Ekonomi Bencana Nasional Covid-19

Antisipasi Dampak Covid-19, Indonesia Siapkan Stimulus untuk Tiga Sektor

Kamis, 26 Maret 2020 - 20:35 | 13.98k
Antisipasi Dampak Covid-19, Indonesia Siapkan Stimulus untuk Tiga Sektor
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. (FOTO:Antara)
FOKUS

Bencana Nasional Covid-19

Pewarta: Widodo Irianto | Editor: Widodo Irianto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Indonesia siapkan stimulus untuk 3 sektor yakni sektor kesehatan, bantuan sosial dan industri dalam upaya meredam dampak pandemi Covid-19 agar ekonomi tetap berjalan.

Menkeu RI (Menteri Keuangan RI), Sri Mulyani Indrawati saat membagikan hasil video coference G-20 pada Selasa, (24/3/2020) menyatakan, apa yang dilakukan Indonesia agar ekonomi terus berjalan, sama dengan apa yang dilakukan negara lain.

"Tekniknya yang berbeda. Tantangan di bidang kesehatan dan keamanan menjadi sangat tinggi. Untuk mencegah penyebaran, dilakukan mobilitas yang menurun yang menyebabkan ekonomi makin tertekan. Karena itu, dibutuhkan social safety net dan juga dukungan kepada sektor usaha agar mereka dapat survive di dalam situasi sulit untuk beberapa bulan ke depan," kata Menkeu.

Dikutip dari laman Kemenkeu, rata-rata, negara G-20 akan memberikan stimulus antara 3-6 bulan untuk mencegah agar dampak ekonomi tidak terlalu dalam.

Di Sektor Kesehatan

Pertama, pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk Gugus Tugas Nasional. 

Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan juga makin diperkuat agar kebutuhan alat kesehatan dapat dikoordinasikan.

Contohnya ada 100 ribu alat pelindung diri (APD) dari perusahaan-perusahaan yang diproduksi di daerah Bogor dan Bandung, yang dikumpulkan (ditampung) oleh Bea Cukai dan BNPB (sebagai perantara) untuk rumah sakit di Jakarta maupun di daerah.

"Ini adalah berbagai komunikasi dan koordinasi sehingga pembagian alat perlindungan diri, tes kit, dan kebutuhan kesehatan dapat dikoordinasi. Ini anggarannya kita dukung sepenuhnya," kata Menkeu.

Pemerintah juga menanggung anggaran untuk pembiayaan dari mereka yang terkena Covid-19 di rumah sakit. Namun, karena pandemi Covid-19 tidak masuk dalam cover BPJS Kesehatan dari iuran itu, maka untuk pendanaan pasien Covid-19 akan diambil dari APBN dan atau APBD.

"Tentunya kalau mereka sudah tercover asuransi kita akan lihat, tapi yang tidak, maka akan dicover oleh pemerintah dan itu anggarannya akan disentralisasikan melalui Kemenkes yang verifikasinya dilakukan oleh BPJS," tegas Menkeu.

Kedua, Presiden sudah menyetujui pemberian insentif bagi para pekerja medis. Insentif khusus yang diberikan terutama untuk tiga bulan ini bagi mereka yang bekerja di RS yang menangani Covid-19 terutama di RS rujukan.

Insentif tersebut adalah untuk dokter spesialis Rp 15 juta per bulan, dokter umum dan gigi Rp 10 juta per bulan, bidan dan perawat adalah Rp 7,5 juta per bulan, tenaga medis lainnya Rp 5 juta per bulan. Untuk tenaga medis yang meninggal akan diberikan santunan sebesar Rp 300 juta per orang.

"Anggarannya akan dilakukan berdasarkan burden sharing termasuk menggunakan DAK Kesehatan (DAK Kesehatan) dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK) dari DAK yang ada dalam pos APBD," tutur Menkeu.

Namun, Kemenkeu akan terus melihat kemampuan pemerintah daerah dan melakukan langkah-langkah agar kepastian insentif ini bisa dilaksanakan.

Ketiga, pemerintah membuka akun khusus bagi masyarakat dan dunia usaha yang ingin menyumbang untuk penanggulangan Covid-19. Akun ini akan diumumkan oleh Direktorat Perbendaharaan Kemenkeu dengan link langsung dikelola oleh BNPB.

Dari sisi bantuan sosial, pemerintah akan menggelontorkan Program Keluarga Harapan seperti sembako untuk 15 juta keluarga yang dilakukan bertahap dari 10 juta keluarga.

"Social safety net, kami akan melaksanakan berbagai tahapan dimulai menggunakan PKH yaitu 10 juta keluarga untuk bantuan sosial seperti sembako yang mencakup 15 juta. Tadi sedang dibahas mengenai apakah jumlahnya ditambah, dari sisi manfaatnya juga akan dinaikkan. Ini akan dihitung dari sisi anggarannya," paparnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memberi insentif Rp 1 juta perkepala untuk mereka yang kena PHK dari BPJS Tenaga Kerja dalam bentuk pelatihan dan santunan selama 3 bulan.

"Kita juga akan memberikan insentif untuk mereka yang terkena PHK dari sisi BPJS Tenaga Kerja memberikan santunan plus pelatihan sehingga mereka bisa mendapatkan paling tidak pelatihan dan santunan selama tiga bulan sebanyak Rp 1 juta perkepala," jelasnya.

Untuk sektor informal, pemerintah berencana akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk kebutuhan pokok agar masyarakat yang bekerja harian bisa melakukan physical distancing dan social distancing untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19 yang meluas.

Itulah stimulus yang disiapkan pemerintah Indonesia untuk 3 sektor yakni sektor kesehatan, bantuan sosial serta industri dalam upaya meredam dampak pandemi Covid-19 agar ekonomi tetap berjalan.(*)


covid-19 dampak stimulus virus corona kemenkeu sri mulyani indrawati jakarta
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

1,790

+113 Positif

112

+9 Sembuh

170

+13 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Kamis, 02 April 2020 - 15:50 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kemudahan di Balik Kesulitan
    Kemudahan di Balik Kesulitan
    03/04/2020 - 09:30
  • Gaya Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
    Gaya Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
    03/04/2020 - 08:36
  • Darurat Penegakan Hukum dalam Masa Darurat Covid-19
    Darurat Penegakan Hukum dalam Masa Darurat Covid-19
    03/04/2020 - 06:32
  • Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel
    Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel
    03/04/2020 - 04:34
  • Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    02/04/2020 - 22:40
  • Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    02/04/2020 - 22:28
  • Covid-19 dan Investasi Saham
    Covid-19 dan Investasi Saham
    02/04/2020 - 15:13
  • Di Era Wabah, Jangan Ada Pelanggaran HAM
    Di Era Wabah, Jangan Ada Pelanggaran HAM
    02/04/2020 - 14:19
  • Senior Ramai-ramai Cabuli Adik Kelas, 7 Jadi Tersangka, Satu Dilepas Polisi
    Senior Ramai-ramai Cabuli Adik Kelas, 7 Jadi Tersangka, Satu Dilepas Polisi
    03/04/2020 - 13:38
  • Gegara Corona, Shenzhen China Larang Makan Daging Kucing dan Anjing
    Gegara Corona, Shenzhen China Larang Makan Daging Kucing dan Anjing
    03/04/2020 - 13:37
  • Pemakaman Sunyi Pasien Virus Corona: Kami Pendam Sendiri Kesedihan Ini....
    Pemakaman Sunyi Pasien Virus Corona: Kami Pendam Sendiri Kesedihan Ini....
    03/04/2020 - 13:36
  • Cegah Virus Corona, Ransel Kucing Dimodifikasi Jadi Pod Bayi
    Cegah Virus Corona, Ransel Kucing Dimodifikasi Jadi Pod Bayi
    03/04/2020 - 13:31
  • Perkembangan Baru saat Tinggal di LA, Bayi Archie Tumbuh Gigi!
    Perkembangan Baru saat Tinggal di LA, Bayi Archie Tumbuh Gigi!
    03/04/2020 - 13:31
  • Wakapolri Hadiri Pesta Pernikahan Kapolsek Kembangan Saat Wabah Corona
    Wakapolri Hadiri Pesta Pernikahan Kapolsek Kembangan Saat Wabah Corona
    03/04/2020 - 10:35
  • WNI Sukses Bikin Alat Tes COVID-19, Kantongi Lisensi dari 3 Negara
    WNI Sukses Bikin Alat Tes COVID-19, Kantongi Lisensi dari 3 Negara
    03/04/2020 - 05:15
  • Kondisi Menhub Budi Karya dan Bima Arya Semakin Membaik
    Kondisi Menhub Budi Karya dan Bima Arya Semakin Membaik
    03/04/2020 - 10:29
  • Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN
    Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN
    03/04/2020 - 00:34
  • Anies Bongkar Fakta-Fakta Keganasan Kematian Corona di Jakarta
    Anies Bongkar Fakta-Fakta Keganasan Kematian Corona di Jakarta
    03/04/2020 - 09:14