Kopi TIMES

Membaca Peta Politik Pilkada, Pasca Mundurnya Ketua PDIP Kabupaten Kediri

Sabtu, 15 Februari 2020 - 09:08 | 34.19k
Membaca Peta Politik Pilkada, Pasca Mundurnya Ketua PDIP Kabupaten Kediri
Dito Arief N. S.AP, M.AP, Peneliti SIGI LSI Denny J.A

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Di penghujung tahun 2019, dinamika politik jelang Pilkada Kabupaten Kediri 2020 di Kabupaten Kediri dikejutkan dengan kabar mundurnya Ir. Sutrisno, MM sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri, yang telah dijabat selama 3 periode oleh mantan Bupati Kediri 2 periode tersebut.

Meskipun sempat dibantah namun alasan pilihan rekomendasi dari DPP PDIP yang kemungkinan besar tidak sejalan dengan pilihan Sutrisno yang menjadi aroma sebab pengunduran diri sebagai Ketua Partai Pemenang Pemilu 2019 kemarin di Kabupaten Kediri tersebut.

Dibawah kepemimpinan Sutrisno, kursi PDIP di DPRD Kabupaten Kediri bertambah dari 12 menjadi 15 Kursi, dan menjadi satu-satu nya Partai Politik yang mampu untuk mengusung calon sendiri dalam Pilkada Kabupaten Kediri tahun 2020.

Secara terbuka Sutrisno telah menyatakan dukungannya kepada duet Mujahid – Eko Ediono yang merupakan Kepala Bakesbangpol dan Sekretaris Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Kabupaten Kediri, yang notabene merupakan orang kepercayaan Dinasti Politik Sutrisno.

Duet Mujahid – Eko Ediono ini memupus prediksi banyak pihak bahwa Dinasti Politik Sutrisno akan diteruskan oleh Eggy Adityawan atau Rahmadi Yogi yang merupakan anak kandung dan anak mantu pasangan Sutrisno – Haryanti yang telah memimpin Kabupaten Kediri selama 20 tahun.

Pasangan Mujahid – Eko Ediyono ini juga telah mendaftar melalui DPC PDIP Kabupaten Kediri, bersama dengan sejumlah nama yang lain. Selain di PDIP pasangan ini juga telah mendaftar di sejumlah partai yang lain, termasuk mempersiapkan opsi maju melalui jalur perseorangan.

Dinamika Politik Kediri hari ini yang memperlihatkan antusiasme politik yang tinggi dengan bermunculan banyak figur-figur baru dalam peta politik Kabupaten Kediri sungguh kontras dengan suasana politik di Pilkada tahun 2015.

Di tahun 2015, Pasangan Haryanti Sutrisno – Masykuri yang diusung oleh Koalisi Besar bahkan kesulitan menemukan lawan tanding, hingga munculnya pasangan Ari Purnomo – Arifin Tafsir yang diusung PAN dan Gerindra pun banyak dituding sebagai calon boneka untuk menghindari calon tunggal dalam Pilkada Kediri tahun 2015.

Munculnya sejumlah nama seperti Wabup incumbent Masykuri Ikhsan, putra Seskab Pramono Anung yaitu Hanindhito Himawan Pramana, Wakil Direktur Gudang Garam Slamet Budiono, Ketua KADIN Yekti Murih Wiyati, dokter Sukma Sahadewa, pengusaha H. Ridwan, Insaf Budi Wibowo, hingga Kepala Desa Tarokan Supadi menunjukan geliat Pilkada Kabupaten Kediri tahun ini lebih hidup dari Pilkada 5 tahun silam.

Dari jalur perseorangan bahkan sudah 3 pasangan bakal calon yang mendaftar ke KPU Kabupaten Kediri, terlepas dari akan lolos tidaknya ketiga bakal calon tersebut dalam verifikasi KPU yang mensyaratkan dukungan minimal sebesar 79.715 KTP yang tersebar di 50% jumlah Kecamatan, namun kehadiran mereka menunjukan antusiasme yang besar terhadap perhelatan Pilkada di Kabupaten Kediri kali ini.

Sebagai satu-satunya Partai yang bisa mengusung pasangan calon sendiri sejatinya PDIP gamang dalam menghadapi Pilkada Kediri 2020, ketergantungan terhadap Sutrisno selama 20 tahun belakangan dan hegemoni dinasti politik keluarga Sutrisno menyulitkan PDIP dalam mempersiapkan kader-kader internal yang mampu secara mandiri untuk tampil dalam Pilkada Kabupaten Kediri tahun ini.

Munculnya Hanindhito Himawan Pramana, putra dari Tokoh DPP PDIP Pramono Anung masih terlalu prematur untuk dipaksakan tampil menjadi Kediri 1 tahun ini, apalagi bila harus menghadapi calon utusan Dinasti Sutrisno.

Politisi Milenial tersebut belum cukup kuat secara popularitas dan elektoral bila harus berhadapan dengan jago Dinasti Sutrisno yang telah berada dalam lingkaran kekuasaan selama 20 tahun belakangan, sehingga menurut penulis PDIP butuh figur lain yang memiliki efek WOW untuk bisa benar-benar mandiri melepaskan ketergantungan bahkan untuk benar-benar melawan jagoan dari Dinasti Sutrisno kali ini yaitu Mujahid – Eko Ediono.

Fenomena yang juga menarik adalah sulitnya Wakil Bupati incumbent 2 periode, Drs. H. Masykuri Ikhsan, MM untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai-partai yang ada, bahkan dari PKB dan PDIP sekalipun yang secara kultural dan personal memiliki kedekatan.  

Meskipun telah menjabat selama 2 periode mendampingi Bupati Haryanti Sutrisno, nyatanya Wabup Masykuri tidak cukup berhasil dalam meningkatkan kekuatan elektoralnya selama 10 tahun ini, yang menurut penulis telah diprediksi sekaligus bagian dari desain politik Sutrisno selaku King Maker Politik Kabupaten Kediri selama ini.

Secara alamiah, incumbent apalagi yang sudah 2 periode menjabat akan menjadi magnet bagi Partai Politik untuk mendekat dan mengusungnya sebagai calon Bupati di periode berikutnya, namun hal tersebut nampaknya tidak terjadi di Kabupaten Kediri.

Artinya kekuatan elektoral, kekuatan logistik dan modal sosial lebih menjadi pertimbangan Parpol untuk memberikan rekomendasinya kepada calon yang akan diusung daripada hanya sekedar status sebagai Wabup incumbent.

Tujuh bulan menjelang Pilkada, sepertinya akan banyak kejutan yang muncul menjelang pendaftaran calon bupati dan wakil Bupati Kediri. Kabupaten dengan APBD sebesar 2,690 Triliun yang saat ini telah memiliki Bandara sendiri, secara ekonomi dan politik tentu akan menjadi perhatian Partai Politik di tingkat pusat dan menjadi kepentingan nasional.

Dengan DPT sebesar 1,2 juta pemilih yang tersebar di 26 Kecamatan maka menarik ditunggu geliat Partai Politik dan Dinasti Politik Kabupaten Kediri dalam menyongsong Pilkada langsung serentak edisi keempat ini.

Dengan peta politik yang tersaji hari ini, pilihan pragmatis yang bisa diambil PDIP menurut penulis adalah mengusung calon yang didukung Dinasti Politik Sutrisno yaitu Mujahid – Eko Ediono, atau pilihan ideologis jangka panjang yaitu mengusung pasangan mandiri untuk berhadapan dengan Mujahid – Eko Ediono atau pasangan yang diusung Koalisi Parpol lain. 

Sosok Hanindhito sebagai politisi milenial PDIP, dalam analisa penulis cukup ideal saat ini menjadi AG 2 (Calon Wakil Bupati) berpasangan dengan Calon Bupati yang menjadi anti thesis dari kepemimpinan Kediri selama 20 tahun terakhir, yang matang secara usia, kuat secara jejaring, siap secara logistik namun memiliki personality out of the box yang akan memberikan WOW Effect secara elektoral untuk memenangkan Pilkada Kabupaten Kediri 2020 sekaligus mengakhiri ketergantungan terhadap hegemoni Dinasti Politik.

***

* Penulis Dito Arief N. S.AP, M.AP, Peneliti SIGI LSI Denny J.A

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id


Pilkada Pilkada Kabupaten Kediri 2020 Dito Arief kediri
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

15/02/2020 - 17:38

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Sanusi Hijrah, PKB Harus Siap Melawan Sang Mantan
    Sanusi Hijrah, PKB Harus Siap Melawan Sang Mantan
    21/02/2020 - 16:17
  • Hukum Yang Memprevensi Darah Tumpah
    Hukum Yang Memprevensi Darah Tumpah
    21/02/2020 - 16:00
  • Membedah Pilkada Kabupaten Malang Pasca Rekom PDI-P
    Membedah Pilkada Kabupaten Malang Pasca Rekom PDI-P
    21/02/2020 - 13:22
  • Pancasila Yang Kian Terluka
    Pancasila Yang Kian Terluka
    21/02/2020 - 10:48
  • Sanusi Refleksi Perilaku Politik kekinian
    Sanusi Refleksi Perilaku Politik kekinian
    21/02/2020 - 09:35
  • Mahasiswa: Antara Buku, Kelas, dan Cafe
    Mahasiswa: Antara Buku, Kelas, dan Cafe
    21/02/2020 - 09:07
  • Kartu Prakerja Milenial
    Kartu Prakerja Milenial
    21/02/2020 - 00:20
  • Mengenal Sentra Gakkumdu, Bersama Mengawal Tindak Pidana Pemilu
    Mengenal Sentra Gakkumdu, Bersama Mengawal Tindak Pidana Pemilu
    20/02/2020 - 22:22
  • Datangi Menpora, Ketum PSSI Pastikan Belum Ada Venue Piala Dunia yang Fix
    Datangi Menpora, Ketum PSSI Pastikan Belum Ada Venue Piala Dunia yang Fix
    21/02/2020 - 19:23
  • Anak Buah Anies Soal Pemotor Lewat Makam: Tanyai Warga, Pemprov Sudah Benar
    Anak Buah Anies Soal Pemotor Lewat Makam: Tanyai Warga, Pemprov Sudah Benar
    21/02/2020 - 19:22
  • Aulia Farhan Ditangkap karena Sabu, Ketahui Bahayanya untuk Alat Kelamin
    Aulia Farhan Ditangkap karena Sabu, Ketahui Bahayanya untuk Alat Kelamin
    21/02/2020 - 19:20
  • Ganjar Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh Karya Anak Bangsa
    Ganjar Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh Karya Anak Bangsa
    21/02/2020 - 19:16
  • Sidang Kasus Penganiayaan Nikita Mirzani Digelar 24 Februari
    Sidang Kasus Penganiayaan Nikita Mirzani Digelar 24 Februari
    21/02/2020 - 19:16
  • Ingin Salam Pancasila Gantikan Assalamualaikum, Kepala BPIP Dikecam
    Ingin Salam Pancasila Gantikan Assalamualaikum, Kepala BPIP Dikecam
    21/02/2020 - 12:11
  • Muazin di London Ditikam Saat Kumandangkan Azan Salat Asar
    Muazin di London Ditikam Saat Kumandangkan Azan Salat Asar
    21/02/2020 - 07:59
  • Vatikan Mau Bongkar Arsip Rahasia, Dunia Siap-siap Gempar
    Vatikan Mau Bongkar Arsip Rahasia, Dunia Siap-siap Gempar
    21/02/2020 - 10:45
  • 22 Gempa Bumi Telah Guncang Indonesia Secara Beruntun
    22 Gempa Bumi Telah Guncang Indonesia Secara Beruntun
    21/02/2020 - 01:23
  • Ashraf Meninggal, Gak Disangka Postingan Sekjen PDIP Bikin Ngakak
    Ashraf Meninggal, Gak Disangka Postingan Sekjen PDIP Bikin Ngakak
    21/02/2020 - 08:12