Sebanyak 60 Hotel di Yogyakarta Berhenti Beroperasi
Bencana Nasional Covid-19 membuat omzet berbagai sektor ekonomi menurun. Di sektor pariwisata dan perhotelan di wilayah Yogyakarta, sejumlah hotel terpaksa hentikan operasionalnya.

YOGYAKARTA – Bencana Nasional Covid-19 membuat omzet berbagai sektor ekonomi menurun. Di sektor pariwisata dan perhotelan di wilayah Yogyakarta, sejumlah hotel terpaksa hentikan operasionalnya.
“Saat ini sudah tercatat ada sebanyak 60 hotel berhenti beroperasi di DIY. Belum lagi usaha usaha yang terkait dalam bidang pariwisata yang lain,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemda DIY, Singgih Raharjo kepada TIMES Indonesia, Selasa (7/4/2020).
Singgih menambahkan, sebenarnya saat ini Yogyakarta sudah memasuki waktu darurat pariwisata. Sehingga perlu dilakukan upaya serius untuk mengatasinya.
Menurutnya, sekitar 14 sektor jasa pariwisata harus mengurangi jam operasional dan karyawan bahkan berhenti beroperasi. Hingga akhir Maret, kerugian akibat wabah Covid-19 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 70 milliar. Kerugian tersebut seluruhnya di tanggung oleh pelaku dunia pariwisata Yogyakarta.
Terkait rencana Pemda DIY untuk mengatasi hal ini. Singgih menerangkan, saat ini pihaknya tengah mendata secara detail mengenai hal tersebut. Pihaknya juga telah melakukan berbagai langkah koordinasi dengan para pelaku wisata.
“Diperkirakan kerugian sektor pariwisata di Yogyakarta akan terus bertambah sampai dengan Mei mendatang. Terus terang kondisi ini sangat berat bagi teman-teman sektor pariwisata,” jelas Singgih.
Singgih telah mengimbau kepada pengelola Desa Wisata melakukan perbaikan dan pembenahan sarana dan prasarana. Sehingga, saat masa darurat ini berakhir tempat usaha wisata menjadi semakin baik.
“Relaksasi pajak dan retribusi akan terus digenjot. Sehingga, pelaku usaha pariwisata akan sedikit terbantu,” jelasnya.
Seorang pengusaha rental mobil Unggul Transportasi di Yogyakarta, Prabowo mengaku pihaknya sepi pesanan sehingga harus pintar mengelola dana khas yang ada.
“Mudah-mudahan nanti ada keringanan dari pihak perbankan. Sehingga, beban saat ini tidak terlalu berat. Semoga wabah Covid-19 segera berakhir sehingga sektor pariwisata bisa bangkit lagi termasuk jasa rental mobil dan hotel,” terang Prabowo yang mengaku memiliki enam armada wisata ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

