Kopi TIMES

Ekospiritualisme Menyikapi Pandemik Corona

Kamis, 26 Maret 2020 - 22:50 | 14.30k
Ekospiritualisme Menyikapi Pandemik Corona
Ribut Lupiyanto, Deputi Direktur C PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration).
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya resmi menyatakan wabah virus corona atau penyakit Covid-19 sebagai sebuah pandemik pada Rabu (11/3/2020) lalu. Penetapan ini lebih dari dua bulan sejak wabah ini mulai terdeteksi di Tiongkok.

Pandemik lebih terkait pada geografis penyebarannya. Secara sederhana, makna pandemik adalah wabah suatu penyakit baru yang menyebar di berbagai negara dalam waktu yang sama. Menurut WHO, status pandemik ditetapkan jika sebuah penyakit baru yang belum ada penangkal kekebalannya menyebar ke berbagai wilayah dunia tanpa diduga. Saat ini tercatat ada lebih dari 118.000 kasus Covid-19 di sedikitnya 114 negara, dan menewaskan lebih dari 4.000 orang.

Pandemik Corona merupakan salah satu bentuk bencana. Bencana memang takdir illahi. Namun daya dan upaya manusia mesti ditunjukkan guna membuktikan kemampuan kepemimpinannya sebagai khalifah di muka bumi. Upaya memitigasi bencana tidak hanya hadir baru-baru saja.

Teladan Nabi

Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra. Rasullah SAW bersabda, "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhari).

Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar.

Seperti diriwayatkan dalam hadits ini, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Di zaman Rasulullah SAW jikalau ada sebuah daerah atau komunitas terjangkit penyakit Tha'un, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam memerintahkan untuk mengisolasi atau mengkarantina para penderitanya di tempat isolasi khusus, jauh dari pemukiman penduduk.

Tha'un sebagaimana disabdakan Rasulullah saw adalah wabah penyakit menular yang mematikan, penyebabnya berasal dari bakteri Pasterella Pestis yang menyerang tubuh manusia.

Jika umat muslim menghadapi hal ini, dalam sebuah hadits disebutkan janji surga dan pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar ketika menghadapi wabah penyakit. "Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya). (HR Bukhari)

Selain Rasulullah, di zaman khalifah Umar bin Khattab juga ada wabah penyakit. Dalam sebuah hadist diceritakan, Umar sedang dalam perjalanan ke Syam lalu ia mendapatkan kabar tentang wabah penyakit.

Hadist yang dinarasikan Abdullah bin 'Amir mengatakan, Umar kemudian tidak melanjutkan perjalanan. "Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhori).

Melek Ekospiritual

Al-Qardhawi (2002) menegaskan bahwa permasalahan lingkungan pada dasarnya merupakan persoalan moralitas sehingga solusi efektifnya adalah dengan revitalisasi nilai-nilai moral, keadilan, keramahan, dan sebagainya.  Parameter yang layak dimasukkan untuk menilainya adalah kepahaman dan kesadaran manusia. Kesadaran merupakan aksi maupun reaksi proaktif dari moral manusia yang menjadi pijakan dalam bertindak selanjutnya.

Manusia dituntut mampu belajar mengambil hikmah sekaligus membaca dinamika lingkungan (reading the words, reading the world). Hal itu dapat dilakoni jika manusia mampu menjadi ulil albab (manusia pemikir) yang senantiasa membaca (iqra’) atas segala kejadian.

Disinilah titik penting perlunya ummat muslim melek atau memiliki kecerdasan ekospiritual (Ecospiritual Quotient). Yaitu kemampuan berselaras dan menjaga alam lingkungannya dengan motivasi dan aksi berbasiskan nilai spiritual Islam. Aspek lingkungan mestilah ditempatkan sejajar dengan ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lainnya dalam ibadah kontekstual.

Melek Ekospiritual tidaklah cukup hadir pada level individual. Ia mesti terkoneksi dan saling menguatkan secara komunal. Antar-stakeholder, antarwilayah, antarbangsa perlu duduk bersama dalam menghadapi penyebaran virus corona. Komunikasi intensif antar-stakeholder perlu melibatkan para ulama/rohaniwan yang selama ini masih terlupakan.

***

*) Penulis adalah Ribut Lupiyanto, Deputi Direktur C PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration).

*) Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.


covid-19 Corona Pandemik Corona
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

2,273

+181 Positif

164

+14 Sembuh

198

+7 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Minggu, 05 April 2020 - 16:00 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    05/04/2020 - 14:31
  • Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    05/04/2020 - 13:19
  • Covid-19 dan Keutuhan Keluarga
    Covid-19 dan Keutuhan Keluarga
    05/04/2020 - 12:07
  • Antisipasi Himpitan dengan Jimpitan
    Antisipasi Himpitan dengan Jimpitan
    05/04/2020 - 11:13
  • Pembelajaran Daring: Sinergi Guru dan Orang Tua
    Pembelajaran Daring: Sinergi Guru dan Orang Tua
    05/04/2020 - 10:59
  • Covid-19, antara Ibu Kota Baru atau Kesehatan Masyarakat
    Covid-19, antara Ibu Kota Baru atau Kesehatan Masyarakat
    05/04/2020 - 10:40
  • Face Shield Mask
    Face Shield Mask
    05/04/2020 - 09:05
  • Ormas Pemuda Pancasila dalam Menjaga Keutuhan NKRI
    Ormas Pemuda Pancasila dalam Menjaga Keutuhan NKRI
    04/04/2020 - 22:03
  • Tewas Kecelakaan, Wajagung Arminsyah Hobi Balap Mobil, Jagokan Corolla DX
    Tewas Kecelakaan, Wajagung Arminsyah Hobi Balap Mobil, Jagokan Corolla DX
    05/04/2020 - 20:54
  • Karantina Mandiri COVID-19, Jalan Swadaya Manggarai Ditutup Warga!
    Karantina Mandiri COVID-19, Jalan Swadaya Manggarai Ditutup Warga!
    05/04/2020 - 20:52
  • Ponorogo dan Bondowoso Zona Merah Virus Corona Baru Jawa Timur
    Ponorogo dan Bondowoso Zona Merah Virus Corona Baru Jawa Timur
    05/04/2020 - 20:47
  • Kisah Perawat Mayat di Tengah Corona: Batal Pensiun hingga Kehilangan Kawan
    Kisah Perawat Mayat di Tengah Corona: Batal Pensiun hingga Kehilangan Kawan
    05/04/2020 - 20:41
  • Kehabisan Tempat, Kota di Ekuador Membiarkan Mayat Covid-19 di Jalan
    Kehabisan Tempat, Kota di Ekuador Membiarkan Mayat Covid-19 di Jalan
    05/04/2020 - 20:30
  • Amerika Kian Parah, Jumlah Pasien Meninggal COVID-19 Lampaui Prancis
    Amerika Kian Parah, Jumlah Pasien Meninggal COVID-19 Lampaui Prancis
    05/04/2020 - 11:00
  • Rapat COVID-19 TNI AD Tegang, Dua Jenderal Bintang 2 Disuruh Keluar
    Rapat COVID-19 TNI AD Tegang, Dua Jenderal Bintang 2 Disuruh Keluar
    05/04/2020 - 05:32
  • Data Mengejutkan, Penderita COVID-19 di China Cuma Tersisa 2.081 Orang
    Data Mengejutkan, Penderita COVID-19 di China Cuma Tersisa 2.081 Orang
    05/04/2020 - 11:30
  • Kota Paling Horor di Dunia, Mayat-mayat COVID-19 Dibiarkan di Jalanan
    Kota Paling Horor di Dunia, Mayat-mayat COVID-19 Dibiarkan di Jalanan
    05/04/2020 - 20:05
  • Buya Yahya Serukan Ganti Lirik Lagu Aisyah Istri Rasulullah, Kenapa?
    Buya Yahya Serukan Ganti Lirik Lagu Aisyah Istri Rasulullah, Kenapa?
    05/04/2020 - 07:35