Pandemik Covid- 19, UWG Malang Berikan Asupan Gizi Bagi Karyawan
Di tengah landemik Covid-19 Kampus Inovasi UWG Malang sebagai lembaga pendidikan tinggi tetap melayani masyarakat banyak. Beberapa pelayanan menuntut tetap harus dilakukan di kantor.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Di tengah landemik Covid-19 Kampus Inovasi UWG Malang sebagai lembaga pendidikan tinggi tetap melayani masyarakat banyak. Beberapa pelayanan menuntut tetap harus dilakukan di kantor.
Dengan tetap memperhatikan beberapa anjuran pemerintah, Rektor UWG Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST, MT memberlakukan sistem piket bagi seluruh pejabat struktural dan akademik.
Ia menegaskan pihaknya telah melakukan penyemprotan desinfektan untuk seluruh gedung kampus yang terbagi menjadi dua lokal ini, kampus II di Jalan Borobudur dan kampus III di Jalan Taman Borobudur Indah.
"Kami juga sudah membuat rambu-rambu peringatan yang ditempel di beberapa tempat strategis di seluruh area gedung. Kami juga sudah menyiapkan hand sanitizer di semua ruangan dan di lobby-lobby," jelasnya.

Tak itu saja UWG Malang juga menerapkan ketentuan untuk mendeteksi suhu badan di setiap pintu masuk menuju ke kampus dengan termo gun.
"Sejak tanggal 27 Maret 2020 kami melakukan sistem piket bagi seluruh pejabat struktural dan akademik. Dengan sistem piket ini beberapa hal sebagaimana dihimbau oleh pemerintah telah kami lakukan, antara social distancing maupun physical distancing. Dan kepada yang mendapat giliran piket, kami juga menyiapkan tambahan gizi setiap harinya,” jelas Agus Tugas.
Tambahan gizi yang dimaksudkan oleh dosen Teknik Sipil tersebut antara lain berupa bubur kacang hijau. Khusus untuk petugas pengamanan kampus (Satpam), bukan hanya bubur kacang hijau, tetapi juga ditambah dengan minuman sachet berbahan dasar jahe.
Komandan Satuan Pengamanan (Satpam) UWG, Abdul Syukur, menyambut baik kebijakan lembaga ini. “Meskipun sistem piket yang diberlakukan tidak berdampak signifikan bagi kami yang memang sudah terbagi menjadi shift-shift, tetapi alhamdulillah, adanya tambahan gizi bubur kacang hijau ini sangat membantu untuk mempertahankan ketahanan fisik saya dan teman-teman,” bebernya.
Syukur sebagai Komandan Satpam UWG Malang yang berposisi digaris depan lokal kampus ini berharap semoga pandemik ini segera berakhir dan mereka tetap dapat bekerja tanpa rasa was-was lagi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

