Kopi TIMES

Butuh Nasionalisme untuk Memerangi Covid 19

Kamis, 26 Maret 2020 - 22:04 | 33.84k
Butuh Nasionalisme untuk Memerangi Covid 19
Eri Hendro Kusuma, Sekretaris Umum MD KAHMI Kota Batu.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sosok yang kalem, pemikir serius, sederhana, serta berkomitmen tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka adalah gambaran seorang tokoh sekaligus Pahlawan kemerdekan Indonesia yang bernama Mohammad Hatta. Kisah unik sekaligus heroik karena demi kemerdekaan Indonesia, beliau menikah di usia 43 tahun dan waktu itu menduduki posisi sebagai wakil presiden.

Selain perjuangan dari seorang Mohammad Hatta, Jendral Soedirman adalah sosok pahlawan yang sangat luar biasa dalam berjuang mempertahankan Negara Indonesia. “Yang sakit Soedirman, panglima besar tidak pernah sakit” merupakan perkataan yang sangat heroik dari panglima besar saat menolak saran Presiden Soekarno untuk tidak bergerilya.

Bagi penulis perkataan Jendral Sudirman tersebut memiliki pesan sangat mendalam akan pentingnya nasionalisme dibandingkan dengan kepentingan Individu. Kalimat “yang sakit Soedirman” ini menggambarkan individu sang pahlawan, sedangkan “panglima besar tidak pernah sakit” adalah gambaran tanggung jawab terhadap negara. Pada akhirnya dalam keadaan sakit yang cukup parah beliau memutuskan untuk memimpin geriliya melawan Belanda, dibandingkan dengan berbaring di rumah sakit.

Perjuangan dua pahlawan yang penulis contohkan diatas adalah teladan bagi bangsa Indonesia. Beliau berdua selalu menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Tidak hanya berucap atau berjanji, tapi mereka telah mampu membuktikan dengan tindakan yang nyata, inilah yang menjadikan beliau berdua adalah sosok nasionalisme sejati.

Saat ini hal yang sama juga dilakukan oleh tenaga medis yang menjadi garda terdepan untuk melawan pandemi covid 19. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) merilis lima dokter yang telah menjadi korban pandemi covid 19. Dari akun twitter resmi PB IDI disebutkan kelima dokter tersebut adalah dr. Hadio Ali SpS, dr. Djoko Judjoko, SpB, dr. Laurentius P, SpKJ, dr. Adi Mirsaputra SpTHT, dan dr. Ucok Martin, SpP.

Perjuangan Pahlawan Medis Melawan Pandemi Covid-19

Penulis meyakini bahwa nasionalisme juga menjadi dasar para pahlawan medis untuk perang melawan pandemi Covid-19. Dalam keadaan darurat corona secara global menyebabkan peralatan medis di dunia menjadi langkah. Perang dengan menggunakan “senjata terbatas” menjadi kendala para tenaga medis untuk menghadapi makhluk yang tidak nampak secara kasat mata ini. Tugas dan tanggung jawab terhadap negara, diyakini menjadi salah satu kunci mereka tetap bekerja dengan keterbatasan senjata medis dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Selain kendala peralatan medis, stigma sosial di masyarakat nampaknya juga menjadi tantangan tersendiri oleh para tenaga medis di tanah air. Sebagai garda terdepan melawan pandemi Covid-19, tentu mereka menjadi orang yang sangat beresiko tertular. Sehingga tidak jarang masyarakat yang memberikan stigma kepada tenaga medis dan keluarganya sebagai penyebar pandemi Covid-19.

Pada saat pahlawan medis ini gugur, keheningan dan kesunyianlah yang menghantarkan ke pemakaman. Tidak banyak iringan dari keluarga maupun tetangga, apalagi tembakan salvo pada saat jenasah dikebumikan, adalah bentuk perjuangan hakiki seorang pahlawan sejati. Hanya doa yang pada akhirnya mengantarkan kepergian para pahlawan tersebut ke peristirahatan terakhir di dunia.

Penghargaan dari pemerintah sudah selayaknya diberikan kepada mereka yang telah berjuang dan gugur di medan perang melawan Convid-19 ini. Jaminan kehidupan keluarga yang telah ditinggalkan, juga sudah selayaknya menjadi tanggung jawab negara sebagai bentuk pengakuan pengabdian para pahlawan medis kepada negara.

Menahan diri adalah nasionalisme saat ini

Dalam kondisi seperti saat ini tentu dibutuhkan sinergisitas dari berbagai komponen masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk hidup disiplin dan bersih, menjadi modal penting melawan penyebaran pandemi Convid-19 ini. Menjalankan himbauan-himbauan dari pemerintah terkait belajar di rumah, bekerja di rumah, beribadah di rumah, dan untuk sementara waktu kita melaksanakan social distancing adalah bentuk nasionalisme kita hari ini.

Menahan diri untuk tidak berkunjung ke kafe, tempat wisata, acara arisan, pesta maupun kelompok sosial lain adalah bentuk ikhtiar kita dalam mencintai Negara Indonesia. Saat ini tidak berkumpul bukan berarti hilang solidaritas, sebaliknya demi solidaritas kita tidak berkumpul. Sementara cara tersebutlah yang bisa kita lakukan untuk membantu pemerintah dalam melawan penyebaran pandemi Convid-19 ini.

***

*) Penulis adalah Eri Hendro Kusuma, Sekretaris Umum MD KAHMI Kota Batu.

*) Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.


Opini covid-19 corona
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

1,528

+114 Positif

81

+6 Sembuh

136

+14 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Selasa, 31 Maret 2020 - 16:20 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dampak Positif Virus Covid-19 di SDK Santa Maria II Malang
    Dampak Positif Virus Covid-19 di SDK Santa Maria II Malang
    31/03/2020 - 13:38
  • Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah jika Karantina Wilayah Diterapkan
    Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah jika Karantina Wilayah Diterapkan
    31/03/2020 - 12:34
  • Batasi “Zona Perang” Wabah, itu Koentji!
    Batasi “Zona Perang” Wabah, itu Koentji!
    31/03/2020 - 11:42
  • Isra Mi’raj dan Kepemimpinan
    Isra Mi’raj dan Kepemimpinan
    31/03/2020 - 10:27
  • Aroma Daring di Musim Lockdown
    Aroma Daring di Musim Lockdown
    31/03/2020 - 09:17
  • Nalar Kritis di Tengah Banjir Hoaks Corona
    Nalar Kritis di Tengah Banjir Hoaks Corona
    31/03/2020 - 08:11
  • Daring: antara Harapan dan Kenyataan
    Daring: antara Harapan dan Kenyataan
    31/03/2020 - 07:23
  • Dana Desa untuk Mencegah Corona
    Dana Desa untuk Mencegah Corona
    31/03/2020 - 00:54
  • Malaysia Lockdown, Pemerintah Berencana Kirim Uang untuk Bantu TKI
    Malaysia Lockdown, Pemerintah Berencana Kirim Uang untuk Bantu TKI
    31/03/2020 - 20:47
  • Ditunda Akibat Pandemi Corona, Ini Jadwal Baru Olimpiade 2020 Tokyo
    Ditunda Akibat Pandemi Corona, Ini Jadwal Baru Olimpiade 2020 Tokyo
    31/03/2020 - 20:45
  • Ucapkan Terima Kasih dari Antariksa untuk Para Dokter yang Lawan Covid-19
    Ucapkan Terima Kasih dari Antariksa untuk Para Dokter yang Lawan Covid-19
    31/03/2020 - 20:45
  • Wajah Jakarta di Malam Hari saat Dilanda Virus Corona
    Wajah Jakarta di Malam Hari saat Dilanda Virus Corona
    31/03/2020 - 20:41
  • Menlu Retno Berencana Pulangkan 1.456 WNI Jemaah Tablig dari Luar Negeri
    Menlu Retno Berencana Pulangkan 1.456 WNI Jemaah Tablig dari Luar Negeri
    31/03/2020 - 20:38
  • Gigit Anak 18 Tahun, Ular Kobra Dipancing Keluar Pakai Air
    Gigit Anak 18 Tahun, Ular Kobra Dipancing Keluar Pakai Air
    31/03/2020 - 07:49
  • Bob Hasan Meninggal Dunia
    Bob Hasan Meninggal Dunia
    31/03/2020 - 12:00
  • Ketua Umum PASI Bob Hasan Meninggal Dunia
    Ketua Umum PASI Bob Hasan Meninggal Dunia
    31/03/2020 - 12:05
  • Update Virus Corona 31 Maret 2020: Positif 1.528, Meninggal 136 Orang
    Update Virus Corona 31 Maret 2020: Positif 1.528, Meninggal 136 Orang
    31/03/2020 - 16:15
  • Rencana Jokowi Terapkan Darurat Sipil Ditolak Parlemen
    Rencana Jokowi Terapkan Darurat Sipil Ditolak Parlemen
    31/03/2020 - 11:56