Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Negara dan Marwah Profesi

Senin, 06 April 2020 - 14:52 | 16.15k
Negara dan Marwah Profesi
Sunardi, Ketua Program Studi magister Kenotariatan Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA).
FOKUS

Universitas Islam Malang

Pewarta: | Editor: AJP-5 Editor Team

TIMESINDONESIA, MALANG – Di era apapun, termasuk ketika bangsa Indonesia sedang diuji oleh virus Corona, suatu profesi, apalagi yang berhubungan dengna konstruksi negara, haruslah selalu dijaga dengan pertaruhan jiwa dan raga.

Dalam hidup ini,  manusia membutuhkan pekerjaan atau profesi. Dengan pekerjaan yang dilaksanaan, manusia dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Sebab, dari  pekerjaan yang dilakukan itu, manusia mendapatkan penghasilan atau ragam apresiasi.

Sebagai hak manusia, maka pekerjaan atau profesi dapat menentukan penghasilan/apresiasi. Sedangkan penghasilan/apresiasi ini juga menjadi hal yang harus dimilikinya setelah menjalankan pekerjaan. Sayangnya, masyarakat di Indonesia masih digolongkan sebagai salah satu bangsa di dunia yang etos kerjanya rendah atau terkadang tidak serius dan benar dalam mengemban profesinya.

Manusia Indonesia belum memberdayakan dirinya dengan maksimal, sehingga potensi yang dimiliki oleh bangsa atau pihak lain, seperti kekayaan alam atau kekayaan lainnya yang melimpah belum bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bahkan tidak jarang, sumberdaya strategis yang kita anggap tidak atau kurang ada nilainya di negeri ini, justru kemudian dimanfaatkan oleh negara atau bangsa lain.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Cendekiawan kenamaan Norcholis Majid pada tahun 1992-an sudah pernah mengingatkan, bahwa Indonesia tidak dapat menjadi negara maju dalam waktu dekat ini, karena Indonesia mempunyai etika kerja yang cacat dan korupsi yang gawat (Indonesia has lously work ethis and serious corruption). Etika kerja ini jelaas berhubungan dengan rendahnya semangat dan komitmen dalam menjalankan pekerjaan sesuai dengan norma-norma yang mengaturnya.

Perkembangan masyarakat dan kondisi ekonominya telah merangsang terjadinya pergeseran-pergeseran di berbagai sektor penting dan mendasar dalam kehidupannya, diantaranya terhadap pemaknaan secara filosofis suatu pekerjaan, kegiatan, aktifitas, dan keahlian-keahlian lainnya. 

Seringkali muncul pernyataan yang menyebutkan, bahwa mencari dan menciptakan pekerjaan di Indonesia secara benar jauh lebih sulit dibandingkan jika dilakukan dengan cara melanggar norma moral dan yuridis. Beberapa pernyataan senada juga sering terlontar, yang menunjukkan, bahwa diperlukan filosofi  dan aktualisasi etis terhadap pekerjaan atau profesi. Artinya, pekerjaan apapun, apalagi dalam relasinya dengan tanggungjawab melayani masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit akibat wabah Corona ini, mestilah banyak tantangannya secara etis.

Thomas Aquinas menyatakan, bahwa setiap wujud kerja mempunyai  empat tujuan sebagaimana berikut: pertama, dengan bekerja, orang dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan hidup sehari-harinya. Bekerja menjadi salah satu cara dalam mencegah keinginan seseorang melakukan perbuatan disnormatifitas yuridis, kedua, dengan adanya lapangan pekerjaan, maka pengangguran dapat dihapuskan/dicegah dari kehidupan masyarakat. Hal ini juga berarti, bahwa dengan tidak adanya pengangguran, maka kemungkinan timbulnya kejahatan (pelanggaran hukum) dapat dihindari pula. Penyakit sosial dapat dicegajh jika seseorang mempunyai aktifitas kerja, ketiga, dengan surplus hasil kerjanya, manusia juga dapat berbuat amal bagi sesamanya, dan keempat, dengan kerja, orang dapat mengontrol atau mengendalikan gaya hidupnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kita paham, bahwa “profesi” merupakan salah satu kata yang gampang sekali disampaikan dan dibenarkan untuk suatu pekerjaan atau kegiatan yang melekat dengan diri dan aktifitas seseorang. Stigma profesi itu diajukan dengan tolok ukur bahwa yang dilakukan seseorang itu telah melekat, setidak-tidaknya yang paling sering dilakukan, menjadi kebiasaan  dan keahliannya.

Talcot Parson pernah menunjukkan tentang posisi istimewa dan pentingnya suatu profesi dalam kehidupan masya­rakat. Karena merupakan suatu posisi penting, otomatis tidak setiap pekerjaan dan kegiatan yang bisa dilakukan oleh seseorang disebutnya sebagai suatu profesi.

Profesi dalam isyarat Parson itu menuntut kekhususan-kekhususan atau keistimewaan-keistimewaan, sehingga harus dijaga keistimewaanya. Bagaimana nasib para pencari keadilan atau pemohon jasa, jika para pengemban profesi sudah tidak bisa menjag amarwah (martabat) kekhususannya?

Atas dasar itu, tidak setiap orang yang mempunyai pekerjaan atau aktifitas lantas disebutnya sebagai profesi, kecuali pekerjaan ini didasari oleh keistimewaan yang melekat pada pekerjaan itu, sehingga ada pekerjaan yang digolongkan sebagai profesi, namun juga ada pekerjaan sekedar sebagai aktifitas tertentu. Meski demikian, kekhususan ini harus selalu dijaga dalam kondisi menjalankan peran apapun, sebab jika tidak, profesi ini bisa hadir sebagai monster yang mengakibatkan banyak kerugian d tengah masyarakat. Masyarakat bisa terposisikan sebagai obyek yang ”kekejian/kejahatan sisematisnya” ketika norma etis diabaikan perwujudannya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Sunardi, Ketua Program Studi magister Kenotariatan Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pilkades Bisa Digelar dengan Aturan Protokol Kesehatan
    Pilkades Bisa Digelar dengan Aturan Protokol Kesehatan
    03/06/2020 - 17:09
  • Update, Enam Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Pulau Morotai
    Update, Enam Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Pulau Morotai
    03/06/2020 - 17:04
  • Kementerian PUPR RI Tangani Dua Jembatan Rusak akibat Banjir di Sultra
    Kementerian PUPR RI Tangani Dua Jembatan Rusak akibat Banjir di Sultra
    03/06/2020 - 17:00
  • PKK Kota Kediri Berbagi kepada Warga Prasejahtera dan Terdampak Covid-19
    PKK Kota Kediri Berbagi kepada Warga Prasejahtera dan Terdampak Covid-19
    03/06/2020 - 16:57
  • Merasa Ditipu Developer, 27 User di Sidoarjo Lakukan Gugatan ke Pengadilan
    Merasa Ditipu Developer, 27 User di Sidoarjo Lakukan Gugatan ke Pengadilan
    03/06/2020 - 16:56
  • Ketua DPRD Banyuwangi Serahkan Bantuan Sembako Untuk Penyandang Disabilitas
    Ketua DPRD Banyuwangi Serahkan Bantuan Sembako Untuk Penyandang Disabilitas
    03/06/2020 - 16:52
  • Gubernur Jatim Khofifah Ajak Survivor Covid-19 Jatim Donor Plasma Darah
    Gubernur Jatim Khofifah Ajak Survivor Covid-19 Jatim Donor Plasma Darah
    03/06/2020 - 16:49
  • Desa Klampokan Salurkan BLT-DD Tahap Pertama untuk 118 Penerima
    Desa Klampokan Salurkan BLT-DD Tahap Pertama untuk 118 Penerima
    03/06/2020 - 16:44
  • Presiden RI Jokowi Targetkan Renovasi Masjid Istiqlal Selesai Awal Juli 2020
    Presiden RI Jokowi Targetkan Renovasi Masjid Istiqlal Selesai Awal Juli 2020
    03/06/2020 - 16:40
  • Kemenag Sumenep: Jemaah Bisa Ambil Kembali Uang Haji
    Kemenag Sumenep: Jemaah Bisa Ambil Kembali Uang Haji
    03/06/2020 - 16:36

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kiai Tolchah Hasan, James A Bank dan Amerika Serikat
    Kiai Tolchah Hasan, James A Bank dan Amerika Serikat
    03/06/2020 - 16:32
  • Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    03/06/2020 - 13:00
  • Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:03
  • Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 10:06
  • New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    03/06/2020 - 08:33
  • The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    03/06/2020 - 02:25
  • Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    03/06/2020 - 01:12
  • Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    03/06/2020 - 00:04
  • Alex Rins Melelang Helm Edisi Spesial Miliknya, Tujuannya Bikin Salut
    Alex Rins Melelang Helm Edisi Spesial Miliknya, Tujuannya Bikin Salut
    03/06/2020 - 17:17
  • Gojek Akan Gunakan Duit Facebook dan PayPal untuk Kembangkan Gopay
    Gojek Akan Gunakan Duit Facebook dan PayPal untuk Kembangkan Gopay
    03/06/2020 - 17:16
  • Seekor Gajah Hamil di India Mati setelah Makan Nanas Isi Petasan
    Seekor Gajah Hamil di India Mati setelah Makan Nanas Isi Petasan
    03/06/2020 - 17:13
  • Buka RS Lapangan Jatim, Terawan dan Doni Monardo Pecahkan Kendi
    Buka RS Lapangan Jatim, Terawan dan Doni Monardo Pecahkan Kendi
    03/06/2020 - 17:12
  • Disebut Tanpa Gelar Perkara, Pengacara: Penangkapan Ravio Patra Liar
    Disebut Tanpa Gelar Perkara, Pengacara: Penangkapan Ravio Patra Liar
    03/06/2020 - 17:10
  • Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    03/06/2020 - 10:01
  • Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    03/06/2020 - 00:32
  • Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    03/06/2020 - 07:52
  • FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    03/06/2020 - 00:02
  • Usai Diamuk Warga, Miss Universe Malaysia Dipecat dari Model Iklan
    Usai Diamuk Warga, Miss Universe Malaysia Dipecat dari Model Iklan
    03/06/2020 - 14:19