Pendidikan Bencana Nasional Covid-19

Didik J. Rachbini: Kebijakan Penanganan Covid-19 Masih Lemah

Jumat, 22 Mei 2020 - 20:28 | 6.26k
Didik J. Rachbini: Kebijakan Penanganan Covid-19 Masih Lemah
Webinar nasional ‘Dampak Covid-19 dalam Perspektif Pengamat dan Pelaku Ekonomi’ Kamis (21/05/2020). (FOTO: Universitas Widya Gama for TIMES Indonesia)
FOKUS

Bencana Nasional Covid-19

Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, MALANG – Malang- Ekonom senior INDEF, Didik J. Rachbini berpendapat kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19 saat ini lemah. Hal ini dapat dilihat pada kontroversi jajaran pemerintah yang membuat publik bingung sehingga arahan kebijakan tidak efektif.

Menurut Didik, dalam bidang ekonomi pertumbuhan ekonomi terus menurun ke arah resesi seperti terlihat pada pada pertumbuhan konsumsi, pengeluaran pemerintah, investasi serta ekspor impor bahkan pertumbuhan kuartalan terakhir minus.

Webinar-nasional-2.jpg

Didik J. Rachbini mengemukakan pandangannya dalam webinar nasional bertajuk ‘Dampak Covid-19 dalam Perspektif Pengamat dan Pelaku Ekonomi’ yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana (FEB UMB) Jakarta bersama Universitas Widyagama (UWG) Malang dan Universitas Sains Malaysia (USM), Kamis (21/05/2020).

Didik yang merupakan Guru Besar Ilmu Ekonomi FEB UMB lantas menawarkan 5 solusi untuk pemulihan ekonomi Indonesia. Pertama, perbaiki kepemimpinan dalam kebijakan mengatasi Covid-19 ini.

“Kebijakan kesehatan yang utama dan sebagai fondasi kebijakan lainnya, ekonomi, sosial, industri, dll,” tegasnya. 

Kedua, perbaiki komunikasi publik dalam kebijakan, hindari kontroversi dan blunder. Didik menggarisbawahi bahwa jajaran pemerintah harus solid di bawah kepemimpinan yang baik.

Ketiga, kepemimpinan ekonomi (economic leadership) harus diarahkan pada kebijakan fiskal yang efisien, dengan menghindari kontroversi kebijakan yang tidak punya basis akademik (politik cetak uang, utang tidak terukur, dll). Keempat, kebijakan keamanan pangan penduduk.

“Dan kelima, membangun infrastruktur digital, internet untuk menopang kegiatan ekonomi yang masih mungkin selama pandemic,” katanya.

Sementara itu, ekonom senior Perbanas Aviliani berpandangan perekonomian ekonomi di Indonesia sebelum corona pun sudah rendah ditambah dengan adanya dampak dari corona yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi mikro yang bahkan konsumsinya turun hingga -40%.

“Ada 7 sektor yang paling terdampak karena Covid-19, yaitu pariwisata dan turunannya, otomotif, transportasi, kontruksi dan real estate, manufaktur (sebagian), keuangan, serta oli & gas,” kata dia.

Aviliani mengatakan saat ini pemerintah telah membuat 3 kebijakan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yakni Perpu No. 1 Tahun 2020 dirubah menjadi UU No 2 Tahun 2020, Peraturan OJK No.11/POJK.03/2020, dan Peraturan Pemerintah No 23 tahun 2020.

Aviliani yang merupakan ekonom senior INDEF mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini dibutuhkan informasi yang simetrik dari para regulator, wakil rakyat, lembaga pengawas maupun para birokrat. Pasalnya. masyarakat dalam posisi cukup panik baik karena penghasilan yang sedang menurun maupun keamanan dari dananya di bank atau investasi lain. Selain itu, kondisi saat ini juga dibutuhkan kolaborasi berbagai komponen agar virus corona dapat teratasi dengan baik.

“Dan Indonesia akan masuk pada “New Normal” karena ada perubahan yang banyak terjadi dari perilaku masyarakat dalam berkonsumsi dan berinvestasi, perilaku organisasi (perusahaan) juga akan berubah, kebijakan di negara maju telah berubah,” tegas ia.

Dean of school of management USM, Noor Hazlina Ahmad mengatakan, kondisi akibat corona di Malaysia tidak jauh beda dengan kondisi di Indonesia.

Dikatakan Noor Hazlina, upaya yang dilakukan pemerintah Malaysia dengan berbagai skenario untuk membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, maka bisnis yang muncul adalah bisnis e-commerce, bisnis digital workplace, strategi dan mencraning planning.  “Oleh karena itu, dibutuhhkan kondisi new normal yang akan mempengaruhi pada bisnis baru, riset baru, dan work from home,” katanya. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • PDIP Surabaya Adakan Aksi Sosial di Hari Lahir Bung Karno
    PDIP Surabaya Adakan Aksi Sosial di Hari Lahir Bung Karno
    06/06/2020 - 16:33
  • Ramai Bansos Salah Sasaran, Begini Kata Wagub Jatim Emil Dardak
    Ramai Bansos Salah Sasaran, Begini Kata Wagub Jatim Emil Dardak
    06/06/2020 - 16:25
  • Kementerian PUPR RI: PP 25/2020 Diperlukan Untuk Menjalankan Misi BP Tapera
    Kementerian PUPR RI: PP 25/2020 Diperlukan Untuk Menjalankan Misi BP Tapera
    06/06/2020 - 16:20
  • Tuban Daerah Terbaik Pembibitan Jagung Nasional
    Tuban Daerah Terbaik Pembibitan Jagung Nasional
    06/06/2020 - 16:14
  • Surga Tersembunyi, Pantai Kambaru Menyimpan Cerita Rakyat Sumba Timur
    Surga Tersembunyi, Pantai Kambaru Menyimpan Cerita Rakyat Sumba Timur
    06/06/2020 - 16:07
  • Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Ini Kata Menaker RI Ida Fauziyah
    Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Ini Kata Menaker RI Ida Fauziyah
    06/06/2020 - 16:02
  • Keren, Bocah 9 Tahun di Kenya Berhasil Membuat Alat Cuci Tangan dari Kayu
    Keren, Bocah 9 Tahun di Kenya Berhasil Membuat Alat Cuci Tangan dari Kayu
    06/06/2020 - 15:58
  • Dede Sutisna Resmi Jabat Kajari Majalengka
    Dede Sutisna Resmi Jabat Kajari Majalengka
    06/06/2020 - 15:54
  • Begini Pelayanan Satlantas Polres Palu Saat Normal Baru
    Begini Pelayanan Satlantas Polres Palu Saat Normal Baru
    06/06/2020 - 15:48
  • Kapolres Batu Minta Kapolsek Ngantang Cepat Beradaptasi
    Kapolres Batu Minta Kapolsek Ngantang Cepat Beradaptasi
    06/06/2020 - 15:42

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    06/06/2020 - 15:36
  • Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    06/06/2020 - 14:01
  • Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    06/06/2020 - 13:18
  • Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    06/06/2020 - 07:01
  • Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    06/06/2020 - 06:11
  • Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    06/06/2020 - 04:02
  • Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    06/06/2020 - 02:35
  • Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    05/06/2020 - 15:03
  • Usahanya Disebut Sudah Tak Laku, Gibran Semprot Warganet: Jaga Mulutnya
    Usahanya Disebut Sudah Tak Laku, Gibran Semprot Warganet: Jaga Mulutnya
    06/06/2020 - 16:28
  • Helikopter MI 17 Penerbad Terjatuh, Tiga Orang Tewas
    Helikopter MI 17 Penerbad Terjatuh, Tiga Orang Tewas
    06/06/2020 - 16:27
  • Twitter, Facebook, dan Instagram Hapus Video Kampanye Donald Trump
    Twitter, Facebook, dan Instagram Hapus Video Kampanye Donald Trump
    06/06/2020 - 16:24
  • Menteri Pendidikan Madagaskar Dipecat Gegara Permen Lolipop
    Menteri Pendidikan Madagaskar Dipecat Gegara Permen Lolipop
    06/06/2020 - 16:23
  • Helikopter TNI AD Terbakar, Ini Video Detik-detik saat Korban Dievakuasi
    Helikopter TNI AD Terbakar, Ini Video Detik-detik saat Korban Dievakuasi
    06/06/2020 - 16:23
  • Dibui 14 Tahun karena Bunuh Pacar, Artis Lidya Pratiwi Segera Bebas?
    Dibui 14 Tahun karena Bunuh Pacar, Artis Lidya Pratiwi Segera Bebas?
    06/06/2020 - 13:00
  • Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    06/06/2020 - 01:12
  • Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    06/06/2020 - 06:08
  • Sikap Rasis Istri Bikin Merana, Pemain Ini Terpaksa Putus Kontrak
    Sikap Rasis Istri Bikin Merana, Pemain Ini Terpaksa Putus Kontrak
    06/06/2020 - 07:10
  • Hapus Tato di Dada, Nikita Mirzani Habiskan Rp48 Juta
    Hapus Tato di Dada, Nikita Mirzani Habiskan Rp48 Juta
    06/06/2020 - 13:30