Pendidikan NKRI Lawan Corona

Tanggap Darurat Covid-19, ITS Produksi Face Shield Mask

Rabu, 25 Maret 2020 - 16:58 | 24.46k
Tanggap Darurat Covid-19, ITS Produksi Face Shield Mask
Face Shield Mask produksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Foto: Humas ITS)
FOKUS

NKRI Lawan Corona

TIMESINDONESIA, SURABAYAInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kepeduliannya untuk membantu mencegah penyebaran wabah corona atau Covid-19 yang telah menjadi pandemi di dunia saat ini.

Setelah sebelumnya berinovasi merancang sejumlah perangkat disinfeksi, kini ITS juga memperkenalkan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) berupa Face Shield Mask yang diproduksi sendiri.

Djoko Kuswanto ST, Kepala Laboratorium Integrated Digital Design Departemen Desain Produk Industri ITS selaku inventor mengungkapkan, target produksi dari Face Shield Mask ini dapat memenuhi 500 sampai 1.000 item setiap hari.

Face-Shield-Mask-3.jpg

"Sejak Sabtu (21/3) lalu, gagasan ini telah diupayakan untuk mencapai target tersebut," ujarnya.

Djoko mengatakan, panic buying menjadi salah satu bentuk respon masyarakat terhadap merebaknya Covid-19 ini.

“Dunia medis pun ikut terguncang, dengan berkurangnya APD, akibat panic buying, yang sebetulnya sangat dibutuhkan tenaga medis,” tutur Djoko.

Jumlah APD yang kian menurun inilah, menurut Djoko, yang menggugah ITS bersama Asosiasi Printer 3D Indonesia ikut memberikan bantuan APD dengan memproduksi Face Shield Mask ini.

Djoko yang juga Koordinator Asosiasi Printer 3D Indonesia chapter Jatim ini menjelaskan, Face Shield Mask dipilih karena mudah dibuat dengan estimasi waktu pembuatan yang terbilang cepat.

“Apalagi, masker menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini,” ungkapnya.

Face-Shield-Mask-2.jpg

Berdasarkan dari data yang diterima Laboratorium Integrated Digital Design ITS, saat ini kebutuhan masker mencapai 270.000 buah.

Didukung fakta tersebut, Djoko menuturkan bahwa akan ada dua jenis prosedur produksi yang diterapkan. Tujuannya adalah efisiensi kerja produksi.

Metode 3D Printing, kata Djoko, menjadi opsi pertama. “Cara kerjanya adalah dengan menata bahan berupa lelehan sehingga menjadi benda yang dikonsepkan,” terangnya.

Kelebihan metode 3D Printing sendiri, menurut Djoko, yaitu barang dapat terproduksi lebih detail sesuai yang dirancang. Akan tetapi, untuk kondisi gawat seperti saat ini, 3D Printing memakan waktu produksi yang cenderung lama.

Maka, lanjutnya, alat yang dikenal dengan CNC Router menjadi opsi untuk mengatasi hal itu.

CNC Router merupakan mesin yang dilengkapi dengan digital signal processing (DSP) dalam proses memotong atau mengukir suatu bahan tertentu.

Secara singkat, Djoko menuturkan bahwa sistem kerja dengan CNC Router adalah substractive atau dengan melakukan pengurangan.

"Dari bahan yang utuh, bahan diukir sedemikian rupa sehingga menjadi produk yang diinginkan," bebernya.

Dengan menggunakan bantuan CNC Router, bekerja sama dengan Laboratorium Protomodel ITS, kecepatan produksi Face Shield Mask ini diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan, khususnya di Jawa Timur dengan permintaan yang telah mencapai 35.000 buah.

Djoko menyebutkan, satu CNC Router memiliki kecepatan produksi hampir sama dengan 200 sampai 400 printer sekaligus.

“CNC Router kemudian kami pilih sebagai cara yang diprioritaskan,” ujarnya.

Dari dua prosedur yang diterapkan, diambil juga dua bahan yang menjadi komposisi satu jenis dari APD ini. Kata Pendiri Rumah Prototesis Indonesia ini, digunakan dua jenis plastik untuk membuat masker darurat ini. Yaitu plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan Polyethylene terephthalate (PET). Masker darurat ini pun harus diproduksi dengan memerhatikan keamanan bahan yang digunakan.

Kedua jenis plastik yang dipilih, menurut Djoko, adalah dua jenis plastik yang aman digunakan termasuk untuk kepentingan medis.

Pasalnya, dua jenis plastik itu juga dapat digunakan sebagai pengemas bahan pangan. Selain itu, baik plastik HDPE dan PET, keduanya sama-sama mudah ditemukan di pasaran.

“Kemudahan ini begitu mendukung proses produksi, di tengah anjuran untuk social distancing,” sebutnya.

Ketika ditanya soal distribusi produk, dengan tegas Djoko menyampaikan, topeng masker ini hanya diperuntukkan bagi lembaga klinis yang membutuhkan. Memperjelas pernyataannya, ia menyebutkan pembagian yang tanpa biaya ini, memiliki alur prosedur distribusi yang tidak sembarangan.

“Kami tidak ingin ada kesalahan penyaluran kepada yang kurang membutuhkan,” tegasnya.

Tim yang ada terbagi menjadi empat divisi, yaitu pendataan permintaan, produksi, perakitan, dan distribusi.

Hal itu merupakan salah satu bentuk upaya mencegah terjadinya kesalahan dalam penyaluran masker gratis ini. Mengikuti rekomendasi dari jajaran dekanat Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital ITS, permintaan yang akan diproses adalah yang mengikuti alur pemesanan kebutuhan.

Bagi lembaga klinis yang ingin mengajukan permintaan kebutuhan, alur yang harus ditempuh pertama adalah dengan menyiapkan surat permintaan resmi dan melampirkannya bersama formulir online yang disediakan.

Detail dari prosedur dapat diketahui melalui narahubung tim penggerak produksi Face Shield Mask ini, termasuk Djoko sendiri.

Di akhir sesi wawancara, Djoko meminta doa dan dukungan, serta partisipasi siapa saja yang tergerak untuk ambil bagian sebagai relawan dalam proses produksi ini.

“Akan ada pelatihan yang terkoordinir bagi relawan, sehingga social distancing tidak jadi halangan untuk mengupayakan keberhasilan mencapai target produksi yang tinggi,” pungkasnya.

Salah satu yang disebut sebagai partner produksi APD ini adalah 20 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Harapannya, dengan banyak menjalin kerja sama, produk yang perlu disterilisasi dan uji kelayakan ini semakin bermutu dan terjamin. (*)


virus corona covid 19 Institut Teknologi Sepuluh Nopember apd its surabaya
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Surabaya
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

1,790

+113 Positif

112

+9 Sembuh

170

+13 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Kamis, 02 April 2020 - 15:50 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Kemudahan di Balik Kesulitan
    Kemudahan di Balik Kesulitan
    03/04/2020 - 09:30
  • Gaya Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
    Gaya Kepemimpinan Jokowi Tangani Pandemi Covid-19
    03/04/2020 - 08:36
  • Darurat Penegakan Hukum dalam Masa Darurat Covid-19
    Darurat Penegakan Hukum dalam Masa Darurat Covid-19
    03/04/2020 - 06:32
  • Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel
    Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel
    03/04/2020 - 04:34
  • Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    02/04/2020 - 22:40
  • Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    02/04/2020 - 22:28
  • Covid-19 dan Investasi Saham
    Covid-19 dan Investasi Saham
    02/04/2020 - 15:13
  • Kekuatan Kata Menyisir Makna
    Kekuatan Kata Menyisir Makna
    02/04/2020 - 14:41
  • Ada Foto Wakapolri Hadiri Pesta Nikah Kompol Fahrul Sudiana, DPR: Periksa!
    Ada Foto Wakapolri Hadiri Pesta Nikah Kompol Fahrul Sudiana, DPR: Periksa!
    03/04/2020 - 15:26
  • Bukan Lagi Lansia, Orang Muda Sehat dengan Covid-19 Berisiko Kritis
    Bukan Lagi Lansia, Orang Muda Sehat dengan Covid-19 Berisiko Kritis
    03/04/2020 - 15:24
  • Dirut Pupuk Kujang Bambang Eka Cahyana Meninggal Dunia
    Dirut Pupuk Kujang Bambang Eka Cahyana Meninggal Dunia
    03/04/2020 - 15:22
  • Polisi Tangkap Provokator Penolak Jenazah Pasien Corona di Gowa
    Polisi Tangkap Provokator Penolak Jenazah Pasien Corona di Gowa
    03/04/2020 - 15:21
  • Startup RajaRenov Sinergikan Renovasi dan Desain Interior
    Startup RajaRenov Sinergikan Renovasi dan Desain Interior
    03/04/2020 - 15:19
  • Pesta Pernikahan Kapolsek Kembangan Berujung Mutasi
    Pesta Pernikahan Kapolsek Kembangan Berujung Mutasi
    03/04/2020 - 10:35
  • WNI Sukses Bikin Alat Tes COVID-19, Kantongi Lisensi dari 3 Negara
    WNI Sukses Bikin Alat Tes COVID-19, Kantongi Lisensi dari 3 Negara
    03/04/2020 - 05:15
  • Kondisi Menhub Budi Karya dan Bima Arya Semakin Membaik
    Kondisi Menhub Budi Karya dan Bima Arya Semakin Membaik
    03/04/2020 - 10:29
  • Korban Pernikahan Megah Kapolsek Saat Corona 'Melebar'
    Korban Pernikahan Megah Kapolsek Saat Corona 'Melebar'
    03/04/2020 - 11:47
  • Anies Bongkar Fakta-Fakta Keganasan Kematian Corona di Jakarta
    Anies Bongkar Fakta-Fakta Keganasan Kematian Corona di Jakarta
    03/04/2020 - 09:14