Kopi TIMES

Dampak Covid-19 Memunculkan Monster Pendidikan di Rumah

Jumat, 27 Maret 2020 - 00:25 | 415.35k
Dampak Covid-19 Memunculkan Monster Pendidikan di Rumah
Dr. Noer Rohmah, M. PdI, Pengurus PC Maarif Kab Malang.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Saat ini dunia digemparkan dengan kasus virus  ganas dan mematikan yang dikenal dengan virus Corona atau Covid-19, tidak terelakkan pula ini sudah mewabah ke Indonesia. Kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah memakan banyak korban dan ini memungkinkan masih terus bertambah. Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi anjuran pemerintah demi keselamatan bersama serta melakukan berbagai upaya pencegahan agar terhindar dari Virus yang ganas ini.

Berkembangnya virus Corona ini ternyata tidak hanya berdampak di bidang kesehatan saja namun juga pada sektor lainnya termasuk ekonomi, pendidikan dan lainnya. Pada sektor pendidikan adanya virus Corona ini pemerintah mengeluarkan aturan bahwa proses pendidikan dan pembelajaran pada setiap tingkat satuan pendidikan dilakukan di rumah dengan pendampingan orang tua.

Pendampingan pembelajaran yang dilakukan di rumah menuntut orang tua terlebih seorang ibu untuk memaksimalkan perannya dalam menerapkan berbagai jenis dan model pola asuh yang paling tepat untuk mendampingi putra-putrinya di rumah terutama jika mereka masih berusia pra-sekolah ( 3-6 tahun, TK /PAUD) dan tingkat sekolah dasar (7- 12 tahun), karena pada usia-usia ini anak masih bersifat unik dan egosentris, ingin menang sendiri, anak bersifat aktif dan energik, anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak, agak susah di atur, tapi masa ini merupakan masa belajar yang paling potensial.

Oleh karenanya orang tua seyogyanya pandai-pandai betul mengenali karakter putra-putrinya sehingga pendampingan proses pendidikan dan pembelajaran yang dilakukan di rumah benar-benar tepat sasaran, artinya proses pendidikan dan  pembelajaran yang dilakukan berlangsung secara psikologis (sesuai kebutuhan dan karakter anak).

Di masyarakat luas tidak jarang ditemukan orang tua dalam melakukan pendampingan pola asuh pada putra-putrinya masih dilakukan dengan cara keras, membentak, memaksa dan bahkan sampai memukul jika anaknya tidak mau menuruti kemauan orang tuanya dalam hal belajar  hingga anaknya menangis. Jika tekanan-tekanan yang demikian ini setiap hari dilakukan orang tua walaupun tujuannya baik yakni supaya anaknya pintar tapi dengan pendekatan yang kurang tepat, sama halnya setiap hari yang disaksikan anak adalah seperti monster –monster pendidikan yang selalu menakutkan.

Pola asuh demikian ini termasuk cara-cara otoriter yakni pola asuh orang tua yang lebih mengutamakan membentuk kepribadian anak dengan cara menetapkan standar mutlak harus dituruti , biasanya dibarengi dengan ancaman- ancaman. Ciri-cirinya antara lain adalah; 1)Anak harus tunduk dan patuh pada kehendak orang tua, 2) Pengontrolan orang tua terhadap perilaku anak sangat ketat, 3) Anak hampir tidak pernah diberi pujian, 4) Orang tua tidak mengenal kompromi dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah, 5) Orang tua menerapkan peraturan yang ketat, 6) Tidak adanya kesempatan untuk mengemukakan pendapat, 7)Segala peraturan yang dibuat harus dipatuhi oleh anak, 8) Berorientasi pada hukuman (fisik maupun verbal).

Pola asuh otoriter akan menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma, berkepribadian lemah, cemas dan menarik diri, anak mudah tersinggung, pemurung dan merasa tidak bahagia, mudah terpengaruh, mudah stress, tidak mempunyai arah masa depan yang jelas. Itulah dampak dari model pola asuh yang hanya dilakukan oleh mereka yang berperan sebagai monster-monster pendidikan yang tidak pernah mau mengenal anak dan tidak pernah tahu kepribadian anaknya secara utuh.

Oleh karena itu saat ini untuk menyikapi kebijakan pemerintah terkait dengan pembelajaran yang dilakukan di rumah akibat munculnya Covid-19 ini, orang tua harus lebih hati-hati dalam melakukan pendekatan selama proses pendampingan belajar di rumah bagi putra-putrinya supaya tidak salah langkah.

Perlakuan orang tua dalam layanan bimbingan pada anak di rumah setidaknya harus menampilkan hal-hal berikut; 1) Menerima anak apa adanya, 2) Memperlakukan anak dengan penuh kasih sayang, 3) Tidak menuntut anak untuk menunjukkan perubahan perilaku dengan segera, 4) Tidak memaksa anak untuk memenuhi keinginan orang tua, 5) Sabar, penuh kehangatan dan toleransi 6) Pemaaf, menghargai dan memberi kebebasan pada anak. Jika ini yang dilakukan orang tua, maka tidak akan ditemui lagi monster-monster pendidikan yang menakutkan dalam rumah.

***

*) Penulis adalah Dr. Noer Rohmah, M. PdI, Pengurus PC Maarif Kab Malang.

*) Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.


covid-19 corona
Publisher : Adhitya Hendra
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

1,790

+113 Positif

112

+9 Sembuh

170

+13 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Kamis, 02 April 2020 - 15:50 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kemudahan di Balik Kesulitan
    Kemudahan di Balik Kesulitan
    03/04/2020 - 09:30
  • Gaya Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
    Gaya Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
    03/04/2020 - 08:36
  • Darurat Penegakan Hukum dalam Masa Darurat Covid-19
    Darurat Penegakan Hukum dalam Masa Darurat Covid-19
    03/04/2020 - 06:32
  • Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel
    Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel
    03/04/2020 - 04:34
  • Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    02/04/2020 - 22:40
  • Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    02/04/2020 - 22:28
  • Covid-19 dan Investasi Saham
    Covid-19 dan Investasi Saham
    02/04/2020 - 15:13
  • Kekuatan Kata Menyisir Makna
    Kekuatan Kata Menyisir Makna
    02/04/2020 - 14:41
  • Menperin Sebut Produktivitas Industri Turun 50 Persen Imbas Virus Corona
    Menperin Sebut Produktivitas Industri Turun 50 Persen Imbas Virus Corona
    03/04/2020 - 15:33
  • Viral Lipstik Kissproof Rasa Pete, Ternyata Begini Faktanya
    Viral Lipstik Kissproof Rasa Pete, Ternyata Begini Faktanya
    03/04/2020 - 15:33
  • Usai Hadiri Syukuran, Perawat di Kendari dan Suaminya Positif Covid-19
    Usai Hadiri Syukuran, Perawat di Kendari dan Suaminya Positif Covid-19
    03/04/2020 - 15:32
  • Sepanjang Maret 2020, BKPM Terbitkan Lebih dari 5.000 Izin Alat Kesehatan
    Sepanjang Maret 2020, BKPM Terbitkan Lebih dari 5.000 Izin Alat Kesehatan
    03/04/2020 - 15:31
  • Viral, Jesslyn Limm Salah Ucap Beri Selamat Andrea Dian Positif Corona
    Viral, Jesslyn Limm Salah Ucap Beri Selamat Andrea Dian Positif Corona
    03/04/2020 - 15:30
  • Pesta Pernikahan Kapolsek Kembangan Berujung Mutasi
    Pesta Pernikahan Kapolsek Kembangan Berujung Mutasi
    03/04/2020 - 10:35
  • WNI Sukses Bikin Alat Tes COVID-19, Kantongi Lisensi dari 3 Negara
    WNI Sukses Bikin Alat Tes COVID-19, Kantongi Lisensi dari 3 Negara
    03/04/2020 - 05:15
  • Kondisi Menhub Budi Karya dan Bima Arya Semakin Membaik
    Kondisi Menhub Budi Karya dan Bima Arya Semakin Membaik
    03/04/2020 - 10:29
  • Korban Pernikahan Megah Kapolsek Saat Corona 'Melebar'
    Korban Pernikahan Megah Kapolsek Saat Corona 'Melebar'
    03/04/2020 - 11:47
  • Anies Bongkar Fakta-Fakta Keganasan Kematian Corona di Jakarta
    Anies Bongkar Fakta-Fakta Keganasan Kematian Corona di Jakarta
    03/04/2020 - 09:14