Kopi TIMES

Halal Haram Testimoni Iklan

Selasa, 18 Februari 2020 - 00:11 | 43.28k
Halal Haram Testimoni Iklan
Fareh Hariyanto, Mahasiswa Jurusan Ahwalusasyiah Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi.

TIMESINDONESIA, BANYUWANGIAWAL pekan lalu, satu keluarga dari Surabaya meminta saya untuk mengantar ke pelbagai destinasi wisata di Bumi Blambangan. Perjalanan rombongan wisata dimulai dari Glenmore Banyuwangi menuju Pantai Pulau Merah di Pesanggaran, Pantai Cemara Muncar hingga kawasan Ijen di Kecamatan Licin. Sepanjang perjalanan tersebut saudara saya asyik mendengar radio analog yang terpasang di dashboard mobilnya. Namun komentar cukup kritis muncul darinya yang cukup menyayangkan masih maraknya testimoni iklan di frekuensi radio di Banyuwangi.

Padahal menurutnya, iklan semacam itu merupakan pembodohan publik yang seharusnya sudah tidak digunakan di era saat ini. Apalagi mayoritas yang diiklankan merupakan produk kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Padahal menurut saya iklan semacam tersebut sudah tidak berdampak bagi mereka yang sudah faham dengan metodologi pemasaran. Namun ada pandangan berbeda dari saudara saya yang melihat jika iklan tersebut diterima oleh orang awam yang justru akan menjadi sesuatu yang berbeda. 

Memang tidak dipungkiri perkembangan teknologi membawa keberbagai medium yang menjadikan segala komoditas bisa ditemukan dengan mudah. Nahasnya, tidak sedikit yang masih menggunakan cara-cara lama walau jika dikaji lebih mendalam akan banyak aturan yang dilanggar. 

Berawal dari keluhan saudara tersebutlah penulis tergerak untuk mencari ihwal aturan testimoni iklan. Mengingat jika ditelisik lebih jauh, tidak hanya frekuensi radio di Banyuwangi saja yang masih masif ditemukan metode iklan semacam itu. Pun di media dalam jaringan (daring) utamanya di platform media sosial juga lazim ditemukan hal serupa utamanya produk kesehatan.

Payung Hukum

Padahal jika mengacu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1787/Menkes/XII/2010 Tahun 2010 tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan. (Permenkes 1787/2010). Ada aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar dalam penyajian iklan yang diberikan kepada publik.

Menurut Permenkes tersebut, Iklan Produk Kesehatan yang berarti sebagai kegiatan komunikasi persuasif atau promosi tentang kebijakan, program, dan pelayanan kesehatan. Iklan itu bisa dalam bentuk gambar, suara, atau tulisan dengan tujuan menarik minat dan memudahkan masyarakat.

Pada dasarnya, produsen produk kesehatan dapat menyelenggarakan iklan atau publikasi pelayanan kesehatan melalui media. Penyelenggaraan iklan itu harus sesuai dengan etika publikasi yang diatur dalam kode etik. Baik kode etik Rumah Sakit Indonesia, kode etik masing-masing tenaga kesehatan, kode etik pariwara, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Secara jelas dalam Permen tersebut, produsen produk kesehatan dalam menyelenggarakan iklan harus memenuhi lima syarat berupa pemuatan informasi dengan data dan fakta yang akurat, berbasis bukti, informatif, edukatif, dan bertanggung jawab.

Tak hanya itu saja, dalam aturan tersebut juga memuat 15 larangan dalam iklan produk kesehatan. Larangan tersebut di antaranya, memuji produk secara berlebihan, termasuk pernyataan yang bersifat superlatif dan menyiratkan kata "satu-satunya" atau yang bermakna sama mengenai keunggulan, keunikan atau kecanggihan sehingga cenderung bersifat menyesatkan.

Lalu larangan memberi testimoni dalam bentuk iklan atau publikasi di media massa juga termaktub dalam poin ke-14. Serta larangan memberi informasi kepada masyarakat dengan cara yang bersifat mendorong penggunaan produk kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang diiklankan.

Bentuk Iklan

Sementara itu, jika ditelaah lebih jauh dari pandangan Islam. Aturan iklan secara eksplisit juga diatur. Iklan, baik bersifat komersial maupun non-komersial tercakup ke dalam perkara mu’amalah dan ‘adat. Hukum asal dari perkara tersebut adalah diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-unsur terlarang dalam syari’at yang mampu merubah hukumnya menjadi terlarang.

Hal-hal yang membuat iklan tersebut terlarang diantaranya yang mengandung tindakan mengelabui konsumen atau gharar. Bentuk iklan seperti ini hukumnya adalah haram. Selain itu, iklan juga harus terbebas dari berbagai propaganda yang bertentangan dengan hukum syari’at, akhlak, nilai-nilai, dan etika Islam.

Apabila produsen mengiklankan suatu produk secara berlebihan dan tidak sesuai dengan hakikat produknya, maka konsumen yang sudah terjebak membeli produknya tersebut, berhak untuk mengembalikannya. Sehingga produknya sendiri terhitung sebagai barang yang cacat.

Sedangkan bagi si pembeli ada dua alternatif jika transaksi jual beli sudah berlangsung. Pertama, mengembalikan barang yang dibelinya. Kedua meminta ganti rugi sesuai dengan nilai kerugian yang diderita. Sehingga akad yang dibuat sedari awal dapat batal jika barang yang dibeli tidak memiliki kesesuaian dengan iklan yang ditampilkan.

Akhirukalam baik atau tidaknya testimoni iklan semua kembali ke produsennya, Meski sudah ada landasan hukum yang mengatur pelarangannya. Jika masih tetap digunakan semoga segera ada tindakan dari pemangku kebijakan. Idealnya memang harus ada upaya untuk tetap menjadi konsumen cerdas. Teliti sebelum membeli bijak sebelum belanja.(*)

***

*) Penulis: Fareh Hariyanto, Mahasiswa Jurusan Ahwalusasyiah Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id


Opini testimoni iklan
Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

1,790

+113 Positif

112

+9 Sembuh

170

+13 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Kamis, 02 April 2020 - 15:50 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel
    Diskriminasi Ganda Pada Perempuan Difabel
    03/04/2020 - 04:34
  • Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    Bukan Lockdown, Indonesia Punya Dasa Wisma untuk Tuntaskan Corona
    02/04/2020 - 22:40
  • Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan yang Mendewasakan
    02/04/2020 - 22:28
  • Covid-19 dan Investasi Saham
    Covid-19 dan Investasi Saham
    02/04/2020 - 15:13
  • Di Era Wabah, Jangan Ada Pelanggaran HAM
    Di Era Wabah, Jangan Ada Pelanggaran HAM
    02/04/2020 - 14:19
  • Sputnik dan Kita
    Sputnik dan Kita
    02/04/2020 - 13:43
  • Politik Hukum Berbasis Keadilan Gender
    Politik Hukum Berbasis Keadilan Gender
    02/04/2020 - 13:10
  • Menakar Kampus Merdeka ala Nadiem
    Menakar Kampus Merdeka ala Nadiem
    02/04/2020 - 12:28
  • Skuat Atletico Madrid Setuju Dipotong Gaji 70 Persen
    Skuat Atletico Madrid Setuju Dipotong Gaji 70 Persen
    03/04/2020 - 04:45
  • 307 Pemukiman di Jatim Dijaga Tentara karena Karantina Virus Corona
    307 Pemukiman di Jatim Dijaga Tentara karena Karantina Virus Corona
    03/04/2020 - 04:10
  • Evi Novida Minta Jokowi Cabut Kepres Pemecatannya dari Anggota KPU
    Evi Novida Minta Jokowi Cabut Kepres Pemecatannya dari Anggota KPU
    03/04/2020 - 03:10
  • Bhayangkara FC Pastikan Kontrak dengan Sponsor Masih Aman
    Bhayangkara FC Pastikan Kontrak dengan Sponsor Masih Aman
    03/04/2020 - 02:45
  • Wamendes: Desa Harus Terlindungi dari Pemudik
    Wamendes: Desa Harus Terlindungi dari Pemudik
    03/04/2020 - 02:05
  • Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN
    Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis dan Diskon Tagihan PLN
    03/04/2020 - 00:34
  • Manantang Maut Lewat Mike Tyson, Aktor Nekat Ini Bernasib Tragis
    Manantang Maut Lewat Mike Tyson, Aktor Nekat Ini Bernasib Tragis
    03/04/2020 - 00:44
  • Pandemi Corona Bikin Juventus Sulit Bayar Gaji, Ronaldo Pulang ke MU
    Pandemi Corona Bikin Juventus Sulit Bayar Gaji, Ronaldo Pulang ke MU
    03/04/2020 - 01:34
  • Gawat, Bek Norwich Ketahuan Buka Situs Dewasa
    Gawat, Bek Norwich Ketahuan Buka Situs Dewasa
    03/04/2020 - 00:10
  • Mengenang Tragedi Memalukan Newcastle United 15 Tahun Silam
    Mengenang Tragedi Memalukan Newcastle United 15 Tahun Silam
    03/04/2020 - 02:29