Wisata

Gua Sunyaragi, Situs Bersejarah di Kota Cirebon yang Terbuat dari Batu Karang

Minggu, 24 Mei 2020 - 20:24 | 14.97k
Gua Sunyaragi, Situs Bersejarah di Kota Cirebon yang Terbuat dari Batu Karang
Taman Sari Gua Sunyaragi. (Foto: Muhamad Jupri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, CIREBON – Taman Sari Gua Sunyaragi merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang terletak di Kota Cirebon. Situs bersejarah di Kota Cirebon ini terdiri dari susunan batu karang yang ditumpuk dengan kokoh, dan membentuk gua-gua. Tempat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Cirebon maupun luar.

Kompleks Taman Sari Gua Sunyaragi terletak di Jalan Brigjen Dharsono (By Pass) Kota Cirebon. di atas dengan luas sekitar 15 hektare. Situs ini merupakan peninggalan Kesultanan Cirebon dan dijadikan sebagai cagar budaya serta menjadi tempat wisata di Kota Cirebon.

Suasana-Goa-Sunyaragi-Kota-Cirebon.jpg

Menurut pengelola Taman Sari Gua Sunyaragi, Jajat Sudrajat, dulunya tempat ini dijadikan oleh para keluarga Keraton untuk bertafakur dan menyucikan diri di dalam gua-gua buatan yang terbuat dari batu karang. Konon katanya, batu-batu karang tersebut berasal dari Laut Selatan Jawa.

"Tapi jangan ditanya bagaimana cara membawa batu-batu tersebut dari sana ke Cirebon. Karena zaman dulu orang-orangnya mempunyai ilmu yang cukup tinggi," jelasnya kepada TIMES Indonesia, Kamis (21/5/2020).

Mengacu pada catatan sejarah yang ditulis oleh Pangeran Sulaeman Sulendraningrat, Gua Sunyaragi didirikan tahun 1703 M oleh Pangeran Arya Carbon, cicit Sunan Gunung Jati.

Namun, ada pitutur yang menjelaskan bahwa tahun tersebut merupakan perbaikan dan penyempurnaan yang pertama kali di kawasan Gua Sunyaragi. Ini mengacu pada pitutur berkenaan Candra Sangkala Bujangga Ratu Oba' Ing Bumi, yang dibaca menjadi 1518. Sementara selisih tahun Jawa dengan tahun Internasional 78 tahun. Artinya secara tahun umum berarti 1596.

Masa tersebut adalah masa PRA Zaenal Arifin atau Pangeran Mas yang merupakan Sultan Cirebon pertama setelah wafatnya Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Pangeran Mas adalah putra Sunan Gunung Jati dari Ibu bernama Nyai Mas Tepasari dari Demak.

Taman Sari Gua Sunyaragi sendiri dibangun di lokasi yang sekarang, karena Taman Keputren Nur Giri Sapta Arga berubah fungsi menjadi pemakaman, yang sekarang dikenal dengan Kompleks Pemakaman Sunan Gunung Jati.

Nama Gua Sunyaragi sendiri, lanjutnya, berasal dari bahasa Sansekerta, yakni kata "sunya" yang artinya sepi dan "ragi" yang berarti raga. Sedangkan dalam Bahasa Cirebon, Gua Sunyaragi dikenal dengan sebutan 'Taman Kaputren Panyepi Ing Raga', yang berarti 'Taman Keluarga Keraton untuk Menyucikan Diri'.

Jajat menjelaskan, Panyepi ing Raga di sini adalah kearifan lokal untuk menghapus kata 'bertapa', karena bertapa berasal dari Hindu, meskipun wujudnya sama, yaitu menyucikan diri dari dunia ramai.

"Di sini, keluarga keraton bertapa untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, bertafakur, dan menyucikan diri. Kegiatan tersebut dilakukan selama berbulan-bulan lamanya, hingga mereka mendapatkan pencerahan," tuturnya.

Adapun nama Taman Sari sendiri, karena kompleks ini merupakan taman air yang indah. Terdapat beberapa kolam, air terjun mini buatan, dan saluran air. Bahkan, kompleks ini dulunya berada di tengah-tengah danau yang bernama Danau Jati. Sehingga tak jarang, Gua Sunyaragi kerap disebut water castle atau istana air. Sayangnya, kini danau tersebut mengering dan sudah menjadi Jalur Pantura serta pemukiman. Air-air yang memenuhi taman air ini pun ikut mengering.

"Makanya ada jalan yang bernama Kandang Perahu di dekat sini, karena dulunya tempat itu digunakan untuk menambatkan perahu yang digunakan untuk menyebrangi danau menuju ke sini," ujarnya yang juga Pemerhati Sejarah dan Budaya Cirebon.

Menurut Jajat, Gua Sunyaragi ini tidak dibuat secara asal saja. Terdapat filosofi-filosofi tentang kebaikan di setiap sudut guanya. Contohnya seperti Gua Peteng (gelap), yang memiliki makna simbol di mana mampu atau tidaknya manusia keluar dari kegelapan. Gua Peteng sendiri difungsikan sebagai tempat untuk bertafakur agar bisa menyucikan diri dari kegelapan.

"Makna gelap ini banyak, yakni gelap pikiran, gelap hati, dan lain-lain," ungkapnya tentang filosofi bagian-bagian Gua Sunyaragi yang merupakan salah satu sSitus bersejarah di Kota Cirebon ini.(*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Forkopimka Senori Menggelar Acara Pisah Kenal Kapolsek Senori
    Forkopimka Senori Menggelar Acara Pisah Kenal Kapolsek Senori
    05/06/2020 - 14:14
  • Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    05/06/2020 - 14:00
  • Mentan RI:  Penurunan Kinerja Sektor Pertanian Bukan Karena Hasil Produksi Tak Akurat
    Mentan RI: Penurunan Kinerja Sektor Pertanian Bukan Karena Hasil Produksi Tak Akurat
    05/06/2020 - 13:52
  • Pertigaan Mrebet dan Selaganggeng Jadi Sasaran Razia Masker Aparat Gabungan
    Pertigaan Mrebet dan Selaganggeng Jadi Sasaran Razia Masker Aparat Gabungan
    05/06/2020 - 13:46
  • Sutjipto Joe Angga Ingatkan Pentingnya Hutan Kota di Surabaya
    Sutjipto Joe Angga Ingatkan Pentingnya Hutan Kota di Surabaya
    05/06/2020 - 13:38
  • Puluhan Jurnalis di Ponorogo Ikut Rapid Test
    Puluhan Jurnalis di Ponorogo Ikut Rapid Test
    05/06/2020 - 13:34
  • Posko Covid-19 Dibongkar, Pemkab Bondowoso Fokus ke Kampung Tangguh
    Posko Covid-19 Dibongkar, Pemkab Bondowoso Fokus ke Kampung Tangguh
    05/06/2020 - 13:30
  • Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era
    Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era "New Normal"
    05/06/2020 - 13:12
  • Alwi, Kepala Dinas Sosial Jatim: Hidup Harus Bermanfaat untuk Orang Lain
    Alwi, Kepala Dinas Sosial Jatim: Hidup Harus Bermanfaat untuk Orang Lain
    05/06/2020 - 13:06
  • Banyak di Pasaran, Begini Cara Memilih Masker Kain yang Tepat
    Banyak di Pasaran, Begini Cara Memilih Masker Kain yang Tepat
    05/06/2020 - 13:00

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    05/06/2020 - 14:00
  • Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era
    Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era "New Normal"
    05/06/2020 - 13:12
  • Agama dan Berpikir Sehat
    Agama dan Berpikir Sehat
    05/06/2020 - 11:00
  • Pengetahuan Menjadi Kunci Terwujudnya Disiplin New Normal
    Pengetahuan Menjadi Kunci Terwujudnya Disiplin New Normal
    05/06/2020 - 10:10
  • Gagalnya Manajemen Komunikasi Krisis Pengaruhi Kepercayaan Publik
    Gagalnya Manajemen Komunikasi Krisis Pengaruhi Kepercayaan Publik
    05/06/2020 - 09:36
  • Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang untuk Ketahanan Pangan
    Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang untuk Ketahanan Pangan
    05/06/2020 - 08:12
  • Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang Baru Pendidikan Tinggi Swasta
    05/06/2020 - 01:17
  • Racism is American’s Original Sin
    Racism is American’s Original Sin
    04/06/2020 - 21:18
  • Gegara Pandemi Corona, Sebagian Warga Inggris Alami Gangguan Tidur
    Gegara Pandemi Corona, Sebagian Warga Inggris Alami Gangguan Tidur
    05/06/2020 - 14:16
  • Amankan Unjuk Rasa Kematian George Floyd, Tiga Polisi Cedera
    Amankan Unjuk Rasa Kematian George Floyd, Tiga Polisi Cedera
    05/06/2020 - 14:16
  • Setjen DPR Siapkan Sistem Kerja New Normal
    Setjen DPR Siapkan Sistem Kerja New Normal
    05/06/2020 - 14:15
  • Penelitian Temukan Covid-19 Bisa Mengganggu Kesuburan Lelaki
    Penelitian Temukan Covid-19 Bisa Mengganggu Kesuburan Lelaki
    05/06/2020 - 14:13
  • Wisata Pantai Jakarta Dibuka 8 Juni, Destinasi yang Jadi Rekomendasi
    Wisata Pantai Jakarta Dibuka 8 Juni, Destinasi yang Jadi Rekomendasi
    05/06/2020 - 14:11
  • Jokowi Pusing Tangani Corona, Ma'ruf Amin 'Hilang Ditelan Bumi'
    Jokowi Pusing Tangani Corona, Ma'ruf Amin 'Hilang Ditelan Bumi'
    05/06/2020 - 06:06
  • Fatwa MUI Tentang Salat Jumat dan Berjemaah
    Fatwa MUI Tentang Salat Jumat dan Berjemaah
    05/06/2020 - 05:30
  • Kabar Gembira, Ditemukan Vaksin yang Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona
    Kabar Gembira, Ditemukan Vaksin yang Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona
    05/06/2020 - 02:55
  • Viral Gadis Kecil Pertaruhkan Nyawa Ibunya Malah Tertawa
    Viral Gadis Kecil Pertaruhkan Nyawa Ibunya Malah Tertawa
    05/06/2020 - 07:01
  • Peristiwa Menakjubkan Umat Muslim di Tengah Kerusuhan Amerika
    Peristiwa Menakjubkan Umat Muslim di Tengah Kerusuhan Amerika
    05/06/2020 - 10:17