Kopi TIMES

Organisasi Penggerak: Kolaborasi Memajukan Pendidikan Indonesia

Kamis, 09 April 2020 - 12:19 | 46.20k
Organisasi Penggerak: Kolaborasi Memajukan Pendidikan Indonesia
Al-Mahfud, Peminat Topik Pendidikan, Bergiat di Paradigma Institut.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru saja meluncurkan Program Merdeka Belajar episode ke-IV yang bernama Organisasi Penggerak. Program Pada yang diluncurkan pada Selasa (10/03/2020) ini adalah program pemberdayaan masyarakat secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.

Melalui program ini, Kemendikbud mendorong semua organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, relawan, hingga orang tua untuk ikut serta dalam upaya meningkatan kualitas pendidikan. Dengan sinergi, kebersamaan, dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat tersebut, diharapkan bisa mendorong partisipasi publik untuk berkontribusi pada dunia pendidikan.

Kita tahu, selama ini ada berbagai macam organisasi, individu, atau relawan yang bergerak di bidang pendidikan yang ada di tengah masyarakat. Namun, berbagai organisasi masyarakat atau individu yang memiliki program pelatihan guru dan kepala sekolah tersebut cenderung berjalan sendiri-sendiri, sehingga sulit dilakukan pengukuran untuk melihat data pencapaian secara komprehensif. Seperti sejauh mana program-program tersebut telah memberi dampak pada peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah.

Lewat Program Organisasi Penggerak inilah, Kemendikbud akan membangun kolaborasi masif dengan organisasi dan relawan yang memiliki program tersebut. Lewat berbagai standar, indikator, persyaratan, dan ukuran yang sudah ditetapkan, Kemendikbud akan melakukan pengidentifikasian program-program pelatihan guru dan kepala sekolah yang terbukti meningkatkan hasil belajar siswa. Selanjutnya, organisasi masyarakat yang terbukti baik ini akan didorong untuk terus meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah, sehingga muncul “Sekolah Penggerak”.

Sekolah Penggerak idealnya memiliki empat komponen. Pertama, Kepala Sekolah memahami proses pembelajaran siswa dan mampu mengembangkan kemampuan guru dalam mengajar (instructional leader). Kedua, Guru berpihak kepada anak dan mengajar sesuai tahap perkembangan siswa (teach at the right level). Ketiga, siswa menjadi senang belajar, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, kolaboratif (gotong royong), dan berkebhinekaan global. Keempat, terwujudnya Komunitas Penggerak yang terdiri dari orang tua, tokoh, serta organisasi kemasyarakatan yang diharapkan dapat menyokong sekolah meningkatkan kualitas belajar siswa (Kompas.com, 03/03/2020).

Program “Merdeka Belajar Episode 4: Organisasi Penggerak” diharapkan akan bisa mendorong hadirnya ribuan Sekolah Penggerak dengan berbagai kriteria tersebut. Lewat dukungan dari pemerintah, serta pelatihan dan penguatan guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidikan lainnya, diharapkan Sekolah Penggerak bisa bergerak dan berjalan berkelanjutan, sehingga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Harapannya, Sekolah Penggerak ini akan bisa menyebarluaskan praktik baiknya ke sejumlah PAUD/SD/SMP/TKLB/SDLB/SMPLB lain di sekitarnya.

3 Kategori

Sebagamana dijelaskan dalam situs resmi Program Organisasi Penggerak Kemendikbud (sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id ), terdapat tiga kategori dalam Program Organisasi Penggerak ini. Masing-masing kategori memiliki kriteria khusus yang menentukan ada di level mana suatu organisasi berperan dalam program Organisasi Penggerak tersebut.

Kategori pertama adalah “Kategori Gajah”. Yakni, bagi organisasi yang memiliki rekam jejak berupa program yang terbukti telah meningkatkan hasil belajar siswa dan peningkatan motivasi, pengetahuan atau praktek pembelajaran guru atau kepala sekolah. Selain itu, juga organisasi yang memiliki pengalaman merancang dan implementasi program dengan baik. Organisasi di kategori “Gajah” ini bisa mendapat bantuan untuk menjalankan proyek rintisan di lebih dari 100 PAUD/SD/SMP/TKLB/SDLB/SMPLB. Dukungan yang didapatkan adalah maksimal 20 miliar/tahun/program.

Kedua, “Kategori Macan”. Yakni program dengan bukti peningkatan motivasi, pengetahuan, atau praktek pembelajaran guru atau kepala sekolah. Selain itu, organisasi juga memiliki pengalaman merancang dan implementasi program dengan baik. Dalam kategori ini, organisasi bisa mendapatkan bantuan menjalankan proyek rintisan di 21 sampai 100 PAUD/SD/SMP/TKLB/SDLB/SMPLB. Adapun dukungan yang diberikan di kategori “Macan” ini maksimal sebesar 5 miliar/tahun/program.

Kemudian, ketiga, adalah “Kategori Kijang”. Yakni program dengan bukti berupa pengalaman merancang dan implementasi program bidang pendidikan dengan baik. Di kategori ini, organisasi bisa mendapatkan bantuan menjalankan proyek rintisan di 5 sampai 20 PAUD/SD/SMP/TKLB/SDLB/SMPLB. Sedangkan besarnya dukungan dari pemerintah untuk organisasi penggerak kategori “Kijang” ini maksimal sebesar Rp 1 miliar/tahun/program.

Terlihat bagaimana semangat kolaborasi terus menjadi spirit Kemendikbud dalam meningkatkan kualitas pendidikan saat ini. Mulai dari program Merdeka Belajar, Guru Penggerak, Kampus Merdeka, dan kini Program Organisasi Penggerak ini, semua menggambarkan adanya semangat membuat terobosan-terobosan mendasar dan baru, terutama untuk mendorong inovasi dan semangat kolaborasi yang benar-benar penting di era saat ini. Mengatasi berbagai problem dunia pendidikan kita yang begitu kompleks, memang dibutuhkan semangat kebersamaan untuk bergerak bersama mengatasi persoalan dan menghadapi tantangan yang ada.

Kita berharap, program Organisasi Penggerak berjalan optimal dalam mendorong program-program peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah lewat sinergi dengan berbagai organisasi masyarakat. Dari sana, diharapkan muncul para guru dan kepala sekolah yang berkualitas: berkompeten dan memiliki keahlian khusus, sehingga menjadi “penggerak” untuk menciptakan “Sekolah Penggerak” di satuan pendidikan masing-masing. Kemudian, praktik positif dari masing-masing “Sekolah Penggerak” tersebut diharapkan bisa ditularkan ke sekolah-sekolah lain, sehingga memberi dampak luar biasa bagi pengingkatan kualitas proses pendidikan kita.

***

*) Penulis adalah Muhamad Sulaiman, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah minimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Reses, DPRD Kota Pagaralam Sumbang APD dan Masker
    Reses, DPRD Kota Pagaralam Sumbang APD dan Masker
    03/06/2020 - 15:47
  • Di Tengah Covid 19, Haul KH Hasan Genggong Probolinggo Berlangsung Terbatas
    Di Tengah Covid 19, Haul KH Hasan Genggong Probolinggo Berlangsung Terbatas
    03/06/2020 - 15:43
  • Industri Keamanan Nasional Harus Disiapkan Hadapi New Normal
    Industri Keamanan Nasional Harus Disiapkan Hadapi New Normal
    03/06/2020 - 15:40
  • Pecat Puluhan Jurnalis, Microsot Gunakan Kecerdasan Buatan di MSN
    Pecat Puluhan Jurnalis, Microsot Gunakan Kecerdasan Buatan di MSN
    03/06/2020 - 15:38
  • Partai Golkar Pacitan Klaim Kandidat di Pilkada Lebih Unggul
    Partai Golkar Pacitan Klaim Kandidat di Pilkada Lebih Unggul
    03/06/2020 - 15:35
  • Pembatalan Haji, Kemenag Sumba Timur: Pasti ada Hikmahnya
    Pembatalan Haji, Kemenag Sumba Timur: Pasti ada Hikmahnya
    03/06/2020 - 15:32
  • Mendes PDTT RI: Jadikan Pelajaran Tragedi Pemotongan BLT Dana Desa di Sumsel
    Mendes PDTT RI: Jadikan Pelajaran Tragedi Pemotongan BLT Dana Desa di Sumsel
    03/06/2020 - 15:26
  • Bentuk Kampung Tangguh, Ini Imbauan Kapolres Pagaralam
    Bentuk Kampung Tangguh, Ini Imbauan Kapolres Pagaralam
    03/06/2020 - 15:23
  • Polres Pagaralam Distribusikan 10 Ton Beras dan Telur untuk Warga
    Polres Pagaralam Distribusikan 10 Ton Beras dan Telur untuk Warga
    03/06/2020 - 15:20
  • Berlangsung Bersamaan, Calon Mahasiswa Wajib Perhatikan Perbedaan UTBK dan SNMPTN
    Berlangsung Bersamaan, Calon Mahasiswa Wajib Perhatikan Perbedaan UTBK dan SNMPTN
    03/06/2020 - 15:15

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    03/06/2020 - 13:00
  • Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:03
  • Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 10:06
  • New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    03/06/2020 - 08:33
  • The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    03/06/2020 - 02:25
  • Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    03/06/2020 - 01:12
  • Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    03/06/2020 - 00:04
  • Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    02/06/2020 - 22:38
  • Viral Kakek Mualaf Dibuang Keluarga, Tidur Dekat Tempat Sampah, Benarkah?
    Viral Kakek Mualaf Dibuang Keluarga, Tidur Dekat Tempat Sampah, Benarkah?
    03/06/2020 - 15:53
  • Ya Allah! Pasien Virus Corona RI Tembus 28 Ribu Orang, Tambah 684 Kasus
    Ya Allah! Pasien Virus Corona RI Tembus 28 Ribu Orang, Tambah 684 Kasus
    03/06/2020 - 15:52
  • Ajak Rafathar Main, Babe Cabita Dapat Hadiah Tas Hermes dan Sepatu Prada!
    Ajak Rafathar Main, Babe Cabita Dapat Hadiah Tas Hermes dan Sepatu Prada!
    03/06/2020 - 15:52
  • Manchester United Coba Bajak Raheem Sterling dari Rival Sekota
    Manchester United Coba Bajak Raheem Sterling dari Rival Sekota
    03/06/2020 - 15:51
  • Situasi Makin Tak Kondusif, Pentagon Kerahkan Ribuan Tentara ke Washington
    Situasi Makin Tak Kondusif, Pentagon Kerahkan Ribuan Tentara ke Washington
    03/06/2020 - 15:50
  • Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    03/06/2020 - 10:01
  • Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    03/06/2020 - 00:32
  • Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    03/06/2020 - 07:52
  • Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    03/06/2020 - 00:30
  • FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    03/06/2020 - 00:02