Kopi TIMES

Dampak E-Learning

Kamis, 09 April 2020 - 23:30 | 100.49k
Dampak E-Learning
Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat, Dewan Pakar Psycho Education Centre (PEC). (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA"We need to bring learning to people instead of people to learning." - Elliot Masie

Saat ini e-learning telah menjadi semakin populer dalam dunia pendidikan seiring dengan pertumbuhan teknologi informasi yang sangat cepat. Sebagaimana yang kita lihat bahwa penggunaan e-learning dalam proses pendidikan telah berhasil berkontribusi dalam batas tertentu memperbaiki mutu pendidikan dan meningkatkan keterampilan teknologi para siswa/mahasiswa, bahkan guru/dosen. Karena itu dampak e-learning tidak dapat dihindari.

Apalagi di era merebaknya Covid-19 ini, gaya belajar dan bekerja berubah 180 derajat. Yang semula hanya sebagian institusi pendidikan yang menyelenggarakan e-learning, kini hampir semua institusi pendidikan. Yang semula hanya satu atau dua mata pelajaran atau mata kuliah menggunakan e-learning, kini hampir semua mata pelajaran atau mata kuliah. Padahal belum tentu semua memiliki hardware dan keterampilan yang memadai. Yang sudah memadai, insya Allah bisa memperoleh keuntungan yang optimal, bagi yang memiliki keterbatasan tentu hanya sedikit keuntungan yang bisa dipetik.

Menurut Sander Tamm (2019), ada 10 keuntungan yang bisa dipetik, yaitu (1) e-learning itu bekerja sendiri, (2) e-learning itu berpusat pada siswa/mahasiswa, (3) e-learning menghemat biaya, (4) menfasilitasi gaya belajar masing-masing siswa/mahasiswa, (5) lingkungan belajar bisa disesuaikan dengan kondisi, (6) e-learning sepenuhnya menggunakan pola pikir analitik, (7) online learning dapat memecahkan kelangkaan guru, (8) e-learning itu ramah dengan lingkungan, tidak timbulkan polusi, (9) tidak memerlukan buku teks, (10) online learning itu hemat waktu.

Online learning yang memiliki semua keuntungan ini akan dapat memetik hasil yang optimal, jika kita bisa siapkan infrastruktur dan hardware yang memadai. Di samping itu juga supporting staf yang terampil mengelola hardware, baik dalam hal mengoperasikan maupun trouble shouting terhadap gangguan yang muncul. Demikian juga ketersediaan hardware untuk guru/dosen dan siswa/mahasiswa, dan kecakapan guru/dosen dan guru/mahasiswa dalam menggunakan hardware dan software-nya.

Selanjutnya, Sander Tamm (2019) juga mengidentifikasi sejumlah kelemaha e-learning, yaitu : (1) Umpan balik ke siswa itu terbatas, (2) e-learning dapat menyebabkan isolasi sosial, (3) e-learning menuntut motivasi diri yang kuat dan keterampilan mengelola waktu, (4) kurangnya pengembangan keterampilan komunikasi pada siswa, (5) pencegahan kecurangan selama penilaian dengan online itu sangat ruwet, (6) instruktur dalam pembelajaran online cenderung bersifat teori daripada praktek, (7) e-learning itu kekurangan komunikasi tatap muka, (8) e-learning terbatas pada disiplin (mata pelajaran/kuliah) tertentu, (9) online learning tidak dapat diakses oleh populasi yang tidak memiliki komputer, (10) terbatasnya akreditasi dan jaminan mutu untuk pendidikan dengan online.

Untuk komunikasi face to face belakangan ini sudah bisa diatasi oleh aplikasi videoconference, sehingga tidak masalah. Kecuali yang hardware-nya belum memadai. Yang juga penting di samping 10 kelemahan tersebut, ada kelemahan lain yang masih dirasakan. Bahwa pendidikan bukanlah transfer informasi atau pengetahuan saja, tetapi juga transfer nilai. Menurut hemat saya, bahwa online learning memiliki keterbatasan untuk transfer nilai. Karena itu blended learning menjadi solusinya, bagaimana sebagian alokasi waktu disiapkan untuk kegiatan pembelajaran face to face, yang bisa melengkapi untuk terciptanya proses pembelajaran yang bermakna. Dengan begitu bisa diciptakan proses pembelajaran yang komprehensif.

Bahwa e-learning untuk semua jenjang dan jenis pendidikan yang mencuat belakangan ini tidak bisa diabaikan tentang dampaknya, baik yang positif maupun yang negatif. Dikemukakannya dengan detil dampak positif dan negatif, diharapkan kita bisa mengoptimalkan dampak positifnya dan meminimalkan dampak negatifnya secara simultan. Dengan membuat pembelajaran komprehensif yang tetap berfokus pada upaya meningkatkan instructional effect, yang diwujudkan dengan meningkatnya kecakapan akademiknya dan nurturant effectnya yang diwujudkan dengan membaiknya aspek non-akademiknya, baik sosial, emosional dan moral.

Akhirnya bahwa dengan menyadari akan kebutuhan kita untuk terbentuknya insan unggul dan utuh, maka di sinilah blended learning menjadi kebutuhan yang mendesak. Proses pembelajaran yang mensinergikan antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran online, tanpa mendekotomikan di antara keduanya.

Hanya, saat ini terkait dengan merebaknya Covid-19, kita hanya bisa bertumpu sepenuhnya pada online learning atau e-learning, demi keselamatan dan keamanan bagi semua. Yang penting para pendidik atau instruktur menyadari bahwa tugas dan tanggung jawabnya adalah mendidik, memanusiakan manusia. Karena itu, kekurangannya bisa dikompensasi di kesempatan lain. (*)

***

*) Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat, Dewan Pakar Psycho Education Centre (PEC).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah minimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • James Hoesterey, An Anthropologist Who Fell in Love to Islam in Indonesia
    James Hoesterey, An Anthropologist Who Fell in Love to Islam in Indonesia
    06/06/2020 - 01:12
  • Kalahkan Lady Gaga Hingga Metallica, BTS Masuk 50 Seleb Terkaya di Dunia
    Kalahkan Lady Gaga Hingga Metallica, BTS Masuk 50 Seleb Terkaya di Dunia
    06/06/2020 - 00:23
  • Pasien Covid-19 Capai 55 Orang, Polres Bangkalan Semprotkan 18 Ribu Ton Disinfektan
    Pasien Covid-19 Capai 55 Orang, Polres Bangkalan Semprotkan 18 Ribu Ton Disinfektan
    05/06/2020 - 23:39
  • Didukung TIMES Indonesia, Aksi Sosial Jogjacatt, Peduli dan Berbagi Merambah Sleman
    Didukung TIMES Indonesia, Aksi Sosial Jogjacatt, Peduli dan Berbagi Merambah Sleman
    05/06/2020 - 23:30
  • S2 Biologi UIN Malang Prakarsai Webinar Nasional Pandangan Al-Quran di Era Normal
    S2 Biologi UIN Malang Prakarsai Webinar Nasional Pandangan Al-Quran di Era Normal
    05/06/2020 - 23:21
  • 5 Strategi Ini  Wajib Dipahami Pebisnis Kuliner Hadapi New Normal
    5 Strategi Ini Wajib Dipahami Pebisnis Kuliner Hadapi New Normal
    05/06/2020 - 23:09
  • Ini Syarat Pemkab Sleman Keluarkan Rekomendasi Tempat Ibadah Aman Covid- 19
    Ini Syarat Pemkab Sleman Keluarkan Rekomendasi Tempat Ibadah Aman Covid- 19
    05/06/2020 - 23:01
  • Lumbung Pangan Kampung Tangguh Tawangrejo Madiun Terima Donasi Logistik
    Lumbung Pangan Kampung Tangguh Tawangrejo Madiun Terima Donasi Logistik
    05/06/2020 - 22:53
  • Ketua Ansor Ponorogo Instruksikan Kader Gotong Royong Songsong New Normal
    Ketua Ansor Ponorogo Instruksikan Kader Gotong Royong Songsong New Normal
    05/06/2020 - 22:39
  • Update Covid-19 Kota Bontang: Ada Tambahan 9 OTG
    Update Covid-19 Kota Bontang: Ada Tambahan 9 OTG
    05/06/2020 - 22:27

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    05/06/2020 - 15:03
  • Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    05/06/2020 - 14:00
  • Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era
    Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era "New Normal"
    05/06/2020 - 13:12
  • Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    05/06/2020 - 12:09
  • Agama dan Berpikir Sehat
    Agama dan Berpikir Sehat
    05/06/2020 - 11:00
  • Pengetahuan Menjadi Kunci Terwujudnya Disiplin New Normal
    Pengetahuan Menjadi Kunci Terwujudnya Disiplin New Normal
    05/06/2020 - 10:10
  • Gagalnya Manajemen Komunikasi Krisis Pengaruhi Kepercayaan Publik
    Gagalnya Manajemen Komunikasi Krisis Pengaruhi Kepercayaan Publik
    05/06/2020 - 09:36
  • Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang untuk Ketahanan Pangan
    Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang untuk Ketahanan Pangan
    05/06/2020 - 08:12
  • Batalyon A Brimob Polda DIY Berbagi Makan Siang Dengan Panti Asuhan
    Batalyon A Brimob Polda DIY Berbagi Makan Siang Dengan Panti Asuhan
    06/06/2020 - 02:25
  • Tagihan Listrik Melonjak di Juni, PLN Jelaskan Skema Hitungan
    Tagihan Listrik Melonjak di Juni, PLN Jelaskan Skema Hitungan
    06/06/2020 - 02:10
  • Jelang New Normal, Pelaku Usaha di Malioboro Perketat Protokol Kesehatan
    Jelang New Normal, Pelaku Usaha di Malioboro Perketat Protokol Kesehatan
    06/06/2020 - 01:52
  • Rekonstruksi Pembunuhan PSK Online di Sleman, Tersangka Mengaku Sakit Hati
    Rekonstruksi Pembunuhan PSK Online di Sleman, Tersangka Mengaku Sakit Hati
    06/06/2020 - 01:40
  • Sukses Jadi Pengusaha, Rizki Nasution Malah Asyik Jadi YouTuber
    Sukses Jadi Pengusaha, Rizki Nasution Malah Asyik Jadi YouTuber
    06/06/2020 - 01:40
  • RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    06/06/2020 - 00:12
  • Dukung Lazio, Model Ini Nekat Foto Tanpa Busana
    Dukung Lazio, Model Ini Nekat Foto Tanpa Busana
    06/06/2020 - 00:02
  • Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    06/06/2020 - 01:12
  • Hari Lahir Soekarno Disambut Strawberry Moon hingga Asteroid Raksasa
    Hari Lahir Soekarno Disambut Strawberry Moon hingga Asteroid Raksasa
    06/06/2020 - 00:01
  • 5 Liga Eropa yang Bergulir di Akhir Pekan Ini
    5 Liga Eropa yang Bergulir di Akhir Pekan Ini
    06/06/2020 - 01:00