Kopi TIMES

Sebab ASN Tidak Netral dalam Pilkada Langsung

Jumat, 14 Februari 2020 - 14:15 | 21.39k
Sebab ASN Tidak Netral dalam Pilkada Langsung
Moch Edward Trias Pahlevi Koordinator Umum Komite Independen Sadar Pemilu.

TIMESINDONESIA, MALANGJELANG Pilkada serentak 2020 masalah ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih terjadi di pelbagai daerah. Para ASN itu disinyalir melakukan kegiatan yang diduga mengarahkan pilihan dukungan ke salah satu pasangan calon. Pelanggaran ASN ini semakin tahun dalam pilkada mengalami peningkatan dan tidak menutup kemungkinan di 2020 akan terus meningkat. Berdasarkan data yang masuk ke KASN, per Desember Tahun 2018 tercatat 491 aduan. Jika kita melihat dari aduan yang masuk ke KASN semenjak dilaksanakannya Pilkada serentak Tahun 2015 terdapat 29 aduan yang masuk. Kemudian pada Tahun 2016 terdapat 55 aduan, dan pada Tahun 2017 terdapat 52 aduan. Dalam kajian diskusi Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) ada beberapa faktor penyebab ASN tidak netral.

Pertama, Motif Mendapatkan/Mempertahankan Jabatan Patronase politik terjadi karena Kepala Daerah adalah pejabat politik yang sekaligus menjabat sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). PPK memiliki kewenangan dan kekuasaan dalam mempromosikan, memutasi, mendemosi pegawai ASN. Hal ini mengakibatkan pegawai ASN dalam situasi dilematis. Di satu sisi, mereka harus bersikap netral dalam arti tidak menunjukkan keberpihakan terhadap kepala daerah yang meminta dukungan pada saat pelaksanaan Pilkada, di sisi lain, karier mereka berada di tangan kepala daerah.

Kedua, Adanya hubungan primordial Pelanggaran ASN terhadap asas netralitas juga dipicu oleh hubungan kekeluargaan, kesamaan pejabat politik, baik hubungan di dalam organisasi maupun di luar organisasi yang mengganggu profesionalisme dalam menjalankan tugas. Dampak dari primordialisme adalah lemahnya penegakan asas netralitas, PPK tidak menindaklanjuti dan memberikan sanksi terhadap pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh ASN, termasuk tidak melaksanakan rekomendasi yang sudah diberikan KASN.

Ketiga, Ketidakpahaman terhadap regulasi berkaitan dengan Netralitas Beberapa pegawai ASN menyatakan bahwa mereka belum mengetahui dan memahami peraturan berkaitan dengan netralitas ASN yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokarasi (PAN-RB) tahun 2016 dan KASN tahun 2017. Sosialisasi terkait peraturan tersebut telah dilakukan oleh KASN bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, dan Bawaslu sejak tahun 2016, namun masih banyak pegawai ASN yang belum memahami ketentuan yang ada karena tidak disosialisasikan kembali di internal instansinya masing-masing.

Keempat, Faktor lain seperti adanya tekanan dari atasan; rendahnya integritas ASN; anggapan ketidaknetralan adalah sebagai hal lumrah; dan sanksi yang diberikan tidak menimbulkan efek jera.

Netralitas ASN dalam Pilkada 2020 ini perlu adanya pengawasan terhadap masyarakat sipil dalam ikut menjaga ASN tetap netral dan tidak merugikan masyarakat secara umum khususnya.

***

*)Penulis : Moch Edward Trias Pahlevi, Koordinator Umum Komite Independen Sadar Pemilu 

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id


Pilkada 2020
Publisher : Sholihin Nur
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

TIMES TV

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

Lagu Indonesia Raya Mengantar Keberangkatan WNI dari Natuna

15/02/2020 - 17:38

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo

Grup Musik Angklung Shalawatan Meriahkan CFD di Situbondo
Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai

Pilkada Kabupaten Malang 2020, Hasan Abadi Optimis dapat Rekom Partai
Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai

Bacalon Bupati Malang Merebut Rekom Partai
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pantau Banjir dari Udara
Follow TIMES Indonesia di Google News

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Sanusi Hijrah, PKB Harus Siap Melawan Sang Mantan
    Sanusi Hijrah, PKB Harus Siap Melawan Sang Mantan
    21/02/2020 - 16:17
  • Hukum Yang Memprevensi Darah Tumpah
    Hukum Yang Memprevensi Darah Tumpah
    21/02/2020 - 16:00
  • Membedah Pilkada Kabupaten Malang Pasca Rekom PDI-P
    Membedah Pilkada Kabupaten Malang Pasca Rekom PDI-P
    21/02/2020 - 13:22
  • Pancasila Yang Kian Terluka
    Pancasila Yang Kian Terluka
    21/02/2020 - 10:48
  • Sanusi Refleksi Perilaku Politik kekinian
    Sanusi Refleksi Perilaku Politik kekinian
    21/02/2020 - 09:35
  • Mahasiswa: Antara Buku, Kelas, dan Cafe
    Mahasiswa: Antara Buku, Kelas, dan Cafe
    21/02/2020 - 09:07
  • Kartu Prakerja Milenial
    Kartu Prakerja Milenial
    21/02/2020 - 00:20
  • Mengenal Sentra Gakkumdu, Bersama Mengawal Tindak Pidana Pemilu
    Mengenal Sentra Gakkumdu, Bersama Mengawal Tindak Pidana Pemilu
    20/02/2020 - 22:22
  • Menpora Dukung Tinju Profesional Tanah Air Terus Dikembangkan
    Menpora Dukung Tinju Profesional Tanah Air Terus Dikembangkan
    21/02/2020 - 18:22
  • Maut di Acara Susur Sungai Sempor, 4 Siswa SMPN 1 Turi Sleman Tewas
    Maut di Acara Susur Sungai Sempor, 4 Siswa SMPN 1 Turi Sleman Tewas
    21/02/2020 - 18:15
  • Musisi Naniel Yakin Kerap Mengontrak Rumah dan Berpindah-pindah
    Musisi Naniel Yakin Kerap Mengontrak Rumah dan Berpindah-pindah
    21/02/2020 - 18:15
  • Beri Informasi Terkait DPO KPK, MAKI Hadiahi Iphone 11
    Beri Informasi Terkait DPO KPK, MAKI Hadiahi Iphone 11
    21/02/2020 - 18:15
  • BOPI Resmi Berikan Rekomendasi Izin Liga 1 2020 pada PT LIB
    BOPI Resmi Berikan Rekomendasi Izin Liga 1 2020 pada PT LIB
    21/02/2020 - 18:10
  • Ingin Salam Pancasila Gantikan Assalamualaikum, Kepala BPIP Dikecam
    Ingin Salam Pancasila Gantikan Assalamualaikum, Kepala BPIP Dikecam
    21/02/2020 - 12:11
  • Muazin di London Ditikam Saat Kumandangkan Azan Salat Asar
    Muazin di London Ditikam Saat Kumandangkan Azan Salat Asar
    21/02/2020 - 07:59
  • 22 Gempa Bumi Telah Guncang Indonesia Secara Beruntun
    22 Gempa Bumi Telah Guncang Indonesia Secara Beruntun
    21/02/2020 - 01:23
  • Vatikan Mau Bongkar Arsip Rahasia, Dunia Siap-siap Gempar
    Vatikan Mau Bongkar Arsip Rahasia, Dunia Siap-siap Gempar
    21/02/2020 - 10:45
  • Ashraf Meninggal, Gak Disangka Postingan Sekjen PDIP Bikin Ngakak
    Ashraf Meninggal, Gak Disangka Postingan Sekjen PDIP Bikin Ngakak
    21/02/2020 - 08:12