Kopi TIMES

Tantangan Politik Negara Kesejateraan

Kamis, 20 Februari 2020 - 05:38 | 105.70k
Tantangan Politik Negara Kesejateraan
Dekki Umamur Ra’is, Dosen Administrasi Publik, Fisip, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan Peneliti Pusat Studi Desa Indonesia (PUSDI).

TIMESINDONESIA, MALANG – Negara kesejahteraan merupakan bentuk lain ekonomi pasar kapitalis yang tak terelakkan, tetapi secara historis dikembangkan dalam arah yang berbeda. Situasi tersebut telah mengkristal dalam tiga komplementar kelembagaan yang disebut sebagai rezim kesejahteraan. Berbagai rezim kesejahteraan menghadapi tantangan yang berbeda di masa depan, kemungkinan besar akan bereaksi dengan cara yang berbeda, tetapi bergantung pada mekanisme yang dijalankan oleh sebuah rezim. Salah satu tantangan utama adalah menyesuaikan usia kerja dengan keinginannya untuk terus sejahtera. 

Hingga saat ini sebagian negara di dunia telah mengalami peningkatan kekayaan dan produksi yang luar biasa. Hal itu selalu menjadi pertanyaan mendasar, apakah tantangan masa depan negara kesejahteraan akan lebih besar jika dibandingkan dengan tantangan negara kesejahteraan di masa lalu?, mengingat tingkat produksi dan kekayaan di beberapa negara dunia saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang cukup besar? 

Apa yang menjadi penyebabnya?, politiklah jawabannya. Hal tersebut sudah terjadi sejak kelahiran negara kesejahteraan itu senjadi. Faktor-faktor politik masih terus terjadi hingga sekarang. Politis, ideasional dan faktor-faktor kelembagaan telah menjadi pendorong perubahan yang penting. Tentu saja, selain itu ada juga faktor ekonomi, sosial, dan lainnya yang juga ikut mendorong sitem ekonomi pasar untuk ikut serta mengembangkan berbagai macam pradigma negara kesejahteraan. 

Fakta politik sebagai faktor penentu telah terjadi hingga sekarang, dan bahkan, jika negara-negara kesejahteraan harus menyesuaikan dengan perubahan di sekitarnya, maka politik, ideasional, dan faktor-faktor institusional pasti akan menjadi penentu utama nasib masa depan negara-negara kesejahteraan termasuk di Indonesia.Ini merupakan perkembangan  yang menantang yang bisa dinyatakan dalam dua cara penting. 
Pertama, kondisi tersebut meningkatkan tekanan terhadap pemerintah untuk mendistribusikan sumber daya pada saat tingkat pertumbuhan  sedang lambat dan tingkat hutang yang tinggi membatasi ketersediaan sumber daya bagi mereka. Kedua, untuk menjaga kemakmuran nasional dalam pendekatan ekonomi baru ini, pemerintah harus memastikan bahwa mereka bisa memiliki akses terhadap teknologi mutahir dan pekerja dilengkapi dengan keterampilan yang memadai untuk mengeksploitasi kemajuan tersebut. Ini adalah tantangan sosial dan ekonomi sekaligus. 

Ada beberapa alasan penting berkaitan dengan kemendesakan investasi sosial, diantaranya: Pertama, era perkembangan ekspansionis model Keynesian yang menekankan pada Negara kesejahteraan industrialis harus ditinjau ulang. Kedua, adanya tuntutan penawaran yang berorientasi pada  retrenchment (privatisasi negara kesejahteraan). Ketiga, membalikkan hubungan antara ekonomi dan sosial serta hubungan antara pasar tenaga kerja dengan kebijakan sosial yang menuntut adanya perbaikan yang lebih baik lagi. 

Saran penulis untuk melakukan investasi sosial pemerintah bisa melakukan beberapa model pendekatan kebijakan. Pertama, bisa menggunakan model negara-negara Nordik - yang menggabungkan perlindungan sosial tradisional dengan investasi sosial. Kedua, model Anglo Saxon yang cenderung menggantikan pengeluaran kompensasi tradisional dengan investasi baru dalam bentuk investasi sumberdaya  manusia. Ketiga investasi sosial: "dari jaring pengaman ke sprinboard". Keempat, investasi sosial ala sosial demokrat yang menggabungkan Perlindungan sosial dengan promosi sosial. Kelima, negara bisa memilih salah satu pendekatan investasi sosial sesuai dengan kondisi eksisting negara, seperti usaha untuk melindungi sumberdaya manusia (kesehanatan dan perlindungan sosial lainnya), pemberian insentif positif vs negatif (menurunkan manfaat), kesetaraan, kualitas hidup, serta  hak dan kewajiban.

Ada beberapa alasan penting bagi pemerintahan negara untuk melakukan investasi sosial. Salah satunya adalah persoalan penuaan waraga negara yang terus meningkat (ageing). Investasi sossial dipandang sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengatasi tantangan penuaan masyarakat. Investasi sosial juga dilihat sebagai salah satu cara untuk mengatasi ketidaksetaraan yang meningkat dalam jangka panjang. Alasan lainnya, adanya kemungkinan untuk menggabungkan tujuan sosial dan ekologis jika pertumbuhan berkelanjutan menjadi pendekatan baru.

Terakhir, alasan paling penting dari semua itu adalah kualitas hidup dan kesetaraan harus dikembalikan sesuai dengan hak dasar manusia dan tujuan  (agenda) negara.

***

*) Dekki Umamur Ra’is , Dosen Administrasi Publik, Fisip, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan Peneliti Pusat Studi Desa Indonesia (PUSDI).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*)Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi. 

*)Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Mulus, Langkah Jonatan Christie di Partai Perdana Olimpiade Tokyo 2020
    Mulus, Langkah Jonatan Christie di Partai Perdana Olimpiade Tokyo 2020
    24/07/2021 - 11:21
  • Bantu Warga Terdampak Covid-19, Duta Pancasila Kabupaten Malang Buka Donasi
    Bantu Warga Terdampak Covid-19, Duta Pancasila Kabupaten Malang Buka Donasi
    24/07/2021 - 11:00
  • Mengenal Fahrudin Ariyanto, Sosok Rendah Hati yang Pernah Tembus Timnas Indonesia
    Mengenal Fahrudin Ariyanto, Sosok Rendah Hati yang Pernah Tembus Timnas Indonesia
    24/07/2021 - 10:34
  • Hari Anak Nasional, Reni Astuti: Dampingi Anak yang Orang Tuanya Terpapar Covid-19
    Hari Anak Nasional, Reni Astuti: Dampingi Anak yang Orang Tuanya Terpapar Covid-19
    24/07/2021 - 10:28
  • Kunjungi Gendhis Batik, Agun Gunandjar Ajak Lestarikan Batik Khas Banjar
    Kunjungi Gendhis Batik, Agun Gunandjar Ajak Lestarikan Batik Khas Banjar
    24/07/2021 - 10:16

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Penanganan Pandemi, Literasi Data dan Pendidikan Kita
    Penanganan Pandemi, Literasi Data dan Pendidikan Kita
    24/07/2021 - 09:00
  • Pendidikan Islam dalam Pandangan Salafi di Pondok Pesantren As-Salafiyah Medan
    Pendidikan Islam dalam Pandangan Salafi di Pondok Pesantren As-Salafiyah Medan
    23/07/2021 - 05:41
  • Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus
    Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus
    23/07/2021 - 05:34
  • Peran Perempuan dalam Sustainability Sumber Daya Alam
    Peran Perempuan dalam Sustainability Sumber Daya Alam
    22/07/2021 - 18:50
  • PHK Meningkat Dampak PPKM Darurat
    PHK Meningkat Dampak PPKM Darurat
    22/07/2021 - 14:36
  • PPKM Darurat, UMKM Sekarat?
    PPKM Darurat, UMKM Sekarat?
    22/07/2021 - 13:20
  • Celana Robek
    Celana Robek
    22/07/2021 - 11:33
  • Pembelajaran Pendidikan Ismuba Berbasis Multitalenta
    Pembelajaran Pendidikan Ismuba Berbasis Multitalenta
    22/07/2021 - 10:25

KULINER

  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27
  • Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    17/07/2021 - 09:22
  • Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    16/07/2021 - 12:43
  • Terinspirasi Drakor, Mahasiswa Ubaya Bagikan Resep Kimchi Sehat
    Terinspirasi Drakor, Mahasiswa Ubaya Bagikan Resep Kimchi Sehat
    15/07/2021 - 12:31