Kopi TIMES

Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona

Kamis, 02 April 2020 - 22:40 | 133.13k
Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
Kiagus Firdaus adalah direktur TIMES Indonesia.
Pewarta: | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTAGENAP sudah satu bulan Indonesia menderita pandemi corona. Tepat 2 Maret 2020 yang lalu di istana negara, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan pasien pertama positif covid-19. 

Hari ini, Kamis (2/4/2020) pukul 15:50 WIB, jumlah pasien positif bertambah. Dari 113 orang menjadi 1.790. Di mana 13 orang pasien meninggal dunia menambah daftar panjang 170 orang yang wafat. 

Bersyukurnya, masih ada 9 orang tambahan yang berhasil sembuh. Jadi total ada 112 pasien telah sembuh sejauh ini.

Namun kita sama sekali tak boleh lengah. Khususnya ketika jumlah pasien positif masih terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan sebuah media besar di Jerman menuliskan Indonesia merupakan negara dengan jumlah kematian yang tinggi. Faktanya memang di Asia Tenggara kita berada di atas Vietnam, Singapura, dan Brunai.

Kondisi ini membuat perekonomian semakin lesu. Tak menentu. Diperparah dengan pemerintah yang tampak kebingungan. Bingung secara struktural. Juga instruksi. 

Kita saksikan sendiri, ketika pemerintah pusat dan pemerintah daerah berbeda pendapat. Jakarta maju mundur ingin karantina wilayah. Surabaya juga merevisi rencana karantina wilayah jadi pembatasan sosial berskala besar. Ini tentunya membingungkan untuk rakyat yang hanya bisa menunggu dan pasrah dengan keadaan.

Kebijakan bisa ditunggu. Tapi rasa lapar tidak. Masyarakat akhirnya tetap keluar rumah melakukan mobilitas. Ke sana dan kemari. Demi memutar roda ekonomi.

Bukan bandel. Ini memang keadaan yang serba dilematis. Ketika mereka memaksa diri untuk berdiam diri di rumah, tidak ada yang bisa menjamin keroncongan perut mereka tak lagi berbunyi.

Istilah lockdown yang digaungkan banyak negara juga dipermasalahkan. Katanya. Tak sesuai dengan jati diri bangsa. Tapi sampai saat ini jati diri bangsa itu juga tak kunjung ditemukan.

Sekarang kita coba tengok Wuhan. Kota pademik pertama yang secara berangsur-angsur bisa pulih dari wabah ini. Walau pun di sanalah virus ini pertama kali berkembang.

Ternyata yang menjadi kunci adalah kesatuan instruksi dan komunikasi yang berjalan dengan baik sampai tingkat bawah. Di mana ketika semua warga diminta berada di rumah, masing-masing keluarga atau pribadi secara struktural melaporkan kondisi kesehatan serta kemampuan finansialnya ke tingkatan pemerintahan yang paling bawah.
  
Jika kita mau kembali membahas jati diri bangsa ini, kita telah mempunyai struktural pemerintahan yang komplet. Mulai dari tingat negara, provinsi, kabupaten-kota, sampai rukun tetangga (RT). Rukun tetangga ini lah jati diri bangsa kita. Apa maksudnya?

Di dalam rukun tetangga atau RT kita memiliki warisan leluhur berupa gotong royong dan Dasa Wisma. Dasa Wisma kita tahu adalah sebuah program yang terdiri dari ibu-ibu PKK. Di mana ibu-ibu itu berasal dari 10 Kepala Keluarga (KK) dalam sebuah kampung. 

Melalui kelompok ini kondisi warga dapat diketahui dengan detail. Bagaimana kondisi jumlah keluarga, kondisi kesehatan keluarga, bahkan kondisi keuangannya.

Maka Dasa Wisma bisa diandalkan menjadi ujung tombak pelaksanaan isolasi diri setiap warga. Setiap 10 KK dapat terpantau dan selalu terlaporkan kondisinya. 

Saya sebutkan sebuah studi kasus yang terjadi di Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang. Ada seorang warga yang diam-diam berada di rumah selama beberapa hari karena dirinya merasakan gejala-gejala Covid-19. Tak berani melapor. 

Beberapa hari kemudian tetangga sebelahnya mengetahui kondisi tersebut. Setelah dicek ternyata dia adalah pemudik dari Jakarta. Maka tak lama ketua RT langsung membawa yang bersangkutan untuk diperiksa ke rumah sakit.

Cerita tersebut menandakan apa? Urgensi rukun tetangga! Sebab ego sosial kita sudah terlalu tinggi. Jujur saja kita yang hidup dalam moderinasai ini banyak tak mengenal tetangga kanan dan kiri.  Mata kita sudah terlalu silau dengan layar gadget.

Jika dalam kondisi tak menentu ini Dasa Wisma kita terapkan kembali dengan memfungsikan instruksi Ketua RT maka usaha pemutusan rantai covid-19 akan lebih kondusif dan terarah. Sebab pada tingkatan RT lah tatanan terkecil hidup bermasyarakat. 

Kita tahu siapa yang Ojol, kita tahu siapa yang tukang becak, dan siapa yang pendapatannya harian. Sehinggga Pak RT dapat mencarikan solusinya. Bekerjasama dengan pemerintah daerah yang menyiagakan personilnya untuk membantu RT.

Bayangkan jika gerakan Dasa Wisma rukun tetangga ini masif dilakukan. Maka tak perlu lagi pemerintah bingung dan gaduh. Sehingga isolasi warga bisa berjalan dengan baik. Jauh lebih baik dari kata lockdown, yang tak sesuai dengan jati diri bangsa itu. 

Maka mari kembalikan kejayaan Dasa Wisma dan kewibaan Ketua RT, yang itu semua akan membantu mempercepat penanganan covid-19 ini. (*)

*) Penulis, Kiagus Firdaus, Direktur TIMES Indonesia

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

_____________
*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Mumpung Weekend, Kreasi Bikin Masker Tiedye Sendiri Yuk
    Mumpung Weekend, Kreasi Bikin Masker Tiedye Sendiri Yuk
    23/01/2021 - 02:22
  • Hati-Hati 5 Jenis Makanan ini Bisa Turunkan Imun
    Hati-Hati 5 Jenis Makanan ini Bisa Turunkan Imun
    23/01/2021 - 01:20
  • Menikmati Rumah Buni, Kafe Gaya Klasik di Ciamis
    Menikmati Rumah Buni, Kafe Gaya Klasik di Ciamis
    23/01/2021 - 00:37
  • Donat Alanuts Hotel Alana Angkat Kearifan Lokal
    Donat Alanuts Hotel Alana Angkat Kearifan Lokal
    22/01/2021 - 23:25
  • 4 Dampak Sekolah Online bagi Siswa
    4 Dampak Sekolah Online bagi Siswa
    22/01/2021 - 23:19
  • Mahasiswa Kedokteran Unusa Bongkar Sisi Lain Prancis di Buku It's Not Just Eiffel
    Mahasiswa Kedokteran Unusa Bongkar Sisi Lain Prancis di Buku It's Not Just Eiffel
    22/01/2021 - 23:12
  • dr Fanny: 6 Signs Your Body Needs Immune Booster
    dr Fanny: 6 Signs Your Body Needs Immune Booster
    22/01/2021 - 23:05
  • 37 Pejabat Administrasi Pemprov Maluku Utara Dilantik, Sespri Sekda Jabat Biro PKKP Malut
    37 Pejabat Administrasi Pemprov Maluku Utara Dilantik, Sespri Sekda Jabat Biro PKKP Malut
    22/01/2021 - 22:58
  • Ketua Komisi III DPRD Malut Minta Penyesuaian Tarif Angkutan Ferry Ditunda
    Ketua Komisi III DPRD Malut Minta Penyesuaian Tarif Angkutan Ferry Ditunda
    22/01/2021 - 22:51
  • Petisi Tolak Galon Air Sekali Pakai Capai 27 Ribu Orang
    Petisi Tolak Galon Air Sekali Pakai Capai 27 Ribu Orang
    22/01/2021 - 22:47

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Wakil Presiden RI Paparkan Transformasi Wakaf Indonesia Produktif
    Wakil Presiden RI Paparkan Transformasi Wakaf Indonesia Produktif
    22/01/2021 - 12:05
  • Vaksin Sinovac: Untuk Indonesia sehat
    Vaksin Sinovac: Untuk Indonesia sehat
    21/01/2021 - 20:32
  • Perlunya Pelayanan Publik Digital Di Masa Pandemi Covid-19
    Perlunya Pelayanan Publik Digital Di Masa Pandemi Covid-19
    21/01/2021 - 19:30
  • Kuasa Kekerabatan dalam Pilkada 2020
    Kuasa Kekerabatan dalam Pilkada 2020
    21/01/2021 - 17:24
  • Bocornya di Atap, Mereka Sibuk Membersihkan Lantai
    Bocornya di Atap, Mereka Sibuk Membersihkan Lantai
    21/01/2021 - 13:34
  • Pendidikan Era Paradigma Baru
    Pendidikan Era Paradigma Baru
    21/01/2021 - 13:20
  • Berbuat Baiklah dan Tidak Merusak
    Berbuat Baiklah dan Tidak Merusak
    21/01/2021 - 02:30
  • Selamatkan Usia Produktif
    Selamatkan Usia Produktif
    20/01/2021 - 21:34

KULINER

  • Hati-Hati 5 Jenis Makanan ini Bisa Turunkan Imun
    Hati-Hati 5 Jenis Makanan ini Bisa Turunkan Imun
    23/01/2021 - 01:20
  • Donat Alanuts Hotel Alana Angkat Kearifan Lokal
    Donat Alanuts Hotel Alana Angkat Kearifan Lokal
    22/01/2021 - 23:25
  • Nasi Padang Rempah Hotel Aston Sidoarjo, Cocok Bantu Jaga Imunitas Tubuh di Musim Hujan
    Nasi Padang Rempah Hotel Aston Sidoarjo, Cocok Bantu Jaga Imunitas Tubuh di Musim Hujan
    22/01/2021 - 17:03
  • Berawal dari Acara Pramuka, Kacang Telur Brawijaya jadi Legenda
    Berawal dari Acara Pramuka, Kacang Telur Brawijaya jadi Legenda
    22/01/2021 - 10:45
  • Makanan Tradisional Indonesia Berbahan Pisang, Mana Favorit Anda? 
    Makanan Tradisional Indonesia Berbahan Pisang, Mana Favorit Anda? 
    22/01/2021 - 03:15
  • Barcelona Mencekam, 1 Kaki Pijak Jurang Kebangkrutan
    Barcelona Mencekam, 1 Kaki Pijak Jurang Kebangkrutan
    23/01/2021 - 01:00
  • Neraka Dunia Buatan Mike Tyson untuk Korban Kecanduan Seksnya
    Neraka Dunia Buatan Mike Tyson untuk Korban Kecanduan Seksnya
    23/01/2021 - 00:00
  • Sanksi Muryanto, Rektor USU: Tanggungjawab Saya ‎Dunia dan Akhirat
    Sanksi Muryanto, Rektor USU: Tanggungjawab Saya ‎Dunia dan Akhirat
    23/01/2021 - 00:34
  • Skandal Olahraga, Kevin-Prince Boateng Hiperseks Sampai Sering Cedera
    Skandal Olahraga, Kevin-Prince Boateng Hiperseks Sampai Sering Cedera
    23/01/2021 - 00:02
  • Keganasan Ibrahimovic Bikin Bomber Gagal Madrid Takut ke AC Milan
    Keganasan Ibrahimovic Bikin Bomber Gagal Madrid Takut ke AC Milan
    23/01/2021 - 00:12