Kopi TIMES

Menyoal Dana Untuk Influencer Demi Peningkatan Pariwisata

Kamis, 27 Februari 2020 - 17:32 | 43.93k
Menyoal Dana Untuk Influencer Demi Peningkatan Pariwisata
Djumriah Lina Johan, Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Ekonomi Islam.
Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, BALIKPAPAN – Pemerintah bakal mengucurkan dana Rp 72 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk influencer. Dana itu merupakan bagian dari insentif yang diberikan pemerintah untuk sektor pariwisata demi menangkal dampak 'infeksi' virus corona terhadap ekonomi domestik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dana itu akan digelontorkan Maret 2020. Selain untuk influencer, demi meredam dampak virus corona pemerintah juga menganggarkan dana Rp103 miliar untuk promosi dan kegiatan pariwisata sebesar Rp25 miliar.

Kemudian, pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp98,5 miliar untuk maskapai dan biro perjalanan. Dengan demikian, pemerintah menganggarkan dana tambahan khusus untuk sektor pariwisata tahun ini sebesar Rp298 miliar.

Influencer adalah orang yang bisa memberi pengaruh di masyarakat. Di era saat ini, influencer banyak berseliweran di media sosial, seperti youtuber, selebgram, selebtwit, beautyblogger, travelblogger dan key opinion leader. Sesuai namanya, mereka menggunakan platform media sosial YouTube, Instagram, Twitter, dan lain-lain untuk melancarkan usahanya. Medium itu digunakan untuk mengunggah (posting) gambar atau video.

Umumnya, influencer memiliki banyak pengikut setia. Influencer ini digandeng sebagai rekan pemilik bisnis, mulai dari skala kecil, menengah dan besar. Salah satu tujuannya untuk mempromosikan produk dan meningkatkan brand awareness. Dari sini diharapkan influencer dapat membantu rekan bisnis mereka untuk meningkatkan penjualan.

Melihat upaya pemerintah yang berani mengeluarkan dana besar di tengah lambatnya pertumbuhan ekonomi negeri. Akan menghantarkan pada pertanyaan, benarkah langkah yang dipilih ini akan memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi? Terutama pada sektor pariwisata?

Kucuran dana kepada influencer bisa jadi akan memberikan sedikit angin segar kepada sektor pariwisata. Namun, tentu hal tersebut tak akan berarti jika daya beli masyarakat masih di bawah standar. Yakni, masih banyak masyarakat menengah ke atas yang menahan diri untuk tidak melalukan aktivitas traveling. Berbeda dengan masyarakat menengah ke bawah yang justru tak akan memilih pergi traveling karena sudah menjadi rahasia umum jika semua harga kebutuhan pokok merangkak naik. Sehingga untuk bertahan hidup saja sulit, untuk apa mereka memilih liburan dengan budget yang pasti tidak sedikit?

Jika mau jujur, sebenarnya ada kesalahan paradigma dengan menjadikan pajak sebagai sumber pendapatan negara serta pariwisata sebagai sektor yang menopang ekonomi. Sebab, adanya pajak yang dibebankan kepada rakyat justru menzalimi. Kezaliman ini tentu akan berefek kepada ketidakadilan hidup. Selain itu, akibat terlalu fokus kepada pajak dan sektor pariwisata terjadilah pengabaian sektor pertanian, pengelolaan SDA, dan lain-lain. Walhasil, isu virus corona saja sudah mampu membuat ekonomi domestik lesu tak berdaya.

Dana yang ada seharusnya digunakan untuk menggenjot sektor pertanian, perdagangan, industri, jasa serta pengelolaan sumber daya alam. Sebab, sektor riil inilah yang mampu bertahan di tengah arus gejolak virus corona maupun embargo negara lain. Sehingga harapan pertumbuhan ekonomi tak hanya menjadi wacana melainkan akan terwujud dengan sendirinya.

Pada hakikatnya ekonomi yang berdiri di atas sektor non riil, investasi, utang, dan pajak merupakan bagian dari sistem ekonomi kapitalisme. Sistem ini hanya akan menguntungkan para pemilik modal. Maka jika Indonesia tidak segera berbenah dengan melepaskan diri dari cengkeraman sistem ini, pertumbuhan ekonomi tak akan pernah memuaskan bagi rakyat, pakar ekonomi, serta pemerhati ekonomi.

Dengan demikian, menjadi PR bersama untuk mencabut kapitalisme sebagai landasan politik ekonomi negeri ini. Dan menggantinya dengan Islam. Karena, hanya Islam yang tercatat dalam sejarah dunia mampu memberikan bukti peradabannya yang gemilang. Tak akan mampu sebuah negara memiliki peradaban semisal tanpa sistem politik ekonomi yang kokoh, tidak terkalahkan serta tak tergantung pada negara lain. Wallahu a’lam bish shawab.

***

*) Oleh : Djumriah Lina Johan, Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Ekonomi Islam.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.


Opini Djumriah Lina Johan influencer pariwisata
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

2,491

+218 Positif

192

+28 Sembuh

209

+11 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Senin, 06 April 2020 - 15:50 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Hitam Putih Covid-19
    Hitam Putih Covid-19
    06/04/2020 - 14:34
  • Ijen dan Bencana yang Tak Boleh Dilupakan
    Ijen dan Bencana yang Tak Boleh Dilupakan
    06/04/2020 - 13:40
  • Nasib Tenaga Medis Perempuan Terhadap COVID-19
    Nasib Tenaga Medis Perempuan Terhadap COVID-19
    06/04/2020 - 12:27
  • Karantina Lokal, Bukti Bagusnya Pengetahuan Masyarakat
    Karantina Lokal, Bukti Bagusnya Pengetahuan Masyarakat
    06/04/2020 - 10:45
  • Mewaspadai Korupsi Bencana Covid-19
    Mewaspadai Korupsi Bencana Covid-19
    06/04/2020 - 09:28
  • Covid-19 Mengintai Kesejahteraan Masyarakat Indonesia
    Covid-19 Mengintai Kesejahteraan Masyarakat Indonesia
    06/04/2020 - 04:28
  • Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    05/04/2020 - 14:31
  • Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    05/04/2020 - 13:19
  • Polisi Bekuk Penyebar Hoaks dan Penghinaan ke Penguasa Terkait Covid-19
    Polisi Bekuk Penyebar Hoaks dan Penghinaan ke Penguasa Terkait Covid-19
    06/04/2020 - 16:39
  • Satu Keluarga Terinfeksi Corona, Warga Sawah Besar Jakpus Batasi Aktivitas
    Satu Keluarga Terinfeksi Corona, Warga Sawah Besar Jakpus Batasi Aktivitas
    06/04/2020 - 16:38
  • Komisi VI Sosialisasi Masker Non-Medis untuk Masyarakat
    Komisi VI Sosialisasi Masker Non-Medis untuk Masyarakat
    06/04/2020 - 16:37
  • Narapidana di Turki Produksi 1,5 Juta Masker Tiap Bulan Lawan Corona
    Narapidana di Turki Produksi 1,5 Juta Masker Tiap Bulan Lawan Corona
    06/04/2020 - 16:35
  • Pemerintah Katalunya Umumkan Penundaan MotoGP Catalunya
    Pemerintah Katalunya Umumkan Penundaan MotoGP Catalunya
    06/04/2020 - 16:34
  • Kota Terhoror COVID-19: Mayat Tak Cuma di Jalanan, Dalam Rumah Banyak
    Kota Terhoror COVID-19: Mayat Tak Cuma di Jalanan, Dalam Rumah Banyak
    06/04/2020 - 00:41
  • Negara yang Dibenci Amerika Sukses Ciptakan Alat Deteksi COVID-19
    Negara yang Dibenci Amerika Sukses Ciptakan Alat Deteksi COVID-19
    06/04/2020 - 06:10
  • 3.500 Mobil Hangus Terbakar di Lahan Parkir Dekat Bandara
    3.500 Mobil Hangus Terbakar di Lahan Parkir Dekat Bandara
    06/04/2020 - 03:44
  • Pesan Pilu Mayat COVID-19 di Jalanan Kota Terhoror Dunia
    Pesan Pilu Mayat COVID-19 di Jalanan Kota Terhoror Dunia
    06/04/2020 - 05:08
  • Tangkal COVID-19, Ini 3 Vitamin yang Ampuh Jaga Imunitas
    Tangkal COVID-19, Ini 3 Vitamin yang Ampuh Jaga Imunitas
    06/04/2020 - 13:00