Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Memaafkan “Wong Cilik”

Selasa, 07 April 2020 - 13:57 | 27.90k
Memaafkan “Wong Cilik”
Ana Rokhmatussa’diyah, Doktor Ilmu Hukum dan Dosen Fakultas Hukum Unisma, Penulis sejumlah Buku Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Malang.
FOKUS

Universitas Islam Malang

Pewarta: | Editor: AJP-5 Editor Team

TIMESINDONESIA, MALANG – Seringkali terjadi sebagai suatu kasus, pembantu rumah tangga dianiaya secara serius oleh majikannya dengan alasan tidak melakukan pekerjaan dengan benar atau diduga menghilangkan dan merusak barang-barang berharga. Mereka yang jadi majikan atau orang kaya ini seolah tidak paham, bahwa penganiayaanya tehadap “wong cilik”, yang nota bene adalah orang miskin, adalah kejahatan atau perilaku bermodus pelanggaran terhadap hak asas manusia (HAM).

Kalaupun memnag ada “wong cilik” itu yang benar-benar mengambil (mencuri/merusak) sebagian miliknya orang kaya, seharusnya mereka memaafkannya atau mengikhlaskannya. Bagi “wong cilik” modus kriminalitas seperti mencuri di keluarga majikannya, seharusnya dibaca, bahwa opsinya ini merpakan deskripsi tatkala pilihan lain untuk bertahan hidup sudah darurat atau dinilainya tertutup. Dirinya terpaksa melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dilakukannya.

Di mata “wong cilik”, ada asumsi, bahwa barangkali tatkala sistem sosial-ekonomi dinilai mendiskriminasikannya, atau ketika kebijakan-kebijakan pembangunan yang berbasiskan negara justru memarjinalkannya sebagai kumpulan orang yang kehilangan keberdayaannya, atau dalam dirinya merasa jadi objek gerakan sistemik “pemiskinan”, maka dengan sagat terpaksa, yang tersedia adalah “memanfaatkan” sebagian dari miliknya orang kaya (berkemampuan ekonomi).

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kejahatan yang dilakukan orang kecil itu, meski barangkali memunculkan potret kekurangberadaban bangsa ini,  barangkali masih bisa atau harus dimaafkan, ibarat Khalifah Umar Bin Khattab yang tidak jadi menghukum potong tangan seseorang yang  mencuri karena kemiskinanya, ibarat beberapa segmen masyarakat di Korea Utara yang yang pernah jadi kanibal terhadap bangkai anak atau kerabatnya yang mati akibat  dilanda kelaparan hebat  dan kemiskinan, atau anggota suku (beberapa puluh tahun lalu) di Afrika yang terpaksa makan sejumlah  bangkai binatang, karena sedang dilanda kelaparan “mengerikan” yang membahayakan jiwanya.

Memberikan maaf pada “wong cilik” itu tidak berarti membenarkan kejahatan orang kecil, tetapi menarik mata rantai ke tataran hukum kausalitas, bahwa apa (kejahatan) yang dilakukan orang kecil, diantaranya disebab kesalahan atau kealpaan dan kejahatan yang dilakukan orang besar (orang kaya yang serakah dan tidak dermawan), khususnya penguasa yang zalim.

Umar Bin Khattab membuat diskresi hukuman dengan memberi memberi maaf karena dirinya merasa bersalah (berlaku jahat) telah mengelola pemerintahannya dengan cara  belum memaksimalkan pemerataan kesejahteraan, alias masih ada saja orang miskin yang belum diperhatikan.

Kausa radikalnya, adanya orang miskin yang terjerumus jadi penjahat karena kejahatan negara  (crime of state)  yang diperbuat oleh negara. Negara telah dikelola dengan cara kurang atau tidak menjadikan subyek bangsa sebagai subjek yang dimanusiakan, tetapi diabaikan, dibiarkan hidup dalam buaian mimpi-mimpi indah tentang kemakmuran, sehingga mengakibatkan terbentuknya pribadi masyarakat kecil yang pendendam, kasar, radikal, dan terpaksa membentuk  atau membiarkan dirinya terjerumus jadi kriminal

Orang-orang Miskin, orang-orang di jalanan, yang tinggal dalam selokan, yang kalah di dalam pergulatan, yang diledek oleh impian, janganlah mereka ditinggalkan”, demikian  kritik WS Rendra, penyair berjuluk “Burung Merak”.

Sajak demikian menunjukkan kecerdasan membaca perjalanan nasib komunitas “akar rumput” (grass root community) atau sekumpulan “wong cilik”, kelompok masyarakat kecil, golongan masyarakat miskin atau segmen warga yang sedang atau telah terpinggirkan, yang kehidupan sehari-harinya sibuk  bergulat  atau berjuang tiada kenal Lelah mengatasi kesulitan panggilan kepentingan asasinya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Nabi Muhammad SAW mengingatkan dengan keras “bila masyarakat sudah membenci orang-orang miskin, dan menonjol-nonjolkan kehidukan dunia, serta rakus dalam mengumpulkan harta, maka mereka akan ditimpa empat bencana: zaman yang berat, pemimpin yang zalim, penegak hukum yang khianat, dan musuh yang mengancam

Peringatan beliau itu menunjukkan, bahwa tatkala orang miskin (orang kecil) dipinggirkan, dianiaya, didiskriminasikan, dikorbankan, atau dijadikan tumbal untuk memuaskan absolutisme ambisi negara atau kepentingan eksklusif pemerintah, maka  negara atau pemerintah akan dihimpit oleh akumulasi penyakit dan krisis yang luar biasa.. 

Hal itulah yang pernah ditakutkan oleh Sahabat Ali RA, seperti katanya kemiskinan adalah penyakit yang harus dibunuh. Artinya tatkala negara mengabaikan kemiskinan, berbuat jahat kepada orang miskin atau membuatnya hidup makin miskin, maka ia dapat terperangkap menjadi pelaku kejahatan yang membahayakan. Bukan hanya kejahatan konvensional (mencuri, membunuh) yang bisa dilakukan, tetapi bisa juga kejahatan  bidang politik dan teologis (pengingkaran agama dan Tuhan). 

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Ana Rokhmatussa’diyah, Doktor Ilmu Hukum dan Dosen Fakultas Hukum Unisma, Penulis sejumlah Buku Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Kunjungi Lumajang, Mensos RI Risma Ingatkan Daerah Sediakan Kebutuhan Pokok
    Kunjungi Lumajang, Mensos RI Risma Ingatkan Daerah Sediakan Kebutuhan Pokok
    18/01/2021 - 23:33
  • Banjir Kalsel, Presiden RI Jokowi Minta Menteri PUPR RI Prioritaskan 3 Langkah Darurat
    Banjir Kalsel, Presiden RI Jokowi Minta Menteri PUPR RI Prioritaskan 3 Langkah Darurat
    18/01/2021 - 23:27
  • Gugatan Pasangan Dany-Imran Teregistrasi, Charles: Kita Tunduk Putusan Mahkamah Konstitusi
    Gugatan Pasangan Dany-Imran Teregistrasi, Charles: Kita Tunduk Putusan Mahkamah Konstitusi
    18/01/2021 - 23:23
  • Kafe Gartenhütte Hadirkan Sensansi Ngopi di Tenda ala Pendaki
    Kafe Gartenhütte Hadirkan Sensansi Ngopi di Tenda ala Pendaki
    18/01/2021 - 23:19
  • Kementerian PUPR RI Selesaikan Pembangunan 915 Unit Sarhunta di NTB
    Kementerian PUPR RI Selesaikan Pembangunan 915 Unit Sarhunta di NTB
    18/01/2021 - 23:15
  • KKM-DR UIN Maliki Malang Lakukan Diseminasi Pembuatan Handsanitizer di Kabupaten Malang
    KKM-DR UIN Maliki Malang Lakukan Diseminasi Pembuatan Handsanitizer di Kabupaten Malang
    18/01/2021 - 23:12
  • Terima Kunker DPD RI, Bupati Kepulauan Seribu Sampaikan Kebutuhan Antisipasi Bencana
    Terima Kunker DPD RI, Bupati Kepulauan Seribu Sampaikan Kebutuhan Antisipasi Bencana
    18/01/2021 - 23:08
  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Tinjau Banjir Cirebon, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Tegaskan TNI Mendampingi Warga
    Tinjau Banjir Cirebon, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Tegaskan TNI Mendampingi Warga
    18/01/2021 - 23:00
  • 40 Jasad Korban Longsor Sumedang Ditemukan, Pencarian Resmi Ditutup
    40 Jasad Korban Longsor Sumedang Ditemukan, Pencarian Resmi Ditutup
    18/01/2021 - 22:56

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    18/01/2021 - 22:41
  • Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    18/01/2021 - 21:00
  • Pendidikan untuk Lanjut Usia
    Pendidikan untuk Lanjut Usia
    18/01/2021 - 20:24
  • Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    18/01/2021 - 16:35
  • Mewujudkan Instansi yang Bersih
    Mewujudkan Instansi yang Bersih
    18/01/2021 - 14:15
  • Pembentukan Holding BUMN untuk Penguatan Sektor UMKM
    Pembentukan Holding BUMN untuk Penguatan Sektor UMKM
    18/01/2021 - 12:29
  • Urgensi Paradiplomasi dalam Pembangunan Perekonomian Daerah dan Nasional
    Urgensi Paradiplomasi dalam Pembangunan Perekonomian Daerah dan Nasional
    17/01/2021 - 01:19

KULINER

  • Berawal Dari Cinta, Waroeng Dolan Cirebon Sajikan Mie Korea
    Berawal Dari Cinta, Waroeng Dolan Cirebon Sajikan Mie Korea
    18/01/2021 - 04:20
  • Yuk Cobain 6 Resep Masakan Anti Ribet ala MasterChef Indonesia
    Yuk Cobain 6 Resep Masakan Anti Ribet ala MasterChef Indonesia
    17/01/2021 - 14:00
  • Jaga Imun Tubuh, Yuk Biasakan Minum Teh Serai di Pagi Hari
    Jaga Imun Tubuh, Yuk Biasakan Minum Teh Serai di Pagi Hari
    17/01/2021 - 06:22
  • Serai, Bumbu Masak Aromatik dengan Segudang Manfaat
    Serai, Bumbu Masak Aromatik dengan Segudang Manfaat
    17/01/2021 - 00:26
  • Es Coklat Tambah Umur Salah Satu Kuliner Legendaris yang Masih Eksis
    Es Coklat Tambah Umur Salah Satu Kuliner Legendaris yang Masih Eksis
    16/01/2021 - 23:32
  • Mengenang Junaedi Salat, dari Ali Topan Anak Jalanan Jadi Pendeta
    Mengenang Junaedi Salat, dari Ali Topan Anak Jalanan Jadi Pendeta
    19/01/2021 - 00:00
  • Tiada Gempa dan Bencana, Korem dan 13 Kodim TNI Raib dari Bumi NKRI
    Tiada Gempa dan Bencana, Korem dan 13 Kodim TNI Raib dari Bumi NKRI
    19/01/2021 - 00:24
  • Berhubungan Seks Tanpa Busana Diikuti Setan? Begini Pandangan Islam
    Berhubungan Seks Tanpa Busana Diikuti Setan? Begini Pandangan Islam
    19/01/2021 - 00:10
  • Didatangi Calon Kapolri Listyo Sigit, AHY: Justice For All!
    Didatangi Calon Kapolri Listyo Sigit, AHY: Justice For All!
    19/01/2021 - 00:02
  • Lionel Messi Terancam Diskorsing 12 Pertandingan
    Lionel Messi Terancam Diskorsing 12 Pertandingan
    19/01/2021 - 00:06