Kopi TIMES

Penghapusan UN dan Analisa Dampak Covid19 di Dunia Pendidikan

Rabu, 01 April 2020 - 10:14 | 145.14k
Penghapusan UN dan Analisa Dampak Covid19 di Dunia Pendidikan
Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd, Alumnus Doktoral Universitas Negeri Malang dan Dosen Teknologi Pendidikan UIN Sunan Ampel Surabaya
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, SURABAYASEJAK Presiden Joko Widodo menerapkan sosial sistancing (physical distancing) sebagai salah satu solusi memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid19), maka konsekuensinya adalah pemerintah membatasi pertemuan dengan jumlah banyak termasuk dalam dunia pendidikan, akhirnya sekolahan/kampus juga terkena dampaknya salah satunya adalah proses kegiatan belajar mengajar yang awalnya terselenggara di masing-masing sekolah dan kampus bergeser menjadi pembelajaran daring (online).

Demikian pula dengan Ujian Nasional (UN) yang menurut kebijakan Mas Menteri Nadhiem Makarim akan dihapus mulai tahun depan (2021) melalui Konsepnya Merdeka Belajar, dengan adanya Covid19 ini melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid19) penghapusan UN dilakukan menjadi setahun lebih cepat yaitu tahun ini (2020).

Ujian Nasional Tahun 2020 dan USBN telah terjadwal 13-16 April 2020 untuk USBN SD/MI, 20-21 April 2020 untuk UNBK SMP/MTs, 30-31 Maret untuk UNBK SMA/MA dan  18-19 Maret UNBK untuk SMK, jadwal sudah ditetapkan dan Badan Standard Nasional Pendidikan (BSNP) menegaskan jadwal tetap berjalan, sebagaimana UN SMK 2020 tanggal 18-19 Maret 2020.

Secara asbabun nuzul, UN dengan segala sebutannya bermula dari Ujian Penghabisan  (1965-1971) kemudian berubah menjadi Ujian Negara (1972-1979) lalu berubah menjadi Ujian Sekolah dan tahun 1980-2001 berubah nama menjadi EBTANAS dan tahun 2002-2004  berubah lagi menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN), dan tahun 2005-2014 lalu menjadi Ujian Nasional (UN) dan tahun 2015-2019 menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dalam Surat Edaran ini 6 poin poin, pertama UN 2020 dan UKK (Ujian Kompetensi Keahlian) untuk SMK dibatalkan dan keikut sertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dengan dibatalkannya UN 2020 maka proses penyetaraan bagi lulusan program paket A, B dan C akan ditentukan kemudian, kedua menjelaskan tentang proses belajar di rumah menggunakan pembelajaran daring (online).

Ketiga menjelaskan secara detail tentang Ujian sekolah untuk kelulusan, segala ujian kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan orang banyak tidak boleh dilakukan, ujian sekolah bisa dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi sebelumnya, penugasan, tes daring dan atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya, Ujian sekolah dirancang untuk mendorong aktifitas belajar yang bermakna dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara meyeluruh.

Sekolah yang telah melaksanakan ujian sekolah dapat menggunakan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa, bagi sekolah yang belum melaksanakan, maka kelulusan SD/MI ditentukan berdasarkan nilai 5 semester terakhir (Kelas 4, Kelas 5 dan Kelas 6 semester gasal), demikian pula kelulusan sekolah SMP/MTs dan SMA/MA/SMK ditentukan berdasarkan nilai 5 semester terakhir, nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

keempat terkait dengan kenaikan kelas dilarang dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa, solusinya dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, UAS untuk kenaikan semester dirancang untuk mendorong aktifitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

kelima menjelaskan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan poin 6 menjelaskan untuk dana bantuan operasional bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah termasuk untuk membiayai pencegahan covid19 seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfectant dan masker bagi warga sekolah serta untuk membiayai pembelajaran jarak jauh/daring.

Dengan adanya Surat Edaran ini secara hukum tidak bisa mengalahkan Undang Undang (UU) atau Peraturan Pemerintah (PP) yang menyangkut soal Ujian Nasional (UN), sehingga harusnya peniadaan UN perlu disepakati bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), karena persiapan dan pelaksanaan UN sudah berlangsung dan dilalui yang mengeluarkan sumber anggaran yang bersumber dari APBN, demi transparansi peniadaan UN perlu dikeluarkan Surat Keputusan yang secara konstitusional bisa menjamin legalitas pengeluaran biaya yang sudah terlanjur dikeluarkan.

Konsep Mas Mendikbud tentang “Merdeka Belajar” itu bukan merupakan konsep baru, konsep tersebut mengikuti aliran pendidikan konstruktivistik (antitesa dari behavioristik) aliran ini menitik beratkan pada pembelajaran yang berpusat ke siswa, siswa bebas belajar sesuai dengan kesukaannya, untuk lebih detailnya nanti kita bahas ditulisan selanjutnya.

***

* Penulis Abdulloh Hamid, Majelis Alumni IPNU Kabupaten Pati, Ketua PAC IPNU Kec. Sukolilo Pati, Ketua PC IPNU Kab. Pati 2009-2011, dan Dosen Teknologi Pendidikan UIN Sunan Ampel Surabaya.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Halaqoh Ulama Jateng: Daerah Zona Hijau Boleh Gelar Ibadah di Masjid
    Halaqoh Ulama Jateng: Daerah Zona Hijau Boleh Gelar Ibadah di Masjid
    03/06/2020 - 16:12
  • CJH Magetan Tidak Mundur meski Kemenag Batalkan Haji Tahun Ini
    CJH Magetan Tidak Mundur meski Kemenag Batalkan Haji Tahun Ini
    03/06/2020 - 16:06
  • Taman Safari Prigen Pasuruan Kenalkan Gisel, Si Singa Putih Kecil
    Taman Safari Prigen Pasuruan Kenalkan Gisel, Si Singa Putih Kecil
    03/06/2020 - 16:03
  • Maskapai Sriwijaya Air Belum Layani Penerbangan Ternate-Ambon
    Maskapai Sriwijaya Air Belum Layani Penerbangan Ternate-Ambon
    03/06/2020 - 16:00
  • Kemenag RI Batalkan Haji 2020, Lantas Bagaimana Dana Setoran Pelunasan Jemaah?
    Kemenag RI Batalkan Haji 2020, Lantas Bagaimana Dana Setoran Pelunasan Jemaah?
    03/06/2020 - 15:56
  • Swasembada Telur, Dispertan Pulau Morotai Datangkan 4000 Bibit Ayam Petelur
    Swasembada Telur, Dispertan Pulau Morotai Datangkan 4000 Bibit Ayam Petelur
    03/06/2020 - 15:52
  • Wali Kota Pagaralam Berikan Penghargaan pada Pensiunan ASN Pemkot
    Wali Kota Pagaralam Berikan Penghargaan pada Pensiunan ASN Pemkot
    03/06/2020 - 15:51
  • Reses, DPRD Kota Pagaralam Sumbang APD dan Masker
    Reses, DPRD Kota Pagaralam Sumbang APD dan Masker
    03/06/2020 - 15:47
  • Senator DPD RI Tanggapi Soal Usul Penolakan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020
    Senator DPD RI Tanggapi Soal Usul Penolakan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020
    03/06/2020 - 15:45
  • Di Tengah Covid 19, Haul KH Hasan Genggong Probolinggo Berlangsung Terbatas
    Di Tengah Covid 19, Haul KH Hasan Genggong Probolinggo Berlangsung Terbatas
    03/06/2020 - 15:43

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    Dosen dan Tugas untuk Mengabdi pada Masyarakat di Era Digital dan Pandemi
    03/06/2020 - 13:00
  • Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 12:03
  • Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    Keluarga Benteng Penguatan Pendidikan selama Pandemi Covid-19
    03/06/2020 - 10:06
  • New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    New Normal, Dilema antara Ekonomi dan Kesehatan
    03/06/2020 - 08:33
  • The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    The New Normal dan Penataan Kota Sehat di Tengah Pandemi
    03/06/2020 - 02:25
  • Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    Media Menjadi Penyulut Emosi Masyarakat
    03/06/2020 - 01:12
  • Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    Perempuan Mengukur Dampak New Normal
    03/06/2020 - 00:04
  • Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    Pancasila Lahir Subur dari Akar Budaya
    02/06/2020 - 22:38
  • Boris Johnson: Inggris Tak Akan Tinggalkan Hong Kong
    Boris Johnson: Inggris Tak Akan Tinggalkan Hong Kong
    03/06/2020 - 16:09
  • Dipolisikan Syahrini Sejak 2019, Lia Ladysta Belum Jadi Tersangka
    Dipolisikan Syahrini Sejak 2019, Lia Ladysta Belum Jadi Tersangka
    03/06/2020 - 16:08
  • Jangan Buang Sisa Makanan, Ini Trik Mengolahnya jadi Makanan Lezat
    Jangan Buang Sisa Makanan, Ini Trik Mengolahnya jadi Makanan Lezat
    03/06/2020 - 16:06
  • Permintaan Maaf Lia Ladysta Tak Ditanggapi Syahrini
    Permintaan Maaf Lia Ladysta Tak Ditanggapi Syahrini
    03/06/2020 - 16:05
  • Hakim PTUN Jakarta Nyatakan Presiden dan Menkominfo Langgar Hukum
    Hakim PTUN Jakarta Nyatakan Presiden dan Menkominfo Langgar Hukum
    03/06/2020 - 16:04
  • Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    Jokowi Kumpulkan Tokoh Agama Bahas New Normal, Apa Saja Poinnya
    03/06/2020 - 10:01
  • Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    Amerika Siap Hadapi China, Perang Dunia III di Depan Mata
    03/06/2020 - 00:32
  • Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    Bersiap, 3 Zodiak Terus Dihantam Masalah di Juni 2020
    03/06/2020 - 07:52
  • Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    Pimpin Tangkap Buronan Nurhadi, Novel Dianggap Seperti Gus Dur
    03/06/2020 - 00:30
  • FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    FAKTA: Ternyata Tentara Amerika Paling Doyan Makan Daging Babi
    03/06/2020 - 00:02