Kopi TIMES

Belajar Banyak dari Virus Corona

Selasa, 07 April 2020 - 06:16 | 46.44k
Belajar Banyak dari Virus Corona
Oleh: Eriga Agustiningsasi,S.KM
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, PASURUAN – Media kini sedang gencar memberitakan makhluk kecil tak kasat mata. Ya. COVID-19, Virus Corona yang menggemparkan dunia. Manusia cukup kelabakan dibuatnya. Berbagai pencegahan dilakukan demi memutus penularan virus yang menyerang pernapasan manusia ini.

Media, baik cetak maupun elektronik, baik milik pemerintah, swasta maupun sosial media gencar mengedukasi masyarakat terkait bahaya dan cara memutus rantai penularan virus ini. 

Layaknya suatu peristiwa pada umumnya, pandemi virus Corona ini tentu memuat pelajaran berharga bagi manusia di muka bumi ini. Beberapa hal yang  bisa diambil sebagai pelajaran akan terjadinya peristiwa ini:

Pertama, dari virus Corona kita belajar untuk senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat tanpa menunggu penyakit datang. Sayangnya kebanyakan dari kita terlambat dalam aspek ini. Hanya mengandalkan aspek kuratif (pengobatan) dalam kehudupan sehari-hari. Padahal sudah jelas bahwa, pepatah mengatakan ”Mencegah lebih baik daripada mengobati”.

Kini hampir semua orang melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir setelah beraktivitas maupun setelah datang dari bepergian. Makanan yang dipilih pun mulai berubah. Semua beralih kepada makanan yang sehat, bahan bahan alami mulai diburu seperti jahe, kunyit, madu dan lainl-lain.

Kedua, dari virus Corona kita belajar betapa berharganya waktu kita selama ini bercengkrama dengan keluarga, teman kantor, teman kerja, teman-teman di pengajian dan tetangga sekitar. Rindu dengan aktivitas yang semakin mengeratkan aspek sosial di tengah-tengah masyarakat. Adanya kasus ini membuat kita saling rindu.

Ketiga, dari Corona kita belajar bahwa nikmatnya ibadah, kajian, sholat berjamaah sangat terasa. Kini timbul rasa rindu terdalam untuk melaksanakan ibadah. Semua aktivitas akhirnya dilakukan dari rumah, baik bekerja, sekolah, ibadah hingga interaksi online menjadi pilihan di tengah pandemi Corona ini.

Keempat, dari virus Corona kita belajar bahwa masyarakat negeri ini masih banyak yang memiliki rasa peduli yang tinggi. Terbukti tidak sedikit masyarakat yang berinisiatif untuk membantu baik secara finansial maupun dalam bentuk sumbangan berupa APD bagi tenaga medis. Masyarakat yang selama ini sibuk dengan dunia mereka masing-masing kini saling bergotong royong memberi simpati kepada korban baik dari kalangan masyarakat maupun tenaga medis. Tak peduli perbedaan suku, ras, agama hingga tingkat ekonomi mereka.

Kelima, dari virus Corona kita belajar menunda-nunda serta meremehkan hal yang belum kita ketahui jelas dampaknya maka akan menimbulkan akibat yang fatal. Ingatkah kita ketika awal muncunya virus Corona di Cina, bagaimana respon Indonesia?

Bahkan menjadi bahan tertawaan dan yang menyampaikan bukan hanya masyarakat awam, melainkan orang yang berpendidikan. Sudah saatnya kita pelajari dulu, hati-hati dan tetap waspada atas segala sesuatu.

Keenam, dari virus Corona kita belajar bahwa kepentingan rakyat adalah hal utama dibanding dengan kerugian materi. Namun sayangnya di negeri ini masih ada beberapa oknum yang memanfaatkan situasi sulit hari ini untuk meraup keuntungan.

Mulai dari penimbunan APD seperti masker agar mendapat untung tinggi, ekspor masker meski di dalam negeri masih sangat membutuhkan hingga masih ada tenaga kerja asing yang masuk di negeri ini dengan dalih agar ekonomi tidak tumbang.

Kemudian terkait dengan kebijakan lockdown (pernah dilakukan di masa Rosulullah) yang telah diterapkan oleh beberapa negara terbukti cukup ampuh untuk memutus rantai penularan Virus Corona belum diambil sebagai solusi dengan pertimbangan ekonomi. 

Ketujuh, dari Corona kita belajar bahwa solusi yang bersumber dari pemlik kehidupan inilah yang mampu menghentikanya. Dialah Allah SWT. Solusi yang telah Allah contohkan melalui perilaku Rosulullah.

Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah janganlah kalian memasukinya. Jika wabah terjadi di tempat kalian berada jangan kalian tinggalkan tempat itu” (HR.Al Bukhari).

Ini pun juga dilakukan oleh Umar bin Khatthab saat terjadi wabah Tha’un. Hingga Allah memberikan pertolongannya saat syariatNya ditegakkan dan dipatuhi oleh penguasa maupun penduduknya. Bukan dengan asas untung rugi secara materi melainkan karena itu adalah syariat yang memang harus dilaksanakan meskipun menelan banyak biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup rakyatnya di masa karantina.

Terakhir, dari Corona kita belajar bahwa manusia lemah dan terbatas. Tak layak menyombangkan diri dihadapan Allah dengan mengabaikan bahkan mencampakkan aturanNya. Berhadapan makhluk Allah yang sangat kecil tak kasat mata saja manusia kelabakan apalagi menghadapi pencipta makhluk tersebut?

Mengingat jumlah orang yang terkena Corona telah mencapai angka 2000an lebi, tunggu apalagi? Belum cukupkah kita belajar dari kesalahan kesalahan yang telah lalu? Belum cukupkah kita belajar menunda nunda keputusan akan berakibat fatal?

Belajarlah dari virus Corona...

***

*)Oleh: Eriga Agustiningsasi,S.KM.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Regantris Hotel Surabaya Hadirkan Menu Fusion Food Lezat yang Layak Dicoba
    Regantris Hotel Surabaya Hadirkan Menu Fusion Food Lezat yang Layak Dicoba
    07/06/2020 - 00:27
  • Misi Latihan Berujung Tragis, Brigjen TNI Nefra Firdaus: Penyebabnya Masih dalam Proses Investigasi
    Misi Latihan Berujung Tragis, Brigjen TNI Nefra Firdaus: Penyebabnya Masih dalam Proses Investigasi
    06/06/2020 - 23:40
  • Alien Mus Kembali Salurkan Ribuan Paket Ikan dan Masker di Maluku Utara
    Alien Mus Kembali Salurkan Ribuan Paket Ikan dan Masker di Maluku Utara
    06/06/2020 - 23:11
  • Keputusan Perpanjangan PSBB Berada di Tangan Pemkot Surabaya, Gubernur Hanya Memfasilitasi¬†
    Keputusan Perpanjangan PSBB Berada di Tangan Pemkot Surabaya, Gubernur Hanya Memfasilitasi 
    06/06/2020 - 23:00
  • Tak Dapat Dikenali, Tiga Korban Helikopter MI-17 akan di Labfor
    Tak Dapat Dikenali, Tiga Korban Helikopter MI-17 akan di Labfor
    06/06/2020 - 22:45
  • Polri Sumbang Ventilator, Wagub Emil: Alat Ini Bantu Keberlangsungan Hidup Pasien
    Polri Sumbang Ventilator, Wagub Emil: Alat Ini Bantu Keberlangsungan Hidup Pasien
    06/06/2020 - 22:36
  • Ponpes Lirboyo Jadi Prototype Pesantren Tangguh Pemprov Jatim
    Ponpes Lirboyo Jadi Prototype Pesantren Tangguh Pemprov Jatim
    06/06/2020 - 22:24
  • Kampung Tangguh Desa Dawu, Ngawi Menjadi Role Model Penanganan Covid-19
    Kampung Tangguh Desa Dawu, Ngawi Menjadi Role Model Penanganan Covid-19
    06/06/2020 - 22:17
  • Polda Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Semeru di Desa Bogoarum Magetan
    Polda Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Semeru di Desa Bogoarum Magetan
    06/06/2020 - 22:00
  • Pandemi Covid-19, Mahasiswa STITEK Bontang Ini Tetap Semangat Kerjakan Tugas Akhir
    Pandemi Covid-19, Mahasiswa STITEK Bontang Ini Tetap Semangat Kerjakan Tugas Akhir
    06/06/2020 - 21:47

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mengintip Cara UMKM Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Jadi Peluang
    Mengintip Cara UMKM Memanfaatkan Pandemi Covid-19 Jadi Peluang
    06/06/2020 - 20:23
  • Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    Mengenang Soekarno dan Inggit Garnasih
    06/06/2020 - 15:36
  • Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    Pancasilais: Gelora Kampung Tangguh di Bulan Bung Karno
    06/06/2020 - 14:01
  • Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian
    06/06/2020 - 13:18
  • Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    Memastikan Pengelolaan Persekolahan
    06/06/2020 - 07:01
  • Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    Ketika Rumah Sekaligus Menjadi Sekolah
    06/06/2020 - 06:11
  • Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
    06/06/2020 - 04:02
  • Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    Adaptasi, Kunci Industri Jasa Pariwisata Memasuki Era New Normal
    06/06/2020 - 02:35
  • Kontak dengan Pemudik dari DKI, Bocah 6 Tahun Asal Pandeglang Positif Covid
    Kontak dengan Pemudik dari DKI, Bocah 6 Tahun Asal Pandeglang Positif Covid
    07/06/2020 - 00:05
  • Ini Penjelasan Indra Sjafri Mengapa Liga 1 dan 2 Harus Dilanjutkan
    Ini Penjelasan Indra Sjafri Mengapa Liga 1 dan 2 Harus Dilanjutkan
    06/06/2020 - 23:26
  • Klarifikasi dan Informasi Resmi Gereja Katedral Akan Dibuka untuk Misa
    Klarifikasi dan Informasi Resmi Gereja Katedral Akan Dibuka untuk Misa
    06/06/2020 - 23:18
  • Bawa Pulang Paksa Jenazah Covid, 50 Orang Dorong Ranjang RS Sampai Rumah
    Bawa Pulang Paksa Jenazah Covid, 50 Orang Dorong Ranjang RS Sampai Rumah
    06/06/2020 - 23:01
  • Recall Ninja ZX-10R, Kawasaki Indonesia Belum Dapat Informasi
    Recall Ninja ZX-10R, Kawasaki Indonesia Belum Dapat Informasi
    06/06/2020 - 23:00
  • Penghasilan Nikita Mirzani Sehari Rp1 Miliar, Kalau...
    Penghasilan Nikita Mirzani Sehari Rp1 Miliar, Kalau...
    07/06/2020 - 00:02
  • Soal Video Porno Mirip Syahrini, Reino Barack: Itu Sudah Kelewatan
    Soal Video Porno Mirip Syahrini, Reino Barack: Itu Sudah Kelewatan
    07/06/2020 - 00:16
  • Pelatih Fiorentina Sempat Terpapar Virus Corona
    Pelatih Fiorentina Sempat Terpapar Virus Corona
    07/06/2020 - 00:02
  • Lewat Buah Apel, Ukiran Wajah Soekarno Jadi Sorotan
    Lewat Buah Apel, Ukiran Wajah Soekarno Jadi Sorotan
    07/06/2020 - 00:41
  • Niat Lompat ke Kolam Renang, Bankir Ini Malah Menabrak Besi dan Kaca
    Niat Lompat ke Kolam Renang, Bankir Ini Malah Menabrak Besi dan Kaca
    07/06/2020 - 00:48