Kopi TIMES Universitas Islam Malang

PKB dan Pilkada Kabupaten Malang

Kamis, 27 Februari 2020 - 13:40 | 29.02k
PKB dan Pilkada Kabupaten Malang
Dr. H. Ahmad Siboy., S.H., M.H, Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unisma dan Penulis Buku Kontruksi Hukum Pilkada
FOKUS

Universitas Islam Malang

Pewarta: Humas Unisma | Editor: AJP-5 Editor Team

TIMESINDONESIA, MALANG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapat dikatakan sebagai partai yang sekarang sedang kalang kabut dalam hal Pilkada Kabupaten Malang. Kalang kabut karena strategi yang dimainkan seakan jauh dari harapan bahkan berbalik seratus delapan puluh derajat.

Pada dasarnya, dalam Pilkada tahun 2020 ini, PKB Kabupaten Malang dapat dikatakan berada diatas angin. Di atas angin karena apabila mengacu kepada peta politik diatas kertas maka PKB hampir dipastikan dapat memperoleh kemenangan. Pertama, PKB merupakan partai yang sedang berkuasa di Kabupaten malang. Dikatakan sebagai partai yang berkuasa karena Bupati Malang yang sedang menjabat (H. M. Sanusi) merupakan kader dan politisi senior dari PKB. Dari sini, PKB tentu diuntungkan karena telah memiliki calon yang populer dan memiliki elektabilitas tertinggi. PKB tidak perlu melakukan Promosi atau iklan demi memperkenalkan jagoannya. Tugas PKB hanya menjaga hati kontituen saja.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kedua, PKB dengan kadernya yang masih menjabat sebagai Bupati tentu akan menjadi partai yang akan didekati oleh partai lain yang ingin berkoalisi dengan PKB terutama dari Parpol yang ingin menyandingkan kadernya dengan H.M. Sanusi dalam Pilkada Kabupaten Malang Tahun 2020. Diakui atau tidak, partai politik non PKB sangat berharap menjadi mitra koalisi PKB karena mereka sangat meyakini bahwa H.M. Sanusi  dapat memenangi Pilkada. Sanusi sebagai incumbent tentu memiliki daya pikat yang sangat kuat bagi siapa saja yang ingin menjadi wakil Bupati Kabupaten Malang.

Ketiga, PKB merupakan partai besar di Kabupaten Malang. Dalam kepemilikan kursi, PKB memiliki 12 Kursi. Hal ini tentu merupakan amunisi sekaligus tabungan suara yang sangat potensial dalam menopang perolehan suara calon yang akan direkomendasi oleh PKB. Jumlah kursi yang dimiliki oleh PKB tentu juga menjadikan PKB sebagai partai yang dapat mengusung pasangan calon Bupati dan wakil Bupati sendiri. PKB tidak perlu “mengemis” dukungan dari partai lain.

Bersamaan dengan itu, PKB juga memiliki dua kader yang duduk sebagai anggota DPR RI yang berasal dari Dapil Malang Raya. Dua kader PKB ini (Gus Ali-Lathifah Sohib) dapat “dimanfaatkan” dari segi jaringan politik dan basis massanya serta juga berfungsi sebagai juru kampanye.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Keempat, PKB sebagai partai yang lahir dari rahim NU tentu menjadi partai yang dekat dengan NU di Kabupaten Malang. Hal ini tentu memudahkan bagi calon yang diusung PKB untuk melakukan konsolidasi struktur-kultural NU di Kabupaten Malang sehingga suara nahdiyin yang cukup signifikan dapat diberikan kepada calon yang direkomendasikan oleh PKB.

Namun, berbagai kelebihan di atas kertas di atas sepertinya tidak mampu dimainkan dengan cantik oleh PKB. PKB sekarang seakan kelimpungan dan kebingungan dalam menentukan siapa yang akan direkom. Pertama, PKB tentu “kecolongan” tatkala kadernya yang menjadi petahana tiba-tiba melepaskan jaket PKB dan berganti jaket PDI-P. H.M. Sanusi secara resmi keluar dari PKB dan berlabuh ke PDI-P. Kondisi ini tentu membuat PKB kebingungan. Pasalnya, PKB sangat “malu” kalau kemudian memberikan rekomendasi kepada sang mantan, bahkan kalau rekomendasi tetap diberikan kepada Sanusi yang sudah resmi menggadeng Didik tentu akan menjadikan PKB hanya sebagai pengusung kader dari partai lain bukan kader sendiri. Hal ini tentu merupakan pilihan politik yang seakan menunjukkan kalau PKB tidak memiliki “harga diri”. Sebagai partai dengan jumlah 12 kursi maka sangat memalukan apabila tidak mengusung paslon sendiri.

Kedua, PKB telah memustuskan untuk mengusung calon sendiri dalam Pilkada Kabupaten Malang. Pilihan ini dipilih dalam rangka menjaga marwah PKB sebagai partai terbesar kedua di Kabupaten Malang. Persoalannya adalah ketika PKB memutuskan akan mengusung calon sendiri tetapi PKB tidak memiliki pilihan calon yang dapat mengimbangi sang mantan (H.M. Sanusi).

Beberapa tokoh yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi sempat dimunculkan. Yakni, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang. Gus Ali. Mencalonkan Gus Ali untuk menandingi H. M. Sanusi dalam Pilkada tahun 2020 mungkin adalah pilihan terbaik. Namun masalahnya, Gus Ali tampaknya tidak berkenan untuk maju dalam Pilada Kabupaten Malang.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Bagi Gus Ali, memutuskan untuk maju Pilkada tahun 2020 bukanlah keputusan yang mudah. Maju dalam Pilkada sama persis dengan gambling. Gambling karena Gus Ali sedang mempertaruhkan jabatannya sebagai anggota DPR RI. Artinya, jika Gus Ali memutuskan maju Pilkada maka ia harus mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI padahal Gus Ali belum tentu dapat memenangkan Pilkada Kabupaten Malang. Ketentuan bahwa anggota DPR harus mundur apabila maju Pilkada diatur dalam Pasal 7 ayat (2) huruf S yang berbunyi “menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pemilihan;”

Lalu bagaimana dengan Lathifah? Lathifah Sohib yang menjadi anggota DPR RI untuk periode kedua dari Dapil Malang Raya tampaknya enggan untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Malang. Pilihan Lathifa tentu dapat dimaklumi oleh internal PKB. Selain nama Gus Ali dan Lathifah Sohib, PKB juga di “gosipkan” akan mendukung ketua PC NU Kabupaten Malang. Yakni. dr. Umar. dr. Umar merupakan salah satu alternatif pilihan yang mungkin saja tepat untuk direkom PKB dalam kondisi “terdesak” karena ditinggal H.M. Sanusi. dr. Umar sendiri memiliki elektabilitas yang relatif tinggi walau belum bisa mengalahkan H.M Sanusi. Disamping itu, dr. Umar merupakan tokoh yang memiliki latar belakang nahdiyin secara struktural dan kultural. Artinya, dengan memilih dr. Umar maka suara nahdiyin yang condong kepada petahana dapat dipecah. Namun tampaknya, dr. Umar kurang berkenan untuk maju dalam Pilkada Tahun 2020. Bahkan, dr. Umar sepertinya akan berada pada barisan pendukung Sanusi-Didik.

Saat Gus Ali, Lathifah Sohib dan dokter Umar tak bisa diharapkan oleh PKB. Partai yang memiliki lambing sembilan bintang ini meminta salah satu tokoh nasionalnya untuk turun gunung. Hanif Dhakiri yang merupakan mantan menteri tenanga kerja dan transmigrasi, coba di ditawarkan ke rakyat Kabupaten Malang.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Alhasil, apa yang terjadi dalam internal PKB terkait rekomendasi Pilkada Kabupaten Malang menampkan kebenaran istilah bahwa kita baru merasakan sesuatu itu penting/berharga tatkala sesuatu itu telah hilag. PKB sekarang merasakan bagaimana sulitnya mencari calon sekaliber H.M. Sanusi yang sudah tidak lagi menjadi kadernya.

*)Penulis: Dr. H. Ahmad Siboy., S.H., M.H, Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unisma dan Penulis Buku Kontruksi Hukum Pilkada.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini Kopi Times Unisma Malang Universitas Islam Malang
Publisher : Rochmat Shobirin
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

2,273

+181 Positif

164

+14 Sembuh

198

+7 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Minggu, 05 April 2020 - 16:00 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Hitam Putih Covid-19
    Hitam Putih Covid-19
    06/04/2020 - 14:34
  • Ijen dan Bencana yang Tak Boleh Dilupakan
    Ijen dan Bencana yang Tak Boleh Dilupakan
    06/04/2020 - 13:40
  • Nasib Tenaga Medis Perempuan Terhadap COVID-19
    Nasib Tenaga Medis Perempuan Terhadap COVID-19
    06/04/2020 - 12:27
  • Karantina Lokal, Bukti Bagusnya Pengetahuan Masyarakat
    Karantina Lokal, Bukti Bagusnya Pengetahuan Masyarakat
    06/04/2020 - 10:45
  • Mewaspadai Korupsi Bencana Covid-19
    Mewaspadai Korupsi Bencana Covid-19
    06/04/2020 - 09:28
  • Covid-19 Mengintai Kesejahteraan Masyarakat Indonesia
    Covid-19 Mengintai Kesejahteraan Masyarakat Indonesia
    06/04/2020 - 04:28
  • Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    05/04/2020 - 14:31
  • Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    05/04/2020 - 13:19
  • Warga Indonesia di AS Pakai Topeng Rangda sebagai Ganti Masker Corona
    Warga Indonesia di AS Pakai Topeng Rangda sebagai Ganti Masker Corona
    06/04/2020 - 15:42
  • Wow, Biaya Endorse Zaskia Adya Mecca Capai Rp 30 Juta
    Wow, Biaya Endorse Zaskia Adya Mecca Capai Rp 30 Juta
    06/04/2020 - 15:41
  • Semua Job Dibatalkan Imbas Corona, Titi DJ Bingung Mau Ngapain di Rumah
    Semua Job Dibatalkan Imbas Corona, Titi DJ Bingung Mau Ngapain di Rumah
    06/04/2020 - 15:40
  • Kepala BNPB Akui Tak Bisa Tidur Tenang untuk Memastikan APD Terdistribusi
    Kepala BNPB Akui Tak Bisa Tidur Tenang untuk Memastikan APD Terdistribusi
    06/04/2020 - 15:39
  • Selain Berkuda, Prabowo Suka Olahraga Air Agar Tubuh Fit Selama Corona
    Selain Berkuda, Prabowo Suka Olahraga Air Agar Tubuh Fit Selama Corona
    06/04/2020 - 15:38
  • Kota Terhoror COVID-19: Mayat Tak Cuma di Jalanan, Dalam Rumah Banyak
    Kota Terhoror COVID-19: Mayat Tak Cuma di Jalanan, Dalam Rumah Banyak
    06/04/2020 - 00:41
  • Negara yang Dibenci Amerika Sukses Ciptakan Alat Deteksi COVID-19
    Negara yang Dibenci Amerika Sukses Ciptakan Alat Deteksi COVID-19
    06/04/2020 - 06:10
  • 3.500 Mobil Hangus Terbakar di Lahan Parkir Dekat Bandara
    3.500 Mobil Hangus Terbakar di Lahan Parkir Dekat Bandara
    06/04/2020 - 03:44
  • Pesan Pilu Mayat COVID-19 di Jalanan Kota Terhoror Dunia
    Pesan Pilu Mayat COVID-19 di Jalanan Kota Terhoror Dunia
    06/04/2020 - 05:08
  • Tangisan Saat Jenazah dr Ketty Perawat Menhub Dibawa Pulang
    Tangisan Saat Jenazah dr Ketty Perawat Menhub Dibawa Pulang
    06/04/2020 - 12:00