Kopi TIMES

Menanti Keseriusan Pemerintah Menangani Covid-19

Jumat, 27 Maret 2020 - 14:27 | 14.05k
Menanti Keseriusan Pemerintah Menangani Covid-19
Gesang Ginanjar Raharjo, Karyawan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Malang.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pandemi global virus corona (Covid-19) mulai masuk ke Indonesia awal Maret 2020 saat Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama positif Covid-19 pada Senin, (2/3/2020). Dua orang ibu dan anak dinyatakan positif terinfeksi virus ini saat mereka bertemu dengan warga negara Jepang yang ternyata positif corona, sejak itulah awal episode kasus virus covid-19 mulai menyebar di beberapa daerah di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah berkirim surat kepada Presiden agar pemerintah Indonesia serius dan mengeluarkan kebijakan darurat nasional dalam menangani epidemi Corona, menanggapi surat tersebut, Presiden Jokowi pada (16/3) mengambil langkah menyerahkan kebijakan tanggap darurat ke setiap daerah.

Langkah menyerahkan penanganan covid-19 ke daerah ini menjadi buah bibir di masyarakat, pemerintah pusat dianggap lepas tangan dari kasus ini.

Politikus PKS Mardani Ali Sera mengkritik hal ini, dia menganggap Jokowi seakan lepas tangan dengan menyerahkan tanggung jawab ke daerah.

"Dalam kondisi pandemik, kebijakan yang berbeda-beda tidak efektif. Pola Pak Jokowi menyerahkan pada kepala daerah seperti lepas tanggung jawab. Mesti ada satu kebijakan nasional yang diikuti oleh seluruh pihak, termasuk seluruh kepala daerah. Pandemi ini tidak mengenal daerah,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Minggu (15/3/2020). Dilansir dari kronologi.id.

Seharusnya himbauan mengenai penanganan wabah ini melalui satu komando yakni Kepala Negara  agar koordinasi bisa lebih terarah dan memudahkan pemerintah daerah memutuskan tindakan apa yang tepat di wilayahnya.

Kebijakan lock down juga seakan setengah hati, pemerintah masih berorientasi untung rugi jika lock down diberlakukan secara penuh di Indonesia. Nyawa rakyat seolah dijadikan mainan atas nama stabilitas ekonomi negara.

Rakyat kecil menjadi korban kapitalistik struktural negara, rakyat dibiarkan mencari solusi sendiri bahkan dibiarkan mati secara perlahan.

Dari data yang diperoleh dari CNN Indonesia per-hari Senin, 23 Maret 2020 sudah ada 579 orang positif terinfeksi virus corona, sedangkan 49 orang meninggal dan 30 orang lainnya dinyatakan sembuh. Lonjakan drastis ini tentu memukul pemerintahan Jokowi, dia dan para menterinya dianggap tidak serius bahkan dianggap 'nyleneh' dalam menangani atau berkomentar tentang kasus corona yang kini melanda negeri.

Peneliti senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata menilai bahwa pemerintah pusat tidak serius menangani kasus wabah covid-19 ini, bahkan para menteri-nya di Kabinet Indonesia Maju sering melontarkan pertanyaan nyleneh. Rmol.id, Sabtu (21/3/2020).

Guyonan seperti ini seharusnya tidak disampaikan disaat dunia sedang berupaya melawan Covid-19, pemerintah juga seharusnya mengambil langkah tegas dengan menutup secara total atau me-lock down negara ketika awal dampak ini tersebar di Wuhan, China pada Desember tahun 2019 lalu sehingga wabah ini bisa dikontrol atau bisa diatasi dengan mudah.

Negara tidak boleh meremehkan jika wabah sudah mulai tersebar ke berbagai negara dan wilayah, negara harus menutup sementara akses keluar masuk bagi para pendatang yang akan berkunjung ke Indonesia, negara juga harus menyediakan bahan makanan yang cukup bagi rakyat saat melakukan lock down nasional.

Dalam Islam, negara dan pemerintah adalah pihak yang paling bertanggung jawab melakukan tindakan pencegahan bahaya apa pun termasuk wabah virus corona, Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Jika kalian mendengar suatu negeri dilanda wabah, maka jangan kalian memasukinya. Jika wabah itu terjadi di negeri yang kalian berada di dalamnya, maka jangan kalian keluar darinya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Inilah Lockdown dalam Islam. Negara juga dituntut harus tegas dalam mengawal "penutupan" kantor-kantor usaha yang tidak bergerak di bidang pangan, seperti Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas atau tempat penjualan obat bagi masyarakat, karena hal itu tentu dibutuhkan dalam menunjang kesehatan masyarakat.

Negara juga harus menyediakan fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat, ditunjang dengan perlengkapan terbaik, seperti perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD), masker, obat-obatan dan lain sebagainya, sehingga jika ada masyarakat yang terindikasi terinfeksi virus corona bisa segera teratasi.

Negara seharusnya terdepan dalam mengatasi dan membendung pandemi Covid-19, serta melindungi nyawa setiap rakyatnya. Bukan malah perhitungan untung-rugi duniawi saja ala sistem kapitalis sekuler sehingga nyawa rakyat terlunta, dan tentu kita menanti keseriusan negara dalam menangani wabah Covid-19 ini.

***

*) Penulis adalah Gesang Ginanjar Raharjo, Karyawan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Malang.

*) Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.


Opini Covid-19 Corona pemerintah Indonesia
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

2,738

+247 Positif

204

+12 Sembuh

221

+12 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Selasa, 07 April 2020 - 16:20 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Takwil Nabi Yusuf, Covid-19 dan Nasib Rakyat
    Takwil Nabi Yusuf, Covid-19 dan Nasib Rakyat
    07/04/2020 - 22:20
  • Memaafkan “Wong Cilik”
    Memaafkan “Wong Cilik”
    07/04/2020 - 13:57
  • Membangun Negara Futuristik
    Membangun Negara Futuristik
    07/04/2020 - 13:29
  • Stay at Home: Tak Ada Waktu Libur dalam Berliterasi
    Stay at Home: Tak Ada Waktu Libur dalam Berliterasi
    07/04/2020 - 13:20
  • Merawat (Literasi) Budaya
    Merawat (Literasi) Budaya
    07/04/2020 - 13:12
  • Covid-19 dan Skenario Terburuk Pilkada Serentak 2020
    Covid-19 dan Skenario Terburuk Pilkada Serentak 2020
    07/04/2020 - 08:36
  • Belajar Banyak dari Virus Corona
    Belajar Banyak dari Virus Corona
    07/04/2020 - 06:16
  • Covid-19, Subsidi untuk Pekerja Harian
    Covid-19, Subsidi untuk Pekerja Harian
    07/04/2020 - 05:22
  • Tim Mercedes Desain Alat Pernapasan untuk Pasien Covid-19, Begini Wujudnya
    Tim Mercedes Desain Alat Pernapasan untuk Pasien Covid-19, Begini Wujudnya
    08/04/2020 - 01:05
  • Perubahan APBN 2020, Hanya Anggaran Kemendibud dan Kemenkes yang Ditambah
    Perubahan APBN 2020, Hanya Anggaran Kemendibud dan Kemenkes yang Ditambah
    08/04/2020 - 00:50
  • Ikuti Korsel, Pemprov Jabar Lakukan Rapid Test Covid-19 ke 300 Ribu Warga
    Ikuti Korsel, Pemprov Jabar Lakukan Rapid Test Covid-19 ke 300 Ribu Warga
    08/04/2020 - 00:35
  • Selama PSBB, Anies Akan Bubarkan Kerumunan Lebih Dari Lima Orang
    Selama PSBB, Anies Akan Bubarkan Kerumunan Lebih Dari Lima Orang
    08/04/2020 - 00:11
  • Penerapan PSBB di Jakarta, Organisasi Sosial Masih Boleh Berkegiatan
    Penerapan PSBB di Jakarta, Organisasi Sosial Masih Boleh Berkegiatan
    07/04/2020 - 23:57
  • Geger, Ambulans Buang APD Bekas COVID-19 di Tepi Jalan Jagakarsa
    Geger, Ambulans Buang APD Bekas COVID-19 di Tepi Jalan Jagakarsa
    08/04/2020 - 00:45
  • Andi Darussalam Tabussala Positif Corona Tanpa Ada Gejala
    Andi Darussalam Tabussala Positif Corona Tanpa Ada Gejala
    08/04/2020 - 00:39
  • Polisi Sydney Pesta dan Mabuk Saat Social Distancing Kena Denda Tinggi
    Polisi Sydney Pesta dan Mabuk Saat Social Distancing Kena Denda Tinggi
    08/04/2020 - 00:08
  • Wabah Corona, Gaya Santuy Raja Bulutangkis Taiwan Jadi Sorotan
    Wabah Corona, Gaya Santuy Raja Bulutangkis Taiwan Jadi Sorotan
    08/04/2020 - 00:30
  • Pandemi Corona, PBSI Genjot Latihan Fisik Pebulutangkis di Pelatnas
    Pandemi Corona, PBSI Genjot Latihan Fisik Pebulutangkis di Pelatnas
    08/04/2020 - 01:00