Kopi TIMES

Waspada Virus Corona dan RUU Cilaka!

Kamis, 09 April 2020 - 11:01 | 37.61k
Waspada Virus Corona dan RUU Cilaka!
Muhamad Sulaiman, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bangsa Indonesia dalam dua bulan belakangan ini disambangi oleh dua kejadian besar, yakni kejadian luar biasa virus covid-19 dan juga "kejahatan" luar biasa RUU Omnibus Law yang salah satu muatannya terdapat RUU Cilaka.

Untuk virus pandemi Covid-19, Indonesia memiliki angka kematian pasien Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara dan jauh melampaui negara-negara jiran lainnya.

Mewaspadai virus Covid-19 dapat dilakukan melalui upaya-upaya preventif (pencegahan) seperti mengikuti prosedur social distancing, senantiasa menjata kebersihan dan melakukan aktivitas yang sehat guna memperkuat imunitas tubuh.

Beberapa wilayah telah memutuskan untuk menutup akses (lockdown) lokal keputusan tersebut dilakukan agar dapat mengurangi mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain. Bahkan di DKI Jakarta melalui Gubernur Anies menhimbau masyarakat yang ada di Jakarta untuk tidak pulang kampung guna memperlambat laju penyebaran virus Covid-19.

Selain wabah Covid-19 ini menjadi fokus perhatian masyarakat, sesungguhnya dalam dua bulan terakhir ada satu permasalahan yang menjadi kegelisahan masyarakat secara luas yakni RUU "Kacau" Omnibuslaw yang sedang digodok oleh DPR.

RUU Omnibus law yang dirancang guna menyederhanakan beberapa undang-undang menjadi unit yang baru, justru menimbulkan polemik baru karena jika kita pelajari UU yang lama secara substansial sudahlah baik, akan tetapi memang proses pelaksanaanya saja yang masih belum dapat dimaksimalkan.

Pasalnya dalam RUU Omnibus law tersebut banyak terdapat pasal yang "mengkhawatirkan" utamanya bagi masyarakat kecil dan buruh karena dalam muatan RUU Cilaka terdapat point-point yang mengkehendaki investasi dapat dijalankan dengan mudah dengan mengindahkan aspek-aspek lain seperti, kesejahteraan buruh dan lingkungan yang akan memunculkan konflik agraria  atas kegiatan investasi tersebut.

Aliansi Gebrak (Gerakan Buruh Bersama Rakyat)  menilai proses perumusan terkesan dilakukan tergesa-gesa, tertutup, dan tanpa ada upaya mendengarkan pendapat publik. Hal itu ditambah dengan komposisi Satgas Omnibus Law bentukan pemerintah yang didominasi oleh aktor-aktor yang anti keadilan sosial dan demokrasi rakyat. Sebanyak 127 anggota Satgas Omnibus Law didominasi pengusaha, perwakilan pemerintah daerah, dan akademisi.

Jangan sampai dalam keadaan genting seperti saat ini, anggota dewan yang terhormat justru melakukan upaya "belakang" untuk dapat meloloskan RUU ini menjadi sebuah produk hukum oleh karenanya masyarakat dirasa perlu mewaspadai dan untuk tetap konsern menolak RUU yang pasalnya banyak berisi point-point yang tidak memihak pada masyarakat kecil dan buruh pabrik.

Di tengah wabah Covid-19 yang mengancam kehidupan rakyat, anggota DPR seharusnya lebih konsern untuk menangani dan mendekatkan diri atau mengulurkan bantuan serta solusi terutama bagi daerah yang diwakilinya. DPR dalam keadaan genting seperti saat ini seharusnya konsern untuk melakukan fungsi pengawasan dan anggaran dalam penanganan Pandemi Covid-19 ini.

Kemudian memastikan bahwa tanggung jawab negara itu ada, untuk menyediakan segala kebutuhan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini seperti penyediaan pangan, distribusi alat kesehatan, serta dapat memberikan bantuan finansial bagi masyarakat miskin yang sangat terdampak di tengah situasi saat ini.

Oleh karenanya ditengah pandemi Covid-19 ini perlu kiranya masyarakat memperhatikan dua hal tersebut, agar masyarakat yang hari ini sedang tertimpa kesulitan jangan sampai dirundung masalah tambahan.

***

*) Penulis adalah Muhamad Sulaiman, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah minimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Adhitya Hendra
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pilkades Bisa Digelar dengan Aturan Protokol Kesehatan
    Pilkades Bisa Digelar dengan Aturan Protokol Kesehatan
    03/06/2020 - 17:09
  • Update, Enam Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Pulau Morotai
    Update, Enam Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Pulau Morotai
    03/06/2020 - 17:04
  • Kementerian PUPR RI Tangani Dua Jembatan Rusak akibat Banjir di Sultra
    Kementerian PUPR RI Tangani Dua Jembatan Rusak akibat Banjir di Sultra
    03/06/2020 - 17:00
  • PKK Kota Kediri Berbagi kepada Warga Prasejahtera dan Terdampak Covid-19
    PKK Kota Kediri Berbagi kepada Warga Prasejahtera dan Terdampak Covid-19
    03/06/2020 - 16:57
  • Merasa Ditipu Developer, 27 User di Sidoarjo Lakukan Gugatan ke Pengadilan
    Merasa Ditipu Developer, 27 User di Sidoarjo Lakukan Gugatan ke Pengadilan
    03/06/2020 - 16:56
  • Ketua DPRD Banyuwangi Serahkan Bantuan Sembako Untuk Penyandang Disabilitas
    Ketua DPRD Banyuwangi Serahkan Bantuan Sembako Untuk Penyandang Disabilitas
    03/06/2020 - 16:52
  • Gubernur Jatim Khofifah Ajak Survivor Covid-19 Jatim Donor Plasma Darah
    Gubernur Jatim Khofifah Ajak Survivor Covid-19 Jatim Donor Plasma Darah
    03/06/2020 - 16:49
  • Desa Klampokan Salurkan BLT-DD Tahap Pertama untuk 118 Penerima
    Desa Klampokan Salurkan BLT-DD Tahap Pertama untuk 118 Penerima
    03/06/2020 - 16:44
  • Presiden RI Jokowi Targetkan Renovasi Masjid Istiqlal Selesai Awal Juli 2020
    Presiden RI Jokowi Targetkan Renovasi Masjid Istiqlal Selesai Awal Juli 2020
    03/06/2020 - 16:40
  • Kemenag Sumenep: Jemaah Bisa Ambil Kembali Uang Haji
    Kemenag Sumenep: Jemaah Bisa Ambil Kembali Uang Haji
    03/06/2020 - 16:36

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kiai Tolchah Hasan, James A Bank dan Amerika Serikat
    Kiai Tolchah Hasan, James A Bank dan Amerika Serikat
    03/06/2020 - 16:32
  • Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    03/06/2020 - 13:00
  • Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:03
  • Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 10:06
  • New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    03/06/2020 - 08:33
  • The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    03/06/2020 - 02:25
  • Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    03/06/2020 - 01:12
  • Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    03/06/2020 - 00:04
  • Alex Rins Melelang Helm Edisi Spesial Miliknya, Tujuannya Bikin Salut
    Alex Rins Melelang Helm Edisi Spesial Miliknya, Tujuannya Bikin Salut
    03/06/2020 - 17:17
  • Gojek Akan Gunakan Duit Facebook dan PayPal untuk Kembangkan Gopay
    Gojek Akan Gunakan Duit Facebook dan PayPal untuk Kembangkan Gopay
    03/06/2020 - 17:16
  • Seekor Gajah Hamil di India Mati setelah Makan Nanas Isi Petasan
    Seekor Gajah Hamil di India Mati setelah Makan Nanas Isi Petasan
    03/06/2020 - 17:13
  • Buka RS Lapangan Jatim, Terawan dan Doni Monardo Pecahkan Kendi
    Buka RS Lapangan Jatim, Terawan dan Doni Monardo Pecahkan Kendi
    03/06/2020 - 17:12
  • Disebut Tanpa Gelar Perkara, Pengacara: Penangkapan Ravio Patra Liar
    Disebut Tanpa Gelar Perkara, Pengacara: Penangkapan Ravio Patra Liar
    03/06/2020 - 17:10
  • Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    03/06/2020 - 10:01
  • Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    03/06/2020 - 00:32
  • Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    03/06/2020 - 07:52
  • FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    03/06/2020 - 00:02
  • Usai Diamuk Warga, Miss Universe Malaysia Dipecat dari Model Iklan
    Usai Diamuk Warga, Miss Universe Malaysia Dipecat dari Model Iklan
    03/06/2020 - 14:19