Kopi TIMES

Covid-19 dan Keutuhan Keluarga

Minggu, 05 April 2020 - 12:07 | 43.17k
Covid-19 dan Keutuhan Keluarga
Rochmat Wahab, Yogyakarta
Pewarta: | Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA“Allah menjadikan untuk kamu rumah rumah sebagai tempat ketenangan” - (QS. An-Nahl: 80).

“The most important thing in the world is family and love." - John Wooden

Covid 19 kini semakin merajalela di seluruh dunia, karena sudah menjangkau lebih dari 200 negara. Walau di sejumlah negara mulai menurun angka penderitanya, misalnya China, Korsel, dan Vietnam. Tindakan kuratif dan preventif terus digencarkan, sehingga tidak menimbulkan ketakutan dunia yang semakin kuat. Salah satu tindakan preventif yang paling efektif dan strategis adalah Social and Physical Distancing. Yang salah satunya adalah stay at home.

Stay at Home memungkinkan dapat melakukan konsolidasi keluarga. Ini sangatlah penting bagi upaya memantapkan keutuhan keluarga. Walaupun kita merasa sedih dan tertekan hidup dalam kesehariannya, karena ritme hidup kita tidak seperti biasanya.

Biasanya warna warni hidup di rumah dan di kantor membuat hidup itu dinamis, karena ada suasana saling mengisi energi. Kini kita “dipaksa” oleh sistem untuk bekerja dan berartivitas lainnya di rumah dengan melakukan berbagai modifikasi untuk tetap bergairah dalam bekerja dan beraktivitas secara produktif dalam batas tertentu.

Dengan kehadiran Covid-19, sebenarnya memiliki nilai positif bagi tegaknya institusi keluarga inti (nuclear family), namun tidak otomatis bagi tegaknya keluarga besar (extended family). Sangat bernilai positif, karena Covid-19 membuat suami dan isteri serta anak di siang hari, sebagian besar waktunya untuk bekerja dan beraktivitas di rumah. Sementara itu sebelumnya kita selalu sibuk sendiri-sendiri.

Dengan begitu keluarga bisa saling support dan sharing dengan waktu yang cukup. Bisa tingkatkan kualitas hubungan keluarga. Bisa sholat berjamaah dan “nderes Al Qur-an”. Bisa makan bersama-sama. Bisa nonton TV bersama dan saling tukar ide dan pengalaman. Bisa saling cerita kesibukannya di luar rumah. Bisa memantau lebih intens kegiatan anak. Walau WFH, tetap masih ada jeda waktu untuk berinteraksi.

Peluang yang baik untuk mensolidkan keluarga ini bisa juga tidak bisa diraih dan dirasakan jika manajemen waktu kurang baik. Bisa terjadi bahwa semua orangtua dan anak di rumah, tetapi mereka sibuk masing-masing dengan tugas dan tanggung jawabnya. Apalagi orangtuanya sibuk dengan kerja pakai online.

Demikian juga anak-anak sibuk dengan e-learning-nya. Kondisi yang demikian tidak akan berarti banyak untuk memantapkan keutuhan dan kesolidan keluarga. Justru bisa jadi memperkuat ego masing-masing yang tidak bernilai positif untuk perbaiki kecakapan sosial. Atmosfir keluarga yang demikian harus benar-benar dihindari, sehingga kita hidup tidak sia-sia.

Covid-19 secara potensial kurang berkontribusi positif untik terbangunnya keutuhan keluarga besar. Karena ada himbauan dari banyak unsur, pemerintah dan organisasi sosial keagamaan dan sebagainya untuk tidak mudik di saat lebaran nanti.

Di samping banyak pemerintah daerah yang menghimbau untuk tidak mudik demi memutus rantai penyebaran Covid-19 demi melindungi semua. Kondisi yang demikian tidak pernah terjadi secara masif di masa-masa sebelumnya. Namun di sisi lain juga masih ada yang mentolerir untuk mudik.

Apalagi masyarakat sendiri secara volunter berusaha melindungi wilayahnya masing-masing dengan menutup pintu masuk, jalan atau gang dengan caranya masing-masing. Kondisi demikian membuat upaya untuk “sungkem” orangtua dan sesepuh serta silaturahmi ke kerabat besar terhalang. Akibatnya relasi sosial sedikit terkikis. Padahal, utamanya untuk menjaga keutuhan keluarga besar perlu dan butuh dengan sungkem dan berjabat tangan langsung.

Kondisi empirik seperti yang terungkap tersebut di atas bisa dimaklumi. Tetapi untuk tetap menjaga keutuhan keluarga, sebenarnya di era dewasa sangat terbantu dengan fasilitas digital. Kita bisa memanfaatkan media sosial, dengan berbagai variasi. Bisa dengan WA, Fb, IG, telegram, dan sebagainya. Baik secara tertulis, call maupun videocall. Yang relatif bisa me-replace dan mengkompensasi ketidakhadiran.

Namun pemanfaatan instrumen digital tidak sepenuhnya bisa mengganti silaturahmi secara langsung. Hal ini terpaksa dipilih sebagai alternatif solusi untuk mengganti silaturahim demi tetap menjaga keutuhan keluarga besar. Jika ini bisa dilakukan, maka setidak-tidaknya keinginan untuk silaturahim bisa terwujud, di samping bisa mencegah timbulnya penyebaran dan penularan virus yang ganas ini.

Ingat bahwa akibat kekuranghati-hatian, dari data sementara, terdapat 677 individu yang terindikasi positif melalui rapid test, sebanyak 226 orang di antaranya merupakan peserta seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Akhirnya kita seharusnya menyadari bahwa Covid-19 ini adalah realitas yang tidak bisa dihindari. Peristiwa yang sangat dahsyat. Mempengaruhi kehidupan dan peradaban manusia. Kondisi darurat membuat para ahli agama melakukan ijtihad. Bagaimana melakukan penyelamatan manusia lebih diutamakan, daripada aspek kehidupan yang lainnya.

Social and Physical Distancing dan stay at home menjadi pilihan untuk bekerja, belajar dan beribadah, dan tidak mudik menjadi pilihan untuk liburan panjang Idul Fitri. Semuanya itu menjadi bermakna baik bagi keluarga inti maupun bagi keluarga besar jika disikapi dan dijalani secara kritis dan ikhlas. (*)

*)Penulis Adalah Rochmat Wahab, Yogyakarta

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*)Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*)Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*)Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Dandim 0801 Pacitan Ajak Masyarakat Berpedoman pada Pancasila dalam Berkehidupan
    Dandim 0801 Pacitan Ajak Masyarakat Berpedoman pada Pancasila dalam Berkehidupan
    04/06/2020 - 23:13
  • Gandeng FUI Cilacap dan Elemen Masyarakat, Dapur Lapangan Forkopimda Hasilkan 1.350 Bungkus Nasi
    Gandeng FUI Cilacap dan Elemen Masyarakat, Dapur Lapangan Forkopimda Hasilkan 1.350 Bungkus Nasi
    04/06/2020 - 22:44
  • Partai Gelora Resmi Terima Tiga SK Kemenkumham
    Partai Gelora Resmi Terima Tiga SK Kemenkumham
    04/06/2020 - 22:36
  • Dengan e-PMR, Warga Majalengka Bisa Urus SIM dan SKCK Lewat HP
    Dengan e-PMR, Warga Majalengka Bisa Urus SIM dan SKCK Lewat HP
    04/06/2020 - 22:22
  • Kisah Sujoko, Langsung Ditahan Begitu Kepergok Polhut Banyuwangi Selatan Miliki Kayu Jati Ilegal
    Kisah Sujoko, Langsung Ditahan Begitu Kepergok Polhut Banyuwangi Selatan Miliki Kayu Jati Ilegal
    04/06/2020 - 22:17
  • PKB dan Ansor Situbondo Bagikan Ratusan Sembako Terhadap Warga Terdampak Covid-19
    PKB dan Ansor Situbondo Bagikan Ratusan Sembako Terhadap Warga Terdampak Covid-19
    04/06/2020 - 22:12
  • Cilacap Menuju New Normal, 3 Pasien Sembuh dan 16 PDP Negatif Covid-19
    Cilacap Menuju New Normal, 3 Pasien Sembuh dan 16 PDP Negatif Covid-19
    04/06/2020 - 22:08
  • Penipuan, Polres Palu Tangkap Pelaku yang Mengatasnamakan Petinggi Parpol
    Penipuan, Polres Palu Tangkap Pelaku yang Mengatasnamakan Petinggi Parpol
    04/06/2020 - 22:05
  • Peduli Nasib Santri, Danrem 083/Bdj Sowan ke Ponpes An-Nur Malang
    Peduli Nasib Santri, Danrem 083/Bdj Sowan ke Ponpes An-Nur Malang
    04/06/2020 - 22:01
  • Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Morotai Robohkan Puluhan Rumah Warga
    Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Morotai Robohkan Puluhan Rumah Warga
    04/06/2020 - 22:00

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Racism is American’s Original Sin
    Racism is American’s Original Sin
    04/06/2020 - 21:18
  • Rasisme Itu Dosa Asal Amerika
    Rasisme Itu Dosa Asal Amerika
    04/06/2020 - 14:44
  • Sila Ketiga Pancasila Kunci Keberhasilan New Normal
    Sila Ketiga Pancasila Kunci Keberhasilan New Normal
    04/06/2020 - 10:58
  • Rezim di Ujung 'Pedang'
    Rezim di Ujung 'Pedang'
    04/06/2020 - 09:55
  • Inlander dan Kaum Muda
    Inlander dan Kaum Muda
    04/06/2020 - 09:03
  • Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal
    Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal
    04/06/2020 - 07:29
  • Agama Bagi Orang Biasa
    Agama Bagi Orang Biasa
    04/06/2020 - 03:17
  • Kiai Tolchah Hasan, James A Bank dan Amerika Serikat
    Kiai Tolchah Hasan, James A Bank dan Amerika Serikat
    03/06/2020 - 16:32
  • Gara-gara Pasien Tidak Jujur, 48 Nakes di RUSD Kartini Wajib Jalani Swab
    Gara-gara Pasien Tidak Jujur, 48 Nakes di RUSD Kartini Wajib Jalani Swab
    04/06/2020 - 23:30
  • Telan Sperma Saat Ejakulasi, Bahayakah?
    Telan Sperma Saat Ejakulasi, Bahayakah?
    04/06/2020 - 23:25
  • Liga Inggris Berlanjut, Klub Boleh 5 Kali Ganti Pemain di Setiap Laga
    Liga Inggris Berlanjut, Klub Boleh 5 Kali Ganti Pemain di Setiap Laga
    04/06/2020 - 23:23
  • Wali Kota idris Janjikan Mal di Kota Depok Boleh Buka 16 Juni Mendatang
    Wali Kota idris Janjikan Mal di Kota Depok Boleh Buka 16 Juni Mendatang
    04/06/2020 - 23:17
  • Besok Mulai PSBB Transisi, Kamis 4 Juni; Positif Corona DKI Tambah 60 Orang
    Besok Mulai PSBB Transisi, Kamis 4 Juni; Positif Corona DKI Tambah 60 Orang
    04/06/2020 - 23:06
  • Gempa Bumi Baru Saja Guncang Aceh
    Gempa Bumi Baru Saja Guncang Aceh
    04/06/2020 - 05:49
  • Wajah Park Bom Eks 2NE1 Berubah Drastis, Warganet Syok
    Wajah Park Bom Eks 2NE1 Berubah Drastis, Warganet Syok
    04/06/2020 - 05:30
  • Heboh Penemuan Ramuan Pancasila, Dianggap Ampuh Tangani COVID-19
    Heboh Penemuan Ramuan Pancasila, Dianggap Ampuh Tangani COVID-19
    04/06/2020 - 06:20
  • Dokter di Wuhan yang Kulitnya Jadi Hitam akibat Corona Meninggal Dunia
    Dokter di Wuhan yang Kulitnya Jadi Hitam akibat Corona Meninggal Dunia
    04/06/2020 - 12:35
  • Catat, Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tunai
    Catat, Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tunai
    04/06/2020 - 11:44