Kopi TIMES

Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel

Jumat, 03 April 2020 - 04:34 | 40.56k
Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel
Suaibatul Aslamiah, Mahasiswa Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAMASYARAKAT marginal adalah masyarakat yang berada di posisi pinggiran (margin). Pada posisi pinggiran itulah seseorang mengalami hambatan dalam mengakses dari masyarakat atau penguasa yang ada di pusat.

Dengan demikian, mereka yang menyandang sebagai kelompok marginal rentan didiskriminasikan pada aspek kehidupan dalam skala besar. Salah satu masalah di dalamnya yaitu kecacatan. Ini merupakan masalah yang kompleks dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Masalah kecacatan perlu mendapat perhatian dalam pembangunan secara berkelanjutan. Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia tidak sedikit dan terjadi pada setiap status ekonomi.

Penyandang disabilitas yang berasal dari status ekonomi rendah adalah 38,07 persen, pada golongan menengah yaitu 40,63 persen, dan berasal dari golongan ekonomi atas hanya 21,29 persen.

Barnes dan Mercer mengatakan penyandang disabilitas diberi label bahwa mereka mengalami penyimpangan sekunder, ini akhirnya menciptakan persepsi publik bahwa kecacatan memiliki karakteristik ketidaknormalan akan keberadaan yaitu keterbatasan melakukan sesuatu. 

Difable berasal dari kata different ability yang artinya memiliki kemampuan yang berbeda dari penglihatan secara umum atau secara dominan. Berbeda yang dimiliki oleh komunitas ini dikarenakan beberapa sebab seperti berbeda secara fisik maupun metafisik karena bawaan sejak lahir atau karena kecelakaan.

Fisik ini seperti kehilangan salah satu organ tubuhnya yang menyebabkan ia tidak dapat maksimal dalam melakukan tindakan setiap hari dan akhirnya membutuhkan alat lain untuk bantuan.

Kiprah perempuan dapat kita lihat pada perayaan Women March setiap tahunnya pada bulan Maret, yang mana kegiatan ini diikuti ribuan tuntutan masyarakat dan suara perempuan agar terpenuhi hak-haknya.

Lalu bagaimana diskriminasi yang menjadi dua kali lipat ketika ada pada difable perempuan?

Tidak banyak yang mereka peringati di negara berkembang. Terutama yang berada pada pendapatan menengah ke bawah, dua kali lebih rentan terkena diskriminasi karena kedifablennya dan karena ia perempuan.

Para difable perempuan ini lebih sulit dalam mengakses kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan daripada difable laki-laki maupun perempuan non-difable. Ada 80% perempuan difable yang tinggal di pedesaan Asia tak mampu memenuhi kebuthan mereka sendiri dan sangat tergantung dari keluarga atau teman disekitarnya. 

Tidak hanya sebatas persoalan yang telah disebutkan, disisi lain difabel perempuan juga lebih rentan terkena pelecehan seksual dan dua kali lipat terkena kekerasan domestik.

Kondisi disabilitasnya yang dianggap tidak cakap hukum membuat difabel tidak dianggap sah keterangannya. Hasilnya perempuan difabel yang menjadi korban kekerasan seksual kerap tidak bisa menyatakan kesaksiannya dan membuat perkaranya dihentikan dan tidak diteruskan. Itulah fenomena yang riskan terjadi di negara kita.

Difabel perempuan cenderung terstigma lemah selama ini, karena masyarakat memandang penyandang difabel itu lemah secara skill dan kemampuan. Hal itulah yang rentan terjadi perilaku diskriminatif, apalagi labelling menjadi perempuan, berbagai kelemahan dan steteotipe selalu ia pikul di pundaknya.

Perempuan dan label difabel sering dianggap sebagai bagian masyarakat yang memiliki kerentanan yang tinggi pada ketidakmampuan fisik dan mentalnya. Perempuan non-difabel sendiri dalam masyarakat sudah dianggap manusia lemah dari pada laki-laki, otomatis perempuan difable juga mendapatkan stigma yang lebih lemah diantara kaumnya yang lemah.

Hal itu kemudian menimbulkan subordinasi dan marginalisasi terhadap perempuan difabel ditengah masyarakat.

Harapannya, stakeholder dalam ruang publik kepada para penyandang disabilitas lebih diperhatikan dan diberi ruang akses yang lebih. Tidak hanya itu, perlindungan pada payung hukum dalam regulasi perundang-undangan lebih optimalkan agar sesuai dengan semestinya yang berjalan.

Kesetaraan terhadap ilmu pengetahuan harus digaungkan agar penyandang disabilitas mampu secara ketrampilan disisi keistimewaannya itu (kelemahan). Berbagai stigma dan stereotipe yang merendahkan kemudian lahirnya memarginalkan kelompok difabel harus dimusnahkan atas nama kemanusiaan. (*)

*)Penulis Suaibatul Aslamiah, Mahasiswa Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • RS Darurat Covid-19 di Lamongan Segera Beroperasi
    RS Darurat Covid-19 di Lamongan Segera Beroperasi
    03/06/2020 - 15:00
  • Lima Pelaku Beserta Penadah Curanmor Diamankan Polres Majalengka
    Lima Pelaku Beserta Penadah Curanmor Diamankan Polres Majalengka
    03/06/2020 - 14:47
  • Lion Air Resmi Hentikan Penerbangan Operasional Sementara Mulai 5 Juni 2020
    Lion Air Resmi Hentikan Penerbangan Operasional Sementara Mulai 5 Juni 2020
    03/06/2020 - 14:00
  • Sejarah Awal Mula Kedatangan Orang Tionghoa ke Cirebon
    Sejarah Awal Mula Kedatangan Orang Tionghoa ke Cirebon
    03/06/2020 - 13:59
  • Sri Wahyuni: New Normal Bukan Berarti Bebas Melakukan Apapun
    Sri Wahyuni: New Normal Bukan Berarti Bebas Melakukan Apapun
    03/06/2020 - 13:51
  • Libur Diperpanjang, Kelulusan SD dan SMP di Morotai Diolah dari Nilai Rapor
    Libur Diperpanjang, Kelulusan SD dan SMP di Morotai Diolah dari Nilai Rapor
    03/06/2020 - 13:36
  • Hari Sepeda Dunia, Bupati Ponorogo Ajak Masyarakat Rajin Gowes
    Hari Sepeda Dunia, Bupati Ponorogo Ajak Masyarakat Rajin Gowes
    03/06/2020 - 13:23
  • New Normal Malang Raya, Danrem 083/Bdj Optimalkan Peran Kampung Tangguh
    New Normal Malang Raya, Danrem 083/Bdj Optimalkan Peran Kampung Tangguh
    03/06/2020 - 13:17
  • TNBTS Tegaskan Wisata Gunung Bromo Belum Dibuka
    TNBTS Tegaskan Wisata Gunung Bromo Belum Dibuka
    03/06/2020 - 13:12
  • Pentingnya Konsumsi Probiotik demi Menjaga Imunitas Hadapi New Normal Life
    Pentingnya Konsumsi Probiotik demi Menjaga Imunitas Hadapi New Normal Life
    03/06/2020 - 13:06

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    03/06/2020 - 13:00
  • Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:03
  • Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 10:06
  • New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    03/06/2020 - 08:33
  • The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    03/06/2020 - 02:25
  • Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    03/06/2020 - 01:12
  • Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    03/06/2020 - 00:04
  • Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    02/06/2020 - 22:38
  • Joe Biden Berencana Hadiri Pemakaman George Floyd
    Joe Biden Berencana Hadiri Pemakaman George Floyd
    03/06/2020 - 15:18
  • Larang Wartawan Meliput, Rumah Buronan Nurhadi Disatroni Sejumlah Orang
    Larang Wartawan Meliput, Rumah Buronan Nurhadi Disatroni Sejumlah Orang
    03/06/2020 - 15:18
  • Susah Sinyal, Gadis Rela Panas-panasan di Aspal Demi Ujian Online
    Susah Sinyal, Gadis Rela Panas-panasan di Aspal Demi Ujian Online
    03/06/2020 - 15:16
  • Lagi, Kantor Desa Dirusak Warga Gegara Penyaluran BLT Tak Tepat Sasaran
    Lagi, Kantor Desa Dirusak Warga Gegara Penyaluran BLT Tak Tepat Sasaran
    03/06/2020 - 15:16
  • Resmi Meluncur, Spesifikasi PC Valorant Enteng Banget!
    Resmi Meluncur, Spesifikasi PC Valorant Enteng Banget!
    03/06/2020 - 15:15
  • Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    03/06/2020 - 10:01
  • Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    03/06/2020 - 00:32
  • Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    03/06/2020 - 07:52
  • Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    03/06/2020 - 00:30
  • FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    03/06/2020 - 00:02