Advertisement
Indonesia Positif

Koplak Inovasi Minuman Karya Mahasiswa KKN Unisma Malang

KKN Kelompok 11 Unisma Malang berinovasi membuat Kopi Salak atau yang disebut Koplak.

TIMES Indonesia,
Koplak Inovasi Minuman Karya Mahasiswa KKN Unisma Malang
Hasil produk Kopi Biji Salak setelah dikemas. (FOTO: ajp.TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG KKN Kelompok 11 Unisma Malang berinovasi membuat Kopi Salak atau yang disebut Koplak.

Inovasi inu ditelurkan mahasiswa Universitas Islam Malang karena melihat banyaknya limbah biji salak di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Advertisement


Salak memang salah satu hasil humi unggulan di desa tersebut. Selain menjual salak, warga setempat juga membuat selai dan sirup salak. Sedangkan biji salah terbuang begitu saja.

Melihat peluang tersebut mahasiswa Unisma  membuat kopi berbahan biji salak. Refima Rachmasari, Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang menjelaskan biji salak memiliki kandungan yang sama dengan daging buah salak. Yaitu kandungan kapasitas antioksidannya 436,91 mg/L dan IC50% 9,37 mg/mL, kafein yang rendah 0,207 %, lemak yang rendah 2,95% serta karbohidratnya 80,98 %. 

Bahan-bahan-yang-disiapkan-untuk-membuat-kopi-biji-salak.jpg

Ini juga didukung oleh kandungan air 6,24%; kadar abu 3,49%; dan protein 6,34%. Sehingga olahan biji salak sangat baik dan aman untuk dikonsumsi.

Untuk proses pembuatannya Refi mengatakan mirip dengan proses membuat kopi dari biji kopi pada umumnya.

Advertisement

Biji salak yang dijadikan bubuk kopi harus dicuci kemudain dilakukan penjemuran.l untuk mengurangi kadar air. Setelah kering biji salak dapat dipotong-potong menjadi ukuran kecil. 

Biji salak langsung disangrai agar matang dan tercium aroma yang khas. Setelah matang dan tercium aroma, biji salak dilakukan penggilingan. Dan kopi salak siap dinikmati.

Inovasi dari mahasiswa KKN Unisma Malang ini disambut baik oleh seluruh warga desa. Refi berharap Koplak dapat menjadi produk unggulan dari Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia