Ketahanan Informasi

Teliti Pendidikan Islam Muslim Tionghoa, Dosen Unisla Raih Gelar Doktor

Jumat, 14 Februari 2020 - 18:54 | 13.58k
Teliti Pendidikan Islam Muslim Tionghoa, Dosen Unisla Raih Gelar Doktor
Winarto Eka Wahyudi memaparkan hasil disertasinya dalam sidang Promosi Doktor Pendidikan Agama Islam Multikultural di Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat, (14/02/2020). (Foto: Ja'far Shodiq/AJP TIMESIndonesia)

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Hari yang menegangkan sekaligus membanggakan dijalani oleh Winarto Eka Wahyudi, Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Lamongan (Unisla) di sidang promosi Doktor PAI Multikultural di Universitas Islam Malang (Unisma).

Eka Sapaan akrab Winarto Eka Wahyudi, menyampaikan disertasi yang berjudul “Social Pedagogy Muslim Etnis Minoritas: Konstruksi Muslim Tionghoa dalam Praksis Pendidikan Islam di Surabaya”, dalam sidang promosi di ruang seminar Hasyim Asy’ari, Gedung Utsman bin Affan, lantai 7 Unisma, Jumat, (14/02/2020).

Riset ini dikatakan Eka, merupakan upayanya dalam rangka menguak karakteristik etnis minoritas mentransmisikan ajaran agama mayoritas (Islam, red) di internal komunitasnya.

Unisla-a.jpg

“Muslim Tionghoa dalam perspektif akademik sering diatribusikan sebagai entitas yang memiliki problem eksistensial, yang diistilah sebagai minoritas ganda (double minority, red)," ucapnya di hadapan tim penguji.

Menurutnya bahwa komunitas ini minoritas dalam hal ke-Islam-an di etnisnya sendiri, dan tetap menjadi minoritas di tengah etnisitas lain di Indonesia. Realitas sosial inilah yang akhirnya memantiknya untuk meneliti lebih lanjut, tentang improvisasi dan desain pendidikan Islam yang dijalankan oleh Muslim Tionghoa.

Eka dalam risetnya menemukan langgam pendidikan Islam Muslim Tionghoa berhasil memadukan tiga unsur yang saling menyempurnakan (takamuliyah, red), yakni;pengajaran kebudayaan dan kewahyuan.

Ketiganya berjalan secara dialektis-integral, bukan hirarkis-piramidal. Melalui jalan ini, Muslim Tionghoa ingin terhindar dari paham ke-Islam-an yang justru memperparah eksistensi sosialnya sebagai kelompok minoritas.

Pria yang memperoleh beasiswa S3 dari kementerian Agama RI ini menambahkan, bahwa corak pendidikan Islam bagi Muslim Tionghoa tidak bisa dipahami hanya sebatas pengajaran (teaching, red) atau pembelajaran semata.

"Pemahaman itu justru akan mereduksi hakikat pendidikan itu sendiri. Pendidikan Islam Muslim Tionghoa adalah upaya transformasi kebudayaan, sehingga transmisi antara keilmuan dan nilai-nilai kebudayaan berjalan secara serentak dalam interaksi akademik," kata Eka.

Eka menjelaskan, dengan model pedagogi sosial, pemeluk Islam pada komunitas ini tetap bisa mempertahankan background sosio-kulturalnya. Menjadi Muslim yang taat, sambungnya, tidak berposisikan biner (sistem bilangan biner atau susunan bilangan yang mempunyai basis dua), dengan menjadi Tionghoa sejati.

Keduanya bisa berjalan dengan seiring dan harmonis tanpa mereduksi satu sama lain. Hal ini bisa dilakukan karena pendidikan Islam diartikulasikan dengan pandangan hidup serta nilai-nilai kebudayaan yang berlaku pada etnis Tionghoa.

Menurutnya, melalui pemahaman demikian, bisa dipahami bahwa nalar pendidikan Islam sesungguhnya bukan entitas tertutup (isolated entity). Ia akan tetap mengalami intervensi dari konstelasi sosial dan kebudayaan dominan dimana pendidikan Islam itu dijalankan.

“Dari sinilah kosmopolitanisme Islam bertemu dengan ke-Tionghoa-an inklusif melalui interaksi akademik Pendidikan Islam," tutur Eka. (*)


Unisla Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

Pasar Rakyat UMKM Herbangin Hadir di Kota Kediri

22/02/2020 - 20:01

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna
Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • PLTP Arjuno-Welirang, Haruskah Didukung atau Ditolak?
    PLTP Arjuno-Welirang, Haruskah Didukung atau Ditolak?
    24/02/2020 - 13:14
  • Diaspora Indonesia: Peluang dan Tantangannya
    Diaspora Indonesia: Peluang dan Tantangannya
    24/02/2020 - 13:07
  • Tan Malaka, Tokoh Kontroversial dalam Sejarah Indonesia Modern
    Tan Malaka, Tokoh Kontroversial dalam Sejarah Indonesia Modern
    24/02/2020 - 12:37
  • RUU “Permata Hati
    RUU “Permata Hati"
    24/02/2020 - 11:27
  • Ars Boni Et Aequi
    Ars Boni Et Aequi
    24/02/2020 - 10:50
  • Berjuang Demi Menjadi  Perempuan  Entrepreneurship
    Berjuang Demi Menjadi Perempuan Entrepreneurship
    24/02/2020 - 09:30
  • Menguak Tabir Pemilihan Wagub DKI Jakarta
    Menguak Tabir Pemilihan Wagub DKI Jakarta
    24/02/2020 - 08:15
  • Catatan dari Tragedi Susur Sungai Sempor Sleman
    Catatan dari Tragedi Susur Sungai Sempor Sleman
    23/02/2020 - 12:16
  • Kata Warganet, Pengalaman Pertama Banjir di Jakarta setelah Sekian Tahun
    Kata Warganet, Pengalaman Pertama Banjir di Jakarta setelah Sekian Tahun
    24/02/2020 - 13:13
  • Alat Terapi Kanker Tercanggih se-Indonesia Rusak karena Banjir di RSCM
    Alat Terapi Kanker Tercanggih se-Indonesia Rusak karena Banjir di RSCM
    24/02/2020 - 13:12
  • Raffi Ahmad Langsung Kerja, Baru Tidur 2 Jam Usai Pulang Keliling Dunia
    Raffi Ahmad Langsung Kerja, Baru Tidur 2 Jam Usai Pulang Keliling Dunia
    24/02/2020 - 13:10
  • Tips Bertahan di Dunia Bisnis Fesyen ala Desainer Barli Asmara
    Tips Bertahan di Dunia Bisnis Fesyen ala Desainer Barli Asmara
    24/02/2020 - 13:02
  • Pengawas Nuklir Periksa Ruang Radiologi RSCM Pasca Kebanjiran
    Pengawas Nuklir Periksa Ruang Radiologi RSCM Pasca Kebanjiran
    24/02/2020 - 13:01
  • Ternyata, NU Juga Menghitung Masa Iddah BCL akan Habis pada 29 Juni 2020
    Ternyata, NU Juga Menghitung Masa Iddah BCL akan Habis pada 29 Juni 2020
    24/02/2020 - 07:21
  • Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    Biadab, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser
    24/02/2020 - 05:02
  • Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    Selebrasi 'Gila' Mike Tyson Setelah Fury Buat Wilder Babak Belur
    24/02/2020 - 05:10
  • Ayudia Bing Slamet Ungkap Sempat Ingin Gugurkan Kandungan
    Ayudia Bing Slamet Ungkap Sempat Ingin Gugurkan Kandungan
    24/02/2020 - 06:52
  • Pengakuan Mengejutkan Adipati Dolken, Udah Kebelet Pengen Nikah
    Pengakuan Mengejutkan Adipati Dolken, Udah Kebelet Pengen Nikah
    24/02/2020 - 07:03