Kopi TIMES

Pilkada dan Politik Uang

Rabu, 25 Maret 2020 - 02:48 | 3.71m
Pilkada dan Politik Uang
Frederikus Magung, Mahasiswa Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filasafat Katolik Ledalero Maumere NTT.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, KUPANGPILKADA serentak 2020 merupakan pilkada serentak keempat yang dilakukan untuk pemilihan kepala daerah setelah hasil pemilihan Desember 2015 lalu.

Menurut data KPU, ada 270 daerah pemilihan dengan rincian 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota. Pilkada serentak 2020 seharusnya diikuti oleh 269 daerah, namun menjadi 270 karena pilkada kota Makasar diulang pelaksanaannya (Detiknews, 23 Juni 2019).

Hemat penulis, demokrasi lokal (baca; pilkada) yang diafirmasikan selama empat dekade terakhir ini belum mendekati titik puncaknya dengan capaian apa yang kita sering sebut sebagai bonum commune. Masih banyak praktik politik yang terjerembab dalam wabah virus logika politik uang (money politic).

Menurut Wikipedia, politik uang atau politik perut adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum.

Politik uang umumnya dilakukan oleh simpatisan, kader ataupun pengurus partai politik menjelang hari H pemilihan umum. Praktik politik uang dilakukan dengan cara pemberian uang, sembako berupa beras, minyak dan gula kepada masyarakat publik dengan tujuan untuk menarik simpati rakyat agar mereka memberikan suaranya untuk partai yang bersangkutan.

Persis, banyak elit dan politisi terjerumus dalam konsep naif ini. Secara gamblang mereka (baca; para politisi) sedang mencederai sakralitas demokrasi dengan pergerakan politik kotor serentak yang melahirkan aliansi baru dengan praktik politik uang (Money Politic). Pasalnya, tujuannya hanya untuk mengamini atensi demi merebut kursi kekuasaan.

Praktik politik uang (money politik) sejak pilkada serentak tahun 2015 menjadi perbincangan serius. Dan tidak menutup kemungkinan aliansi yang sama juga akan dilakukan pada pilkada serentak 2020.

Departemen Politik dan Pemerintah (DPP) Fisipol UGM mengungkapkan bahwa politik uang bisa terjadi karena tiga faktor. Pertama, faktor politik. Politik uang terjadi karena calon legislatif (caleg) tidak memiliki program tetapi ingin menang. Sementara partai politik yang mengusung tidak berperan banyak selain membantu pencalonan.

Kedua, faktor hukum. Lemahnya regulasi dalam pilkada khusus dalam hal menangani praktik  politik uang.

Ketiga, faktor budaya. Ada kebiasaan yang sudah membudaya di Indonesia, yakni tidak pantas jika menolak pemberiaan dan terbiasa membalas pemberian. Instrument kultur ini dimanfaatkan oleh politisi untuk menjalankan politik uang, (Liputan6, 16 april 2019).

Politik uang menjadi jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi selama pemilu. Jenis politik uang kerap bervariasi, di antaranya pembagian undian dari salah satu calon, pembagian sembako, pembagian uang yang dilakukan oleh oknum kelompok penyelenggaraan pemungutan suara (KPPS), komisi pemilihan umum, tim sukses calon, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan aparat desa.

Masalah lain terjadi dalam penyelenggaraan kampanye (hitam). Selain mengait simpati rakyat, juga mencairkan dana secara diam-diam kepada publik agar bisa mencoblosnya pada hari pemilihan.

Pada aras ini, penulis ingin memberikan dua sumbangsih sebagai langkah antisipatif dalam menangkal praktik politik uang.

Pertama, pemerintah mesti membuat kebijakan yang menjunjung tinggi demokrasi deliberatif nya Habermans. Kata deliberatif berarti konsultasi, musyawarah, atau menimbang-nimbang.

Demokrasi bersifat deliberatif, bilamana proses kebijakan masuknya para politisi dalam ranah birokrat atau pemerintah mesti menjadi bahan pertimbangan logika publik lewat konsultasi atas suatu kandidat.

Demokrasi deliberatif juga sebagai salah satu cara untuk meningkatkan intensitas partisipasi publik selain ditentukan dalam proses pemilihan suara tapi perlu juga adanya metode khusus untuk menentukan para politisi sebelum masuk menjadi calon, atau sering kita sebut sebagai bakal calon.

Intensifikasi proses deliberasi lewat diskursus publik ini merupakan jalan merealisasikan konsep demokrasi, Regierung der Regierten, pemerintahan oleh yang diperintah (Hardiman, 2007: 126).

Kedua, kepada partai politik agar mencalonkan orang yang baik dan mempunyai aksesibilitas, kapabilitas dan memiliki jiwa dan daya juang tinggi dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Dalam hal ini, uang bukan menjadi satu-satunya jalan menuju dunia pemerintahan.

Akhirukhalam, menekan praktik politik uang menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Meniadakan politik uang  berarti kita sedang menjaga citra demokrasi serta meningkatkan kualitas pilkada serentak 2020.

 

***

*) Penulis adalah Frederikus Magung, Mahasiswa Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filasafat Katolik Ledalero Maumere NTT.

*) Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

 

_________
**)
 Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Jelang Idul Fitri, Kuliner Ayam Panggang Mbah Um Khas Sidoarjo Dibanjiri Pesanan
    Jelang Idul Fitri, Kuliner Ayam Panggang Mbah Um Khas Sidoarjo Dibanjiri Pesanan
    11/05/2021 - 05:27
  • Berikut Rekomendasi Parcel Menjelang Hari Raya Idul Fitri
    Berikut Rekomendasi Parcel Menjelang Hari Raya Idul Fitri
    11/05/2021 - 04:20
  • Ini Kisi-Kisi Cara Memilih Pinjaman Online untuk Pribadi Terbaik
    Ini Kisi-Kisi Cara Memilih Pinjaman Online untuk Pribadi Terbaik
    11/05/2021 - 03:22
  • What's Good about the Language Development Center of UIN Malang?
    What's Good about the Language Development Center of UIN Malang?
    11/05/2021 - 02:32
  • Tiga Cara Mudah Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Berpuasa
    Tiga Cara Mudah Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Berpuasa
    11/05/2021 - 01:34

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Berpuasa dan Bercinta
    Berpuasa dan Bercinta
    10/05/2021 - 17:29
  • Ngopi Pagi: Pembelajaran Ramadan
    Ngopi Pagi: Pembelajaran Ramadan
    10/05/2021 - 08:45
  • Komersialisasi Derajat Kucing
    Komersialisasi Derajat Kucing
    10/05/2021 - 05:17
  • Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    09/05/2021 - 11:16
  • Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    09/05/2021 - 10:28
  • Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    09/05/2021 - 07:16
  • Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    08/05/2021 - 20:39
  • Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    08/05/2021 - 18:32

KULINER

  • Sugarcane Juice and It's Health Properties
    Sugarcane Juice and It's Health Properties
    10/05/2021 - 03:07
  • Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    10/05/2021 - 01:03
  • Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    09/05/2021 - 15:58
  • Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    09/05/2021 - 09:42
  • Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    08/05/2021 - 14:30