:36
  • Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    06/06/2020 - 14:01
  • Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    06/06/2020 - 13:18
  • Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    06/06/2020 - 07:01
  • Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    06/06/2020 - 06:11
  • 5 Mitos Penyebab Kerontokan Rambut, Begini Fakta Sebenarnya
    5 Mitos Penyebab Kerontokan Rambut, Begini Fakta Sebenarnya
    07/06/2020 - 09:26
  • Sepekan Terakhir, Frekuensi Harian Jual Beli Saham Naik 25 Persen
    Sepekan Terakhir, Frekuensi Harian Jual Beli Saham Naik 25 Persen
    07/06/2020 - 09:03
  • Unik, Pertama Kalinya Ilmuwan Buat Garam Bentuk Heksagonal
    Unik, Pertama Kalinya Ilmuwan Buat Garam Bentuk Heksagonal
    07/06/2020 - 09:00
  • Zodiak Kesehatan 7 Juni 2020: 3 Zodiak Coba Yoga Hari Ini, Anda Termasuk?
    Zodiak Kesehatan 7 Juni 2020: 3 Zodiak Coba Yoga Hari Ini, Anda Termasuk?
    07/06/2020 - 09:00
  • Ini Alasan Anggita Sari Enggan Ungkap Pernikahan dan Suami
    Ini Alasan Anggita Sari Enggan Ungkap Pernikahan dan Suami
    07/06/2020 - 09:00
  • Soal Iuran Tepera, Rizal Ramli Sindir Jokowi: Rakyat Susah Kok Tega
    Soal Iuran Tepera, Rizal Ramli Sindir Jokowi: Rakyat Susah Kok Tega
    07/06/2020 - 07:20
  • Penghasilan Nikita Mirzani Sehari Rp1 Miliar, Kalau...
    Penghasilan Nikita Mirzani Sehari Rp1 Miliar, Kalau...
    07/06/2020 - 00:02
  • Bawa Mobil Rp2,3 Miliar, Vardy dan Istri Cuma Jajan Murah di McD
    Bawa Mobil Rp2,3 Miliar, Vardy dan Istri Cuma Jajan Murah di McD
    07/06/2020 - 05:45
  • Bocoran Jersey Klub-klub Eropa Musim Depan,
    Bocoran Jersey Klub-klub Eropa Musim Depan,
    07/06/2020 - 05:06
  • Cek Isi Pergub Atur Ganjil Genap Mobil dan Motor Saat PSBB Transisi
    Cek Isi Pergub Atur Ganjil Genap Mobil dan Motor Saat PSBB Transisi
    07/06/2020 - 07:00