Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Belajar Menulis Dari Para Kiai

Selasa, 25 Februari 2020 - 14:22 | 29.52k
Belajar Menulis Dari Para Kiai
Yoyok Amirudin, Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jawa Timur, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang dan Penulis Buku Pendidikan Islam Humanis.
FOKUS

Universitas Islam Malang

Pewarta: Humas Unisma | Editor: AJP-5 Editor Team

TIMESINDONESIA, MALANGOrang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis . ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian – Pramoedya Ananta Toer.

Apa yang kita banggakan hidup di dunia jika tidak mampu memberikan peninggalan terhadap anak cucu kita. Bukanlah harta, tahta, dan ketampanan mampu bertahan sampai kiamat. Namun, tulisanlah yang mampu mempertahankan nama seseorang abadi sepanjang masa. Walaupun penulisnya sudah menghadap Tuhan, karya itu tetap ada dan kekal. Kita bisa langsung berguru pada ulama’ melalui karyanya Abu Al Qosim An Naisaburi yang seorang ahli tafsir hadits dan hadits  wafat pada tahun 1016 M dari karyanya yang berjudul ‘Uqala al Majanin (Kitab Kebijaksanaan Orang-orang Gila). Hari ini pun kita bisa bersenda gurau dengan Imam Malik melalui karyanya Al Muwatho’. Pesantren Indonesia sekarang masih mengkaji karya Syaikh Imam Nawawi al Bantani seperti Uqud al Lujain, Nihayat al Zain, -Sullam al Munajat, Riyadh al Badi’ajh, Tijan al Durari, Nur al Zhalam dan lain-lain yang lahir 100 tahun yang lalu.  

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Saat ini, kita bisa membaca dan menyelami tulisan kitab turats yang sudah ratusan tahun lamanya bahkan ribuan tahun. Tak lapuk oleh waktu, tak usang oleh zaman. Kemudian muncul pertanyaan, kenapa bisa abadi nama tersebut walaupun sudah meninggal? Al Quran dalam surat Al Baqoroh: 154 “Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang gugur di jalan Allah bahwa mereka itu mati, bahkan sebenarnya mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya.” Namanya kekal abadi dikenang keturunannya, santri-santrinya, santri dari santri-santrinya karena dari karyanya.  

Setiap manusia hendak meninggalkan sesuatu di dunia yang bagus-bagus. Khoirun an nas anfa’uhum li an nas (Sebaik-baik manusia adalah yang berbuat baik kepada orang lain). Sesuatu itu bagi Kyai Tholhah Hasan yang memiliki puluhan karya ialah “Monumen hidup itu, karya ya tulisan”. Kyai yang pernah menjabat Menteri Agama era Gus Dur di samping menulis, beliau juga meninggalkan Lembaga Pendidikan yang ia bangun. Lantas apakah kita dikenang yang bukan anak raja, atau bukan anak kyai? Agar dikenang maka menulislah. Begitu pesan dari Imam Al Ghazali.

Menulis itu bukanlah hal yang sulit, karena semua orang punya potensi menulis minimal menulis pesan lewat whatsapp. Di dalam buku Mengikat Makna bahwa pemikiran orang dari hari ke hari, bulan ke bulan itu sambung nyambung. Menulislah tempel di tembok, maka tinggal bikin sambungan. Kalau nyambung jadikanlah sebagai buku. Orang mau nulis, tulislah. Jangan berpikir macam-macam. Menulis tidak melihat sesuatu yang sulit, yang anda lakukan tulislah. Itu akan menjadi bumbu kehidupan anda. Menulis dengan sosok guru anda, resapi apa yang anda alami selama hidup dengan guru anda. Itu akan menjadi topik.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Menulis itu modalnya ringan hasilnya mengutungkan. Alatnya sering kita temui setiap harinya, Hp, Laptop, pulpen, dan kertas bekas, namun apabila konsisten hasilnya luar biasa. Waktunya bisa kapan saja, tidak usah menunggu waktu longgar. Salah satu contoh keuntungan bagi seorang penulis adalah Gus Aguk Irawan, beliau membangun Pondok Pesantren Baitul Hilman di Yogyakarta dengan tulisan tangannya yang berjudul Penakluk Badai KH. Hasyim Asy’ari, Novel kisah Cinta Gus Dur dan Bu Sinta, Haji Backpaker, Peci Miring.

Tulislah apa yang anda inginkan, turutilah ide yang mengalir dalam otak anda. Ketika muncul sebuah ide kapanpun dan dimanapun maka ambillah kertas dan tulislah, agar tidak lupa. Karena ide muncul kapan pun dan dimanapun. Ingin buat opini, tulis opini, pantun buatlah pantun, puisi buatlah puisi. Turuti hati Nurani.

Menulis itu butuh konsistensi, setiap hari sempatkan waktu menulis. Dengan istiqomah maka tidak terasa sudah terkumpul satu buku. Tanamkan dalam diri kita untuk meluangkan waktu menulis walaupun satu paragraph untuk pemula dan satu halaman untuk yang sedang berkembang menulisnya.

Bahan menulis itu dari banyak membaca. Kyai Tholhah dari Malang setiap hari baca dua jam, walaupun sudah jadi Menteri. Kita yang tidak apa-apa setiap hari bisa baca 6 jam, namun baca whatsapp. Dengan membaca menambah wawasan tulisan yang akan kita tulis.   

Jika menemukan kesulitan untuk membuat tulisan, maka tulislah tentang aktivitas manusia setiap hari. Ini dinamakan dengan belajar dari kehidupan. Kisah seorang kyai yang haus akan ilmu, penjual pecel naik haji, nelayan yang banyak rizkinya, tukang becak yang pantang menyerah. Dengan menuliskan cerita kehidupan memudahkan tulisan kita mengalir, karena tahu kisah sebenarnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Tidak ada kata menyerah, tidak ada kata tidak bisa. Allah menciptakan badan yang sama, makan makanan yang sama, sama-sama minum air sebagai obat dahaga. Yang membedakan kita dengan para penulis adalah semangat dan keseriusan.  

*)Penulis: Yoyok Amirudin, Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jawa Timur, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang dan Penulis Buku Pendidikan Islam Humanis.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id


Opini Kopi Times Unisma Malang Universitas Islam Malang
Publisher : Rochmat Shobirin
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

2,491

+218 Positif

192

+28 Sembuh

209

+11 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Senin, 06 April 2020 - 15:50 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Covid-19 dan Skenario Terburuk Pilkada Serentak 2020
    Covid-19 dan Skenario Terburuk Pilkada Serentak 2020
    07/04/2020 - 08:36
  • Belajar Banyak dari Virus Corona
    Belajar Banyak dari Virus Corona
    07/04/2020 - 06:16
  • Covid-19, Subsidi untuk Pekerja Harian
    Covid-19, Subsidi untuk Pekerja Harian
    07/04/2020 - 05:22
  • Covid-19, Insentif Juga Harus Diberikan dalam Kepariwisataan
    Covid-19, Insentif Juga Harus Diberikan dalam Kepariwisataan
    07/04/2020 - 04:40
  • Urgensi Pendidikan Moral dan Karakter di Sekolah
    Urgensi Pendidikan Moral dan Karakter di Sekolah
    07/04/2020 - 03:13
  • Refleksi Hari Jadi Bone Ke-690, Momentum Menilai Kembali Prioritas Pembangunan
    Refleksi Hari Jadi Bone Ke-690, Momentum Menilai Kembali Prioritas Pembangunan
    07/04/2020 - 02:36
  • Disharmoni Komunikasi Krisis
    Disharmoni Komunikasi Krisis
    06/04/2020 - 23:37
  • Covid-19, Sebuah Pesan dari Alam
    Covid-19, Sebuah Pesan dari Alam
    06/04/2020 - 18:48
  • Kepada Mensos, Jokowi: Segera Salurkan Paket Sembako dan Kartu Prakerja
    Kepada Mensos, Jokowi: Segera Salurkan Paket Sembako dan Kartu Prakerja
    07/04/2020 - 11:44
  • Isolasi Mandiri, Pangeran Charles:
    Isolasi Mandiri, Pangeran Charles: "Ini Frustasi"
    07/04/2020 - 11:43
  • Dituduh Maling Dompet Sopir Truk, Waria di Cilincing Dibakar Hidup-hidup
    Dituduh Maling Dompet Sopir Truk, Waria di Cilincing Dibakar Hidup-hidup
    07/04/2020 - 11:42
  • Nikita Mirzani Pamer Bodi Aduhai Selama Karantina Mandiri, Netizen Geger
    Nikita Mirzani Pamer Bodi Aduhai Selama Karantina Mandiri, Netizen Geger
    07/04/2020 - 11:41
  • Stimulus Ekonomi dari Jokowi Jangan Sampai Bebankan Dunia Usaha
    Stimulus Ekonomi dari Jokowi Jangan Sampai Bebankan Dunia Usaha
    07/04/2020 - 11:39
  • Aktor Batman: The Dark Knight Rises Meninggal Dunia karena COVID-19
    Aktor Batman: The Dark Knight Rises Meninggal Dunia karena COVID-19
    07/04/2020 - 06:14
  • Ajudan Jokowi Sabet Titel Pasukan Elite Milter AS di Tengah Wabah
    Ajudan Jokowi Sabet Titel Pasukan Elite Milter AS di Tengah Wabah
    07/04/2020 - 06:26
  • Trending di YouTube, Pembawaan Lagu 'Aisyah Istri Rasulullah' Haram
    Trending di YouTube, Pembawaan Lagu 'Aisyah Istri Rasulullah' Haram
    07/04/2020 - 09:48
  • Imbas Corona, Pengacara Krisna Murti Batalkan Pesta Nikah Putranya
    Imbas Corona, Pengacara Krisna Murti Batalkan Pesta Nikah Putranya
    07/04/2020 - 06:00
  • Kota Horor, Mayat Bergelimang di Jalanan, 3.500 Mobil Hangus Terbakar
    Kota Horor, Mayat Bergelimang di Jalanan, 3.500 Mobil Hangus Terbakar
    07/04/2020 - 04:30