Peristiwa Nasional

Antartika Dulunya Hutan Hujan Berawa, Ini Buktinya...

Kamis, 02 April 2020 - 08:27 | 55.69k
Antartika Dulunya Hutan Hujan Berawa, Ini Buktinya...
Rig pengeboran dasar laut saat bekerja di tepi gletser Pulau Pine. (FOTO: Karsten Gohl / Institut Alfred Wegener)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTABenua Antartika yang selama ini diketahui tertutup es, ternyata dulunya pernah menjadi hutan hujan berawa dengan suhu rata-rata 12 derajat celsius.

Hasil penelitian yang kemudian diterbitkan di jurnal Nature, menyebutkan, bahwa 90 juta tahun yang lalu,  Antartika memiliki iklim yang mirip dengan bagian dari Selandia Baru saat ini.

Tim yang terdiri dari para ilmuwan yang didalamnya ada yang dari Inggris dan Jerman tersebut, seperti ditulis The Telegraph,  menemukan hal itu setelah mengambil sampel tanah dari bawah dasar laut di Antartika barat yang diyakini berasal dari periode Cretaceous (115-80 juta tahun lalu).

Tim tersebut mengatakan analisis akar yang diawetkan dan sisa-sisa tanaman lainnya di tanah menunjukkan bahwa dunia pada waktu itu lebih hangat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

The Guardin juga menuliskan, pada zaman dinosaurus, benua itu ditutupi oleh hutan hujan berawa.

Cretaceous, 145 juta hingga 66 juta tahun yang lalu adalah periode hangat di mana Bumi memiliki iklim rumah kaca dan tumbuh-tumbuhan di Antartika.

Para ilmuwan mengatakan penemuan baru ini tidak hanya mengungkapkan bahwa hutan hujan rawa berkembang pesat di dekat kutub selatan sekitar 90 juta tahun yang lalu, tetapi suhunya lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Kondisi seperti itu, kata mereka, hanya bisa diproduksi jika kadar karbon dioksida jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya dan tidak ada gletser di wilayah tersebut.

"Kami tidak tahu bahwa iklim rumah kaca Cretaceous ini ekstrem," kata Dr Johann Klages dari Alfred Wegener Institute di Jerman dan rekan penulis penelitian. "Ini menunjukkan kepada kita apa yang dapat dilakukan oleh karbon dioksida," tambahnya.

Tim ini mulai melakukan pengeboran pada lubang sempit di dasar laut dekat gletser Pulau Pine di Antartika barat pada tahun 2017. Lokasi ini terletak sekitar 2.000 km (1.200 mil) dari kutub selatan saat ini, tetapi pada 90 juta tahun yang lalu posisinya sekitar 900 km dari kutub.

Lubang itu dibor dan bahan diekstraksi menggunakan rig yang dioperasikan dari jarak jauh. "Ini seperti pesawat ruang angkasa yang duduk di dasar laut," kata Klages.

Beberapa meter pertama material adalah endapan gletser, berasal dari sekitar 25.000 tahun yang lalu, sedangkan 25 meter berikutnya adalah batu pasir, berasal dari sekitar 45 juta tahun yang lalu - sesuatu yang dikatakan Klages kurang menarik bagi tim.

Saat mereka bekerja, bidang besar es laut mendekat. "Itu semakin berbahaya," kata Klages. "Kami berkata, oke, tiga meter lagi dan kemudian kita bisa mengevakuasi lokasi coring di sini, dan dalam tiga meter inilah kami memiliki materi baru yang menarik ini," ujarnya.

Bagian tiga meter ini terdiri dari batu lumpur, atasnya dengan bahan seperti batu bara, dan dikemas dengan tanah dari hutan kuno, lengkap dengan akar, spora dan serbuk sari - dengan yang terakhir diidentifikasi berasal dari tanaman termasuk pohon konifer dan pakis.

"Rasanya seperti jika kamu pergi ke hutan di dekat rumahmu di suatu tempat dan mengebor sebuah lubang ke tanah hutan," kata Klages. "Ini benar-benar murni. Ini luar biasa," katanya.

Tim menemukan bukti lebih dari 65 jenis tanaman di dalam material, mengungkapkan bahwa lanskap di dekat kutub selatan itu ternyata ditutupi oleh hutan hujan konifer rawa mirip dengan yang ditemukan hari ini di bagian barat laut Pulau Selatan New Selandia Baru. Materi tertanggal antara 92 juta dan 83 juta tahun yang lalu.

Itu akan memiliki suhu tahunan rata-rata 12-13C (53-55F), "yang lebih hangat daripada di Jerman saat ini", kata Klages, menambahkan bahwa analisis bahan kimia yang ditinggalkan oleh organisme fotosintesis yang disebut cyanobacteria mengungkapkan bahwa air permukaan, misalnya danau , akan menjadi 20C yang menyenangkan.

Paling penting, kata Kages, pemodelan komputer menunjukkan bahwa lingkungan seperti itu sangat dekat dengan kutub selatan - di mana di musim dingin ada kegelapan selama empat bulan - hanya akan mungkin terjadi jika konsentrasi gas rumah kaca jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya dan permukaan tanah adalah ditutupi vegetasi. Penelitian ini menjadi bukti jika Benua Antartika yang selama ini diketahui tertutup es, ternyata dulunya pernah menjadi hutan hujan berawa dengan suhu rata-rata 12 derajat celsius. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Dandim 0801 Pacitan Ajak Masyarakat Berpedoman pada Pancasila dalam Berkehidupan
    Dandim 0801 Pacitan Ajak Masyarakat Berpedoman pada Pancasila dalam Berkehidupan
    04/06/2020 - 23:13
  • Gandeng FUI Cilacap dan Elemen Masyarakat, Dapur Lapangan Forkopimda Hasilkan 1.350 Bungkus Nasi
    Gandeng FUI Cilacap dan Elemen Masyarakat, Dapur Lapangan Forkopimda Hasilkan 1.350 Bungkus Nasi
    04/06/2020 - 22:44
  • Partai Gelora Resmi Terima Tiga SK Kemenkumham
    Partai Gelora Resmi Terima Tiga SK Kemenkumham
    04/06/2020 - 22:36
  • Dengan e-PMR, Warga Majalengka Bisa Urus SIM dan SKCK Lewat HP
    Dengan e-PMR, Warga Majalengka Bisa Urus SIM dan SKCK Lewat HP
    04/06/2020 - 22:22
  • Kisah Sujoko, Langsung Ditahan Begitu Kepergok Polhut Banyuwangi Selatan Miliki Kayu Jati Ilegal
    Kisah Sujoko, Langsung Ditahan Begitu Kepergok Polhut Banyuwangi Selatan Miliki Kayu Jati Ilegal
    04/06/2020 - 22:17
  • PKB dan Ansor Situbondo Bagikan Ratusan Sembako Terhadap Warga Terdampak Covid-19
    PKB dan Ansor Situbondo Bagikan Ratusan Sembako Terhadap Warga Terdampak Covid-19
    04/06/2020 - 22:12
  • Cilacap Menuju New Normal, 3 Pasien Sembuh dan 16 PDP Negatif Covid-19
    Cilacap Menuju New Normal, 3 Pasien Sembuh dan 16 PDP Negatif Covid-19
    04/06/2020 - 22:08
  • Penipuan, Polres Palu Tangkap Pelaku yang Mengatasnamakan Petinggi Parpol
    Penipuan, Polres Palu Tangkap Pelaku yang Mengatasnamakan Petinggi Parpol
    04/06/2020 - 22:05
  • Peduli Nasib Santri, Danrem 083/Bdj Sowan ke Ponpes An-Nur Malang
    Peduli Nasib Santri, Danrem 083/Bdj Sowan ke Ponpes An-Nur Malang
    04/06/2020 - 22:01
  • Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Morotai Robohkan Puluhan Rumah Warga
    Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Morotai Robohkan Puluhan Rumah Warga
    04/06/2020 - 22:00

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Racism is American’s Original Sin
    Racism is American’s Original Sin
    04/06/2020 - 21:18
  • Rasisme Itu Dosa Asal Amerika
    Rasisme Itu Dosa Asal Amerika
    04/06/2020 - 14:44
  • Sila Ketiga Pancasila Kunci Keberhasilan New Normal
    Sila Ketiga Pancasila Kunci Keberhasilan New Normal
    04/06/2020 - 10:58
  • Rezim di Ujung 'Pedang'
    Rezim di Ujung 'Pedang'
    04/06/2020 - 09:55
  • Inlander dan Kaum Muda
    Inlander dan Kaum Muda
    04/06/2020 - 09:03
  • Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal
    Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal
    04/06/2020 - 07:29
  • Agama Bagi Orang Biasa
    Agama Bagi Orang Biasa
    04/06/2020 - 03:17
  • Kiai Tolchah Hasan, James A Bank dan Amerika Serikat
    Kiai Tolchah Hasan, James A Bank dan Amerika Serikat
    03/06/2020 - 16:32
  • Hadapi New Normal, Konsumsi Jahe Susu untuk Jaga Kondisi Tubuh
    Hadapi New Normal, Konsumsi Jahe Susu untuk Jaga Kondisi Tubuh
    05/06/2020 - 00:50
  • Meluncur di Indonesia, Harga Ezviz C6N Dipangkas Murah
    Meluncur di Indonesia, Harga Ezviz C6N Dipangkas Murah
    05/06/2020 - 00:46
  • Banjir Rob Rendam Sebagian Jakarta Utara
    Banjir Rob Rendam Sebagian Jakarta Utara
    05/06/2020 - 00:07
  • Dua Gardu Induk Alami Gangguan, Batam dan Pulau Bintan Blackout
    Dua Gardu Induk Alami Gangguan, Batam dan Pulau Bintan Blackout
    05/06/2020 - 00:00
  • Ratusan Warga Kudus yang Diduga Kontak Erat Pasien Corona Jalani Tes Swab
    Ratusan Warga Kudus yang Diduga Kontak Erat Pasien Corona Jalani Tes Swab
    04/06/2020 - 23:49
  • Video Klip Kekeyi Menghilang dari Youtube
    Video Klip Kekeyi Menghilang dari Youtube
    05/06/2020 - 00:30
  • Meski Tingkatkan Gairah Seks, Jangan Pakai 4 Benda Ini untuk Miss V
    Meski Tingkatkan Gairah Seks, Jangan Pakai 4 Benda Ini untuk Miss V
    05/06/2020 - 00:02
  • Banjir Rob Landa Wilayah Ancol, Warga Terpaksa Mengungsi
    Banjir Rob Landa Wilayah Ancol, Warga Terpaksa Mengungsi
    05/06/2020 - 00:33
  • Gajah Hamil Mati Mengenaskan Usai Makan Nanas Isi Petasan
    Gajah Hamil Mati Mengenaskan Usai Makan Nanas Isi Petasan
    05/06/2020 - 00:18
  • Bakal Tarung Lagi, Otot Mike Tyson Dicela Mantan Jawara MMA
    Bakal Tarung Lagi, Otot Mike Tyson Dicela Mantan Jawara MMA
    05/06/2020 - 00:15