Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Membangun Negara Futuristik

Selasa, 07 April 2020 - 13:29 | 26.48k
Membangun Negara Futuristik
Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Penulis buku Hukum dan agama. 
FOKUS

Universitas Islam Malang

Pewarta: | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, MALANG – Ada pernyataan Pope John XXIII. “Jangan segan untuk mengulurkan tangan Anda, tetapi, jangan juga segan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada Anda.”

Kalimat itusejatinya mengingatkan pada kita (subjek bangsa di manapun), bahwa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara ini, manusia membutuhkan dukungan sesamanya.

Kehadiran orang lain di mata Pope John itu harus ditempatkan sebagai “kekuatan strategis” yang menentukan arah masa depan negara atau peradaban bangsa di masa mendatang (futuristic).

Kebersamaan dengan sesama membuat yang sepertinya mustahil diraih, ternyata bisa diwujudkan. Sayangnya, kebersamaan dengan “manusia lain” ini tidak selalu  bermakna dalam mewujudkan keadaban hidup bermasyarakat, namun justru menghadirkan dan menyemaikan dishamonisasi dan bahkan ragam ketidakadaban.

Kebersamaan itu tidak berbasiskan penegakan dan penguatan etiik, tetapi sebatas mengompromikan soal mudahnya atau demi suksesnya meraih banyak keintungan.  Hajat public bukan ditegakkannya, tetapi dibuatnya sebagai “obyek” penjarahan.

Kejujuran mengantarkan pada kebenaran, dan kebenaran mengantarkan ke surga. Sedang dusta mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan ke neraka,” demikian peringatan Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan, bahwa moral hidup berkejujuran merupakan modal utama mewujudkan  Indonesia menjadi “surga”, sedangkan prktik pengkhianatan kejujuran merupakan akar fundamental yang menestapakan bangsa secara berkelanjutan dan masif.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dalam ranah itu, setiap segmen bangsa, khususnya kekuatan elite negara yang mendapatkan amanat memimpin roda pemerintahan punya kewajiban untuk menjaga (membangun) Indonesia menjadi “surga”, yang modal utamanya terletak pada penegakan etika. Saat Nabi Muhammad SAW meninggalkan Makkah menuju Madinah, tujuannya bukan mencari suaka politik pada masyarakat Madinah ini, tetapi membangun negara futurisik atau masyarakat bermasa depan yang konstruksi persaudaraan kerakyatan (ukhuwah istirakiyah), persaudaraan keagamaan (ukhuwah diniyah) dan persaduranan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) berbasis etik.

Salah satu agenda reformasi yang sebenarnya menjadi tanggungjawab pemerintah adalah menuntaskan kondisi krisis multi dimensi yang berkepanjangan. Salah satu akar fundamentalnya terletak pada persoalan penyakit etik yang hingga sekarang masih kuat menggerogoti kehidupan makro bangsa.

Namanya saja penyakit, ketika pemerintah atau para pemegang amanat strukturalnya kurang sungguh-sugguh mendekonstruksi atau merevolusinya, dan bahkan cenderung membiarkan saja sebagai ”virus”, maka ini artinya memendam ”tsunami” yang potensial meledak di kemudian hari.

 Penyakit moral seperti itu itu menjadi agen subversi yang salah satunya potensial kuat merapuhkan ketahanan ekonomi rakyat, di samping membuat rakyat tereliminasi dari kesejahteraan. Artinya rakyat makin sering terjegal dan ”terjagal” dari peluang meraih hidup berkemakmuran dan berkedamaian.

Rakyat kita selama ini masih terbaca sedang teralinasi dan tereiminasi dari hidup sejahtera. Kesejahteraan seperti yang dijanjikan oleh konstitusi, bahwa setiap warga negara berhak hidup berkelayakan masihlah impian kosong. Rakyat  masih tetap  belum bisa keluar dari “jajahan” kemiskinan atau ketidaberdyaan ekonominya akibat elite pemimpinnya yang suka menjadikan pengkhianatan sebagai supremasi gaya hidup dan ”rumus” tertinggi manajemen kekuasaannya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

 Terbukti. agenda reformasi  yang menjanjikan pemberdayaan atau percepatan kesejahteraan kepada rakyat kecil masih ”sangat sering” dikalahkan oleh pergulatan kepentingan di kalangan elit yang belum bisa ”merias” diri dari doktrin welfare of state dan kepentingan eksklusifnya. Paradigma welfare of state  masih dijadikan sebagai baju istimewa yang dikenakan untuk kepentingan yang bersifat individualistik dan kelompok.

Doktrin (ideologi) tersebut masih menjadi penyakit serius yang membuat sektor perekonomian Indonesia  gagal menunaikan tugas sucinya. Meski sekarang era transparasni, namun ketika pemain-pemain yang berkaitan dengan kebijakan perekonomian bangsa masih tetap subyek kekuasaan yang menyukai dirinya ”bermasalah” atau sekumpulan bandit, pemain lama dan baru yang mengadopsi mentalitas penyamun (kleptokratik), maka stagnasi berlapislah yang menimpa perekonomian bangsa dan area pembangunan lainnya.

Dunia usaha itu misalnya, melalui kaum pemilik modal atau investornya yang diidealkan bisa membongkar doktrn itu ternyata  kesulitan menetapkan atau memantapkan langkah strategis dan “cantiknya” di negeri ini.

Mereka terhambat untuk menciptakan atmosfir menyejukkan, mencerahkan, atau mencerahkan ekonomi rakyat Indonesia akibat diantaranya tidak sedikit berasal dari kumpulan  ”orang bermasalah” atau pernah dan masih sedang berkolaborasi kriminalistik dengan sekumpulan oknum suruktual yang sudah kenyang melakukan beragam ”penjarahan”. Dengan kondisi demikian, mendambakan terbentuknya negara futristik berbasis pemerataan kesejahteraan rakyat (tanpa kecuali), barangkali hanya sekedar mimpi.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Penulis buku Hukum dan agama. 

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Kunjungi Lumajang, Mensos RI Risma Ingatkan Daerah Sediakan Kebutuhan Pokok
    Kunjungi Lumajang, Mensos RI Risma Ingatkan Daerah Sediakan Kebutuhan Pokok
    18/01/2021 - 23:33
  • Banjir Kalsel, Presiden RI Jokowi Minta Menteri PUPR RI Prioritaskan 3 Langkah Darurat
    Banjir Kalsel, Presiden RI Jokowi Minta Menteri PUPR RI Prioritaskan 3 Langkah Darurat
    18/01/2021 - 23:27
  • Gugatan Pasangan Dany-Imran Teregistrasi, Charles: Kita Tunduk Putusan Mahkamah Konstitusi
    Gugatan Pasangan Dany-Imran Teregistrasi, Charles: Kita Tunduk Putusan Mahkamah Konstitusi
    18/01/2021 - 23:23
  • Kafe Gartenhütte Hadirkan Sensansi Ngopi di Tenda ala Pendaki
    Kafe Gartenhütte Hadirkan Sensansi Ngopi di Tenda ala Pendaki
    18/01/2021 - 23:19
  • Kementerian PUPR RI Selesaikan Pembangunan 915 Unit Sarhunta di NTB
    Kementerian PUPR RI Selesaikan Pembangunan 915 Unit Sarhunta di NTB
    18/01/2021 - 23:15
  • KKM-DR UIN Maliki Malang Lakukan Diseminasi Pembuatan Handsanitizer di Kabupaten Malang
    KKM-DR UIN Maliki Malang Lakukan Diseminasi Pembuatan Handsanitizer di Kabupaten Malang
    18/01/2021 - 23:12
  • Terima Kunker DPD RI, Bupati Kepulauan Seribu Sampaikan Kebutuhan Antisipasi Bencana
    Terima Kunker DPD RI, Bupati Kepulauan Seribu Sampaikan Kebutuhan Antisipasi Bencana
    18/01/2021 - 23:08
  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Tinjau Banjir Cirebon, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Tegaskan TNI Mendampingi Warga
    Tinjau Banjir Cirebon, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Tegaskan TNI Mendampingi Warga
    18/01/2021 - 23:00
  • 40 Jasad Korban Longsor Sumedang Ditemukan, Pencarian Resmi Ditutup
    40 Jasad Korban Longsor Sumedang Ditemukan, Pencarian Resmi Ditutup
    18/01/2021 - 22:56

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    18/01/2021 - 22:41
  • Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    18/01/2021 - 21:00
  • Pendidikan untuk Lanjut Usia
    Pendidikan untuk Lanjut Usia
    18/01/2021 - 20:24
  • Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    18/01/2021 - 16:35
  • Mewujudkan Instansi yang Bersih
    Mewujudkan Instansi yang Bersih
    18/01/2021 - 14:15
  • Pembentukan Holding BUMN untuk Penguatan Sektor UMKM
    Pembentukan Holding BUMN untuk Penguatan Sektor UMKM
    18/01/2021 - 12:29
  • Urgensi Paradiplomasi dalam Pembangunan Perekonomian Daerah dan Nasional
    Urgensi Paradiplomasi dalam Pembangunan Perekonomian Daerah dan Nasional
    17/01/2021 - 01:19

KULINER

  • Berawal Dari Cinta, Waroeng Dolan Cirebon Sajikan Mie Korea
    Berawal Dari Cinta, Waroeng Dolan Cirebon Sajikan Mie Korea
    18/01/2021 - 04:20
  • Yuk Cobain 6 Resep Masakan Anti Ribet ala MasterChef Indonesia
    Yuk Cobain 6 Resep Masakan Anti Ribet ala MasterChef Indonesia
    17/01/2021 - 14:00
  • Jaga Imun Tubuh, Yuk Biasakan Minum Teh Serai di Pagi Hari
    Jaga Imun Tubuh, Yuk Biasakan Minum Teh Serai di Pagi Hari
    17/01/2021 - 06:22
  • Serai, Bumbu Masak Aromatik dengan Segudang Manfaat
    Serai, Bumbu Masak Aromatik dengan Segudang Manfaat
    17/01/2021 - 00:26
  • Es Coklat Tambah Umur Salah Satu Kuliner Legendaris yang Masih Eksis
    Es Coklat Tambah Umur Salah Satu Kuliner Legendaris yang Masih Eksis
    16/01/2021 - 23:32
  • Mengenang Junaedi Salat, dari Ali Topan Anak Jalanan Jadi Pendeta
    Mengenang Junaedi Salat, dari Ali Topan Anak Jalanan Jadi Pendeta
    19/01/2021 - 00:00
  • Tiada Gempa dan Bencana, Korem dan 13 Kodim TNI Raib dari Bumi NKRI
    Tiada Gempa dan Bencana, Korem dan 13 Kodim TNI Raib dari Bumi NKRI
    19/01/2021 - 00:24
  • Berhubungan Seks Tanpa Busana Diikuti Setan? Begini Pandangan Islam
    Berhubungan Seks Tanpa Busana Diikuti Setan? Begini Pandangan Islam
    19/01/2021 - 00:10
  • Didatangi Calon Kapolri Listyo Sigit, AHY: Justice For All!
    Didatangi Calon Kapolri Listyo Sigit, AHY: Justice For All!
    19/01/2021 - 00:02
  • Lionel Messi Terancam Diskorsing 12 Pertandingan
    Lionel Messi Terancam Diskorsing 12 Pertandingan
    19/01/2021 - 00:06