Kopi TIMES

Batasi “Zona Perang” Wabah, itu Koentji!

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:42 | 29.04k
Batasi “Zona Perang” Wabah, itu Koentji!
Nurina P Sari, Pegiat Komunitas Ibu Peduli Generasi di Kota Depok.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Masih di masa tanggap darurat Corona yang ditetapkan oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan ini, nyatanya tidak membuat ribuan perantau Wonogiri di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) memilih mudik lebih cepat. Biasanya, penumpang bus asal Jabodetabek yang masuk Wonogiri sekitar 1.400- an orang, namun sejak 19 Maret 2020 jumlahnya melonjak menjadi dikisaran 2.000-an penumpang per hari. Total, perkiraaan ada 13.500 pemudik yang sudah pulang kampung.

Dilansir dari Tempo.co pada 24 Maret 2020, menurut Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, beliau mengatakan biasanya kedatangan bus AKAP hanya 90-95 bus setiap hari. Namun sejak masa darurat corona, jumlahnya melonjak mencapai 118-131 bus yang rata-rata penuh penumpang. Menurutnya, kaum perantau Wonogiri yang mudik didominasi oleh warga yang bekerja sebagai wiraswasta dan pedagang. "Saat ini di Jakarta sudah banyak yang stay at home akibat virus Covid-19. Sebagai dampaknya, mereka tidak mendapatkan penghasilan dan akhirnya balik ke kampung halaman," tandasnya lagi.

Salahkah mereka? Tentu saja tidak. Sejauh ini memang pemerintah baru sekedar mengeluarkan imbauan untuk tidak mudik ke daerah masing-masing selama masa darurat Covid-19 berlangsung. Tidak ada larangan. Tidak ada hukuman. Hanya sekedar himbauan. Titik.

Namun kita sudah tahu sama tahu, mayoritas saudara-saudara kita di negeri ini memiliki anggapan bahwa ‘himbauan’ pada dasarnya tidak akan dipatuhi. Wong jelas-jelas yang berbentuk larangan saja pada dilanggar, kok. Itulah mungkin kearifan lokal kita yang tidak boleh dimaklumi, namun mesti diubah.

Contohlah China yang kabar terakhirnya kasus Covid-19 sudah turun di sana. Bahkan per tanggal 18 Maret 2020, hanya ada satu kasus positif disana. Belajarlah pada China untuk hal inii. China menasbihkan Wuhan sebagai “Zona Perang”. Mereka pusatkan wilayah perang hanya ada di satu kota itu. Semua pasukan “tempur” kesehatan seantero negeri China dari para dokter sampai perawat dikirim Wuhan. Alhasil, China jadi lebih mudah mengontrol penyebaran Covid-19 di negaranya. Dan “Zona Perang” tidak meluas. Terukur hanya di wilayah itu saja.

Bagaimana dengan Jakarta? Jakarta saat ini sudah “Red Zone”. Dengan jumlah kasus positif covid-19 terbanyak, artinya sudah seharusnya sedari awal pemerintah pusat memetakan sekaligus menetapkan Jakarta sebagai “Zona Perang” nya Indonesia sebagaimana Wuhan. Inilah “Zona Perang” kita. Dan inilah “Koentji” agar Indonesia mampu memenangkan pertempuran melawan covid-19 ini.

Faktanya, pemudik Wonogiri saja ada 13.500 yang berhasil melenggang pulang ke kampung halaman. Belum lagi yang berasal dari daerah-daerah lain juga angkat kaki dari Jakarta. Ada Tasikmalaya, Surabaya, atau bahkan dari luar jawa sekalipun.

Kini pertanyaannya, sanggupkah kita , para tenaga kesehatan, bersama pemerintah dengan segenap upaya memenangi pertempuran ini mengingat “Zona Perang” kita akan meluas seantero Nusantara? Tengoklah Italia yang bisa separah itu karena warganya yang berjumlah 10.000 mudik dari Italia Utara ke Italia again selatan. Hingga akhirnya wabah meluas keseluruh negara Italia.

Andai saja mampu dipahami, dan ini mungkin tugas para kiai, ulama dan habaib bahkan pemuka agama lainnya untuk menghimbau kepada masyarakat kalau perlu menetapkan fatwa keharaman mudik. Memangnya bisa? Tentu saja bisa. Larangan keluar dari wilayah wabah sudah tertuang dalam sabda Rasulullah yang mulia 1400 tahun yang lampau.

عن عبد الرحمن بن عوف رضي الله عنه أنه قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ [يعني : الطاعون] بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه

Dari Abdurrahman bin Auf RA, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,’Jika kalian telah mendengar terjadi wabah thaa’uun di suatu negeri, maka janganlah kalian mendatangi negeri itu. Dan jika wabah itu terjadi di suatu negeri sedangkan kalian berada di negeri itu, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu untuk lari dari wabah itu.” (HR Bukhari, no. 5739; Muslim, no. 2219).

Menurut Imam Ibnu Hajar Al Asqalani, jika seseorang keluar dari negeri terjadinya wabah penyakit motifnya semata-mata untuk lari atau menghindar dari wabah penyakit, hukumnya haram.

Kalau begitu berarti lebih mudah jika “Zona Perang” nya hanya di Jakarta? Tentu saja. Namun sayangnya, sepertinya sudah terlambat. Mau berharap ke Vaksin? Rapid Test? Rumah Sakit? Tenaga Kesehatan? Social Distancing? Physical Distancing? Ya silakan saja jika bisa.

Namun menurut hemat saya,saat ini kita tinggal menyiapkan hati yang lapang, banyak-banyak melangitkan doa, menguatkan jiwa, andaikata mendengar banyak berita sedih setiap hari nantinya. Jika Anda dan keluarga ingin selamat, usahakan semaksimal mungkin untuk tinggal #dirumahsaja. Apalagi bulan Ramadhan kian menghitung hari, maka dekatkan diri kepada Allah. Hanya Allah yang bisa menolong kita. Seperti kata Kiai Abdullah Gymnastiar, Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. 

***

*) Penulis adalah Nurina P Sari, Pegiat Komunitas Ibu Peduli Generasi di Kota Depok.

*) Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • James Hoesterey, An Anthropologist Who Fell in Love to Islam in Indonesia
    James Hoesterey, An Anthropologist Who Fell in Love to Islam in Indonesia
    06/06/2020 - 01:12
  • Kalahkan Lady Gaga Hingga Metallica, BTS Masuk 50 Seleb Terkaya di Dunia
    Kalahkan Lady Gaga Hingga Metallica, BTS Masuk 50 Seleb Terkaya di Dunia
    06/06/2020 - 00:23
  • Pasien Covid-19 Capai 55 Orang, Polres Bangkalan Semprotkan 18 Ribu Ton Disinfektan
    Pasien Covid-19 Capai 55 Orang, Polres Bangkalan Semprotkan 18 Ribu Ton Disinfektan
    05/06/2020 - 23:39
  • Didukung TIMES Indonesia, Aksi Sosial Jogjacatt, Peduli dan Berbagi Merambah Sleman
    Didukung TIMES Indonesia, Aksi Sosial Jogjacatt, Peduli dan Berbagi Merambah Sleman
    05/06/2020 - 23:30
  • S2 Biologi UIN Malang Prakarsai Webinar Nasional Pandangan Al-Quran di Era Normal
    S2 Biologi UIN Malang Prakarsai Webinar Nasional Pandangan Al-Quran di Era Normal
    05/06/2020 - 23:21
  • 5 Strategi Ini  Wajib Dipahami Pebisnis Kuliner Hadapi New Normal
    5 Strategi Ini Wajib Dipahami Pebisnis Kuliner Hadapi New Normal
    05/06/2020 - 23:09
  • Ini Syarat Pemkab Sleman Keluarkan Rekomendasi Tempat Ibadah Aman Covid- 19
    Ini Syarat Pemkab Sleman Keluarkan Rekomendasi Tempat Ibadah Aman Covid- 19
    05/06/2020 - 23:01
  • Lumbung Pangan Kampung Tangguh Tawangrejo Madiun Terima Donasi Logistik
    Lumbung Pangan Kampung Tangguh Tawangrejo Madiun Terima Donasi Logistik
    05/06/2020 - 22:53
  • Ketua Ansor Ponorogo Instruksikan Kader Gotong Royong Songsong New Normal
    Ketua Ansor Ponorogo Instruksikan Kader Gotong Royong Songsong New Normal
    05/06/2020 - 22:39
  • Update Covid-19 Kota Bontang: Ada Tambahan 9 OTG
    Update Covid-19 Kota Bontang: Ada Tambahan 9 OTG
    05/06/2020 - 22:27

TIMES TV

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

Sehari, Kapolresta Malang Kota Resmikan Empat Kampung Tangguh

20/05/2020 - 21:40

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional

Kemenparekraf RI: Kampung Tangguh Siap Digaungkan di Nasional
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang

Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Narubuk Sukun Kota Malang
GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC

GM FKPPI Bantu Beras 2 Ton, Minyak dan Gula Untuk MBLC
Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

Alumni Sanmar-86 Malang Bantu 40 Paket Sembako Untuk MBLC

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    Kecemasan Sosial Selama Pandemi Covid-19
    05/06/2020 - 15:03
  • Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    Masyarakat Tangguh di Tengah Pandemi
    05/06/2020 - 14:00
  • Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era
    Peran Media Massa Dalam Mewujudkan Era "New Normal"
    05/06/2020 - 13:12
  • Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    Jadikan Ibadah Wajib Layaknya Tamu, Bukan Keluarga
    05/06/2020 - 12:09
  • Agama dan Berpikir Sehat
    Agama dan Berpikir Sehat
    05/06/2020 - 11:00
  • Pengetahuan Menjadi Kunci Terwujudnya Disiplin New Normal
    Pengetahuan Menjadi Kunci Terwujudnya Disiplin New Normal
    05/06/2020 - 10:10
  • Gagalnya Manajemen Komunikasi Krisis Pengaruhi Kepercayaan Publik
    Gagalnya Manajemen Komunikasi Krisis Pengaruhi Kepercayaan Publik
    05/06/2020 - 09:36
  • Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang untuk Ketahanan Pangan
    Tatanan Normal Baru, Sebuah Peluang untuk Ketahanan Pangan
    05/06/2020 - 08:12
  • Ini Persiapan yang Dilakukan Bandara YIA Sambut New Normal
    Ini Persiapan yang Dilakukan Bandara YIA Sambut New Normal
    06/06/2020 - 01:18
  • Pemain Timnas U-19 Wajib Kirim Foto Menu Makanan ke Shin Tae-yong
    Pemain Timnas U-19 Wajib Kirim Foto Menu Makanan ke Shin Tae-yong
    06/06/2020 - 01:05
  • 7 Tapol Papua Dituntut Belasan Tahun Bui, Salah Satunya Ketua BEM Uncen
    7 Tapol Papua Dituntut Belasan Tahun Bui, Salah Satunya Ketua BEM Uncen
    06/06/2020 - 00:33
  • Samsung Indonesia Akan Batasi Pelanggan di Toko, Wajibkan Masker
    Samsung Indonesia Akan Batasi Pelanggan di Toko, Wajibkan Masker
    06/06/2020 - 00:05
  • Persiraja Keberatan Liga 1 2020 Terpusat di Pulau Jawa
    Persiraja Keberatan Liga 1 2020 Terpusat di Pulau Jawa
    05/06/2020 - 23:42
  • RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    RI Dapat Pujian dari Bank Dunia Soal Anggaran Penanganan COVID-19
    06/06/2020 - 00:12
  • Dukung Lazio, Model Ini Nekat Foto Tanpa Busana
    Dukung Lazio, Model Ini Nekat Foto Tanpa Busana
    06/06/2020 - 00:02
  • Hari Lahir Soekarno Disambut Strawberry Moon hingga Asteroid Raksasa
    Hari Lahir Soekarno Disambut Strawberry Moon hingga Asteroid Raksasa
    06/06/2020 - 00:01
  • LaLiga Kembali Bergulir, Apa Harapan Andres Iniesta untuk Barcelona?
    LaLiga Kembali Bergulir, Apa Harapan Andres Iniesta untuk Barcelona?
    06/06/2020 - 00:10
  • Prajurit TNI Tak Bisa Naik Pangkat Kalau Fisiknya Lembek
    Prajurit TNI Tak Bisa Naik Pangkat Kalau Fisiknya Lembek
    06/06/2020 - 00:06