Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Menyerah dalam 'Perbudakan'

Kamis, 20 Februari 2020 - 14:19 | 22.86k
Menyerah dalam 'Perbudakan'
Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA), dan Penulis sejumlah buku.
FOKUS

Universitas Islam Malang

Pewarta: | Editor: AJP-5 Editor Team

TIMESINDONESIA, MALANG – Kehidupan anak muda mulai dari pelajar hingga mahasiswa akhir-akhir ini seperti tidak sepi dari ujian virus bernama patologi social, seperti kasus aborsi, seks bebas atau runtuhnya ideology keperawanan, ditahbisknnya gaya hidup serba pop, dan yang terbilang mutakhir: seriusnya kasus penyalahgunaan narkoba atau Napza (Narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif).

World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) memberitakan, bahwa di tahun 2019, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja (di dalamnya mahasiswa) makin meningkat. Di mana ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkotika.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id

Pernah diberitakan (bersumber dari riset) juga, bahwa dari 100 mahasiswa, 4 diantaranya menyerah dalam “perbudakan” narkoba. Kasus ini tidak mengada-ada. Dari beberaoa liputan media akhir misalnya, ada sejumlah daerah yang telah tercoreng sebagai wilayah sangat rawan dan berkecenderungan kuat “menahbiskan” kriminalitas ini.

Stigma itu berangkat dari persoalan penyalahgunaan narkoba yang telah menjadi kejahatan nomor satu dari kelompok kejahatan istimewa (extstra ordinary crime), Mengapa kejahatan ini demikian cepat diterima atau “disambut” baik di kalangan anak muda, khususnya mahasiswa.

Mahasiswa itu tergolong komunitas sosial terdidik, yang menempati strata elit. Mahasiswa berbeda dengan masyarakat pada umumnya, bukan karena mahasiswa berhasil menjadi komponen istimewa di lingkungan pendidikan di negeri ini, tetapi secara umum, seseorang bisa meraih prediket mahasiswa dengan “cost” yang mahal.

Biaya masuk ke perguruan tinggi sudah melangit, akan tetapi jauh lebih melangit lagi “harga” gaya hidup yang diikuti dan dibayar mahasiswa. “Ragam menu” edukatif seperti pangan, sandang, papan, dan kebutuhan kuliah seperti SPP, uang gedung, keperluan praktik, literature dan tetek bengeknya yang berbau beban primer dan sekunder kuliah, memang sudah besar pengeluaranya, akan tetapi yang paling besar tetaplah “ongkos” penghambaan atau menyerah dalam “perbudakan” perubahan gaya hidupnya.

Besarnya ongkos penghambaan gaya hidup itu tidak sebatas ongkos secara ekonomi, tetapi juga ongkos moral dan agama. Dalam rangka pemberhalaan gaya hidup ini, mahasiswa mempertaruhkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit yang diikuti sikap keberanian menerabas atau melindas pagar moral dan agama.

Sebagai komunitas elit ganda karena punya kemampuan pendidikan dan ekonomi dibandingkan masyarakat pada umumnya, seharusnya kapabilitas intelektual dan etiknya digunakan untuk menerjemahkan berbagai “amukan’ perubahan global atau gaya hidup hedonisik ini dengan kecerdasan dan kebeningan nuraninya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id

Sayangnya, mahasiswa masih gagal atau belum menggunakan kemampuannya itu dan sebaliknya terjerumus menjatuhkan opsi pada praktik pemberhalaan gaya hidup sesat, jahat, dan berpotensi membikin hidupnya kalah total. Kepada demikian?

Perubahan gaya hidup yang diberhalakan itu terbukti di sejumlah kasus dapat membuat mahasiswa melupakan atau mengabaikan tugas sucinya sebagai agen perubahan, yang salah satunya mengawal terwujudnya agenda reformasi. Bagaimana mungkin mereka bisa ikut menuntaskan tugas kesejarahan bangsa ini kalau hidupnya lebih diaktifkan demi menyerah dalam “perbudakan” terhadap hedonisme perubagan gaya hidupnya yang memang berdosis memabukkan, melelapkan, dan mematikan nalar, semangat, dan idealismenya.

John Neisbith dan isterinya Patricia Aburdene pernah meramalkan paska tahun 2000 akan banyak terjadi perubahan, mulai dari perubahan gaya berpolitik, berkeluarga, bergaul, bercinta, membangun lembaga, hingga menata budaya. Dan rupanya ramalan ini terbukti, setidak-tidaknya dapat terbaca dalam pergumulan gaya hidup mahasiswa.

Apa yang disebut oleh futurolog itu sebagai sinyal, bahwa di era globalisasi informasi dan budaya ini, masyarakat dunia harus siap menghadapi, menyikapi, dan menyeleraskan dirinya dengan perubahan. Kalau tidak mampu membaca dan menyelaraskan diri, jangan diharapkan akan tetap bisa menjadi pelaku sejarah yang sukses memproduk aktifitas bermakna di muka bumi ini, terutama di lingkaran komunitasnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id

Itulah yang masih gagal dibaca dan disikapi oleh “oknum” mahasiswa sekarang, karena mereka lebih menjatuhkan pilihan di jalan hidup kriminalistik atau pola pemberhalaan gaya hidup yang merangsang terpenuhinya kesenangan sesaat.

Keterjerumusan itu mengindikasikan kalau mahasiswa sedang takluk di bawah hegemoni perubahan gaya hidup yang membuainya. Perubahan yang terjadi tidak dibacanya sebagai momentum tantangan dan ujian penguatan moralitas diri, tetapi dijadikannya sebagai kesempatan meluapkan emosi dan “birahi”.

Pemberhalaan gaya hidup yang dilakukan komunitas elit edukatif itu tidak terpisahkan dari kecenderungan menguatnya fenomena coba-coba atau eksperimen yang dtawarkan dan dipenetrasikan secara eksplosif dan massif oleh masing-masing subjek sosial.

Ketika seseorang atau sejumlah mahasiswa  masuk dalam jaringan kelompok yang terbiasa membuka kran kebebasan dan terbentuknya pola belerasi berbingkai patologi sosial, maka seseorang (mahasiswa) yang lain yang masuk dalam jaringannya, akan sulit mengelak untuk tidak mengikuti pola eksperimen, seperti mencoba rasanya narkoba.

Demi keperluan eksperimentasi gaya hidup itu, mahasiswa dituntut mengeluarkan biaya yang cukup besar. Karena penggunaan maupun transaksi narkoba tergolong bernilai ekonomi tinggi yang tidak setiap orang mampu membelinya. Sementara bagi anggota kelompok yang tidak mampu membayarnya, dijadikanlah ia sebagai pembuka lahan “bisnis  haram” ini, sehingga bisa tercipta akselerasi pasar basah dan strategis layaknya arisan bermodus MLM (Multi Level Marketing)

Dalam kondisi demikian itu, di samping mahasiswa yang dituntut untuk menunjukkan keberaniannya mendobrak pasar narkoba yang telah menodai komunitasnya, barangkali orang tua (keluarga) perlu membatasi diri dalam memberikan atau memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya di rantauan. Ada batas kewajaran dan obyektifitas yang bisa digunakan oleh orang tua (keluarga) untuk “merasionalisasikan” kebutuhan hidup riil anak-anaknya yang sedang berstatus mahasiswa. Hal ini tidak sulit untuk dikonfirmasikan pada perguruan tinggi yang sedang”dipercaya”  dalam mengawal dan membentuk pribadi mahasiswa.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI unisma.ac.id

***

*)Penulis: Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA), dan Penulis sejumlah buku.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Isi Akhir Pekan Anak dengan Belajar Melakukan Pekerjaan Rumah Ini
    Isi Akhir Pekan Anak dengan Belajar Melakukan Pekerjaan Rumah Ini
    05/07/2020 - 00:21
  • Bupati Kutai Timur Kena OTT KPK, Nasdem Kutai Timur Gelar Rapat
    Bupati Kutai Timur Kena OTT KPK, Nasdem Kutai Timur Gelar Rapat
    04/07/2020 - 23:56
  • Wali Kota Kediri Gratiskan Rapid Test untuk Peserta UTBK SBMPTN yang Masuk BDT
    Wali Kota Kediri Gratiskan Rapid Test untuk Peserta UTBK SBMPTN yang Masuk BDT
    04/07/2020 - 23:41
  • Partai Golkar Targetkan Kemenangan 60 Persen Pada Pilkada 2020
    Partai Golkar Targetkan Kemenangan 60 Persen Pada Pilkada 2020
    04/07/2020 - 23:34
  • Mencengangkan! Ini Harga Bahan Pokok di Korowai, Pedalaman Papua
    Mencengangkan! Ini Harga Bahan Pokok di Korowai, Pedalaman Papua
    04/07/2020 - 23:27
  • Serapan Anggaran di Dinas Pertanian Bondowoso Belum Sampai Seperempat Persen
    Serapan Anggaran di Dinas Pertanian Bondowoso Belum Sampai Seperempat Persen
    04/07/2020 - 23:16
  • Banjir Besar di Jepang, 14 Orang Jompo Dikhawatirkan Tak Selamat
    Banjir Besar di Jepang, 14 Orang Jompo Dikhawatirkan Tak Selamat
    04/07/2020 - 23:03
  • Puluhan Warga Srandakan Bantul Tolak Penambangan Pasir
    Puluhan Warga Srandakan Bantul Tolak Penambangan Pasir
    04/07/2020 - 22:56
  • Polres Majalengka Rutin Lakukan Patroli Imbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan
    Polres Majalengka Rutin Lakukan Patroli Imbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan
    04/07/2020 - 22:43
  • Penurunan Harga Gas Bumi Perkuat Daya Saing Petrokimia Gresik 
    Penurunan Harga Gas Bumi Perkuat Daya Saing Petrokimia Gresik 
    04/07/2020 - 22:35

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Independence Day, A Muslim Reflection
    Independence Day, A Muslim Reflection
    04/07/2020 - 19:05
  • Tafsir Sastra Ramayana (3) Pencarian Rasa Sejati
    Tafsir Sastra Ramayana (3) Pencarian Rasa Sejati
    04/07/2020 - 15:57
  • Tafsir Sastra Ramayana (2) Guru dan Rahasia Rama
    Tafsir Sastra Ramayana (2) Guru dan Rahasia Rama
    04/07/2020 - 14:38
  • Dampak Domino Pelarangan Kantong Plastik
    Dampak Domino Pelarangan Kantong Plastik
    04/07/2020 - 14:20
  • Melawan Penjahat Perbankkan
    Melawan Penjahat Perbankkan
    04/07/2020 - 12:35
  • Pesan Enstein Untuk Curat
    Pesan Enstein Untuk Curat
    04/07/2020 - 12:08
  • KH. Ja’far Shodiq Syuhud, In Memoriam
    KH. Ja’far Shodiq Syuhud, In Memoriam
    03/07/2020 - 17:09
  • Juni 2020, Bulan Kelabu Bagi PWNU Jatim
    Juni 2020, Bulan Kelabu Bagi PWNU Jatim
    03/07/2020 - 10:01
  • Dibilang Mirip Kylian Mbappe, Osvaldo Haay Justru Idolakan Sergio Aguero
    Dibilang Mirip Kylian Mbappe, Osvaldo Haay Justru Idolakan Sergio Aguero
    05/07/2020 - 00:44
  • Pasca Kericuhan Madina, Polisi Tangkap 9 Warga Terduga Pelaku Pembakaran
    Pasca Kericuhan Madina, Polisi Tangkap 9 Warga Terduga Pelaku Pembakaran
    05/07/2020 - 00:15
  • Banjir Terjang Kota Gorontalo, 31 Tahanan di Markas Polres Dipindahkan
    Banjir Terjang Kota Gorontalo, 31 Tahanan di Markas Polres Dipindahkan
    04/07/2020 - 23:57
  • Leicester City vs Crystal Palace 3-0, Jamie Vardy Cetak Dua Gol
    Leicester City vs Crystal Palace 3-0, Jamie Vardy Cetak Dua Gol
    04/07/2020 - 23:56
  • Antisipasi Flu Babi, Disnakan NTT Imbau Warga Beli Daging Babi Dari RPH
    Antisipasi Flu Babi, Disnakan NTT Imbau Warga Beli Daging Babi Dari RPH
    04/07/2020 - 23:41
  • Ronaldo Mengerikan, Juventus Hancurkan Torino di Derby della Mole
    Ronaldo Mengerikan, Juventus Hancurkan Torino di Derby della Mole
    05/07/2020 - 00:18
  • Lin Dan Penghancur Pebulutangkis RI yang Terkubur di Indonesia
    Lin Dan Penghancur Pebulutangkis RI yang Terkubur di Indonesia
    05/07/2020 - 00:02
  • Bikin Ngakak, Arief Poyuono Sibuk Reshuffle Peci ketimbang Reshuffle Menteri
    Bikin Ngakak, Arief Poyuono Sibuk Reshuffle Peci ketimbang Reshuffle Menteri
    05/07/2020 - 00:04
  • 6 Artis Hollywood Ini Jadi Simbol Seks, Demi Moore hingga Brad Pitt
    6 Artis Hollywood Ini Jadi Simbol Seks, Demi Moore hingga Brad Pitt
    05/07/2020 - 00:00
  • Cemburu, Suami Tega Bacok Istri Hingga Kaki dan Tangannya Putus
    Cemburu, Suami Tega Bacok Istri Hingga Kaki dan Tangannya Putus
    05/07/2020 - 00:06