Kopi TIMES

Kekerasan di Institusi Pendidikan, Mari Mengadopsi Doktrin Pendidikan Pesantren

Senin, 17 Februari 2020 - 23:27 | 23.96k
Kekerasan di Institusi Pendidikan, Mari Mengadopsi Doktrin Pendidikan Pesantren
Is’adur Rofiq, Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Jember Dan Alumni Pondok Pesantren Annuqayah dan Al-Jalaly Sumenep Jawa Timur

TIMESINDONESIA, JEMBERADA suatu kisah yang menarik untuk merefleksi kejadian kekerasan di lembaga pendidikan akhir-akhir ini. Dulu, ada seseorang yang memondokkan anaknya di suatu pesantren. Pada saat sowan ke Kyai, dia membawa anaknya dan sebuah cambuk. Dia berkata kepada sang Kyai, “Saya pasrahkan anak saya, silahkan jenengan mau mendidik seperti apa. Juga saya serahkan cambuk ini agar apabila anak saya nakal, pukul saja sesuai kehendak jenengan.”

Dari kisah tersebut, sepintas memang ekstrem, tapi setidaknya kita dapat mengambil pelajaran bahwa guru adalah orang tua kedua dan sepatutnya diberi kebebasan dalam mendidik para siswanya. Dalam dunia pondok pesantren, hakikat pendidikan adalah mencari keberkahan dari sang guru. Lalu bagaimana dengan pemandangan  pendidikan masa kini? Ketidaksopanan siswa terhadap guru yang akhir-akhir ini viral di berbagai media, merupakan tamparan keras tentang potret krisis moralitas pendidikan masa kini, sehingga perlu rasanya ada perbaikan mengenai sistem tata kelola pendidikan agar siswa menghormati guru selayaknya menghormati kedua orang tua.

Krisis moralitas yang melanda di dunia pendidikan, acap kali dipandang sebelah mata. Disadari atau tidak, hal ini akan berdampak buruk terhadap kehidupan yang akan datang. Semisal siswa yang tidak sopan semasa sekolah dan selalu menolak apa yang diinstruksikan oleh sang guru, maka suatu saat ketika dia bekerja di suatu perusahaan, maka ia akan menjadi karyawan yang pemberontak terhadap pimpinan perusahaan dan akan merugikan perusahaan itu sendiri.

Salah kaprah pendidikan masa kini adalah ketika memandang kecerdasan dan nilai tinggi adalah tolak ikur dari keberhasilan pendidikan. Ini berbanding terbalik dengan prinsip yang ada di pondok pesantren. Secara garis besar, pondok pesantren lebih memprioritaskan keberkahan yang diperoleh dari sang guru daripada kecerdasan intelektual yang tinggi. Di sisi lain, untuk mendapatkan keberkahan tersebut, maka santri harus mempunyai sifat sopan santun terhadap guru. Sehingga dalam hal ini, sangat jarang ada kasus atau realita santri melakukan kekerasan terhadap guru, karena prinsip yang berlaku di pondok pesantren adalah memporsikan kesopanan lebih tinggi nilainya daripada kecerdasan. 

Prof. Mahfud MD pernah mengatakan bahwa orang tua, masyarakat, tokoh masyarakat dan pondok pesantren mempunyai tugas sentral dalam membangun mentalitas pendidikan dan penguaatan akhlak budi pekerti sejak dini kepada anak-anak. Pernyataan Prof. Mahfud MD ini harus dijadikan refleksi tentang pentingnya pendidikan karakter. 

Entah kapan ketidaksopanan siswa terhadap guru akan berlanjut. Tapi setidaknya kita harus bersyukur atas sistem pendidikan yang ada di pondok pesantren yang tetap konsisten mempertahankan nilai-nilai karakter di era globalisasi sekarang. Kemerosotan moralitas yang ditandai dengan beberapa kejadian yang memalukan akhir-akhir ini seperti kekerasan terhadap guru  di Sampang dan ketidaksopanan siswa di salah satu sekolah di Gresik, hendaknya dijadikan evaluasi agar peristiwa-peristiwa memalukan tidak terjadi lagi. 

Sekadar rekomendasi kepada pihak pemerintahan, dirasa sistem pendidikan di pondok pesantren sangat bagus untuk membangun karakter yang jernih. Sehingga sangat bagus untuk diadopsi oleh lembaga pendidikan yang lain, baik nonformal, formal, maupun informal. Yakinlah, para alumninya nanti tidak kalah bersaing dengan lulusan sekolah luar negeri sekalipun. Juga yakinlah mereka akan menjadi masyarakat yang militan dan siap membawa perubahan untuk negeri Indonesia ini. 

***

*)Penulis: Is’adur Rofiq, Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Jember Dan Alumni Pondok Pesantren Annuqayah dan Al-Jalaly Sumenep Jawa Timur.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id


pendidikan pesantren
Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

2,273

+181 Positif

164

+14 Sembuh

198

+7 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Minggu, 05 April 2020 - 16:00 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Hitam Putih Covid-19
    Hitam Putih Covid-19
    06/04/2020 - 14:34
  • Ijen dan Bencana yang Tak Boleh Dilupakan
    Ijen dan Bencana yang Tak Boleh Dilupakan
    06/04/2020 - 13:40
  • Nasib Tenaga Medis Perempuan Terhadap COVID-19
    Nasib Tenaga Medis Perempuan Terhadap COVID-19
    06/04/2020 - 12:27
  • Karantina Lokal, Bukti Bagusnya Pengetahuan Masyarakat
    Karantina Lokal, Bukti Bagusnya Pengetahuan Masyarakat
    06/04/2020 - 10:45
  • Mewaspadai Korupsi Bencana Covid-19
    Mewaspadai Korupsi Bencana Covid-19
    06/04/2020 - 09:28
  • Covid-19 Mengintai Kesejahteraan Masyarakat Indonesia
    Covid-19 Mengintai Kesejahteraan Masyarakat Indonesia
    06/04/2020 - 04:28
  • Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    Meninjau Kebijakan Pembebasan Narapidana dengan Alasan Corona
    05/04/2020 - 14:31
  • Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    Covid-19 Merajalela, di Mana Peran Negara?
    05/04/2020 - 13:19
  • Tak Mau Kendaraan Ditarik Leasing, Pastikan Syarat Ini Terpenuhi
    Tak Mau Kendaraan Ditarik Leasing, Pastikan Syarat Ini Terpenuhi
    06/04/2020 - 15:13
  • Satu Harimau di Kebun Binatang Dinyatakan Positif Corona
    Satu Harimau di Kebun Binatang Dinyatakan Positif Corona
    06/04/2020 - 15:13
  • Song Joong Ki Putuskan Robohkan Rumah Usai Cerai dari Song Hye Kyo
    Song Joong Ki Putuskan Robohkan Rumah Usai Cerai dari Song Hye Kyo
    06/04/2020 - 15:11
  • Darurat Corona, Sidang Kasus Ikan Asin Digelar Via Teleconference
    Darurat Corona, Sidang Kasus Ikan Asin Digelar Via Teleconference
    06/04/2020 - 15:11
  • Daihatsu Mobile Service Siap Layani Konsumen di Rumah
    Daihatsu Mobile Service Siap Layani Konsumen di Rumah
    06/04/2020 - 15:09
  • Kota Terhoror COVID-19: Mayat Tak Cuma di Jalanan, Dalam Rumah Banyak
    Kota Terhoror COVID-19: Mayat Tak Cuma di Jalanan, Dalam Rumah Banyak
    06/04/2020 - 00:41
  • Negara yang Dibenci Amerika Sukses Ciptakan Alat Deteksi COVID-19
    Negara yang Dibenci Amerika Sukses Ciptakan Alat Deteksi COVID-19
    06/04/2020 - 06:10
  • 3.500 Mobil Hangus Terbakar di Lahan Parkir Dekat Bandara
    3.500 Mobil Hangus Terbakar di Lahan Parkir Dekat Bandara
    06/04/2020 - 03:44
  • Pesan Pilu Mayat COVID-19 di Jalanan Kota Terhoror Dunia
    Pesan Pilu Mayat COVID-19 di Jalanan Kota Terhoror Dunia
    06/04/2020 - 05:08
  • Tangisan Saat Jenazah dr Ketty Perawat Menhub Dibawa Pulang
    Tangisan Saat Jenazah dr Ketty Perawat Menhub Dibawa Pulang
    06/04/2020 - 12:00