Kopi TIMES

Solidaritas Dan Belas Kasih dalam Pandemi

Kamis, 26 Maret 2020 - 23:32 | 11.86k
Solidaritas Dan Belas Kasih dalam Pandemi
Dhimas Anugrah, Studi Doktoral di Oxford Center for Religion and Public Life, Inggris.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Miris, jika kita melihat berita tentang seorang pria yang menggunakan senjata untuk merampok tisu toilet di Hong Kong. Juga seorang perempuan yang bertengkar memperebutkan barang di supermarket di Sydney, Australia. 

Belum lagi ulah para penimbun barang di Tanah Air yang membuat barang kebutuhan masyarakat menjadi langka di pasar, mereka hanya memikirkan kepentingan dan keuntungan diri sendiri. Mereka tak peduli ribuan orang lain yang terdampak oleh tindakan mereka yang tak terpuji itu. Inilah realitas yang ada saat ini. Sifat "buas" dalam diri manusia (predisposing factor) muncul karena terpicu krisis (precipitating factor).

Pandemi Covid-19 merupakan fenomena, terlepas dari hipotesis apa atau siapa penyebab wabah ini. Corona mendemonstrasikan beragam respons manusia terhadap virus yang sudah merenggut banyak jiwa itu. Menyikapi ini, menurut saya, Covid-19 seharusnya mengundang kita untuk mengembangkan dua hal berikut:

Solidaritas

Solidaritas ialah kemampuan merasakan satu rasa penderitaan dengan orang lain, merasa senasib, memiliki perasaan solider atau perasaan setia kawan. Solidaritas sebenarnya menjadi suatu manifestasi alami yang muncul dari existential goodness (kebaikan alamiah manusia). Ini dibuktikan oleh penelitian dari Lembaga Penelitian Bencana di Universitas Delaware, Amerika Serikat, yang telah melakukan 700 penelitian terkait krisis atau bencana, termasuk gempa dan banjir  sejak 1963 secara detil. 

Simpulannya, di kala bencana datang orang tetap tenang dan saling membantu, walau memang tetap ada ketakutan dan kekerasan, namun jumlahnya sangat minim. Yang selalu terjadi adalah, kebanyakan orang saling berbagi dan menguatkan satu sama lain ketika krisis atau bencana menimpa.

Seperti yang diamati filsuf muda Belanda, Rutger Bregman, tentang tulisan yang tertera dinding salah satu rumah di Jerman:

"Hai tetangga, jika kamu berusia lebih dari 65 tahun dan kekebalan tubuhmu lemah, saya ingin membantumu. Beberapa pekan ke depan, saya bisa membantumu berbelanja di luar. Jika kamu perlu bantuan, tinggalkan pesan di pintu rumahmu dengan nomor teleponmu. Bersama, kita bisa menjalani semuanya. Kamu tidak sendirian!"

Virus korona memang bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang berusia lanjut dan kekebalan tubuhnya lemah. Namun, di Jerman, warganya bahu-membahu, bersatu, dan saling membantu. Di Wuhan, Tiongkok, warganya saling memberi semangat dengan meneriakkan, "Jiayou," yang artinya jangan menyerah! Lalu di Italia, terutama di Napoli dan Siena, orang-orang menyanyi dari jendela rumah mereka demi saling memberi semangat, terutama bagi para korban terinfeksi korona.

Solidaritas seperti inilah yang selayaknya kita kembangkan dalam konteks masyarakat Indonesia. Solidaritas dan gotong-royong adalah saudara kembar, yang merupakan ekspresi nilai Pancasila yang sudah sepantasnya mewarnai dinamika masyarakat kita dalam menghadapi situasi ini.

Menebar Belas Kasih

Seorang ibu di Puglia, Italia, mengatakan kalimat yang menjadi viral ke seluruh dunia melalui media sosial, andra tutto bene!

Andra Tutto Bene (semua akan baik-baik saja). Perkataan ini meneduhkan, memberi semangat, dan menunjukkan belas kasih. Kalimat "semua akan baik-baik saja" bukan sekadar ungkapan biasa. Di dalamnya memuat rasa welas-asih yang memberi semangat dan harapan, sekaligus doa bagi semua orang yang membacanya agar keadaan mereka (akan) baik-baik saja. 

Muatan belas kasih dalam andra tutto bene mengandung sebuah harapan. Yaitu, harapan akan sebuah keadaan yang kembali pulih, normal seperti sedia kala. Harapan inilah yang perlu kita miliki. 

Harapan adalah suatu keinginan kuat akan sesuatu (yang baik) akan terjadi. Harapan dalam Andra Tutto Bene bukan sekadar mimpi, bukan pula candu yang membius masyrakarat, namun suatu keadaan batin yang memampukan kita bertahan dalam kesesakan karena krisis. 

Dr. Viktor E. Frankl mengobservasi para tahanan di kamp konsentrasi Nazi selama tiga tahun (1942-1945) dan menemukan, hanya orang-orang yang punya harapan bisa bertahan hidup, sementara yang tak memiliki harapan lebih rapuh jiwanya, lalu cepat menemui ajal. Harapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, kata penulis Ibrani. 

Kedua hal ini, solidaritas dan belas kasih, perlu sama-sama kita pupuk dan kembangkan dalam masyarakat kita. Dimulai dari sekarang, dan diawali dari diri kita sendiri. 

Dr. Yakub Susabda berujar, setiap manusia memang memiliki sifat asli bawaan yang buruk (predisposing factors) yang bisa muncul kapan saja karena terpicu krisis atau hal-hal lain di luar dirinya (precipitating factors). Namun, sudah menjadi tanggung-jawab kita untuk menemukan dan mengelola predisposing factors kita itu, agar sebagai manusia kita tetap bisa bersikap bajik dan bijak dalam situasi seperti ini.

Bersikap bajik dan bijak bisa kita ekspresikan melalui laku solidaritas dan belas kasih di tengah masyarakat, yang secara konkret kita demonstrasikan dengan menaati imbauan Pemerintah dalam hal social distancing, tidak menyebar berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya, dan tidak serakah menimbun barang-barang demi kepentingan pribadi. 

Mari membangun solidaritas dan menebar belas kasih, seraya tetap berdoa, Kyrie Eleison (Tuhan kasihanilah) dan sembuhkanlah dunia ini.

***

*) Penulis adalah Dhimas Anugrah, Studi Doktoral di Oxford Center for Religion and Public Life, Inggris.

*) Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.


Opini virus corona covid-19 jakarta
Publisher : Dhian Mega
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

1,528

+114 Positif

81

+6 Sembuh

136

+14 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Selasa, 31 Maret 2020 - 16:20 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Dampak Positif Virus Covid-19 di SDK Santa Maria II Malang
    Dampak Positif Virus Covid-19 di SDK Santa Maria II Malang
    31/03/2020 - 13:38
  • Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah jika Karantina Wilayah Diterapkan
    Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah jika Karantina Wilayah Diterapkan
    31/03/2020 - 12:34
  • Batasi “Zona Perang” Wabah, itu Koentji!
    Batasi “Zona Perang” Wabah, itu Koentji!
    31/03/2020 - 11:42
  • Isra Mi’raj dan Kepemimpinan
    Isra Mi’raj dan Kepemimpinan
    31/03/2020 - 10:27
  • Aroma Daring di Musim Lockdown
    Aroma Daring di Musim Lockdown
    31/03/2020 - 09:17
  • Nalar Kritis di Tengah Banjir Hoaks Corona
    Nalar Kritis di Tengah Banjir Hoaks Corona
    31/03/2020 - 08:11
  • Daring: antara Harapan dan Kenyataan
    Daring: antara Harapan dan Kenyataan
    31/03/2020 - 07:23
  • Dana Desa untuk Mencegah Corona
    Dana Desa untuk Mencegah Corona
    31/03/2020 - 00:54
  • Menlu Retno Berencana Pulangkan 1.456 WNI Jemaah Tablig dari Luar Negeri
    Menlu Retno Berencana Pulangkan 1.456 WNI Jemaah Tablig dari Luar Negeri
    31/03/2020 - 20:38
  • Wartawan Ditangkap Polisi karena Gebrak Mobil Bupati Tulungagung
    Wartawan Ditangkap Polisi karena Gebrak Mobil Bupati Tulungagung
    31/03/2020 - 20:36
  • Virus Corona Pukul Ekonomi, Anies Berencana Kirim Bantuan Tunai ke Warga
    Virus Corona Pukul Ekonomi, Anies Berencana Kirim Bantuan Tunai ke Warga
    31/03/2020 - 20:34
  • Batal Kumpul Besok, Persija Perpanjang Libur Pemain
    Batal Kumpul Besok, Persija Perpanjang Libur Pemain
    31/03/2020 - 20:30
  • Sederhana, Pelatih Fisik Barito Putera Pilih Isolasi Diri di Gubuk Bambu
    Sederhana, Pelatih Fisik Barito Putera Pilih Isolasi Diri di Gubuk Bambu
    31/03/2020 - 20:30
  • Gigit Anak 18 Tahun, Ular Kobra Dipancing Keluar Pakai Air
    Gigit Anak 18 Tahun, Ular Kobra Dipancing Keluar Pakai Air
    31/03/2020 - 07:49
  • Bob Hasan Meninggal Dunia
    Bob Hasan Meninggal Dunia
    31/03/2020 - 12:00
  • Ketua Umum PASI Bob Hasan Meninggal Dunia
    Ketua Umum PASI Bob Hasan Meninggal Dunia
    31/03/2020 - 12:05
  • Rencana Jokowi Terapkan Darurat Sipil Ditolak Parlemen
    Rencana Jokowi Terapkan Darurat Sipil Ditolak Parlemen
    31/03/2020 - 11:56
  • Update Virus Corona 31 Maret 2020: Positif 1.528, Meninggal 136 Orang
    Update Virus Corona 31 Maret 2020: Positif 1.528, Meninggal 136 Orang
    31/03/2020 - 16:15