Kopi TIMES

Covid-19 dan Skenario Terburuk Pilkada Serentak 2020

Selasa, 07 April 2020 - 08:36 | 63.55k
Covid-19 dan Skenario Terburuk Pilkada Serentak 2020
Fairuz Arta Abhipraya, Peneliti di Komite Independen Sadar Pemilu.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, MALANG – Hadirnya wabah Covid-19 di Indonesia ternyata turut memberikan dampak tersendiri kepada Pilkada Serentak 2020 yang direncanakan akan diselenggarakan pada 23 September 2020.

Dengan dikeluarkanya surat putusan hasil rapat kerja Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, KPU RI, BAWASLU RI dan DKPP RI perihal penundaan Pilkada serentak 2020 dan mengalokasikan dana Pilkada serentak 2020 yang belum terpakai untuk penanganan wabah Covid-19 merupakan sebuah keputusan yang baik perihal menunda proses demokrasi elektoral demi menyelamatkan jiwa masyarakat yang dinilai lebih penting.

Perlu diketahui bahwasanya Indonesia merupakan negara ke 35 dari 46 negara yang telah memutuskan untuk menunda proses reshuffle kepemimpinan politik melewati mekanisme pemilu.

Namun tidak ada salahnya jika kita mengasumsikan bahwa Pilkada Serentak 2020 akan tetap dilaksanakan pada 23 september 2020 dan mencoba menganilisis dampak yang akan terjadi jika hal tersebut tetap dilaksanakan.

Jika Pilkada serentak 2020 akan tetap dilaksanakan ditengah krisis wabah Covid-19, maka kemungkinan besar akan terjadi sebuah pergeseran bentuk kampanye yang dilakukan oleh para kandidat.

Seperti yang kita ketahui bahwa di tengah wabah ini banyak aktivitas manusia yang bergeser menjadi berbasis online seiring dengan seruan mengenai WFH (Work From Home), ada kemungkinan bahwa bentuk kampanye terbuka akan hilang dan berfokus pada bentuk pertemuan online atau kampanye sosial media untuk menyampaikan program kerja serta gagasan yang dimiliki para kandidat.

Namun eforia kemeriahan pilkada sebagai ajang pesta demokrasi tidak akan terasa, karena masyarakat kita hari ini tidak terlalu tertarik dengan politik yang berbentuk abstrak (masing ngawang) dari pada politik yang bisa terlihat.

Hal ini dibuktikan dengan sedikitnya masyarakat yang berminat menyaksikan diskusi-diskusi publik dan debat-debat para kandidat yang bersifat programatik dibandingkan acara dangdutan atau kompetisi futsal yang diadakan oleh kandidat sebagai salah satu bentuk kampanye terbuka.

Disisi lain dengan mewabahnya Covid-19 maka isu Pilkada serentak 2020 akan tenggelam tertimbun oleh isu wabah Covid-19, sehingga masyarakat akan lebih berfokus pada bagaimana masyarakat bisa melindungi diri dari wabah Covid-19 dibandingkan dengan harus berpikir kritis terhadap isu Pilkada serentak 2020.

Hal ini akan berdampak pada rendahnya respon perdebatan publik terhadap visi dan misi para kandidat sehingga teori gagasan-gagasan terhadap permasalahan di masyarakat tidak akan muncul dari masyarakat itu sendiri.

Perihal tenggelamya isu pilkada yang disebabkan oleh kuatnya isu Covid-19, maka partisipasi pemilih secara tidak langsung juga akan terdampak. Jika Pilkada serentak 2020 tetap dilakukan di tengah wabah maka akan menimbulkan penurunan tingkat voter turnout (Partisipasi Pemilih) untuk datang ke TPS karena masyarakat lebih memilih untuk menghindari kerumunan dibandingkan harus datang ke TPS dan bertemu banyak orang, sehingga hal ini akan berdampak pada tingkat legitimasi kandidat jika terpilih nantinya.

Disisi lain, anggaran untuk melaksanakan Pilkada serentak 2020 di tengah wabah Covid-19 juga akan membengkak. Hal ini terkait dengan aturan protokol yang ketat di dalam proses pelaksanaan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di tengah wabah Covid-19 dari mulai persiapan hingga pelaksanaan, para penyelenggara harus menganggarkan dana untuk proses pengadaan barang berupa alat kesehatan seperti Digital Thermometer, Hand Sanitizer, Masker dan bahkan tenaga medis untuk berjaga-jaga jika saja terjadi hal yang tidak diinginkan.

Penundaan Pilkada Serentak 2020 dengan 3 opsi waktu pelaksanaan yang didasari oleh berbagai kemungkinan progress terjadinya wabah Covid-19 sudah menjadi sebuah rancangan yang tepat untuk menghindari hal-hal tersebut.

Hari ini masyarakat harus fokus untuk bagaimana menyudahi wabah Covid-19 dibandingkan memikirkan proses penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 yang entah kapan akan dilaksanakan. Biarkanlah pihak yang berwenang mengatur akan hal tersebut dan kita sebagai masyarakat harus tetap dirumah serta membantu sesame di tengah wabah Covid-19.

***

*) Penulis adalah Fairuz Arta Abhipraya, Peneliti di Komite Independen Sadar Pemilu.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah minimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Polri Sumbang Ventilator, Wagub Emil: Alat Ini Bantu Keberlangsungan Hidup Pasien
    Polri Sumbang Ventilator, Wagub Emil: Alat Ini Bantu Keberlangsungan Hidup Pasien
    06/06/2020 - 22:26
  • Ponpes Lirboyo Jadi Prototype Pesantren Tangguh Pemprov Jatim
    Ponpes Lirboyo Jadi Prototype Pesantren Tangguh Pemprov Jatim
    06/06/2020 - 22:24
  • Kampung Tangguh Desa Dawu, Ngawi Menjadi Role Model Penanganan Covid-19
    Kampung Tangguh Desa Dawu, Ngawi Menjadi Role Model Penanganan Covid-19
    06/06/2020 - 22:17
  • Polda Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Semeru di Desa Bogoarum Magetan
    Polda Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Semeru di Desa Bogoarum Magetan
    06/06/2020 - 22:00
  • Pandemi Covid-19, Mahasiswa STITEK Bontang Ini Tetap Semangat Kerjakan Tugas Akhir
    Pandemi Covid-19, Mahasiswa STITEK Bontang Ini Tetap Semangat Kerjakan Tugas Akhir
    06/06/2020 - 21:47
  • LMC Perluas Kepengurusan di Kabupaten Sampang
    LMC Perluas Kepengurusan di Kabupaten Sampang
    06/06/2020 - 21:40
  • Komisi IV DPR RI Dukung Program Mentan Syahrul Tentang Percepatan Tanam Padi
    Komisi IV DPR RI Dukung Program Mentan Syahrul Tentang Percepatan Tanam Padi
    06/06/2020 - 21:33
  • Sila-ZOOM-rahmi, Silaturahmi Lebaran Virtual KJRI Sydney
    Sila-ZOOM-rahmi, Silaturahmi Lebaran Virtual KJRI Sydney
    06/06/2020 - 21:27
  • Pasca Gempa di Pulau Morotai, Perlu Anggaran Rp 15,3 Miliar untuk Perbaiki Bangunan Rusak
    Pasca Gempa di Pulau Morotai, Perlu Anggaran Rp 15,3 Miliar untuk Perbaiki Bangunan Rusak
    06/06/2020 - 21:16
  • PDI Perjuangan Gelar Lomba Kreatif untuk Kenang Bung Karno
    PDI Perjuangan Gelar Lomba Kreatif untuk Kenang Bung Karno
    06/06/2020 - 21:09

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengintip Cara UMKM Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Jadi Peluang
    Mengintip Cara UMKM Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Jadi Peluang
    06/06/2020 - 20:23
  • Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    06/06/2020 - 15:36
  • Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    06/06/2020 - 14:01
  • Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    06/06/2020 - 13:18
  • Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    06/06/2020 - 07:01
  • Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    06/06/2020 - 06:11
  • Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    06/06/2020 - 04:02
  • Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    06/06/2020 - 02:35
  • Bawa Pulang Paksa Jenazah Covid, 50 Orang Dorong Ranjang RS Sampai Rumah
    Bawa Pulang Paksa Jenazah Covid, 50 Orang Dorong Ranjang RS Sampai Rumah
    06/06/2020 - 23:01
  • Recall Ninja ZX-10R, Kawasaki Indonesia Belum Dapat Informasi
    Recall Ninja ZX-10R, Kawasaki Indonesia Belum Dapat Informasi
    06/06/2020 - 23:00
  • Taklukkan Bayer Leverkusen, Bayer Munich Makin Perkasa di Puncak Klasemen
    Taklukkan Bayer Leverkusen, Bayer Munich Makin Perkasa di Puncak Klasemen
    06/06/2020 - 22:54
  • Rumah Duka Ki Gendeng Pamungkas di Depok Tak Tampak Karangan Bunga
    Rumah Duka Ki Gendeng Pamungkas di Depok Tak Tampak Karangan Bunga
    06/06/2020 - 22:48
  • China Peringatkan Warganya untuk Tidak Bepergian ke Australia
    China Peringatkan Warganya untuk Tidak Bepergian ke Australia
    06/06/2020 - 22:22
  • Dibui 14 Tahun karena Bunuh Pacar, Artis Lidya Pratiwi Segera Bebas?
    Dibui 14 Tahun karena Bunuh Pacar, Artis Lidya Pratiwi Segera Bebas?
    06/06/2020 - 13:00
  • Hapus Tato di Dada, Nikita Mirzani Habiskan Rp48 Juta
    Hapus Tato di Dada, Nikita Mirzani Habiskan Rp48 Juta
    06/06/2020 - 13:30
  • Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    Pertarungan Sengit antara Monyet dan King Kobra, Tebak Siapa Menang?
    06/06/2020 - 06:08
  • Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    Luhut Sindir Banyak Pengamat Kritik Pemerintah, Tapi Tak Pakai Data
    06/06/2020 - 01:12
  • Akun Twitter yang Dilaporkan karena Hina Parpol Bukan Milik Jerinx SID
    Akun Twitter yang Dilaporkan karena Hina Parpol Bukan Milik Jerinx SID
    06/06/2020 - 12:30