Kopi TIMES

Persaudaraan Sesama Manusia

Jumat, 22 Mei 2020 - 04:37 | 48.23k
Persaudaraan Sesama Manusia
Prof Imam Suprayogo (Guru Besar UIN Malang, Ketua Penasehat DPW SAHI Jawa Timur, Anggota Dewan Pembina Yayasan UNISMA Malang)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sewaktu masih kecil dulu, hidup di desa, ayah selalu mengatakan bahwa sesama manusia adalah bersaudara. Setahu saya, ayah saya tidak pernah bersekolah. Apalagi hingga perguruan tinggi.

Pengetahuan agamanya  diperoleh dari pesantren. Yang diceritakan adalah ketika mengaji di Bagelen. Waktu itu saya tidak tahu, di mana Pesantren Bagelen itu. Ternyata, berada di sebelah barat Yogyakarta.

Walaupun pendidikannya sebatas pesantren dan mungkin juga tidak terlalu lama, tetapi saya tangkap memiliki wawasan tentang kemanusiaan yang sedemikian luas dan mendalam. Selalu saja mengatakan bahwa semua manusia itu sebenarnya adalah sama dan bersaudara.

Setiap manusia tidak bisa memilih  dilahirkan pada suku apa, bangsa apa, dan di mana. Semuanya itu adalah kehendak Tuhan. 

Pandangannya tentang manusia itu rupanya mengacu pada al Qur;an dan as sunnah yang dikajinya. Bahwa manusia itu  merupakan  umat yang satu.  Manusia itu terdiri atas unsur dzahir dan batin. Dzahirnya beraneka ragam, baik menyangkut besar atau kecil tubuhnya, panjang pendek, warna kulit, dan juga rabutnya. Semuanya beraneka ragam. 

Perbedaan tersebut justru menguntungkan, yaitu agar satu dengan lain dapat  saling berkenalan. Dikatakan bahwa umpama ukuran tubuh, warna kulit, bentuk, dan rupa semua manusia itu sama, seperti halnya telur bebek atau telur ayam, maka akan kesulitan mengenal satu dengan yang lainnya. Sekedar mengenali saja, seumpama semua manusia itu  sama,  akan kesulitan. Perbedaan itu adalah rakhmat. 

Sekalipun terdapat perbedaan antar sesama tubuh manusia, tetapi ada unsur yang sama, yaitu ruhnya. Bersamaan dengan ditiupkan ruh  pada setiap manusia  juga disertai dengan rasa, zat, dan nikmat yang sama pula.

Oleh karena itu, sekalipun manusia itu berasal dari suku dan kebangsaan yang berbeda-beda, tetapi memiliki rasa, nikmat, dan zat yang sama. 

Kesamaan itu dapat diketahui dari misalnya, ketika sama-sama melihat ada orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka semua akan merasakan kesedihan yang sama. Ketika melihat orang yang diperlakukan secara tidak adil, dianiaya tanpa sebab, dan lain-lain, maka orang yang berasal dari suku dan bangsa apapun akan merasa sedih  dan tidak mau menerima perlakuan tersebut. 

Semua manusia di mana dan kapan pun  lahir ke dunia tidak bisa memilih orang tua, suku, dan juga bangsa apa. Semuanya adalah kehendak Tuhan. Seseorang lahir di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jepang, Philipina,. Amerika, Eropa, Arab, dan lain-lain adalah bukan menjadi pilihannya sendiri. Oleh karena itu menjadi suku apa, dan bangsa apa, orang tua seperti apa, semuanya tidak bisa diusahakan.

Memahami hal tersebut sebenarnya tidak ada alasan di antara sesama manusia  terjadi saling menjauh dan apalagi menganggap musuh. Perbedaan sebagaimana digambarkan di muka adalah supaya di antara manusia yang berbeda-beda tersebut agar justru saling kenal mengenal. Tatkala kemudian ada perbedaan, maka pembedaan itu  bagi Allah, adalah terletak pada  ketaqwaannya (Q.S. 49:13)     

Namun pada kenyataannya, di antara  berbagai bangsa yang berbeda-beda  itu terjadi kesenjangan, baik dari aspek ekonomi, pendidikan, penguasaan ilmu pengertahuan, teknologi, dan bahkan juga agama. Ada negara-negara yang sedemikian  makmur dan maju, karena berhasil mengembangkan sains dan teknologi. Tetapi sebaliknya, ada negara-negara yang tertinggal, miskin, dan bahkan terbelakang. 

Perbedaan itu sebenarnya jika direnungkan secara mendalam berasal dari kemampuan mereka menjawab tantangan hidupnya. Bangsa-bangsa yang ulet  dan sungguh-sungguh dalam mengembangkan sains dan teknologi hingga berhasil menguasai sumber-sumnber ekonomi, akhirnya menjadi kaya. 

Kekayaannya itu kemudian digunakan untuk mengembangkan lembaga pendidikan, pusat-pusat riset, dan ilmu pengetahuan, maka akhirnya mereka semakin maju mengungguli  bangsa-bangsa  lainnya.

Mendasarkan pada  kenyataan tersebut, jika suatu negara menginginkan agar meraih kemajuan, baik di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi dan lain-lain, maka tidak ada cara lain kecuali harus memeras otak dan bekerja keras sebagaimana bangsa-bangsa yang telah maju terlebih dahulu. Bahwa kemajuan itu sebenarnya bisa diraih, yaitu melalui usaha yang sunguh-sungguh, mencurahkan semua tenaga dan pikirannya,  tanpa mengenal berhenti.

Jika hal tersebut dilakukan oleh siapapun, suku, dan bangsa manapun, maka akan menjadi kuat. Berbekalkan kekuatan itu maka akan mampu bersaing dan menang dengan siapapun. Sebaliknya, jika tidak dilakukan maka selamanya akan kalah. Bangsa kita, dalam sejarahnya, adalah punya naluri sebagai   pekerja keras, ulet, berani berkompetisi dengan bangsa-bangsa manapun. 

Oleh karena itu untuk meraih prestasi tersebut, maka yang diperlukan adalah kemauan keras dan sesuai keadaan sekarang  adalah  pendidikan yang berkualitas. Hal demikian itulah yang selalu ditanamkan oleh ayah kepada saya.

Sekalipun latar belakang pendidikannya hanya pesantren, yang juga tidak terlalu lama, ternyata paham tentang manusia dan kunci-kunci keberhasilan dalam menjalani hidup. Wallahu a’lam. (*)

***

*) Penulis adalah Prof Imam Suprayogo (Guru Besar UIN Malang, Ketua Penasehat DPW SAHI Jawa Timur, Anggota Dewan Pembina Yayasan UNISMA Malang).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rifky Rezfany

EKORAN

TERBARU

  • Pesona Dayana, Gadis Cantik Asal Kazakhstan yang Viral di Indonesia
    Pesona Dayana, Gadis Cantik Asal Kazakhstan yang Viral di Indonesia
    18/01/2021 - 23:45
  • Kunjungi Lumajang, Mensos RI Risma Ingatkan Daerah Sediakan Kebutuhan Pokok
    Kunjungi Lumajang, Mensos RI Risma Ingatkan Daerah Sediakan Kebutuhan Pokok
    18/01/2021 - 23:33
  • Banjir Kalsel, Presiden RI Jokowi Minta Menteri PUPR RI Prioritaskan 3 Langkah Darurat
    Banjir Kalsel, Presiden RI Jokowi Minta Menteri PUPR RI Prioritaskan 3 Langkah Darurat
    18/01/2021 - 23:27
  • Gugatan Pasangan Dany-Imran Teregistrasi, Charles: Kita Tunduk Putusan Mahkamah Konstitusi
    Gugatan Pasangan Dany-Imran Teregistrasi, Charles: Kita Tunduk Putusan Mahkamah Konstitusi
    18/01/2021 - 23:23
  • Kafe Gartenhütte Hadirkan Sensansi Ngopi di Tenda ala Pendaki
    Kafe Gartenhütte Hadirkan Sensansi Ngopi di Tenda ala Pendaki
    18/01/2021 - 23:19
  • Kementerian PUPR RI Selesaikan Pembangunan 915 Unit Sarhunta di NTB
    Kementerian PUPR RI Selesaikan Pembangunan 915 Unit Sarhunta di NTB
    18/01/2021 - 23:15
  • KKM-DR UIN Maliki Malang Lakukan Diseminasi Pembuatan Handsanitizer di Kabupaten Malang
    KKM-DR UIN Maliki Malang Lakukan Diseminasi Pembuatan Handsanitizer di Kabupaten Malang
    18/01/2021 - 23:12
  • Terima Kunker DPD RI, Bupati Kepulauan Seribu Sampaikan Kebutuhan Antisipasi Bencana
    Terima Kunker DPD RI, Bupati Kepulauan Seribu Sampaikan Kebutuhan Antisipasi Bencana
    18/01/2021 - 23:08
  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Tinjau Banjir Cirebon, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Tegaskan TNI Mendampingi Warga
    Tinjau Banjir Cirebon, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Tegaskan TNI Mendampingi Warga
    18/01/2021 - 23:00

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    18/01/2021 - 22:41
  • Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    18/01/2021 - 21:00
  • Pendidikan untuk Lanjut Usia
    Pendidikan untuk Lanjut Usia
    18/01/2021 - 20:24
  • Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    18/01/2021 - 16:35
  • Mewujudkan Instansi yang Bersih
    Mewujudkan Instansi yang Bersih
    18/01/2021 - 14:15
  • Pembentukan Holding BUMN untuk Penguatan Sektor UMKM
    Pembentukan Holding BUMN untuk Penguatan Sektor UMKM
    18/01/2021 - 12:29
  • Urgensi Paradiplomasi dalam Pembangunan Perekonomian Daerah dan Nasional
    Urgensi Paradiplomasi dalam Pembangunan Perekonomian Daerah dan Nasional
    17/01/2021 - 01:19

KULINER

  • Berawal Dari Cinta, Waroeng Dolan Cirebon Sajikan Mie Korea
    Berawal Dari Cinta, Waroeng Dolan Cirebon Sajikan Mie Korea
    18/01/2021 - 04:20
  • Yuk Cobain 6 Resep Masakan Anti Ribet ala MasterChef Indonesia
    Yuk Cobain 6 Resep Masakan Anti Ribet ala MasterChef Indonesia
    17/01/2021 - 14:00
  • Jaga Imun Tubuh, Yuk Biasakan Minum Teh Serai di Pagi Hari
    Jaga Imun Tubuh, Yuk Biasakan Minum Teh Serai di Pagi Hari
    17/01/2021 - 06:22
  • Serai, Bumbu Masak Aromatik dengan Segudang Manfaat
    Serai, Bumbu Masak Aromatik dengan Segudang Manfaat
    17/01/2021 - 00:26
  • Es Coklat Tambah Umur Salah Satu Kuliner Legendaris yang Masih Eksis
    Es Coklat Tambah Umur Salah Satu Kuliner Legendaris yang Masih Eksis
    16/01/2021 - 23:32
  • Mengenang Junaedi Salat, dari Ali Topan Anak Jalanan Jadi Pendeta
    Mengenang Junaedi Salat, dari Ali Topan Anak Jalanan Jadi Pendeta
    19/01/2021 - 00:00
  • Didatangi Calon Kapolri Listyo Sigit, AHY: Justice For All!
    Didatangi Calon Kapolri Listyo Sigit, AHY: Justice For All!
    19/01/2021 - 00:02
  • 4 Ulah Nakal Lionel Messi yang Luput dari Kartu Merah
    4 Ulah Nakal Lionel Messi yang Luput dari Kartu Merah
    19/01/2021 - 00:02
  • Lagi, 4 Peserta Australian Open Terinfeksi COVID-19
    Lagi, 4 Peserta Australian Open Terinfeksi COVID-19
    19/01/2021 - 00:00
  • Lionel Messi Terancam Diskorsing 12 Pertandingan
    Lionel Messi Terancam Diskorsing 12 Pertandingan
    19/01/2021 - 00:06